Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.
Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjadi lagi
Jam kantor sudah menunjukkan pukul delapan, semua karjawan sudah pada pulang membuat suasana menjadi sepi dan sunyi. Adelia masih menunggu Pak Arya di mejanya sendiri sambil sesekali melihat pintu ruangan pak Arya yang memang terlihat jelas dari meja Adelia.
Ia sangat takut tapi tak setakut saat ia melakukannya untuk pertama kali bahkan jika dibandingkan ia lebih malu dari pada takut, karena bisa-bisanya ia meminta bosnya untuk menidurinya 2 kali, jika karyawan atau orang kantor mendengar tak bisa lagi Adelia menyembunyikan malunya.
suara telepon Adelia berdering membuat Adelia terkejut karena sedari tadi tak ada suara apapun, ia mengangkat telephonnya dan terdengar suara yang amat familiar untuknya, "masuk keruanganku sekarang" hanya itu kata yang diucapkan suara diseberang telephone.
Tanpa berfikir lagi ia dengan cepat menutup telepon dan melangkahkan kaki ke ruangan bosnya dengan terlebih dulu mengambil nafas saat sudah ada didepan pintu, saat suara di dalam ruangan menyuruhnya untuk masuk ia menyeret kakinya yang terasa berat.
Terlihat seorang lelaki yang menatapnya sedari masuk membuatnya menelan ludah dengan sukar. Bosnya menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan yang tak bisa Adelia prediksi.
"ikut denganku" ucap lelaki itu dan Adelia mengikutinya dari belakang terlihat bosnya sedang berjalan melewati rak buku dan ternyata ada sebuah pintu didalamnya. Mereka masuk ke pintu yang memperlihatkan sebuah ranjang yang tak pernah Adelia tau karena untuk pertama kali ia melihat ada ruangan lain dalam ruangan pak Arya, bahkan setelah ia bekerja bertahun-tahun.
"disini ?". tanyanya kala melihat ranjang itu.
"kau berharap dimana? di hotel mewah ?" jawabnya dengan ketus
"ti tidak aku hanya tak menyangka jika kita akan melakukannya di kantor". jawabnya sambil melihat sekeliling siapa tau ada cctv yang terpasang.
"tidak ada cctv, cepat buka bajumu !". ucapnya pelan namun membuatnya takut.
Seakan tau apa yang difikiran Adelia, dengan cepat Adelia membuka bajunya didepan pak Arya dengan gerakan pelan karena sungguh ia sangat berat untuk melakukannya lagi, Adelia menyisakan Bra dan CD-nya, dan Pak Arya terlihat sudah melepaskan jas juga gespernya dan hanya menyisakan kemeja serta celananya.
Pak Arya duduk dan meminta Adelia duduk dipangkuannya, Adelia segera mengikuti instruksi dari atasannya dan saat ia duduk tangan pak Arya langsung dilingkarkan diperutnya membuat Adelia sangat risih sebenarnya.
Sang atasan membenamkan wajahnya di tengkuk Adelia dan sesekali mencium. Walau rasanya sangat risih dan tidak nyaman tapi Adelia menerima semua perlakuan itu, lagipula ia bisa protes ataupun melawan mengingat kalau dirinya sudah dibeli membuatnya sedih.
Rasa sakit kembali ia rasakan kala benda asing memasuki tubuhnya. Air matanya kembali mengalir tanpa ia sadari. Dan jeritan kecil juga desahan ia tahan ahar tak keluar.
Adelia tertidur lebih dulu, ia sangat lelah seakan tak punya waktu pak Arya terus meminta tambah. Ingin menolak juga tak bisa dan hanya mampu menerima saja. Tapi tubuh Adelia sudah tak sanggup hingga gadis itu tidur lebih dulu akibat kelelahan.
Mereka tidur tanpa memakai baju dan sebelumnya pak Arya menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya sambil memberikan kecupan singkat pada bibir Adelia yang terlebih dulu tidur darinya.
Hari sudah menunjukkan pukul 5 pagi membuat pak Arya lebih dulu terbangun dan segera memakai pakaiannya juga membangunkan Adelia sebelum karyawan kantor yang lain tiba. Pak Arya memberikan cek senilai 30 juta sesuai permintaan Adelia yang langsung Adelia terima dengan ucapan " terima kasih " dan dijawab pak Arya dengan anggukan, setelah pak Arya keluar dan pintu tertutup segera Adelia mengambil bajunya dan memakainya. Berharap saat keluar belum ada karyawan yang tiba dan melihatnya dengan penampilan berantakan.
aldikn gak tau
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi