NovelToon NovelToon
Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Dokter Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:409.8k
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Memang sakit rasanya, saat dulu kita sedekat Nadi, namun kini akhirnya harus sejauh Matahari, bahkan Matahari yang sudah tenggelam tergantikan dengan terangnya sinar Rembulan malam.

Sebagian orang bilang, sangat menyakitkan ketika menunggu seseorang, namun sebagian lagi bilang, menyakitkan itu ketika kita harus melupakan, tapi yang paling sakit sebenarnya adalah ketika kau tidak tahu, apakah harus menunggu atau melupakan.

"Niar... kamu tahu kan kalau seorang dokter itu paling ahli masalah suntik menyuntik, jika biasanya suntikan itu menyembuhkan penyakit pasien, tapi suntikan dariku, pasti akan menorehkan luka dalam hubungan kalian, cukup sekian dan terima kasih sudah menjadikan aku sang mantan, walau tidak kamu akui."

Walau pedih namun dokter Marvin harus bisa menerima kenyataan, bahwa dirinya tidak menjadi pilihan dari seorang Niar, dia tetap saja menerima lamaran dari Dito kekasih hatinya yang memang sudah berhubungan bertahun-tah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7.Pedih

...Happy Reading...

Apa yang paling tidak bisa dilupakan, terkadang merupakan hal yang tidak bisa dimiliki, bahkan semakin kuat kita mencoba untuk melupakan, semakin kuat pula kita mengenangnya dalam sebuah ingatan.

Namun Marvin dan juga Niar berusaha untuk berdamai dengan keadaan, walau kenyataan memang sangat sulit dan terlalu pedih.

"Sam!"

Marvin mengetuk kamar yang masih tertutup dengan rapat itu, namun tidak ada jawaban darinya, dan tidak terdengar adanya pergerakan dari dalam sana.

"Apa kita terlalu lama bicara didepan tadi dokter?" Niar pun ikut berjalan mendekat ke arah kamar itu, karena kamar pintu Yoyo sudah terbuka saat dia melewatinya tadi dan tidak ada orang juga didalamnya.

Dan Marvin tidak punya niatan sedikitpun untuk menjawab ucapan dari Niar, bahkan untuk menolehnya saja dia seolah sudah tidak sanggup, karena nanti malam sudah pasti bayangan wajah Niar akan kembali menghantui dirinya.

Hah, apa jangan-jangan aku terlambat, dan dia pingsan atau koma lagi?

Marvin kembali merasa bersalah, saat kepentingan pribadinya membuatnya lalai akan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter.

Dugh!

Brak!

"SAM, are you okay!" Marvin langsung saja menendang pintu kamar itu, takut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan Samuel.

Ceklek!

Pintu itu terbuka dengan mudahnya, karena memang tidak terkunci.

"Emh.. siapa sih yank, berisik banget itu!" Mata Samuel seolah sulit terbuka, dia malah semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Rinjani, bahkan menyembunyikan wajahnya diantara kedua bukit barisan terhangat sepanjang masa.

Dan Rinjani pun sama, dia baru saja memejamkan kedua matanya, dia terlalu lelah meladeni dua pria kesayangannya sedari tadi, sehingga dia pun tidak perduli dan memilih memeluk kembali suaminya, bahkan lebih menekankan kepala suaminya yang masih asyik disana, apalagi AC kamar itu sesejuk gunung es.

Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

"Haish... pasangan ini benar-benar menyebalkan, selalu saja membuat kadar gulaku meningkat karena emosi!" Umpat Marvin yang langsung melengos saat melihat pemandangan itu.

"Ya ampun, pemandangan ini tidak baik untuk Yoyo, dokter bisa bantu aku pindahkan Yoyo kedalam kamarnya?" Niar pun sama, antara pengen lihat namun malah malu sendiri jadinya.

Tapi Marvin kembali tidak menggubrisnya, dia memilih meletakkan tas miliknya diatas meja dengan kasar, agar pasangan suami istri itu bangun, walau dengan pandangan yang entah kemana-mana.

"Dokter?" Panggil Niar kembali, namun Marvin kembali tidak mau menolehnya.

Brak!

"Bangun kalian, apa kalian hanya ingin mengerjaiku?" Marvin sengaja memukul meja disamping tempat tidur mereka agar pasangan suami istri itu terbangun, namun saat itu malah Yoyo yang terbangun terlebih dulu dan diam termangu melihat keadaan sekeliling.

"Astaga, kamu sudah datang Vin?" Rinjani langsung tersentak dan memaksa membuka kedua matanya yang masih terasa berat.

"Sudah tau pake nanya, katanya Samuel kesakitan tadi, mana buktinya, dia malah asyik pegang-pegang disana." Umpat Marvin dengan kesal.

"Ya ampun Kak, hei... Bangun Kak, aish... tangannya ini memang nakal!" Rinjani ingin bangun, namun tangan Samuel malah semakin kuat mere mas dua aset berharga miliknya.

"Aih... bangun kamu Jani, ada Yoyo disampingmu, astaga kalian ini keterlaluan sekali!" Niar langsung mendekat dan menutup kedua mata Yoyo yang sudah terbuka disana.

"Apa sih Kak Niar, aku tadi sudah melihatnya kok!" Yoyo langsung mengibaskan tangan Niar.

"APA!" Niar langsung melotot karenanya.

"Kata Daddy, dulu Yoyo waktu kecil juga sering begitu sama my Mom, jadi sekarang gantian Daddy yang memilikinya dan aku tidak masalah, karena kata my Teacher kita harus saling berbagi dalam hidup ini." Jawab Yoyo yang langsung terduduk sambil mengucek kedua matanya, tanpa rasa penasaran atau rasa heran dengan kelakuan Daddynya.

"Aduh Gusti, orang tua macam apa ini, ayo Yo kita pindah ke kamar kamu ?" Niar hanya bisa mengusap dadaanya saat mendengar celotehan bocah ajaib itu.

"Pffftthh... Dia memang putra kebanggaanku!" Jawab Samuel dengan senyum yang merekah, dia tidak punya pilihan lain tadi selain memberikan alasan itu, karena saat Yoyo sempat terbangun tadi, Samuel sedang asyik mengenyot dua gunung milik istrinya, agar tidurnya bisa nyenyak seperti bayi.

"Kamu ini kak, nggak ada malunya deh." Rinjani langsung membenahi bajunya yang sedikit terbuka karena ulah suaminya.

"Bangun kamu, aku akan menyuntikkan obat untukmu!" Umpat Marvin yang semakin meradang.

"Aku sudah enakan Vin!" Samuel malas merasakan jarum suntik itu lagi, karena dulu hampir setiap hari dia merasakannya.

"Lalu kenapa kalian menyuruhku kemari, hah!" Teriak Marvin yang langsung berkacak pinggang,bertemu dengan Niar membuat suasana hatinya sangat buruk saat ini.

"Tadi kepalaku memang berdenyut, terasa pusing sekali, tapi setelah mendapatkan amunisi dari istriku dan tertidur, sekarang kepalaku sudah tidak berdenyut nyeri lagi." Jawab Samuel dengan jujur.

"Haish... apa kalian hanya ingin pamer denganku, kenapa sih kalian semua suka sekali pamer didepanku!" Ucap Marvin yang sebenarnya hanya ingin menyindir Niar disana.

"Jangan marah-marah uncle Marvin, nanti cepat tua, masak belum menikah sudah tua, kan kasihan nanti anaknya punya daddy sudah engkong-engkong!" Celoteh Yoyo yang langsung ditanggapi dengan gelak tawa dari mereka semua.

"Bahaha... dengerin tuh Vin, nggak boleh marah-marah tau!" Ledek Rinjani yang langsung mengacungkan jempol kearah putranya.

"Anak sama bapak nggak ada yang beres, cepat bangun Sam, aku akan memberikan suntikan obat denganmu!"

"Nggak perlu, aku sudah baikan kubilang!"

"Enak saja, aku sudah capek badan ditambah capek hati saat datang kesini, pokoknya aku akan tetap menyuntikmu!" Marvin langsung membuka tas obat miliknya.

"Aaaa... nggak mau aku, yank... Tolong aku, bilang dengannya aku sudah baikan!" Samuel bahkan bersembunyi dibalik tubuh istrinya.

"Marvin, bukannya kalau hanya nyeri biasa dikasih obat saja sudah cukup, kenapa harus disuntik?" Rinjani pun merasa heran karenanya.

"Entah... sakit tau nggak, kasih obat saja, nanti kalau pusing lagi aku bisa minum sendiri." Ucap Samuel kembali.

"Hatiku bahkan lebih sakit dari rasa suntikan ini, diam kamu disana! dan aku akan tetap menyuntikmu!" Marvin langsung mengeluarkan jarum suntiknya dan mengisinya dengan vitamin, jadi tidak masalah karena sebenarnya dia hanya ingin melampiaskan rasa kesalnya terhadap Niar disana.

"Sayang, gimana ini?"

"Dokter, apa tidak apa-apa, nanti kalau kebanyakan dosis jadi ketergantungan gimana?" Rinjani semakin heran, tapi dia percaya dengan Marvin yang tidak akan pernah mencelakai suaminya.

"Bodo amat, kalian kan yang memanggilku kesini, jadi menurutlah kau Sam!" Marvin bahkan menarik paksa lengan Samuel.

"Marvin, aku potong gaji dan bonus untukmu nanti!" Teriak Samuel seketika.

"Aku tidak perduli!" Umpat Marvin dengan tingkah masa bodoh.

"Tapi Sam!"

Nyus!

"Aw... Dasar Dokter sinting!"

Marvin benar-benar memaksa menyuntikkan vitamin itu kepada Samuel, karena sebenarnya tidak ada efek berbahaya dan juga bisa untuk menjaga daya tahan tubuh Samuel, walau sebenarnya vitamin yang hanya diminum saja juga ada.

Namun dengan bertemunya Marvin dengan Niar tadi, membuat suasana hatinya begitu buruk, bahkan harus kembali terluka saat melihat wajahnya.

Kamu pikir hanya kamu saja yang terluka, aku pun sama Dokter, tapi mungkin Takdir memang tidak menginginkan kita untuk bersama dalam sebuah mahligai cinta, jadi kita terima saja kenyataan yang ada, maafkan aku dokter Marvin, maaf...

Akhirnya Niar memilih menggendong Yoyo keluar dari kamar itu, walau harus dengan susah payah, karena tubuh Yoyo sudah semakin besar dan berat.

To be Continue...

1
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Rustan Sarny Apul Sinaga
aku wong mbatak thor
masih anak aayam aja dah digoreng, sudah menetas dimasukkan kurungan, eh udah besar dipotong

jadi jgn terlalu ngeluh sama hidupmu
penderitaanmu gak ada apa²nya sana deritanya ayam
Rustan Sarny Apul Sinaga
nasib thor bukan nasip, cobaa buka kamus...he he he
As3
suka
Abimanyu Rara Mpuzz
seaat🤣🤣🤣
Abimanyu Rara Mpuzz
gak mau rugi🤣
Irni Yusnita
👍
Sugianto
selalu suka karyamu
pdm
a
pdm
aku suka karya thor. dan maaf di karya ini aku sengaja nunggu end dl baru baca, biar maraton bacanya dan ga bosan nunggu up nya lg
Noeyfen Chabhy
Alhamdulillah aku nunggu2 eh tau tau udah beres aja ni kisah Niar sama Marvin makasih Thor
Sugianto
karma terbalas dengan cara yg berbeda..suka kalimatnya
Rita Prastuti
👍👍..kasih jempol dua..
cerita Nya bagus thor
Juli_etz
aduh mommy...kok ya...gimana ya..

sdh mengiris kalbu rasane....
Diank
Otw meluncurrrt 👌
alexa
gassssasss
ria sufi
aduh blm baca udh ngeri2 sedap
jova jovi
gaskeuuun👍👍...paporiiittt pokoke
Anik Trisubekti
oteweh sat set langsung favorit😍
Yuen
Keluarga aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!