auto baca kuyy. 𝗔𝗭 !!!
Alayana yang hanya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, hidup berkecukupan dan tidak mengalami kesusahan dalam kasih sayang orang tua, dan kehidupannya
gadis tidak tahu bersosialisasi dengan para teman-temannya karna suatu insiden yang kelam. gadis ini sangat pintar, itu membuatnya masuk ke sekolah ternama dan terkenal atas prestasi para murid-muridnya, Lewat jalur beasiswa
kenal dengan salah satu most wanted, ketua basket WIS, leader geng motor di macam-macam Negara, dan melakukan tantangan dari sahabatnya membuat aya masuk dikehidupan Zayn.
Zayn, cucu pemilik sekolah. keturunan keluarga Mafia, badboy, urakan, kejam, tapi sangat tampan dan sangat pintar membuat aya sedikit tidak suka padanya.
karna menurut Aya, zayn itu jarang belajar, banyak bolos tapi sering mendapat juara pertama di angkatan mereka.
Dari sebuah persahabatan yang hancur, Kisah remaja, problem kehidupan, Menjadi sebuah kecerahan, Kebahagiaan Bagi kehidupan Aya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana perjodohan
Happy reading!
Mereka mewawancarai setiap pembina TMII. Ada yang merekamnya ada juga yang mencatat.
Waktu capat berlalu, tak terasa hari semakin siang. Pas jam 12:10 mereka berkumpul lagi di Aula kembali untuk makan siang bersama yang sudah disediakan pihak sekolah
Ada juga orang tua murid bersponsor transportasi, hotel, makanan.
Setelah makan siang di TMII mereka mengunjungi ketempat wisata kedua kira kira perjalananya dari TMII sekitar 2 jam lebih pakai bus.
Mereka menganalisis tempat wisata tersebut, sejarah dari tempat tersebut, berfoto-foto.
Tepat jam 17:30 sore mereka menuju hotel yang akan mereka nginapi.
*
*
"Honey, Fion is very beutiful! menurut aku dia bisa menjadi dunianya Zayn nanti, akan ada bersama Zayn baik waktu Zayn nantinya berada di keadaan terpuruk ataupun happy. Apa salahnya kita mencobanyakan?! " Bujuk Intan dan bersandar dipundak suaminya.
"No, honey. Zayn masih muda. Masih banyak yang ia lakukan didunia ini. kalau ia menikah-"
Intan menoleh ke suaminya "No, No. Aku tak meminta zayn menikah sekarang. He my boy, alright? "
Zavrius langsung menganggukkan kepalanya
"Mereka bisa bertunangan, honey. Tentang menikah itu nanti kita pikirkan lagi. " Lanjut ucap Intan
"Bertunangan?! Kau pikir segampang itu. Zayn belum tentu menyukai atau bahkan mencintai Fionna." Zavrius merangkup wajah istrinya itu dan menatapnya dalam kedua bola mata isterinya itu,
"Kau harus ingat honey, Menikah tanpa dasar saling mencintai itu menyakitkan. Apa kau ingin putramu satu-satunya yang kau cintai menderita? "
Zavrius tak habis pikir dengan pikaran istrinya itu, dia mengambil remot TV dan mematikan saluran TV itu.
Zavrius berdiri "Let's sleep, hhoney.
Intan tetap dengan posisi duduknya di atas sofa.
"Oh my god. Begini saja kalau Zayn sudah pulang dari study tour kita tanyakan apakah dia menyukai Fionna atau tidak?! Kalau ia kau bisa men-tunangkan mereka, ok?! " Ujar Zavrius dan menggendong istrinya.
"Kalau Zayn tak menyukainya? " tanya Intan merenggakan kedua tangannya dileher suaminya itu
"Itu keputusannya honey. Jangan memaksanya, itu akan menyakiti dirinya jika kau memaksakan kehendakmu padanya" Jelas Zavrius lalu mengecup kening istrinya di gendongan-nya.
Intan hanya diam, tapi ia juga mengiyakan perkataan suaminya dalam hatinya.
Dia tak bisa memaksakan zayn tentang kehidupannya nanti seperti apa.
"Kenapa kau tiba-tiba membahas tentang pertunangan honey? Apa kau sudah menginginkan seorang cucu? " Goda zavrius merebakan istrinya diatas kasur
"Salah satunya itu honey. Kau tahu aku dan Dea kemarin shopping dan dia membahas bagaimana jika kita menjodohkan Fion dan Zayn?! Lalu aku berpikir kita sudah mengenal Fionna bahkan dari kecil kita juga sudah mengenal keluarganya. Jadi apa salahnya yakan?! " Intan memeluk suaminya itu
"Hm, Tapi semua itu tergantung Zayn dan Fionna. Mereka yang akan menjalaninya bukan kita yakan? "
Intan mengangguk.
"Ini bukan tentang bisnis honey, tapi ini sebuah kehidupan seumur hidup. Kita tak bisa menawar-nawar. Are you understand? " Intan mengangguk lagi mengiyakan ucapan suaminya itu
Zavrius dan intan saling berpelukan erat di cuaca yang cukup dingin ini.
*
*
Ditengah malam Aya kebangun badannya bersuar dingin. badannya resah
Dia baru saja mimpi. Mimpi buruk.
Dia meminum air dimeja sebelah kasur. Dia tidur sendiri ada siswa lain tidur berduaan dia cuman dirinya.
Sifatnya cuman pendiem, pemalu, tak percaya diri membuatnya jarang berinteraksi dengan orang lain
Tadi Jessica sudah menawarkan tidur bersama, tapi aya-nya yang gamau.
Because?
Aya tuh dah tahu tidur gaya Jess.. Bisa bisa Aya bangun nanti dirinya udah nggak dikasur tapi dah jatuh kebawah.
Aya mengonde rambutnya asal. Aya yang memakai pakaian babby doll berwarna kuning dan keluar dari kamarnya itu.
Dia ingin cari angin disekitar halaman hotel.
Buat apa takut?
Ada pengamanan ketat hotel tersebut hotel bintang 7 udah pasti pengamanan juga tersedia.
Lagian bukan hanya Aya doang kok di luar tapi ada beberapa orang yang nginap dihotel tersebut berjalan-jalan mencari udara sepertinya
Jam kira-kira dah mau lagi 10 menit jam satu.
Aya bersenandung dan akhirnya duduk di satu bangku taman yang cukup untuk dua orang, menghadap ke orang-orang yang berlalu lalang
Tiba-tiba ada orang dari belakang Aya mengagetkan aya
Aya tentu saja kaget bukan! dia menyapu nyapu dadanya itu lalu menghembuskan nafas.
Orang itu langsung duduk diseblah Aya dengan wajah tampang tak berdosa,
"Hey girl" Sapa orang itu.
Kalian pasti tau bukan siapa itu!. Siapa lagi yang memangil Aya dengan sebutan girl?!
Ya.. Zayn.
Itu Zayn
"Lo ngapain sih disini?! " Ketus Aya
"Gue tuh lagi ngejagain elo. " Tunjuk Zayn ke wajah aya
"What??! "
Zayn menoleh kearah aya "Gue tuh kan dah janji sama nyokap lo bakal jagain elo. "
"What?! "
"Apasih lo what what?. " Ketus Zayn didepan wajah aya
aya dapat merasakan hembusan nafas dari mulut zayn. Kok mulutnya bau..
"Lo ngerokok? "
"Nggak." Zayn memalingkan wajahnya kedepan lagi
"Bohong. Lo pasti keluar kesini supaya bebas ngerokok kan?! Didalam kan dilarang ngerokok" Curiga aya.
Aya mendekatkan hidungnya ke arah zayn dan menciun bau-bau rokok dimulut zayn
"Emang kenapa?? Masalah buat lo??. " Zayn memundurkan wajah Aya dengan tangannya ketempat semula lagi
"Jadi lo tujuan kesini tuh buat untuk ngerokok doang? "
zayn mengeluarkan rokok dan menyalakannya
Dia menghirup rokok tersebut
Asap rokok masuk kedalam mata Aya.
Aya auto menguca-ngucah mata nya karna asap rokok tersebut masuk di matanya. rasanya sakit, pedis kalo dibuka mata sebelah kirinya
Zayn melihat Aya menguca-ngucah matanya tersebut dan tertawa "Lo kenapa? Ke orgil tau nggak. "
Aya melihat Zayn tertawa dia melepaskan tangannya dari matanya
"mata gue kena asap rokok lo tau nggak. sakit banget mata gue," Aya mengucah kembali matanya yang terkena asap rokok . "perih, " lanjutnya
Zayn melihat aya mengedip-ngedipkan mata-nya, ia langsung membuang sembarang arah batang rokok tersebut
"ok? " Zayn mendekatkan dirinya kearah Aya lalu dengan spontan meniup mata Aya yang di kuca-kucah si empu
"jangan di kucah lagi, makin tamba sakit kalo kek gitu. " lanjutnya, dengan tetep meniup mata Aya
Aya yang sudah mendingan dengan reflek mengangkat wajah nya, matanya bertrubukan dengan zayn.
Rambut yang acak-acakan karna angin yang sejuk dimalam ini. Aroma mint tubuh zayn, aya menjadi segar kembali menghirup aroma tubuh zayn dengan jarak dekat seperti ini
"Okey?"
Aya tersadar dengan cepat ia memundurkan dirinya
"Apasih lo deket-deket" Ucap Aya
"Masuk, tidur. " Suruh zayn
"Lo siapa? Lo aja yang masuk gue masih mau disini. " bantah aya
"Udah jam satu lewat, besok pagi langsung jalan lagi. Biarin lo besok ngga kebangun, ketinggal sendiri disini . " Ucap zayn panjang
"gue tuh biar tidur latt pun bakal kebangun pagi. " Bantah Aya lagi
Zayn berdiri menaikan tangannya dipinggang
"Masuk sekarang atau gue bembeng kek ngangkat beras sampe kedalem kamar lo. " Zayn memajukan tubunya menunduk kearah aya
Aya menahan dada Zayn dengan kedua tangannya
"Apasih lo, awas gue bisa sendiri" Ucap Aya sinis
Aya berjalan kearah dalam gedung hotel, dan zayn mengikutinya dari arah belakang
Aya masuk lift zayn juga masuk lift
Aya menarik nafasnya kasar
"Lo ngapain ngikut - ngikutin gue trusss. haa.. " Aya melipat kedua tangannya
"Geer banget si, orang gue juga mau kekamar, " Ucap zayn, "gue ngantuk. lantai brapa? " Lanjut zayn. Zayn yang pas deket dengan tombol lift bertanya pada Aya
"38." Singkat ya gais yaa
Zayn mengangkat sebelah keningnya "Kok sama? "
"Gak tau!" Cuek aya
"Biasa aja dong. " Celetuk Zayn
Aya memutar bola matanya, lalu menyadarkan tubuhnya ke dinding
Mereka berdua keluar dari arah lift bersama. Aya yang belok kanan, dan Zayn yang belok kiri dari depan lift
"Bye girl.." Zayn melambaikan tangannya
Aya hanya melihatnya saja, dengan wajah tak ber-ekspresi lalu memutar kembali wajahnya dan berjalan kearah kamarnya