NovelToon NovelToon
Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Siapa yang tidak ingin dicintai oleh ibu mertua?
Mila, selalu berusaha menjadi menantu yang baik dan berbakti. Tetapi pada kenyataannya, dia selalu menjadi yang tersakiti dan tidak pernah dianggap sebagai menantu.
Bahkan sang suami, lebih memilih percaya pada ibunya.
Kehidupan seperti apa yang akan Mila jalani dan akankah Mila bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Kedatangan adik ipar

Bagaikan mendengar petir di siang hari, apa yang dikatakan Mila. Hisam menatap Mila dalam-dalam dan terlihat dari sorot matanya, Hisam sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mila.

"Mila, kamu bicara apa? Kamu jangan sembarangan menuduh ibuku. Meskipun kalian tidak pernah akur, tetapi ibuku tidak mungkin melakukan hal itu. Tuduhan itu terlalu kejam," ucap Hisam kesal.

"Hisam, kamu jangan marahi Mila. Dia pasti sangat tertekan dan jiwanya terguncang setelah keguguran. Maklumi saja dia. Mungkin dia butuh seseorang yang bisa dijadikan kambing hitam agar hatinya tenang" kata Bu Siti lembut.

"Tapi, tuduhan Mila itu pasti sangat-sangat menyakiti hati ibu. Mila, aku harap kamu mencabut tuduhan mu pada ibuku!" titah Hisam.

"Mas, aku tidak hanya sekedar menuduh. Tapi ibu sendiri yang bilang padaku, jika dia yang telah sengaja membuatku terjatuh hingga keguguran. Tanya saja pada ibu!" ucap Mila sambil menatap ibu mertuanya tajam.

"Hisam, ibu tidak akan memaksamu untuk percaya pada ibu. Tapi, apakah ibu orang sekejam itu? Walaupun ibu dan Mila tidak pernah akur, tetapi Ibu tidak pernah memiliki niat sedikitpun untuk menyingkirkannya, apalagi membunuhnya. Ini cucu ibu, darah dagingmu yang juga darah daging ibu. Hisam, jika memang kehadiran ibu di rumah ini membuat hidup kalian susah, ibu akan pergi sekarang juga dari rumah ini. Tuduhan Mila pada ibu, sangatlah melukai hati ibu," ucap Bu Siti yang segera beranjak berdiri.

"Ibu, tolong jangan pergi. Ibu adalah orang yang sangat Hisam sayangi. Seorang istri bisa dapat gantinya, tetapi seorang ibu, tidak ada gantinya," ucap Hisam sambil bersimpuh di kaki ibunya.

Mila terluka sangat dalam. Apa yang dikatakan Hisam pada ibunya, seperti sebuah pisau yang mencabik-cabik hatinya. Semua itu memang benar, tetapi, jika ibunya seorang ibu yang baik. Tetapi, ibunya tidak lebih dari seorang pembunuh, kenapa Hisam tertutup mata hatinya untuk mau melihat kebenaran.

Bu Siti menarik tubuh Hisam dan memeluknya. Saat itu tersungging senyum kemenangan di wajah ibu mertuanya.

Mila mencoba menahan airmatanya yang mulai menggantung di sudut matanya. Mila sendirian di tengah keluarga suaminya. Dia memiliki suami tetapi seperti tidak bersuami.

Mila tetap mencoba menerima jika suaminya milik ibunya, dan dia milik suaminya. Mila juga ingin menjadi istri dan menantu yang baik. Menjadi istri yang Sholehah untuk suaminya.

Tapi, sampai kapan Mila akan mampu bertahan dengan situasi seperti ini?

Hubungan pernikahan mereka sudah tidak sehat, apalagi Hisam mulai tidak betah di rumah karena setiap melihat Mila, dia teringat tuduhan yang di berikan untuk ibunya. Hisam menjadi kasar dan yang ada hanya sebuah pertengkaran.

***

Kedatangan Tina adik iparnya, menjadi awal titik balik hidupnya sebagai seorang istri. Dia tidak ingin lemah dan menerima semua perlakuan ibu mertuanya. Apalagi, ternyata apa yang dilakukan ibu mertuanya sudah diketahui oleh Tina.

"Ibu, sebaiknya ibu tinggal saja bersama Tina. Jangan membuat keluarga Bang Hisam berantakan. Apa yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Ibu jangan dendam lagi pada Mbak Mila. Dia tidak bersalah ibu," ucap Tina sambil memegang tangan ibunya.

"Ibu tidak bisa berhenti. Ibu sudah berbuat terlalu jauh, dan tidak akan berhenti sampai dia meninggalkan Hisam," kata Bu Siti kesal.

"Apa saja yang sudah ibu lakukan? Jangan bilang, ibu yang menyebabkan Mbak Mila keguguran?" tanya Tina panik.

"Benar."

Ibunya mengaku telah membuat Mila keguguran dengan menumpahkan minyak ke lantai yang akan diinjak oleh Mila. Tina tampak kaget dan tidak menyangka jika ibunya sekejam itu.

"Ibu, anak itu darah daging ibu. Berapa banyak orang yang berharap ingin memiliki anak, tapi ibu malah dengan kejam membunuhnya. Bertobatlah ibu, sebelum terlambat. Mintalah maaf pada Mbak Mila dan Bang Hisam. Mereka pasti akan memaafkan ibu," kata Tina sambil meneteskan airmata. Tina sedih calon keponakannya dibunuh oleh Neneknya sendiri.

"Tidak, ibu tidak bersalah, dia yang telah bersalah menikah dengan Hisam. Masih untung dia tidak aku bunuh," ucap Ibunya sinis.

"Ibu. Jangan pernah berpikir untuk membunuh lagi. Sudah cukup, anak Bang Hisam yang menjadi korban," kata Tina cemas dengan keselamatan Mila.

"Tenang, Tina. Ibu tidak akan membunuh Mila. Ibu menikmati setiap tangisannya, ibu ingin dia menyesal telah menikah dengan Hisam." Bu Siti terlihat sangat bahagia di tengah penderitaan Mila.

"Ibu, Tina tidak bisa berkata-kata lagi. Semoga Allah memberikan hidayah pada Ibu. Tina pamit pulang dulu," ucap Tina lalu salim pada ibunya.

"Tina, jangan katakan pada Abangmu tentang apa yang kamu ketahui hari ini," titah ibunya.

Tina hanya tersenyum pahit, mendengar permintaan ibunya. Ketika dia hendak menuju pintu depan, Tina berpapasan dengan Mila.

Mila menatap Tina dengan tatapan kosong. Mila masih belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan bahwa dia telah keguguran. Dia sering melamun dan merenungi diri.

Di setiap doa malamnya, Mila berharap diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menerima semua ini. Serta di berikan kekuatan untuk bisa menghadapi cobaan dan ujian dalam rumah tangganya.

"Mbak Mila," sapa Tina.

"Tina. Sudah bertemu ibu?" tanya Mila.

"Sudah, Mbak. Mbak Mila, bisa bicara sebentar?" tanya Tina.

Mila tersenyum, lalu duduk di sofa ruang tamu. Tuan menatap sedih kakak iparnya yang baru saja keguguran.

"Tina ikut berduka cita, Mbak. Semoga Mbak Mila segera di berikan momongan lagi," ucap Tina.

"Terima kasih, Tina. Semoga saja," jawab Mila sedih.

"Mbak, maafkan ibu. Tina sudah tahu semuanya. Tina ikut sedih dengan apa yang terjadi pada Mbak Mila dan calon bayimu. Aku sudah berusaha membujuk ibu untuk berhenti, tapi ibu tetap kekeh dengan pemikirannya sendiri. Mbak, berusahalah untuk tetap bertahan, demi Bang Hisam," ucap Tina menyemangati Mila.

"Maaf Tina. Memaafkan apa yang sudah dilakukan ibu, sangatlah sulit. Itu anakku, Tina. Ibu telah membunuhnya," ucap Mila sambil meneteskan airmata.

"Tina tahu, pasti sangat sulit bagi Mbak Mila untuk bisa memaafkan ibu. Tina tidak akan memaksa Mbak Mila. Tapi setidaknya, pertahankan pernikahan kalian jika masih bisa dipertahankan. Tina tidak bisa membantu, hanya Mbak Mila sendiri yang bisa memperjuangkan rumah tangga kalian agar tetap utuh. Atau, jika Mbak Mila merasa tidak sanggup lagi dan akan memilih mundur, Tina akan mendukung dan tidak akan menyalahkan Mbak Mila," kata Tina lagi.

Mendengar perkataan Tina, Mila mulai berpikir untuk menentukan sikap. Mila mulai menyadari jika dia tidak bisa hidup seperti ini terus. Tidak akan ada yang membelanya kecuali dirinya sendiri.

Setelah Tina pergi, Mila mulai mencoba untuk tidak mengalah pada ibu mertuanya. Dia juga harus bisa bersikap lebih lihai dari ibu mertuanya untuk membalaskan sakit hatinya. Meskipun Hisam lebih peduli pada ibunya, Mila tidak boleh kalah licik dari ibu mertuanya. Dia harus memanfaatkan semuanya dengan bersikap lembut dan baik di depan Hisam. Mendapatkan kepercayaan Hisam itu kunci utamanya.

Mila datang ke kamar ibu mertuanya untuk melihat kondisinya saat ini. Bukan karena sayang, tetapi Mila ingin menunjukan sikap mengalah untuk menang.

"Ibu, Mila datang untuk melihat kondisi ibu. Apakah pinggul ibu masih sakit?" tanya Mila lembut.

Ibu mertuanya sangat kaget melihat sikap ramah Mila. Padahal kemarin-kemarin, Mila sangat marah setelah tahu jika penyebab dia keguguran karena kesengajaan Bu Siti.

"Kenapa ibu melihat aku seperti itu? Sudahlah, ibu. Masalah aku keguguran, mungkin memang sudah takdir Mila. Bukan sepenuhnya kesalahan ibu. Mila kagum dengan ibu. Biasa membuat Mas Hisam sangat patuh pada ibu," kata Mila sambil memegangi tangan ibu mertuanya.

"Mila, kenapa kamu berubah? Kamu pasti ingin balas dendam 'kan?" tanya Bu Siti sambil menatap Mila penasaran.

"Tidak, ibu. Untuk apa Mila balas dendam. Kita adalah wanita-wanita yang Mas Hisam cintai. Mari kita kesampingkan semu permasalahan yang pernah terjadi. Ibu, Mila ingin berbakti pada Ibu," ucap Mila sambil memeluk ibu mertuanya dengan senyum sinis nya.

Mila tahu, jika di depan pintu kamar ibu mertuanya, Hisam sejak tadi mendengarkan apa yang Mila katakan. Hisam tampak bahagia melihat sikap Mila yang ternyata baik pada ibunya. Mila juga sudah meminta maaf pada ibu ya dan tidak mempermasalahkan hal itu lagi.

Mila bersumpah akan membuat Hisam melihat semua keburukan ibunya selama ini.

...****************...

1
Elok Pratiwi
males baca nya kebanyakan drama menderita bila ujung ujung nya balikan lagi
Yuliyanti
mls sdh bacanya, ujung2nya blikn lgi
Eni pua: nggak balikkan lagi kak. Mantannya meninggal 🤧
total 1 replies
Yuliyanti
mls sdh bacanya ujung2nya blikn lgi/Applaud//Applaud/
Eva Daniarti
semoga hisam cepat mengetahui anaknya n menyesal..
Siti Fatimah
oohhh seperti itu , jadi Mila sebenarnya tidak pernah keguguran ...
Siti Fatimah
Hasan Husain 🤔 memangnya sewaktu Mila pergi dari rumah dalam keadaan hamil 🤔 bukannya habis keguguran ya dan SM dokter tidak boleh hamil sebelum 1 tahun 🤔 harus ada yg menjelaskan enggak ngerti bingung 🤔🤔🤔
Siti Fatimah
hah Hisam - Hisam jadi lelaki ko bodoh sekali 🤦
Siti Fatimah
hahahaha .
Siti Fatimah
wanita paling paling bodoh yg mau di madu , apapun alasan yg di ucapkan pria yg ingin poligami 6idak akan pernah membawa kebahagiaan apalagi ketenangan batin dan pikiran ,, Mila kamu tidak di madu aja setiap hari menderita menangis dan keguguran sudah dua kali ...
Siti Fatimah
sama Bu Siti saya juga tidak suka Mila jadi istri anak mu yg bodoh dan bejat apalagi di tambah mertua jahat seperti mu Bu Siti iiihhhh serem .
Siti Fatimah
Mila kenapa tidak pernah punya pikiran buat merekam setiap omongan mertuanya buat bukti ke anaknya gimana sadisnya sang ibu ..
Siti Fatimah
Mila mertua mu sterss gila dan parahnya seorang pembunuh dan taruhannya adalah nyawamu mil ,, lindungi Mila SM calon anaknya dari incaran mertua jahat nya 🙏🙏🙏
Siti Fatimah
bagus Mila bangkit tunjukan kalau mertuamu gila dan parahnya punya hati jahat biar hisam tau semua kejahatan ibu tersayang nya , Mila bermain cantik lah untuk menghadapi manusia yg tidak punya hati .
Siti Fatimah
enggak yakin hisam akan percaya omongan Mila secara hisam itu bodoh terus seorang anak dari ibu yg tidak punya hati keibuan ,, udah Mila lebih baik minta cerai dari hisam ya walaupun perceraian di larang oleh Agama tapi kalau untuk menyelamatkan diri kenapa tidak karena bisa saja suatu saat nyawamu juga akan hilang di tangan mertuamu , mertua mu membunun calon cucu kandungnya aja mampu apalagi cuma menantu yg anak orang lain ,, sudah selamatkan nyawa mu persetan dengan cintamu karna percuma punya cinta tapi taruhannya nyawa ..
Siti Fatimah
ah Mira - Mira bodoh ko di piara hanya untuk bisa bersama dengan orang yg di cintai 👎 , udah Mira udah lebih baik menyerah buang laki sombong dan bodoh mu itu ..
Siti Fatimah
Nemu satu lagi cerita dunia halu yg peran wanita nya lemah dan bisanya cuma menangis ,, mau di masukin ke daftar favorit ah mau memanasi Mila agar meninggalkan mertua dan suami sombongnya ,, Mila buat punya cinta tapi hidup di dalam neraka 😤👎
Eni pua: Makasih Kak, wkwkwk.
Ini ikutan event mertua kejam. Kalau nggak kejam sama Mila, bukan mertua kejam. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!