Menjadi pewaris pertama perusahaan dan hotel membuat Kevin Pranadja memiliki sikap yang arogan dan pemilih. Ia adalah putra pertama dari Dion Pranadja dan Amora Marco.
Kevin suka mengambil keputusan sesuai hatinya tanpa memikirkan pendapat orang lain di sekitarnya, kedua orang tuanya bahkan sangat sulit mengatasi sikapnya itu. Dengan berat hati, Dion maupun Amora mengirimkan putra pertamanya ke Inggris untuk mengurus cabang Novotel disana.
Pendapatan Novotel di Inggris semakin meningkat, itu karena ada chef cantik yang bekerja disana. Ia adalah Veronica Jukler. Wanita cantik itu bekerja di Novotel sudah hampir 3 tahun. Wanita itu mirip seperti Amora yang memiliki daya tarik tersendiri.
Awal pertemuan Kevin dan Veronica kurang baik, keduanya terus saja bertengkar setiap kali keduanya bertemu. Sampai akhirnya Kevin baru mengetahui jika wanita yang menjadi musuhnya adalah chef di hotelnya. Akankah keduanya mengubah benci menjadi cinta???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanggung Jawab Veronica
Dengan panik chef Vero mencari keberadaan CEO dan karyawan Novotel di rumah sakit. Ia sangat ketakutan karena ia akan menjadi seorang pembunuh jika sampai Kevin tak bangun.
"Bu Cristin..." panggil Veronica saat melihat asisten CEO itu.
"Akhirnya kau sampai chef, lebih baik kita ke ruang rawat tuan Kevin." ajak Cristin.
Veronica mengangguk, ia mengikuti Cristin sampai ke ruang kelas I. Mereka masuk ke ruangan, seketika Veronica terkesiap saat melihat keadaan Kevin Pranadja.
"Maafkan aku." ujar Veronica seraya terisak.
"Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi kenapa tuan Kevin sampai terluka dan mengapa kau biarkan ia pingsan di kamarnya chef?" tanya Michael.
"Ini memang salahku pak, tapi aku tak sengaja melakukannya. Tuan Kevin memintaku tidur dengannya, dengan emosi aku melemparkan vas bunga padanya. Aku tak tahu ia pingsan, sebelum aku meninggalkannya, ia pura pura jatuh pingsan lalu terus menghinaku. Aku keluar dari kamar dengan kesal, aku benar benar tak tahu jika ia benar benar pingsan setelahnya." jawab Veronica sambil terus menangis.
Cristin menenangkannya. "Aku bisa menebak dari awal jika kau tak mungkin melakukan kesalahan jika tidak diprovokasi terlebih dahulu."
Michael menghela nafasnya. "Tapi bagaimanapun, ia pemilik Novotel chef. Aku mohon kendalikan emosimu, kita ditugaskan untuk mengubah sikapnya bukan melukainya. Kalau seperti ini, bagaimana aku harus mengatakannya pada pak Presdir."
"Maaf..." jawab Veronica.
"Aku pikir tuan Kevin sudah keterlaluan pak, aku lebih menyukai tindakan yang dilakukan chef Vero padanya." bela Petter.
"Aku yakin tuan Kevin tak serius mengajaknya seperti itu. Ia hanya menggoda chef Vero. Bagaimanapun tindakan kekerasan tidak diperbolehkan chef." jawab Michael.
"Aku tahu, maaf pak. Aku bisa mengundurkan diri sekarang." ujar Veronica.
Semuanya terkejut mendengarnya.
"Bagaimana kau bisa lari setelah melukaiku?" tanya Kevin. Pria itu tersadar dan mendengar ucapan terakhir Veronica.
"Tuan Kevin, apakah anda baik baik saja?" tanya Michael.
Kevin mengangguk. "Aku hanya pusing saja, mungkin karena terlalu banyak darah yang keluar dari keningku." jawabnya, Kevin menatap Veronica yang memucat karena takut. "Aku tak akan menuntutmu, tapi aku tak mengizinkanmu keluar Novotel. Kau harus merawatku dan bertanggung jawab atas perbuatanmu." sambungnya.
"Sepertinya kalian harus menyelesaikan masalah ini berdua, kami akan menunggu diluar." ujar Michael.
"Tunggu pak Michael, aku tak ingin kau melaporkan kejadian ini pada orang tuaku. Aku tak ingin membuat mereka terbang dari Indonesia kemari hanya untuk melihat keadaanku." pinta Kevin.
Michael mengangguk, lalu mengajak yang lain keluar dari ruangan itu.
Kevin menatap Veronica yang masih bergeming. "Kemarilah chef." pinta Kevin.
Dengan enggan Veronica lebih dekat dengannya.
"Aku memang keterlaluan, tapi bukan berarti kau bisa lepas dari tanggung jawabmu." ujar Kevin.
"Pria arogan, ia bahkan tak meminta maaf atas apa yang ia lakukan padaku. Ia bahkan mengambil ciuman pertamaku." pikir Veronica.
"Sepertinya kau masih kesal, tapi jika kau tak mau bertanggungjawab, maka aku akan memperpanjang masalah ini ke kantor polisi." ancam Kevin.
"Apa yang harus aku lakukan? Mengapa kau sangat membenciku?" tanya Veronica.
Kevin tertawa membuat kepalanya berdenyut, ia seketika memegang dahinya. "Luka sialan." umpatnya.
"Maaf, aku benar benar minta maaf." ujar Veronica menyesal.
"Tak apa apa, ini hanya luka kecil." jawab Kevin.
"Ciiih, luka kecil tapi bisa membuatmu pingsan." ejek Veronica.
Kevin kembali mengumpat. "Apa sangat menyenangkan buatmu."
"Tentu tidak tuan." jawab Veronica.
"Panggil aku Kevin saja saat kita berdua, aku seperti sudah tua saat kau memanggilku dengan sebutan tuan." pinta Kevin. "Dan aku ingin kau merawatku sampai aku sembuh, disini sampai di hotel." sambungnya.
"Aku seorang chef, bagaimana aku berubah menjadi perawat." kata Veronica.
"Pilihan kedua penjara nona. Kau pilih saja salah satu." ancam Kevin lagi.
"Dasar pria gila, mengapa aku harus terjebak dengan semua ini. Tapi jika sampai papi tahu aku melukai orang lain, maka aku akan dibunuhnya." pikir Veronica.
"Baiklah, aku akan merawat anda tuan. Tapi jangan harap aku mau memanggil namamu tanpa kata tuan." jawab Veronica.
"Kau sangat keras kepala, tapi aku suka itu." ujar Kevin.
Veronica berbalik ingin meninggalkan Kevin.
"Kau tak bisa kemana-mana chef, aku ingin ke kamar mandi sekarang." ujar Kevin.
"Apa aku juga yang harus mengantarkanmu ke kamar mandi?" tanya Veronica.
"Tentu saja, bahkan kau yang akan memandikanku." jawab Kevin.
"Kau pria mesum, aku tak bisa melakukan itu." bentak Veronica.
Kevin menahan tawanya karena ia akan membuat kepalanya kembali berdenyut. "Kau sangat percaya diri chef, kau pikir aku mau melakukan sesuatu lebih dari itu. Setelah kejadian vas bunga, aku tidak tertarik lagi denganmu." ujarnya.
"Jika aku tak bisa mendapatkanmu dengan cara kasar, maka aku akan mendapatkanmu dengan cara halus. Aku akan membuatmu bertekuk lutut Vero, kau akan mengemis cintaku. Lihat saja nanti." pikir Kevin.
Dengan terpaksa Veronica membantu Kevin bangun menuju kamar mandi. Kevin tersenyum licik, entah kenapa ia sangat senang berada di dekat wanita itu. Veronica memegang infusnya di luar pintu.
"Aku tak bisa melakukannya kalau kau diluar." goda Kevin.
"Apa maksudmu? Dasar pria gila." bentak Veronica.
Kevin akhirnya tak bisa menahan tawanya. Dan itu membuatnya mengernyit kesakitan. Ia menundukkan kepalanya setelah selesai membuang air kecil. Gerakannya membuat selang infus tertarik.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Veronica.
Tapi Kevin tak menjawabnya, Veronica panik. Ia seketika membuka pintu kamar mandi, dan mendapati Kevin mengerang kesakitan.
"Tuan Kevin, ada apa?" tanya Veronica.
Kevin menggeleng. "Hanya sakit sedikit." jawabnya.
Veronica membantunya bangun, dan mengajaknya keluar. Ia membantu Kevin naik diatas ranjangnya lagi.
"Aku akan memanggil dokter." ujar Veronica.
Kevin menahan tangan Veronica lalu menggeleng. "Aku baik baik saja setelah tidur." ujarnya seraya memejamkan matanya. Tapi tangan Veronica tak dilepaskan pria itu.
Michael masuk bersama Petter dan Cristin. Ketiganya menatap adegan yang tak biasa itu. Michael tersenyum, ia kini tahu apa yang membuat Kevin seperti ini. Pria arogan itu sepertinya tertarik pada chef Novotel. Veronica berusaha melepaskan tangannya karena melihat mereka masuk, tapi Kevin terus menahannya walaupun mata pria itu terpejam.
"Kami akan pulang sekarang, aku serahkan tuan Kevin padamu chef." ujar Michael.
"Tapi..."
"Seperti yang dikatakan tuan Kevin, kau harus bertanggungjawab atas perbuatanmu." potong Petter.
"Iya chef Vero, kami harus kembali bekerja sekarang. Tolong jaga tuan Kevin ya." sambung Cristin.
Veronica menghela nafasnya. "Pak Petter, bisakah anda menghubungi ayahku. Katakan jika aku lembur. Aku tak ingin ia tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Petter mengangguk. "Tentu chef, berikan nomor ponsel ayahmu." pintanya.
"Aku akan mengirimkannya pada anda." jawab Veronica.
Mereka semua berpamitan pulang, tapi tak satupun dari mereka berbicara pada Kevin. Mereka pikir Kevin sudah tertidur sekarang.
*****
Maaf atas keterlambatan up...
Happy Reading All...😘
Bahagia selalu Dion dan Amora
Bilang aja sama Clinton kalo semalam tidur sama Kevin 😄😄😄🤭🤭🤣🤣
Peluk Kevin hehehe
Semoga Vero bisa jatuh cinta sama Kevin
Bucin deh kamu Vin
Cepet jadian ya Vero dan Kevin wkkwkq
Kalian pasangan serasi wkwkka
Kevin lama lama bucin sama Vero Hahhaha
Semoga Kevin cepat sadar
Kevin harus bisa berubah
Kevin harus bisa berubah
tapi lupa² ingat