Dia selalu tahu kalau suaminya tak pernah menyintainya, Gu Xinjie menikahinya murni karena kasihan. Kakak Xinjie meninggal saat dalam perjalanan menuju tempat pernikahan mereka karena penyakit jantung bawaan yang dimiliki. Sebelum meninggal Gu Fushen meminta Xinjie untuk menikahi Yan Hao menggantikannya. Untuk memenuhi permintaan almarhum, Gu Xinjie terpaksa menikahi Yan Hao sebagai Istrinya.
5 tahun pernikahan mereka, Gu Xinjie selalu memperlakukan Yan Hao dengan sopan, dia selalu menganggap Yan Hao sebagai kakak iparny bukan sebagai istrinya, hingga suatu hari dia tahu kalau suaminya memiliki wanita lain di sisinya. Yan Hao pergi hanya meninggalkan dokumen perceraian di nakas di dalam kamar tidurnya. Saat Yan Hao mulai menjalani kehidupan barunya, tanpa sengaja dia bertemu dengan mantan suaminya di sebuah Club malam, suaminya sepertinya di jebak dengan afrodisiak dan membutuhkan pelepasan, dan Yan Hao akhirnya berakhir di ranjang hotel bersama suaminya, tanpa suaminya sadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VhatmaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapt 7. Skema Gu Xin ji
Seluruh tubuh Yan Hao terasa dingin, segala macam pikiran buruk melintas di benaknya. Bayangan Gu Xinji yang tampan dengan wajah poker melayang di otaknya yang kecil.
CEO Song Hyun yang sudah menunggu di ruang VIP melihat Yan Hao berhenti di pintu masuk, tapi bukannya melangkah masuk, Yan Hao berbalik dan berlari ke arah berlawanan. Spontan Song Hyun berdiri dan tergesa-gesa melangkah keluar ingin mengejar Beauty.
Menekan angka 29, elevator membawa Yan Hao ke atas. Setelah sampai, Yan Hao melangkah ke arah Club Malam tempat para orang kaya menghabiskan waktu.
Yan Hao masuk, matanya diedarkan keseluruh ruangan dengan tenang, pembawaannya yang anggun dan juga sangat cantik membuat dia menjadi pusat perhatian tamu di club itu. Beberapa pria bahkan sengaja menghampirinya, namun dengan lihai bisa dihindari olehnya.
Dari lantai atas, di ruangan VIP Gu Xinji dapat melihat kehadiran Yan Hao, sudut bibirnya tertarik ke atas, tapi hanya sejenak, kemudian wajahnya berubah muram. "Untuk makan malam dengan Song Hyun brengsek itu, dia berdandan sangat cantik," Xinji memarahinya dalam hati. Dan dia kembali menunduk dan menghabiskan wine yang berada di gelas sloki di depannya.
Kemudian berdiri dan berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi di ruangan itu, tapi sayangnya kamar mandi itu sedang dipakai oleh yang lain, jadi Xinji harus keluar ke arah kamar mandi di belakang. Saat dia berjalan dengan sempoyongan seorang wanita cantik bergaun Spaghetti Strap Dress yang **** melangkah ke arahnya, namun sebelum lengan wanita cantik itu melingkari tubub Gu Xinji, Yan Hao menampar tangannya dengan keras.
"Singkirkan tangan kotormu dari tubuh suamiku!"
Sang wanita menegang sejenak, namun sebelum bisa bereaksi lebih lanjut, Yan Hao menabur bubuk putih kearah wanita itu dan membuat wanita itu pingsan seketika.
Berjalan mendekati Gu Xinji yang bersandar di dinding, Yan Hao memanggil Gu Xinji pelan. "Kakak Ji!" namun tak ada respon. Gu Xinji seperti orang yang sedang tidur berjalan, badannya bersandar di dinding, dan kepalanya menunduk.
Karena tidak adanya respon dari Xinji, Yan Hao memeluk Xinji dan mencoba membawanya.
"Uuh, kamu berat kakak, ayo jalan, aku tidak bisa menggendongmu."
Setengah menyeret, Yan Hao berhasil membawa Xinji ke elevator, menekan angka paling atas, lift membawa mereka naik.
Di lantai atas adalah kamar presiden suite. Hanya ada 2 kamar di lantai tersebut, dan Yan Hao tahu kamar mana yang ditempati Xinji, saat dia menguping pembicaraan pria di telp saat itu mereka menyebut nomor kamar Xinji dengan jelas.
Meraba-raba kunci kamar Xinji dibagian celananya, Yan Hao akhirnya menemukannya. Sambil membawa masuk Gu Xinji, Hao'er menyadari kalau badan Xinji memanas, dia seperti memegang bara api.
"Panas." desis Xinji.
"Kakak Ji, apa yang terjadi? apakah kamu demam? mengapa badanmu panas seka..... ?"
Sebelum Yan Hao selesai berbicara, bibirnya telah dibungkam oleh Xinji. Xinji mencium Yan Hao hingga hampir kehabisan napas, satu tangan di letakkan di tengkuk untuk memperdalam ciumannya. Sedangkan tangannya yang lain pun tidak diam saja, menjelajah dan meremas di tempat-tempat tertentu. Dia merayu bibirnya, mengisap, dan menyelipkan lidahnya ke dalam mulut Yan Hao saat Yan Hao menarik napas. Lidahnya seperti mengabsen gigi Yan Hao satu per satu, menjelajahi hingga rongga mulutnya.
Yan Hao yang tidak pernah mendapat perlakuan intim seperti itu, merasakan kakinya melemas tak mampu menopang tubuhnya, dia hanya bisa menempelkan tubuhnya di tubuh Xinji.
"Kakak Ji.... " Yan Hao mendesah.
Mendengar ******* Yan Hao, darah Xinji yang sudah tidak normal semakin menjadi-jadi, berbalik menyerang otaknya, otaknya terasa panas, bagian dari dirinya mengeras.
Dia semakin melancarkan rayuannya, Yan Hao yang hanya seorang perawan tanpa pengalaman apa pun, sudah kalah, tak ada perlawanan, kakinya lemas, dan sebelum dia terjerembab Xinji menggendongnya dan meletakannya di ranjang super besar di kamar presiden suite tersebut. Senyum rahasia terkembang di bibir Gu Xin Ji, ya, dia yang telah mengatur agar Yan Hao masuk perangkapnya. Mulai dari pria di telp di ujung lorong sampai wanita cantik yang seksi yang hendak membantunya di kamar mandi, semua itu di atur olehnya.
Xin Ji tahu kalau hati Yan Hao lembut, semarah apa pun dia, dia pasti tidak ingin sesuatu terjadi pada suaminya, apalagi mereka belum resmi bercerai, karena dokumen perceraian itu sudah di hancurkan oleh Xin Ji.
pelakor, pada akhirnya novel akan membuat pemeran utama pria memperlakukan pelakor dengan kasar
sedangkan pebinor apapun kesalahannya pada akhirnya pemeran utama wanita akan tetap memperlakukan dia lembut penuh kepedulian,
miris kan
hanya dara untuk author
seperti gu xinji yang memberantas dan menghukum pelakor dan berjuang membuktikan cintanya pada istrinya
alangkah indahnya cinta mereka jika
yan hao juga yang memberantas dan menghukum PEBINOR dan berjuang membuktikan cintanya pasa suaminya
sekarang saatnya yang hao pula yang berjuang dan membuktikan dia pantas di perjuang dan cintai oleh suami sahnya
wanita yang berjuang untuk suaminya bukan wanita lemah tapi wanita sejati dan kuat, wanita ini adalah wanita yang pantas dicintai dan di perjuangkan pula
jangan lupa jaga kesehatan juga ya Thor
makasih Udah up