NovelToon NovelToon
Ice Cream Boy

Ice Cream Boy

Status: tamat
Genre:Persahabatan
Popularitas:254.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aulia Istik

Bagaimana jika manusia diibaratkan seperti es krim? Es krim itu dingin dan manis. Akan tetapi, itu adalah es krim dan es krim jelas berbeda dengan manusia yang memiliki hati dan emosi.

Bagaimana jika dingin dan manis, hati dan emosi itu dilebur menjadi satu? Kemudian dibumbui sedikit rasa traumatis yang begitu membekas hingga membuat kisahnya menjadi dramatis.

Ini adalah Ambar dan itu adalah Damar. Ambar adalah penikmat es krim yang sangat menyukai perpaduan manis dan dingin. Sedangkan Damar yang dingin tapi diam-diam manis dan dipenuhi emosi yang dramatis.

Ketika salah satu dari mereka menyadari keberadaan yang lain, itu hanya pertemuan singkat yang melibatkan sebuah kecelakaan kecil. Iya, itu hanya kecelakaan kecil. Namun, bagaimana jika selanjutnya mereka terlibat dalam serangan panik hingga percobaan bunuh diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Istik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

0 7. S c a r e d ( 1 )

"Gue, kan kalau tidur lampunya dimatiin, tuh. Masa tadi pagi waktu bangun tidur, gue lihat putih-putih melayang di depan pintu kamar gue." Semua orang yang mendengarkan cerita Marina semakin merapatkan diri satu sama lain. Begitu juga Ambar yang duduk di depan Marina juga semakin merapatkan diri dengan meja Marina.

"Terus gue, kan udah istighfar, udah baca macem-macem surat, udah gue bacain segala macem. Tapi gak ilang-ilang--"

"Wih, berarti kuat banget itu makhluk," sahut Badrudin memotong cerita Marina.

"Nyahut mulu," ucap Marina sambil memukul pundak Badrudin. Lalu dia melanjutkan ceritanya. "Terus gue nyalain, deh, flash kamera di HP gue. Ternyata putih-putih itu daster emak gue yang gak tau dalam rangka apa digantungi di belakang pintu kamar gue."

Semua orang disekitar Marina langsung menyoraki gadis itu, kecuali Ambar yang justru tertawa terbahak-bahak. Begitu tawa Ambar menggema ke seluruh ruang kelas, sorakan-sorakan pada Marina berhenti. Orang-orang yang tadinya menyorakin Marina beralih menatap jengah ke arah Ambar. Kemudian satu persatu dari mereka kembali ke tempat duduk, menyisakan Ambar yang masih tertawa dan Marina yang masih di tempat duduknya.

"Padahal gak ada lucu-lucunya," ucap Marina sebelum mulai memainkan ponselnya.

"Lucu tau," jawab Ambar di sela tawanya yang baru mulai mereda.

Kemudian seseorang datang dan mendudukkan diri di samping Ambar. "Ada apa, sih? Sampai gitu banget ketawanya?" suara itu membuat Ambar cepat-cepat menghentikan tawanya. Gadis itu juga langsung memutar duduknya kembali menghadap ke depan lalu menyibukkan diri dengan ponsel.

"Masih ngambek, nih? Es krim lo kemarin ketinggalan di rumah Angga, loh." Meskipun diacuhkan Lala berusaha untuk membujuk Ambar agar berhenti merajuk.

"Bodo amat," ucap Ambar sambil melengos. Meskipun sejujurnya, Ambar sangat ingin mengambil es krimnya di rumah Angga. tetapi gadis itu memilih untuk bersikap acuh, gengsi alasannya.

"Yakin? Gak mau es krimnya?" Ambar tetap acuh, "Kemarin gue habis download film spongebob satu musim--"

"Beneran? Aku boleh minta gak?" tanya Ambar sebelum Lala selesai berbicara, bahkan dia sempat terlonjak kaget. Meskipun begitu Lala tetap menjawab pertanyaan Ambar dengan anggukan mantap dan senyum lebar.

Beberapa menit kemudian, pelajaran di mulai. Ambar menatap ke depan sambil menopang dagu. Sesekali kepalanya nyaris terantuk meja karena mengantuk. Rasanya guru di depan sana seperti mendongeng. Sedangkan Lala sesekali melihat ke bawah, lalu kembali melihat ke depan. Salah satu tangan gadis itu berada di atas meja sambil memegang bolpoin dan tangannya yang lain memainkan ponsel. Hingga bel jam pertama berakhir, lalu dua jam berikutnya mereka harus menyibukkan diri dengan soal-soal latihan sebanyak tiga puluh soal yang harus dikerjakan dengan penjabarannya.

Anak-anak SAIPTA baru bisa bernapas lega setelah bel istirahat berbunyi dan sang guru berkata, "Jika belum selesai dilanjutkan di rumah saja. Selamat siang." Kemudian guru cantik itu keluar dari kelas.

"Gila, anjir. Gue ngebut ngerjainnya. Ternyata gak dikumpulin. Tau gini gue kerjain di rumah," kesal Lala sama seperti anak-anak SAIPTA yang lain.

Ambar langsung menelungkupkan kepala ke atas meja sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang pegal. Rasanya masa SMA tidak semenyenangkan yang dia bayangkan dulu saat masih sekolah dasar.

"Makan, yuk, Am. Laper banget ini perut gue." Dengan malas Ambar mengangkat kepalanya lalu menatap Lala.

"Ayo," ucap gadis itu setelah berpikir beberapa detik. Mereka berdua sama-sama berdiri, kemudian beriringan menuju kantin.

"Kadang aku suka heran. Yang buat nulis tangan, yang pegel tangan, tapi kenapa yang laper perut?" tanya Ambar saat melewati lapangan.

"Kalau yang laper kepala, malah makin jelek," jawab Lala yang sebenarnya malas menjawab pertanyaan tidak berguna dari Ambar.

"Kenapa?"

"Karena nanti kepala lo isinya bukan otak tapi tai." Spontan Lala langsung mendapatkan pukulan di pundaknya.

"Heh, kasar!" ucap Ambar sambil mengalihkan pandangan ke lapangan. Sedangkan Lala memilih untuk mengendikkan bahu acuh. Nyatanya memang dia sekasar itu, mau bagaimana lagi.

Tetapi saat mereka sedang berjalan, tiba-tiba Ambar menabrak pot bung yang tingginya nyaris sampai perut Ambar dan besarnya sekitar satu meter diameter lingkaran. Untung potnya tidak jatuh, hanya Ambar saja yang mental dan nyaris terjengkang ke belakang. Sedangkan Lala tertawa terbahak-bahak baru kemudian menghampiri Ambar yang pasti malunya sudah setinggi langit.

"Lo tadi ngapain aja bisa sampe nabrak pot?" tanya Lala setelah mereka kembali berjalan.

"Ngelihatin Kak Damar di lapangan," jawab Ambar dengan tampang cemberutnya.

"Lagian salah sendiri ngelihatin orang segitunya. Azab cewek yang memperhatikan cowok diam-diam," ucap Lala yang kemudian dia tertawai sendiri.

"Ih, bukan gitu maksudnya. Tadi lihat gak waktu Pak Tri marah-marah di lapangan ke salah satu anak DASA?" Lala menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan Ambar. "Kak Damar kelihatan pucet banget, terus kayak takut gitu. Padahal kayaknya yang dimarahin temennya."

 

1
Esih Mulyasih
semangat Ambar..💪😁 semoga Damar bs mjd teman akrab mu 😉
Ani Nur
Thor ko kty mau bkin cerita Angga SMA lala ko ga ada cerita,klw bsa sih ada judul Bru trs Ambar SMA damar ending nikah jg dceritay🤭
Bee Pen Wibu
otw baca dari awal
Rinna Al Malik
marathon baca nya inih maaa,, bagus banget soalnya
Rinna Al Malik
baru baca novel kakak...
bagus banget sumpah 😍😍
Neno
ini g ada sequelnya gitu,pdhal ceritanya seru,aku aza maraton bc nya
Anis🦕
semangat kak😍😍,jangan lupa mampir jg yuk ke ceritaku dan jangan lupa like dan komennya trimakasih🤗
Umi Sholihah
boleh banget, sekalian sisipin hubungan ambar ma damar, biar ada manis2nya gitu.
secara mereka LDR jd bisa buat pemanis cerita angga Nova n lala
Puput Tiara andreani
awalx aku bingung dgn crtax makin kesini terxata makin seru aq jdi ikut mewek
asna
ceritanya bagus
asna
pengen gue kasih sianida bapaknya damar
asna
mama nya ambar sakit apa y jadi deg degan
asna
kok gue geregetan
asna
berasa nonton drama jepang
asna
ditolong jangan ?
asna
kayaknya damar emang sering dimarahin ama dipukul singkatnya dianiaya orang terdekat kayak di drakor
asna
jangan jangan di gebugin babenya kayak aku dulu di getok sendok nasi sama emak gegara nilai mtk ku 3.5😁
asna
aku selalu gemes ama cowok pake kacamata
asna
gue ngakak pas baru loading abis maret april jadilah indoapril 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
girl_N.J
Cerita nya bagus aku suka👍😃
Rate-5 ku juga sudah mendarat ya🛬
Jangan lupa feedback ke karyaku 🥰🥰
❤"Meisya & Randi "❤
Kisah sahabat kecil jadi cinta 💕

Terima kasih🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!