NovelToon NovelToon
Ajian Pelet Jaran Goyang

Ajian Pelet Jaran Goyang

Status: tamat
Genre:Spiritual / Selingkuh / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:60k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Rumah tangga Adrian terancam hancur saat kedatangan Bella sekretaris barunya. Bella yang sangat terobsesi ingin memiliki Rian. Bella selalu mencoba untuk mendekatinya namun selalu gagal karena cinta Rian kepada Alia istrinya sangat besar.

Bella pun pergi ke banyuwangi untuk menemui seorang dukun yang terkenal akan kehebatannya, sampai akhirnya Bella bertemu dengan Ki Kusno.

Ki Kusno pun membantu Bella dengan memberikan sebuah Ajian yang bernama Jaran Goyang, ilmu pelet yang terkenal sangat sakti ketika mengenai targetnya, untuk mendapatkan Ajina Jaran Goyang itu Bella harus melakukan ritual khusus yang di berika oleh Ki Kusno.

Setelah Bella berhasil mendapatkan ilmu pelet Ajian Jaran Goyang ia pun menggunakannya untuk bisa mendapatkan Rian.

Apakah Alia dapat menyadarkan Rian dan mempertahankan rumah tanggannya?
atau sebaliknya kata perpisahan yang harus ia dengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Bella dengan Alia

“Alia apa yang kamu lakukan,” ucap Rian dengan tubuh gemetar menahan dinginnya air yang di siramkan ke tubuhnya.

Wanita itu tidak memedulikan ucapan dari suaminya yang sedang meracau ia tetap menyiramkan air shower ke tubuh Rian.

Setelah Selesai Alian membuka baju Rian yang basah dan membalutkan handuk di pinggangnya.

Rian melipat tangannya ke dada tubuhnya gemetar kedinginan.

Setelah itu Alia memanggil pak Yanto yang masih menunggunya di luar kamar mandi.

“Pak Yanto ... pak Yanto, bisa bantu saya,” ucap Alia di dalam kamar mandi.

“Baik Nyonya,” sahut pak Yanto yang segera menghampiri Alia di kamar mandi.

 Pak Yanto pun membantu Alia membopong tubuh Rian menuju kamar.

Sesampainya di kamar pak Yanto dan juga Alia meletakkan tubuh Rian di atas tempat tidur.

“Bapak bisa tinggalkan saya biat saya yang mengurus mas Rian,” pinta Alia.

“Baik Nyonya,” sahut Pak Yanto bergegas keluar kamar.

Setelah itu Rian yang sedang meringkuk kedinginan di tempat tidurnya pun di pakaikan baju oleh Alia, Alia yang sangat sabar dan perhatian mengurus Rian.

Semua telah selesai Alia mengganti pakainya yang basah terkena air, barulah dirinya menghampiri suaminya di atas tempat tidur dengan tubuh yang masih gemetaran wanita itu memeluk Rian untuk menghangatkan tubuh Rian sampai akhirnya mereka berdua pun tertidur.

Keesokan paginya Alia yang sudah bangun lebih awal membawakan susu hangat ke kamarnya.

Alia meletakkan susu hangat itu di atas meja kamarnya tiba-tiba Rian pun terbangun dengan memegang kepalanya.

“Apa yang terjadi tadi malam sayang rasanya kepalaku sakit,” ujar Rian yang duduk di tepi tempat tidur seraya memegang kepalanya.

“Kamu sudah bangun Mas, coba minum ini,” sahut Alia memberikan susu hangat kepada Rian tanpa menjelaskan apa yang terjadi tadi malam.

Rian meminum susu hangat tersebut, selelah habis Rian meletakkan gelas di atas meja kamarnya.

Rian yang tidak ingat apa-apa menanyakan kembali kepada Alia apa yang terjadi kepadanya tadi malam.

“Apa yang terjadi tadi malam?” 

“Kamu mabuk Mas saat pulang dari pesta tempat Natan,” ujar Alia yang masih terlihat kesal perilaku suaminya tadi malam.

“Mabuk?” sahut Rian yang mencoba mengingat apa yang terjadi.

Rian pun akhirnya teringat dengan apa yang dia lakukan tadi malam.

“Maafkan aku sayang aku tidak bermaksud membuat mu kesal.”

Alia yang tidak memedulikan ucapan Rian, tanpa membalas ucapan Rian Alia beranjak pergi meninggalkan Rian di kamar sendirian.

Sedangkan Rian mengerti jika istrinya itu sedang marah kepadanya, karena tidak ingin terjadi pertengkaran Rian memilih untuk membiarkan Alia tenang terlebih dulu.

Rian pun turun dari kamarnya dan mencari keberadaan Sasa putrinya.

“Sasa ke mana?” tanya Rian.

“Udah diantar pak Yanto,” sahut Alia singkat.

Rian pun melihat ke arah jam tangannya, ia bergegas berangkat tanpa sarapan atau semacamnya.

Ia bergegas bersiap, lalu mengecup lembut kening istrinya yang tengah duduk di meja makan itu.

“Aku berangkat dulu,” ucap Rian dengan bergegas berjalan menuju mobilnya.

 Alia yang masih terlihat kesal enggan menjawab ucapan Rian.

Rian masuk ke dalam mobilnya bergegas pergi ke kantor.

Suasana kantor masih tidak terlalu sibuk pagi itu, beberapa karyawan masih duduk santai di depan meja kerjanya sembari mengobrol, Bella yang telah berada di kantor lebih awal sedang mengobrol dengan Siska di ruangannya membahas pesta tadi malam di rumah Natan.

“Pak Rian tadi malam kenapa Bell aku liat kamu berserta pak Natan membopongnya ke mobil?” ujar Siska yang duduk di samping Bella.

“Iya pak Rian mabuk tadi malam, dia menabrakku. Baru kali ini aku bisa melihat wajah pak Rian dengan sedekat mungkin dia begitu tampan,” ujar Bella yang tersenyum mengingat kejadian malam itu.

“Eh masih pagi, kamu jangan mengkhayal yang tidak-tidak,” ejek Siska yang melihat wajah Bella tersenyum terus menerus.

 Bella pun tidak menghiraukan ucapan Siska, Ia masih terus menerus tersenyum mengingat Rian yang menabrak dirinya dan jatuh ke pelukannya.

Sampai Rian pun tiba di kantor Ia berjalan tergesa-gesa memasuki ruangannya.

“Bella aku kerja dulu, pak Rian sudah datang nanti kalau melihat kita mengobrol terus bisa kena tegur,” ucap Siska yang mulai beranjak berdiri.

“Oke deh,” sahut Bella.

Siska pun beranjak pergi dari ruangannya dan mulai bekerja, begitu pun Bella yang mulai membuka laptopnya.

Semua karyawan mulai bekerja di meja mereka masing-masing.

Hingga jam makan siang pun tiba terlihat Natan yang masuk ke kantor Rian menghampiri Rian di ruang kerjanya.

“Bagaimana tadi malam? Apa Alia marah denganmu?” tanya Natan.

“Ini semua gara-gara kamu Natan! Hingga sekarang Alia masih marah kepadaku,” sahut Natan yang kesal dengan perbuatan temannya.

“Maaf ini kan party sekali-sekali tidak apa-apa,” ujar Natan yang menyengir ke arah Rian.

“Tapi karena ulahmu Alia marah kepadaku.”

“Sudahlah kamu bujuk saja nanti biasa wanita memang seperti itu, dari pada aku mendengarmu terus marah kepadaku lebih baik kita makan siang saja,” ucap Natan yang mengajak Rian.

Rian yang memang telah hafal dengan sikap temannya itu malas untuk memperpanjang masalah tadi malam, Rian berserta Natan pun pergi keluar kantor untuk mencari makan siang.

Sesampainya di rumah makan tempat biasanya mereka makan, Natan mulai mengajak ngobrol Rian kembali.

“Hey Rian, kamu masih ingat kan penampilan Bella tadi malam? Itu luar biasa bahkan ia mengalahkan wanita-wanita yang ada di sana,” ucap Natan.

Natan terus mengoceh tentang Bella namun Rian tidak menggubrisnya, Rian malah sibuk menatap chatnya yang tak kunjung di balas oleh Alia.

“Hey Rian! Rian!” ucap Natan sembari menepuk pundah Rian.

“Iya ada apa?” tanya Rian.

“Aku ngomong dari tadi kamu gak dengar?”

“Sorry aku terlalu fokus dengan ponsel karena menunggu balasan chat dari Alia,” sahut Rian.

Natan terkekeh tertawa, “Wah ... wah, rupanya kamu tipikal suami takut istri,” ucap Natan.

“Terserah apa kata kamu,” sahut Rian yang menyimpan ponsel ke saku celananya dan memakan makanan yang sudah di antarkan ke mejanya.

Selagi menyuap makanannya Rian kembali teringat Alia.

‘Udah siang, apa Alia udah makan?’ batin Rian.

Rian pun kembali mengeluarkan ponselnya dan mengirim chat lagi kepada istrinya itu.

“Sayang kamu jangan lupa makan ya,” tulis Rian di chat.

Setelah selesai menyantap makan siang bersama Natan mereka berdua pun kembali ke kantor masing-masing.

Rian pun kembali melanjutkan pekerjaannya hingga sore hari di mana waktu Rian untuk pulang ke rumah.

Rian yang keluar dari kantor menuju mobilnya.

Sampainya di rumah Rian di sambut oleh putri kecilnya dan juga Alia.

Seperti biasa di kala Rian pulang ia mencium punggung tangan suaminya dan membatu membawakan tas Rian, namun kali ini tidak seperti biasanya Alia tidak banyak bicara, Rian yang mengerti jika istrinya masih marah kepadanya pun mencoba merayunya.

“Sasa main dulu ya sama mbok, papah mau ngomong sama Mamah,” ujar Rian.

“Iya Pah,” sahut Sasa yang pergi menghampiri mbok.

Rian mencoba mendekati Alia dari belakang dan mulai memeluknya mengucapkan rayuan untuk Alia agar Alia tidak lagi marah kepadanya.

“Malam ini untuk menebus kesalahanku yang kemarin malam, aku ingin mengajakmu makan malam,” bisik Rian ke telinga Alia.

Alia terdiam tidak menjawab pertanyaan Rian, Rian pun kembali membisikan perkataan itu kembali.

“Tidak baik ibu hamil itu marah terus menerus, bagaimana tawaranku untuk malam ini sebagai tanda maafku sayang,” ucap Rian terdengar seperti memohon.

Alia pun mulai melupakan kejadian tadi malam.

“Baik, aku terima tawaranmu Mas,” ucap Alia.

Terlihat raut wajah bahagia yang terpancar dari Rian.

Rian dan Alia bersiap untuk pergi, Alia mengenakan dress berwarna merah maroon dengan belahan sedikit tinggi, sedangkan Rian juga mengenakan stelan jas berwarna senada.

Wajah Alia hanya di poles dengan make up tipis itu tidak mempengaruhi kecantikan alaminya.

Kulit putinya begitu bersinar ketika mengenakan dress dengan warna merah maroon itu.

Wajah chinese nya itu begitu dominan, bahkan ia tidak terlihat seperti seseorang yang sudah berkeluarga. Hanya perut hamilnya itu lah yang menjadi pertanda jika ia sudah menikah.

Bibirnya yang berwarna merah dan cerah itu menambah kesan cantik bahkan terlihat seperti gadis remaja pada umumnya.

Saat di restauran Rian menggandeng Alia dengan penuh kehati-hatian Rian melangkah pelan mengikuti irama langkah Alia.

Mereka pun duduk di kursi yang sebelumnya sudah di reservasi sebelumnya oleh Rian.

Rian memesankan makan untuk Alia berserta dirinya.

Terlihat Bella yang juga berada di restoran itu bersama om dan tantenya.

Bella yang melihat Rian pun menghampiri Rian.

“Om, Tan tunggu ya ada atasanku yang juga makan di sini aku ingin menyapanya,” ucap Bella yang beranjak dari tempat duduknya.

Bella pun menghampiri Rian berserta Alia.

“Pak Rian, kebetulan sekali kita ketemu di sini, bapak dengan siapa?” sapa Bella seraya melihat Alia dari ujung kali hingga kepala.

“Eh kamu Bella, perkenalkan istri saya,” ucap Rian yang memperkenalkan Istrinya.

Alia menyodorkan tangannya.

” Saya Alia,” ujarnya dengan tersenyum ke arah Bella.

Bella pun membalasnya.

  “Bella sekretaris baru pak Rian,” ujar Bella membalas senyum Alia.

“Ya sudah pak saya kembali ke meja makan dulu, selamat menikmati makan malamnya,” sahut Bella yang beranjak pergi meninggalkan Rian.

Bella pun duduk kembali ke mejanya.

Rian berserta Alia pun melanjutkan makan malam mereka berdua secara romantis sementari dari kejauhan Bella yang sedang memperhatikan mereka berdua dengan kesal.

“Itu bos kamu di kantor?” tanya tante Bella tiba-tiba.

“Iya tante, itu bos Bella,” sahut Bela berusaha tersenyum kecil.

“Terus yang sama dia siapa? Apa istrinya? Kayaknya lagi hamil ya,” ucap tantenya lagi.

“Iya kayaknya Tan,” sahut Bella singkat.

“Tapi kelihatan masih muda ya mana cantik banget, kalau dia belum nikah tante pasti bakalan jodohin dia sama Revan, Revan kan ganteng juga gak kalah sama suaminya,” ucap tantenya itu sambil terus memandang ke arah Alia.

Pernyataan dari tantenya itu semakin membuat Bella kesal karena tantenya malah memuji Alia sampai ingin menjodohkannya dengan putranya.

Bella hanya bisa memendam rasa geramnya itu, selain ia kalah cantik dari segi penampilan Alia lebih elegan dan menawan. Bahkan wajah Bella lebih terlihat dewasa ketimbang Alia yang sudah beranak dua itu.

Terbukti dari beberapa orang yang terus menatap ke arah Alia bukan ke arahnya.

        

  

1
Irmha febyollah
kawan nya kek bab*
Ulun Jhava
marahx org yg lemah mmg menakutkam
Ulun Jhava
Aila pembunuh jena dan nathan..fix
Feb Febry
dari sinipun kita bisa belajar, bahwa apapun itu bisa berubah bahkan sifatnya pun/Smile/
Feb Febry
ngapa si, si rian engga peka bngttt padal kan natan uda bilang begitu, yahhh si rian selalu positif thingking memang, tidak seperti ku yang selalu negatif thingking ini/Frown/
Mary Bella
ada udang di sebalik Batu Nathan ini.sengaja
estycatwoman
not too bad
MasWan
ceritanya bagus banget, aku suka
MasWan
tak disangka, air yg tenang itu benar² mrnghanyutkan
MasWan
apa tomi tau jika alia dibalik pembunuhan itu???
Lintang Buana
Wah ternyata memang Natan masih bucin sama Alia,
padahal Alia udah jadi istri sahabatnya.
apa ini devinisi cinta dalam diam sesungguhnya 🤔
MasWan
kasihan
Heri Wibowo
akhir yang tragis
MasWan
Bener kan, natan musuh dlm selimut, dia yg mau menghancurkan keluarga rian dan merebut alia
MasWan
ih ngeri kali,, penampakan nya gak kenal waktu
MasWan
wah duitnya kebuang sia² dong... 3gepok lagi
MasWan
Alia deh yg susah disantet karena fikiran nya positif, beneran nih sibela mau nyantet orang²
MasWan
kyknya mau kedukun santet kali ya
Heri Wibowo
musuh dalam selimut
YuWie
gak percaya gaib..serius
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!