Kisah seorang pria yang mendedikasikan hidup untuk sebuah balas dendam pada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Arga Sbastian Nugraha 29tahun, terobesesi melakukan balas dendam pada seorang pria bahkan menghancurkan hidupnya dengan brutal. Membuat segala usahanya bangkrut, kehilangan kekasih, dipenjara dalam kurun waktu yang lama. Bahkan, Ibunya meninggal karena segala derita yang tercipta dengan begitu menyakitkan. Tak hanya itu, Pria itu bahkan menikahi kekasihnya Sofi Arandita dan berbahagia diatas penderitaannya saat itu.
Ariana PAramitha, saat itu baru 22tahun dan baru lulus mendapat gelar Dokternya. Ia yang tak sengaja bertemu dengan Arga kala itu, justru dijadikan istri dadakan sekaligus tawanan untuk alat balas dendam pada Kakaknya.
Akankah balas dendam itu membuatnya puas, atau justru Ia mendapat cinta baru dari istrinya saat ini dan berusaha melepas bayang-bayang perihnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7
Arga dan Zacky kembali menaiki mobil yang diparkir tak jauh dari tempat mereka sata ini. Zacky kembali menyetir dan membawa Arga pulang seperti yang sudah dijanjikan dengan Sam saat mereka pergi dari Mansion.
"Roy memiliki adik, namanya Hana. Selidiki Dia, karena yang ku tahu sudah cukup dewasa saat ini." titah Arga untuk yang kedua kalinya,.
"Mau kau apakan? Dendammu pada Hans, bukan pada adiknya."
"Lalu, apa Roy memiliki dendam padaku dan Ibu? Apa kita pernah berbuat salah padanya? Bahkan kau dan Dia sama, sama sama menjadi anak kesayangan ibu saat kita merintis usaha bersama." jawab Arga yang berbicara tanpa ekspresi diwajahnya.
Zacky hanya bisa diam mendengarnya, Ia kini bahkan tak berani melirik arga dengan wajahnya yang datar dan begitu serius dengan segala ucapan yang Ia lontarkan. Kini ia mendapat tugas ganda untuk mencari adik Hans yang bernama Hana, dan harus ia turuti meski akan ia apakan gadis itu nanti jika sudah diketemukan.
Pria itu sesekali mencuri pandang pada Arga yang ada dibelakang. Tampak tenang dengan mata yang terpejam dan bersedekap dibangkunya tanpa teman yang lain. Entah memikirkan apa dengan dahinya yang berkerut itu. Tampaknya yang tenang memang bukan jaminan jika arga damai sepenuhnya dari semua masalah yang ada.
Chiiiiitzzzzz!!!
Zacky mengerem mobilnya secara mendadak hingga tubuh arga menyungsruk kedepan. Zacky langsung meminta maaf dan menjelaskan semua alasan hingga Ia melakukan itu semua pada bosnya, dan hanya mendapat respon datar dari arga saat itu.
"Biar aku keluar untuk memeriksanya," tawar Zacky, tapi Arga justru keluar dan ingin mengecek keadaan disana.
Semua orang berkerumun pada satu titik untuk melihat sebuah kejadian. Dan Arga cukup penasaran apa yang membuat mereka sampai seperti ini dan nyaris membuatnya kecelakaan bersama sahabatnya.
Sudah agak lama disana, Arga kemudian masuk lagi duduk dikursinya yang nyaman, dan Zacky segera kembali menjalankan mobil dengan cukup pelan dan santai karena keadaan mulai ramai.
"Ada apa?" tanya Zacky saat Arga mulai sibuk dengan ponselnya.
"Seorang wanita gila mengamuk, dan ada gadis yang tengah menolong dan menenangkannya."
"Sangat jarang ada gadis baik seperti itu sekarang." Puji Zacky yang kali inu fokus pada jalanan yang ada.
"Dia hanya belum tahu bagaimana dunia sebenarnya. Yang kadang niat kita begitu baik, justru menjadi jalan untuk dimanfaatkan orang jahat disekitar kita. Dia belum tahu, Zack." bahas Arga yang kembali mengingat pengalaman pahitnya beberapa tahun ini, yang membuat Ia tak ingin terlalu memeprcayai orang lain lagi kali ini.
Hanya memang yang terpercaya yang masih ia gandeng dan dekat dengannya. Menyeseuaikan dengan seleksi alam yang sudah Ia alami dan Ia nikmati sendiri jauh dari kata sempurna seperti yang Ia sering bayangkan.
Baik itu tak selamanya dibalas baik. Justru kadang baik itu selalu diinjak dan dimanfaatkan, kemudian dibuang bak butiran debu yang tak berharga dimata mereka.
"Tapi ukuran kemalangan dan keberuntungan setiap manusia itu berbeda, Ga." jawab Zack. Tapi seketika diam saat arga memberikan tatapan nyalangnya pada sahabat sekaligus tangan kanannya itu.
Tanpa terasa mereka telah sampai di mansion. Sambutan dari beberapa maid menyapa mereka yang baru masuk dari pintu utama yang mulai dipenuhi beberapa accesoris pendukung untuk penyambutan.
Arga melihat foto ayah angkatnya yang terpajang besar diruang utama, langsung saja membungkukkan badan untuk memberi hormat padanya. Ia tak lupa meraih kepala Zacky untuk menunduk bersamanya saat itu meski Zacky masih amat canggung dan tak mengenali siapa yang ada difoto itu.
"Dia... Ayahku," ujar Arga, dan cukup tercengang Zacky mendengarnya. Ingin bertanya lagi, tapi Ia lupa jika Arga sudah pernah cerita sebelumnya.
"Tuan, mau makan siang dulu?" tanya Nia yang baru saja keluar dari dapurnya.
"Aku hanya ingin istirahat, dan jangan ganggu aku sama sekali." balas Arga. Nia hanya mengangguk, tapi Ia lupa jika Zacky masih berdiri didekatnya saat itu.
"Aku, tak kau tawari makan?"