NovelToon NovelToon
Rafania Amora

Rafania Amora

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: faray_glad

Rafania Amora.
Tinggal dan hidup bersama dengan ibunya dalam kesederhanaan. Hingga 2 tahun berlalu wanita yang akrab dipanggil Nia itu kembali merasakan kehilangan. Ibunya meninggal dunia, hingga mau tak mau dia harus ikut tinggal bersama dengan sang ayah.

Setelah terjadi petemuan kecil Keluarga sang ayah dengan teman lamanya, keduanya memutuskan untuk menjodohkan anak mereka yang masih single diusianya yang sudah cukup matang.

Lika-liku kehidupan rumah tangga telah dijalani oleh mereka, hingga suatu ketika terjadi masalah yang menjadi pukulan berat baginya.

Rafania Amora pun akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Adrian Martadinata.

Setelah mengalami penderitaan yang mendalam akibat ulah mantan suaminya, takdir pun menggantikannya dengan kebahagiaan yang tiada tara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Raut kekhawatiran tampak jelas dari raut wajah mereka semua yang ada di dalam kamar Nia, ayah Bagus dan ibu Tania saling menatap dengan was-was. Adri dan yang lainnya juga terlihat sama. Menunggu dokter yang saat ini sedang memeriksa kaki Nia. Beberapa orang sempat tertegun melihat dekorasi kamar pengantin tersebut yang terlihat begitu indah.

Sudah satu jam berlalu setelah acara ijab kabulnya usai. Beberapa sanak saudara sudah tidak nampak lagi, mereka sudah kembali pulang karena memang acaranya sudah selesai. Kini hanya tersisa keluarga inti saja yang terlihat masih tinggal. Menunggu kabar Nia yang saat ini sedang diperiksa oleh dokter pribadi dari keluarga Martadinata.

"Bagaimana keadaan istri saya, dok?" tanya Adri yang tidak sabar menunggu. Lelaki itu tampak begitu khawatir.

"Tidak apa-apa, kakinya terkilir, tidak parah. Dia hanya butuh istirahat selama beberapa hari kedepan dan jangan lupa untuk minum obatnya secara teratur!" tutur sang dokter.

Adri dan beberapa orang yang lainnya mengangguk paham. Terlihat sang dokter tengah membereskan peralatan medis miliknya setelah menuliskan resep obat.

Sang dokter mulai beranjak dari duduknya, ia menghampiri Adrian dan menyodorkan kertas resep padanya. "Ini ... segera tebus obatnya."

"Iya, dok," balas Adri.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi!"

"Mari saya antar dokter ke depan!" ucap ayah bagus.

"Ah, Iya Adri. Saya hampir lupa," ucap sang dokter yang baru melangkah beberapa langkah. Ia menoleh ke belakang untuk menatap Adrian yang saat ini juga tengah menatapnya.

"Ada apa dok?" tanya Adri.

"Sebaiknya, kamu tunda dulu malam pertamanya. Aku takut kakinya akan semakin sakit nanti jika kamu memaksa," ucapnya lirih dengan mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda.

Adri tertegun mendapati penuturan dari dokter keluarganya itu. Wajahnya memerah menahan malu. Hanya tersenyum sembari mengangguk kecil. Benar-benar dia merasa malu sekali saat ini. Tidak menghiraukan wajah sang pengantin yang sedang menahan malu, bahkan yang ada di salam sana sudah tertawa mendengarnya tanpa merasa sungkan.

"Sudah, jangan mentertawakan mereka! Ayo sebaiknya kita segera keluar! Biar mereka bisa beristirahat," tutur Mama Tania sembari menahan tawa.

Ayah bagus dan sang dokter telah lebih dulu keluar dari sana. Terlihat kakek dan nenek Nia juga ikut keluar. Tante Dila dan bibi Maya ikut keluar setelahnya.

"Mama," panggil Nia pada mama Tania yang hendak keluar kamarnya.

Mama Tania memutar lehernya, hingga kini dia dapat melihat dengan sempurna wajah cantik anak tirinya dengan masih menggunakan gaun pengantin dan dengan make-up yang sama sejak beberapa jam yang lalu.

"Ada apa Sayang?"

Adri yang sedari tadi berdiri di depannya, tidak mengalihkan pandangannya dari wanita cantik itu.

"Ma, tolong bantu Nia mengganti pakaian ini dulu sebwlum Mama pergi! Nia sungguh tidak nyaman."

Mama Tania melemparkan senyuman sembari melangkah lebih dekat setelah tadi mengangguk. Dia bisa mengartikan keinginan anak tirinya itu, pasalnya Nia sangat jarang sekali untuk sekedar berucap apalagi meminta tolong seperti ini.

"Adri, tolong bantu Nia untuk bangun! Bawa dia ke kamar mandi. Ibu akan ambilkan baju ganti untuknya," titahnya pada Adri yang sedari hanya diam saja memandangi wajah Nia.

Adri mengangguk kecil, tanpa ragu dia melangkah mendekati istrinya.

"Tapi Ma...."

"Kamu harus terbiasa, dia itu kan, sudah sah menjadi suami kamu. Tidak perlu malu padanya. Iya kan, nak Adri?" tukas Mama tania yang memang sudah tahu jika kedua pasangan itu masih merasa canggung.

Tanpa banyak bicara lagi, Adri segera meraih tubuh Nia dan segera menggendongnya ala bridal style. Nia tersentak kecil ketika Adri melakukannya.

"Kamu bisa membantuku untuk berjalan, tidak perlu menggendong ku seperti ini" ucap Nia yang merasa tak enak hati. Keduanya saling memandang walaupun hanya sekejap.

"Tidak masalah," jawab Adri enteng dan segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.

Adri menghentikan langkahnya ketika kini sudah berada di dalam kamar mandi. Perlahan dan hati-hati Adri menurunkannya, mendudukkan tubuh istrinya di atas closet.

"Terimakasih. Biarkan Mama yang membantuku mengganti pakaiannya."

"Hemm ... ba...."

"Tidak, biarkan nak Adri saja yang membantumu, Sayang. Mama dipanggil oleh ayahmu. Ada sesuatu yang sedang ingin dibicarakan, jadi Mama harus segera menemuinya Nia," tukas ibu Tania yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.

"Nak Adri, ini pakaiannya," lanjutnya sambil menyerahkan baju santai milik Nia yang baru saja diambilnya.

"Ah, Iya Ma," ucap Adri dengan tersenyum kikuk.

Tanpa bicara lagi Mama Tania segera pergi dari sana. Meninggalkan kedua pasangan pengantin baru itu menghadapi kenyataan. Membiarkan kecanggungan yang akan mengambil alih keadaan sebentar lagi. Sejenak Mama Tania tersenyum lebar sebelum dia benar-benar pergi dari sana.

Keduanya masih menatap dalam keheningan. Merasakan hatinya yang saat ini sedang berkecambuk tidak karuan. Nia sungguh merasa sangat kesal sekali mendapati kelakuan ibu tirinya.

Sejenak Adri melihat pakaian yang baru saja diberikan padanya. Menjembreng baju ganti tersebut dengan mata yang berbinar. Pria itu menelan ludah sedikit berat. Kini sesuatu yang lain yang ada pada dirinya seakan tergugah.

"Apa yang kamu lihat? Cepat kemarikan!"

Suara teriakkan Nia membuat Adri tersentak, seketika itu dia mengalihkan pandangannya untuk menatap Nia. Dengan lekat ia menatap wajah cantik istrinya dengan tersenyum manis.

"Tidak ada, apa benar ini pakaianmu?"

tanya Adri sambil menahan senyum yang ingin merekah.

Dahi Nia mengkerut. Merasa aneh dengan pertanyaan Adri. Namun seketika itu dia merubah tatapannya menjadi tajam.

"Apa yang sedang kamu pikirkan? Jangan pernah berfikir macam-macam!" ucap Nia dengan kesal.

"Kemarikan!" lanjutnya sambil mengadahkan tangannya. Masih menahan senyum tanpa berniat untuk menyahuti perkataan istrinya. Adri segera melangkah maju untuk memberikan baju ganti itu.

Masih dengan pikiran kotornya yang menari-nari di dalam kepalanya. Adri menyodorkan pakaian yang digenggamannya sambil menatap Nia. Tidak menunggu lama Nia segera menyambar pakaian tersebut. Merutuki kelakuan ibu tirinya yang memberikan pakaian lama yang mungkin kini sudah kekecilan untuknya.

"Apa yang kamu tunggu? Cepat keluar! Aku akan segera mengganti pakaianku," ucap Nia dengan menatap sengit.

"Kamu tidak ingin ku bantu?" tawar Adri sambil menahan senyum.

Nia tidak bergeming ditempatnya. Menatap Adri dengan semakin tajam.

"Baiklah ... baiklah ... Aku akan keluar. Jika kamu berubah pikiran, aku ada di balik pintu," ucap Adri dengan melebarkan senyumnya sembari dia berbalik dan melangkah pergi dari sana. Meninggalkan Nia yang ditemani oleh rasa kesalnya.

***

"Adri ...."

"Adri ...."

"Tolong bantu aku!"

Teriak Nia berulang kali, memanggil nama suaminya. Berharap jika lelaki itu akan segera datang. Namun kenyataannya tidak sesuai dengan yang dia harapkan.

"Astaga, kemana dia? Aduhh ... jika saja kakiku tidak sakit, aku tidak sudi untuk memanggilnya," gerutu Nia

Perlahan-lahan Nia melangkah pincang sambil merayap pada permukaan dinding kamar mandi. Nia sungguh merasa kesal sekali. Merasakan kakinya yang semakin berdenyut sakit dan suaminya yang entah ada di mana saat ini.

"Aadduuhh ...."

"Adri ... tolong!"

Teriaknya lagi, namun tetap saja lelaki itu tidak juga muncul. Hingga tidak terasa Nia menitihkan air matanya. Merasa gondok pada suaminya sambil menahan rasa sakit di kakinya.

Berusaha dengan sekuat tenaga untuk terus melangkah, menahan sakit di kakinya yang semakin menyiksa. Hingga kini dia hampir sampai di depan pintu. Berniat untuk segera meraih gagang pintu, namun tidak disangka jika pintunya telah terbuka lebih dulu.

Sosok Adri muncul dari balik pintu. Sejenak dia tertegun mendapati Nia yang sudah berdiri tidak jauh darinya dengan raut wajah yang tampak kacau.

"Hei, kamu kenapa?" tanya Adri sambil melangkah lebih dekat. Mengusap lembut pipi nia yang tampak masih basah.

"Maaf, aku baru saja turun untuk mengambil makanan," lanjutnya dengan masih menatap sendu kearah istrinya. Dia bisa menebak dengan mudah kenapa istrinya menangis.

Pastilah karena dia sedang membutuhkan bantuannya dan merasakan sakit dikakinya.

Tanpa menunggu lagi, Adri segera menggendong istrinya. Melangkah keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur mereka.

Adri segera mendaratkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Dengan sangat perlahan dan hati-hati dia melakukannya. Takut jika nanti perlakuannya dapat menyakiti istrinya.

"Ayo, sebaiknya kita makan dulu! Aku sudah sangat lapar sekali sejak tadi, dan kamu juga butuh asupan makanan sebelum minum obat," tutur Adri sambil menatap lekat wajah istrinya.

Bukannya menjawab, Nia memilih untuk tidak menanggapi ucapan suaminya. Hampir saja ia merebahkan tubuhnya. Namun dengan cepat Adri menahan tangan Nia.

"Makan dulu, baru kamu bisa istirahat, Nia," pinta Adri dengan memaksa Nia untuk tetap duduk. Setelah melihat Nia yang tampak nyaman ditempatnya, Adri segera meraih makanan yang tadi diambilnya dari atas nakas.

"Ayo, buka mulutmu Nia! Kita makan bersama," ucap Adri.

"Aaaa."

Hingga beberapa detik kemudian, akhirnya Nia membuka mulutnya. Makan sepiring berdua dengan suaminya. Sungguh sangat romantis sekali. Adri tersenyum senang dengan hatinya yang saat ini sedang berbunga-bunga hanya karena hal sederhana.

Sesekali memperhatikan Nia yang tampak sexy dan menggoda iman. Namun dengan sangat berat Adri menekan keinginannya. Berharap miliknya untuk dapat bersabar hingga beberapa hari kedepan.

Tbc.

1
Muji Lestari
ingin rujuk setelah di hianati istri keduanya...kasian/Grin/
Nadia
skrng minta maaf setelah tau anaknya si Lisa bukan anak adrian, coba klo itu anaknya Adrian, masih bilang begitulah sama nia??!! tiada maaf untuk laki" yg berselingkuh.
Nadia
🤣🤣🤣🤭 rezikinya si rayhan
Nadia
jgn balikan apa pun alasannya, sama seperti Adrian waktu dia selingkuh
Nadia
kenapa aku benci modelan laki" seperti Adrian, soalnya aku mengalami, cerai jalan satu" nya, aku ikut meradang 🤭😭
Nadia
apa pun alasannya aku paling benci laki" macam Adrian ini
Nita Harsuf
laki modelan adri ini menyimpan dendam. dri cara emosi nya.
Maurid Tambunan
pelakor
Maurid Tambunan
nikmati karmamu
Maurid Tambunan
tinggalkan saja suamimu nia
Maurid Tambunan
semoga nia hamil
ika
kyk gmn pun, koq msh setuju klo nia ma adri ya, soale ada khai diantara mereka
ika
rasakno koen...
salahmu dewe...
ika
nia terlalu parno
udah lah jd istri yg baek ajah
Ermi Suhasti
Semoga Nia bs melewati ujian ini ..
itin
udah ada beberapa contoh nyata...
JANGAN PERNAH PERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN PRIA YANG TAKUT AKAN MAMANYA YANG GA BISA MEMBERI SIKAP KARENA KEPATUHAN KEPADA MAMANYA.
mempertahankan hanya memperburuk kewarasanmu.

kecuali mama mertuanya segera dicabut nyawanya. akan beda ceritanya.

sekalipun saya seorg ibu 😁😅
Rosa Rosiana
hadir
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
HaleJhope94
Ya Ampun gw jdi senyum sndri😅
Syafa Aldera
masak si kak nasibnya nia akan sm dgn ibunya cerai dgn suaminya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!