"Kak tunggu! Aku mau bilang sesuatu sama kakak. Aku udah lama nunggu waktu itu hanya buat bilang ... kak Adrian ... aku suka sama kakak," kata seorang gadis.
"Tapi aku di sini," kata seseorang yang duduk dipojokan taman.
Gadis itu ternyata salah mengucapkan nama. Ia ingin mengutarakan perasaannya pada cowok tampan yang bernama Adrian. Tapi ia malah bilang cinta pada Adnan, kembarannya Adrian.
Mereka memang sama persis, hingga tidak ada celah untuk membedakannya. Mereka sering salah dikenali oleh para gadis yang selalu berebut untuk mencari perhatian mereka. Sikembar memang sering membuat jebakan pada para gadis.
Bagaimana kisah sikembar selanjutnya? selalu bersama jebakan cinta sikembar ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+6
"Ngak kok ma, kita berdua gak bertengkar kok. Iyakan Ian," kata Adnan.
"Iya, kok mama bisa bilang kita bertengkar sih."
"Ya ampun, aku punya anak kok gini amat yah. Masa aku yang dia tanya sekarang, padahal jelas-jelas kalian berdua itu baru saja bertengkar."
"Ngak kok ma," ucap Adrian.
"Ya udah deh, suka-suka kalian ajalah. Capek mama ngurusin kalian berdua," ucap Gea pada akhirnya.
"Makan sana, jangan telat makan dan jangan bikin masalah," kata Gea sambil bangun dan meninggalkan sikembar.
"Lho, mama mau kemana sih?" kata Adrian.
"Mau bobok."
"Kok bobok sih ma, inikan udah sore. Gak baik lho bobok sore," ucap Adnan.
"Suka-suka mama dong, kalian aja gak mau dengar omongan mama gak papa. Masa mama mau bobok sore gak boleh," ucap Gea sambil terus melanjutkan langkahnya.
Adnan dan Adrian hanya bisa melihat mama mereka yang berjalan semakin menjauh. Mereka tidak bisa bicara apapun lagi sama mama. Karna mereka sudah membuat sang mama jadi kesal sehingga meninggalkan mereka.
.....
Belum selesai mereka makan. Gea sudah keluar dari kamar dengan tergesa-gesa. Ia terlihat sedikit agak panik. Sikembar saling pandang satu sama lain saat melihat mama mereka panik.
"Ada apa sih ma? Kok mama kayak panik gitu," kata Adrian.
"Mama mau kerumah sakit, adek kalian sedang berada di rumah sakit sekarang," kata Gea buru-buru.
"Lho, kenapa dengan Cameli ma?" kata Adnan.
"Gak tahu mama, kata kak Dewa, Amel pingsan saat disekolah tadi. Dan mereka membawakan Amel kerumah sakit."
"Ya udah, kami berdua ikut mama ya."
"Iya deh, terserah kalian ajalah."
Gea dan sikembar meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa. Mereka cemas dengan apa yang terjadi pada Amel, putri Rika.
.....
Sesampainya di rumah sakit, Gea segera turun tanpa menunggu Adrian lagi. Sedangkan Adnan, secepat mungkin menyusul mamanya.
Gea melihat kesana sini, untuk meluhat di mana kamar Cameli yang kakaknya katakan.
"Di mana kamarnya ma?" kata Adrian yang baru sampai.
"Mama juga baru nyari ini."
"Nah lho, di mana Adnan ma? Kok gak ada, bukannya dia jalan sama mama tadikan."
"Adnan mencar, biar cepat ketemu sama om kamu."
"Tinggal telfon aja ma, tanyain di mana kamarnya sama om Dewa. Kan gampang, gak perli ribet lagi."
"Om kamu gak angkat telfonnya Ian. Kalau angkat, udah dari tadi mama telfon."
Saat mereka sibuk lihat sana-sini. Adnan muncul memanghil mamanya.
"Gimana Nan? Apa kamu udah ketemu sama kamar Camelia?" kata Gea.
"Udah kok ma, kamarnya disebelah sini."
......
Sampai didepan kamar, Gea langsung menghampiri Rika dan Dewa yang masih terlihat panik didepan pintu kamar.
"Rika, kak Dewa," kata Gea.
Rika segera bangun dari duduknya, ia pun memeluk Gea dan menangis. Ia sangat cemas akan keadaan anak kesayangannya ini.
"Ge ... aku takut terjadi sesuatu pada Cameli. Ia anak satu-satunya yang aku punya Ge," ucap Rika sambil menangis.
"Sabar, aku yakin Cameli baik-baik aja."
Dokter keluar dari kamar rawat Camelia. Dewa dan Rika segear menghampiri dokter itu dan bertanya tentang anak mereka.
"Putri kalian tidak apa-apa, hanya maagnya yang kambuh dan tidak berpengaruh apapun."
Rika dan yang lainnya bisa bernafas lega sekarang. Ternyata, tidak ada penyakit yang harus mereka cemaskan.
"Bisakah kami masuk kedalam dokter?" kata Dewa.
"Silahkan, hanya saja, jangan menaggu ketenangan pasien. Saya permisi dulu," kata dokter itu sambil meninggalkan semuanya.
Mereka masuk kedalam untuk melihat Camelia. Dewa dan Rika terlihat lebih tenang saat ini. Tidak ada wajah cemas yang terlihat di wajah mereka.
Saat mereka masuk, ternyata Camelia sudah sadar dari pingsannya. Ia terlihat baik-baik saja sekarang.
"Sayang, kok maag kamu bisa kambuh sih?" kata Rika.
"Gak tahu ma, aku gak ada telah makan sebenarnya. Tapi gak tahu juga, apa yang membuat maag aku kambuh," ucap Camelia.
"Eh, tante Gea dan kakak kembar juga ada di sini ternyata," kata Cameli saat melihat Gea dan sikembar.
"Iya, mereka sangat panik saat papa kasih tahu kalau kamu masuk rumah sakit," kata Dewa.
"Akukan gak papa pa, ngapain bikin tante dan kakak panik."
"Kamu ini yah, siapa yang gak panik kalau kamu tiba-tiba jatuh pingsan," kata Gea.
Gea, Rika dan Dewa meninggalkan kamar Cameli. Sedangkan Adnan dan Adrian ditugaskan untuk menemani Camelia di kamar.
"Kamu kok bikin kita cemas aja sih Amel," ucal Adnan.
"Aku makan asam manis disekolah kak, makanya maag aku kambuh."
"Lho, kamu kok nakal sekali sih Amel. Kenapa makan makanan yang tidak boleh kamu makan," ucap Adrian.
"Aku hanya ingin coba saja kakak kembar. Tapi jangan bilang sama mama papa apa yang aku bilang sama kakak kembar yah," kata Camelia.
"Kalau bilang gimana?"
"Aku lapor sama tante apa yang kakak kembar lakuin disekolah," kata Camelia.
"Dasar kamu, bisa aja."
Mereka berdua terlihat sangat sayang pada adik sepupu mereka ini. Bahkan, mereka punya niat untuk selalu menjaga adik sepupu mereka. Hal itu juga yang selalu membuat gadis lain merasa iri pada Camelia, termasuk Zia. Karna Camelia bisa sangat dekat dengan sikembar, sedangkan yang lain tidak.
Sebenarnya, Camelia bukan sengaja makan asam manis. Melainkan, ia dikerjain oleh teman-teman yang tidak suka padanya. Mereka mencampuri makanan Camelia dengan asam manis supaya Camelia sakit. Tapi, Camelia tidak menagatakan hal yang sebenarnya pada kakak kembar, karna tidak ingin bikin masalah lagi.
Cameli sangat tahu siapa kakak kembarnya ini. Mereka akan membuat perhitungan pada orang yang telah membuat Camelia tidak senang. Sedangkan membuat Camelia tidak senang saja akan mendapat perhitungan. Bagaimana dengan yang menyakiti adik kesayangan mereka.
"Kamu kenapa sayang, kok bengong gitu sih," kata Adrian.
"Iya, jangan bilang kalau kamu habis bohong sama kami ya," ucap Adnan.
"Lho, bengong apa sih? Aku juga gak ngerasa udah bohong sama kakak kembar."
"Bagus deh kalo gak bohong," ucap mereka serentak.
"Kompak banget, mentang-mentang kembar," ucap Camelia.
Sikembar terus berusaha membuat adik sepupunya bahagia. Mereka merawatnya, menyuapi Camalia bubur yang telah mereka belikan. Bercerita, apa yang bisa mereka ceritakan pada adik sepupunya. Intinya, mereka berusaha membuat adik sepupu mereka senang.
Gea dan orang tua Camelia sedang melihat apa yang sikembar lakukan pada adik mereka. Gea senyum saat melihat sikembar begitu peduli dengan Camelia.
"Kamu sih Ge, tidak mau punya anak lagi waktu itu," kata Rika.
"Ngak ah, ada dua aja udah bikin rumahku ramai. Apalagi nambah satu," kata Gea.
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Maaf ya teman-teman, jika terlihat sangat membosankan. Hari ini, aku agak miskin ide soalnya. Tapi aku paksakan buat up, agar yang nunggu aku up gak kecewa.
oh iya itu dia! terima kasih Kak Author! aku bisa menemukan judul dan cerita yang nanti aku buat!
mksih
Zia lebih cocok sama adrian yang lebih supel karna keliatannya zia pendiam, sedangkan adnan cocok sama cewek kaya ganisa karna punya hobi yang sama 😊