NovelToon NovelToon
Hantu Magang

Hantu Magang

Status: tamat
Genre:Hantu / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: Denny Priyanto

Bara, hantu pemula dengan nilai pas-pasan, mendapat tugas akhir: meneror penghuni apartemen dalam 30 hari atau turun derajat jadi hantu kelas teri. Masalahnya, korbannya adalah Dinda, content creator horor yang skeptis dan malah mengkritik teknik menakut-nakuti Bara karena "kurang estetik".

Di tengah tekanan KPI dari supervisor hantu yang toksik dan tuntutan algoritma media sosial, Bara justru terjebak menjadi asisten pribadi Dinda. Akankah Bara berhasil menyelesaikan magangnya, atau malah gagal total karena terlalu asyik berdebat soal lighting dan angle kamera?

Sebuah komedi horor segar tentang hantu yang takut PHK dan manusia yang takut unfollow.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denny Priyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENANG MERAH YANG TERUS BERTAHAN

Beberapa bulan telah berlalu sejak Bara kembali ke dunia kehantuan. Kehidupan di desa berjalan dengan damai dan penuh kedamaian. Hasil panen melimpah, hewan-hewan hidup dengan bahagia di hutan, dan sumber mata air tetap jernih dan menyegarkan. Semua warga desa merasa bahwa ada kehadiran yang melindungi mereka – setiap kali angin bertiup lembut, setiap kali bulan bersinar terang di malam hari, mereka merasa bahwa Bara sedang mengawasi mereka.

Dinda kini telah menjadi pemimpin utama dalam kelompok penjaga alam bersama Aldi dan Rian. Dia telah mengembangkan kemampuannya dengan pesat, terutama dalam meramu ramuan penyembuh dan berkomunikasi dengan makhluk hidup di alam sekitar. Namun setiap malam, dia selalu pergi ke tepi sungai tempat dia dan Bara sering berkumpul untuk berbicara dan menikmati keindahan alam.

Suatu malam yang bulan sangat terang, Dinda sedang duduk di atas batu besar yang sama seperti dulu. Dia sedang memegang sebuah kalung kecil yang dibuat dari kayu langka – hadiah terakhir dari Bara sebelum dia pergi. Kalung tersebut terkadang akan bersinar dengan kilauan kebiruan yang lembut, terutama ketika malam sangat tenang.

“Semuanya baik-baik saja di sini, Bara,” ujar Dinda dengan lembut sambil melihat ke arah langit yang penuh bintang. “Kita telah berhasil menanam lebih banyak pepohonan di area yang tadinya rusak. Anak-anak desa semakin pintar dalam merawat alam. Bahkan desa-desa tetangga mulai mengikuti contoh kita dalam menjaga keseimbangan alamiah.”

Saat dia sedang berbicara, angin mulai bertiup lebih kuat, dan kilauan kebiruan mulai muncul di sekitarnya. Cahaya tersebut berkumpul di depan Dinda, membentuk sosok yang sangat akrab – sosok Bara yang muncul dalam bentuk energi dengan wajahnya yang penuh senyum hangat.

“Bara!” teriak Dinda dengan senang hati, matanya langsung dipenuhi air mata bahagia. “Kau kembali!”

Sosok Bara mengangguk dengan senyum lembut. “Aku tidak bisa tinggal lama,” katanya dengan suara yang terdengar seperti suara angin yang lembut. “Tapi aku ingin memberitahumu bahwa dunia kehantuan telah menerima aku dengan penuh kehormatan. Aku sekarang menjadi salah satu penjaga utama yang bertugas menjaga hubungan antara dunia manusia dan dunia kehantuan.”

Dinda berdiri dan mendekat dengan hati-hati ke arah sosok Bara. Meskipun dia tidak bisa menyentuhnya secara fisik, dia bisa merasakan kehangatan dan energi cinta yang keluar dari sosok tersebut. “Kau tidak bisa tinggal lebih lama ya?” tanya Dinda dengan sedikit kesedihan.

“Dunia ini tidak bisa menampung keberadaan aku dalam waktu lama,” jawab Bara dengan lembut. “Namun aku akan selalu bisa datang mengunjungimu seperti ini, terutama ketika kamu sangat membutuhkanku atau ketika alam membutuhkan bantuan. Dan ada sesuatu yang ingin kubagikan denganmu.”

Sosok Bara mengangkat tangannya, dan sebuah cahaya kebiruan yang lebih terang muncul di antara tangannya. Cahaya tersebut membentuk sebuah bunga kecil dengan bentuk yang sama seperti bunga yang tumbuh di dekat sumber mata air suci. “Ini adalah simbol dari hubungan kita yang tidak akan pernah terputus,” ujar Bara. “Setiap kali kamu melihat bunga ini tumbuh di sekitar desa, itu tandanya aku sedang memikirkanmu dan selalu ada untukmu.”

Bunga tersebut perlahan-lahan turun dan mendarat di tangan Dinda, berubah menjadi bunga nyata dengan warna kebiruan yang indah dan aroma yang sangat harum. Dinda memegangnya dengan hati-hati, merasa bahwa ada energi khusus yang ada di dalam bunga tersebut.

“Kita mungkin berasal dari dunia yang berbeda,” ujar Bara dengan suara penuh perasaan. “Tetapi cinta yang kita miliki tidak mengenal batasan antara dunia manusia dan dunia kehantuan. Cinta ini akan selalu ada, bahkan jika kita tidak bisa bersama secara fisik.”

Dinda mengangguk dengan mata yang penuh air mata bahagia. “Aku mengerti,” jawabnya. “Dan aku akan selalu mencintaimu, tidak peduli apa pun yang terjadi. Aku akan merawat desa dan alam dengan sepenuh hati, seperti yang telah kau ajarkan padaku.”

Mereka berbicara selama beberapa saat lagi, berbagi cerita tentang apa yang telah terjadi sejak mereka berpisah. Bara memberitahu tentang dunia kehantuan yang penuh dengan keindahan dan makhluk-makhluk yang juga menjaga keseimbangan alam. Dinda memberitahu tentang perkembangan desa dan bagaimana semuanya semakin baik berkat pelajaran yang telah mereka pelajari bersama.

Saat mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa dia harus pergi, Bara memberikan pesan terakhir kepada Dinda. “Jangan pernah lupa bahwa kamu tidak sendirian,” ujarnya. “Kamu memiliki teman-teman yang setia, keluarga desa yang penuh cinta, dan aku yang selalu mengawasi dari dunia lain. Selalu jaga hubunganmu dengan alam, karena itu adalah sumber kekuatan terbesar yang kamu miliki.”

Setelah memberikan senyuman terakhir, sosok Bara mulai memudar perlahan, kembali menjadi kilauan kebiruan yang menyebar ke udara malam. Dinda tetap berdiri di sana untuk waktu yang lama, memegang bunga kebiruan tersebut dan merasakan kehadiran Bara yang masih ada di sekitarnya.

Keesokan paginya, Dinda menemukan bahwa bunga kebiruan yang diberikan Bara telah tumbuh dengan subur di sekitar tepi sungai. Dalam waktu singkat, bunga-bunga serupa mulai tumbuh di berbagai tempat di desa – di sekitar sumber mata air suci, di tepi jalan desa, bahkan di halaman rumah warga desa. Setiap bunga tersebut memiliki aroma yang harum dan terkadang akan bersinar dengan kilauan kebiruan yang lembut di malam hari.

Warga desa melihat bunga-bunga tersebut sebagai tanda keberadaan Bara dan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan alam dan semua makhluk hidup. Mereka mulai merawat bunga-bunga tersebut dengan sangat hati-hati, dan cerita tentang cinta antara Dinda dan Bara serta perjuangan mereka untuk melindungi alam menjadi legenda yang diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Puluhan tahun telah berlalu sejak peristiwa besar yang mengubah nasib desa dan alam sekitarnya. Banyak hal yang telah berubah – generasi baru telah lahir dan tumbuh, beberapa warga desa yang tua telah pergi untuk bergabung dengan alam, dan desa itu sendiri telah berkembang menjadi komunitas yang lebih besar namun tetap menjaga nilai-nilai tradisional mereka dalam menjaga keseimbangan alamiah.

Aldi kini telah menjadi pemimpin desa yang dihormati oleh semua orang. Dia telah menikah dan memiliki anak-anak yang kini juga mulai belajar untuk menjadi penjaga alam berikutnya. Rian telah menjadi ahli dalam berkomunikasi dengan makhluk hidup di alam sekitar, bahkan mampu berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang jarang terlihat oleh manusia biasa. Dan Dinda… dia telah menjadi penyembuh dan pembimbing spiritual desa, dikenal luas karena kemampuannya dalam meramu ramuan penyembuh dan hubungannya yang erat dengan dunia alam serta dunia kehantuan.

Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Dinda masih setiap malam pergi ke tepi sungai tempat dia dulu sering bertemu dengan Bara. Bunga-bunga kebiruan yang diberikan Bara masih tumbuh dengan subur di seluruh desa, dan setiap malam mereka akan bersinar dengan kilauan yang indah, terutama ketika bulan bersinar terang.

Pada malam hari ulang tahunnya yang ke-60, seluruh desa berkumpul di lapangan tengah desa untuk merayakannya. Mereka membawa makanan yang dibuat dari hasil alam yang melimpah, serta berbagai macam kerajinan tangan yang dibuat dengan cinta dan keahlian. Semua orang bercerita tentang perjuangan Dinda dan teman-temannya dalam melindungi desa dan alam, serta tentang cinta yang abadi antara Dinda dan Bara yang berasal dari dunia yang berbeda.

1
Ita Xiaomi
Selamat ya Bara lulus dgn Cum Laude
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Mbak Yuli bakalan viral🤣
Ita Xiaomi
Benar-benar memanfaatkan 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Berbenah demi ndak dengar Pak Broto ngereog🤣
Ita Xiaomi
Dunia gaib seheboh dunia nyata😁
Ita Xiaomi
Salut ama Bara👍👍👍
Ita Xiaomi
Bara, aku tinggal di Kalimantan loh😁
Ita Xiaomi
Sama-sama ngejar Deadline. Dinda yg lebih mendesak Deadlinenya😁
Ita Xiaomi
Ekspresi Dinda lebih menyeramkan🤣
Putri Ayu/PqxxyZ
mari mampir dicerita ku juga ya kak 😊..
Denns: terimakasih support nya Kaka ;)
Baik Kaka Cantik ssiap.
total 2 replies
Putri Ayu/PqxxyZ
wah keren nih ceritanya kak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!