Hanania terpaksa harus menjalani pernikahan tanpa cinta dengan Jerry bagaskara, anak dari Wibowo Bagaskara.
Karena Hanania ingin membawa kasus ini ke polisi, Jerry memutuskan untuk menikahi Hanania meskipun dengan sangat-sangat terpaksa karena ia tidak mau mendekam di penjara.
Tak lama setelah kejadian itu, Hanania pun hamil darah dagingnya.
Namun, masalah tak berhenti disitu saja, setiap hari, Hanania harus menghadapi sikap Jerry yang setiap hari juga membuatnya terluka, hingga suatu hari, Hanania memilih untuk menyerah dan menuntut cerai Jerry di saat laki-laki tampan itu sudah mulai mencintai istrinya.
Bagaimana nasib rumah tangga mereka? Apakah mereka akan lanjut dengan hidup bahagia, atau malah berakhir dengan perp
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyonya_Doremi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Pertanyaan yang pintar. Hana, kita langsung saja. Saya minta maaf atas kejadian semalam. Saya tau, saya salah, dan karena kesalahan saya itu, kamu telah kehilangan kesucian mu sebagai seorang wanita. Maka dari itu, saya Jerry Bagaskara Wibowo, akan menikahi mu dalam waktu dekat ini. Apa kamu bersedia?" tanya Jerry seketika membuat air mata Hanania mengalir.
***
Dalam hati, Jerry mengira jika Hanania menangis karena haru. Ia juga mengira jika Hanania menangis karena senang bisa dinikahi oleh pria kaya sepertinya.
"Apa? Bapak akan menikahi saya? Saya nggak mau. Bapak pikir dengan uang yang bapak miliki bisa membeli saya? Jangan harap ya pak. Saya, Hanania Putri Cantika akan membawa kasus ini ke meja hijau. Jadi, siap-siap saja," ucap Hanania seketika membuat Jerry termenung. Baru kali ini ada wanita yang menolak untuk menjalin hubungan dengan dirinya. Bahkan, wanita sekelas Hanania. Wanita yang memiliki ekonomi biasa-biasa saja.
"Tapi Hana, kamu itu sudah tidak perawan lagi. Laki-laki mana yang akan mau menjadi suami mu jika bukan aku. Dan lagi pula, bagaimana jika kamu hamil nantinya? Sudahlah Hana, saya ini hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Kamu tau, saya ini banyak uang. Saya bisa saja membayar polisi-polisi itu untuk meredam kasus ini. Tapi saya tidak mau melakukannya karena saya juga nggak mau menyakiti kamu," ucap Jerry semakin membuat Hanania emosi.
"Hhhhhh, lalu, bapak pikir saya takut? Gitu? Nggak pak. Saya sama sekali nggak takut. Biarlah jika nanti saya hamil, toh semua orang nanti pasti tau jika saya hamil anak dari laki-laki bajingan kaya kayak bapak ini. Maaf, saya permisi dulu," ucap Hanania masih saja menolak untuk menikah dengan Jerry.
"Hana tunggu, saya belum selesai bicara," panggil Jerry namun tak di acuhkan oleh Hanania.
"Kurang ajar. Dia tidak tau tengah berurusan dengan siapa. Lihat saja, gue pasti akan dapatin lo Hana," gumam Jerry mengepalkan tangannya.
"Sudah, sabar. Gue akan bantu lo buat bujuk si Hana. Lo tenang aja ya," ucap Tomas menenangkan sahabatnya itu.
"Ok, gue tunggu kabar baik dari lo," balas Jerry menghela nafasnya kasar.
Di saat yang bersamaan, Celine pun datang ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Jerry yang sedang panik dan stres, semakin di buat stres oleh rengekan Celine yang minta segera di nikahi oleh dirinya.
"Celine, mending sekarang kamu pulang. Aku lagi pusing dan banyak pekerjaan," usir Jerry namun tak membuat wanita cantik berkulit putih itu menyerah.
"Aku nggak mau pergi sebelum kamu bilang kamu akan nikahin aku. Sayang, apa susahnya sih untuk kamu nikahin aku? Kamu itu kaya, duit mu banyak, kamu tinggal suruh saja orang buat siapin semua keperluan nikah kita. Gampang kan?" celoteh Celine membuat Jerry semakin sakit kepala.
"Nggak segampang itu Celine. Aku tidak bisa menikah dengan mu. Aku sudah memiliki calon istri, dan kami akan menikah sebentar lagi. Jadi aku harap sama kamu, jangan ganggu aku lagi," ucap Jerry seketika membuat Celine berteriak shock.
"What? Kamu bilang apa? Kamu akan menikah? No.. No Jerr. Kamu nggak boleh nikah dengan wanita lain selain aku. Kamu nggak bisa ninggalin kau begitu saja," protes Celine nampak seperti orang gila.
"Loh? Kenapa? Bukankah kita tidak memiliki hubungan apa-apa selama ini?" ucap Jerry seenaknya.
"Apa? Nggak ada hubungan apa-apa kamu bilang? Lalu selama ini kamu anggap aku apa Jerr? Aku sudah menyerahkan semuanya sama kamu Jerry. Kamu nggak bisa meninggalkan ku begitu saja," ucap wanita cantik itu lagi.
"Sudah Celine stop. Kamu jangan banyak bicara lagi. Selama ini kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Sekarang mending kamu pergi, atau aku akan panggil satpam buat ngusir kamu," balas Jerry yang benar-benar di buat muak.
"Nggak. Aku nggak akan pergi. Apa pun yang akan terjadi, aku nggak akan pergi. Aku akan tetap disini sampai kamu bersedia untuk menikahi ku," jawab Celine tetap kukuh.
Akhirnya, mau tak mau, Jerry pun meminta Tomas yang sedari tadi hanya diam untuk menghubungi satpam. Dan dalam hitungan menit, dua orang satpam pun sudah berada di ruangan Jerry.
"Celine, kamu mau keluar sendiri, atau di seret sama satpam-satpam ini," tanya Jerry untuk yang terakhir kalinya.
"Aku nggak mau dua-duanya. Aku nggak akan keluar dari sini sebelum kamu mau nikahin aku," jawab Celine masih tetap kukuh.
"Pak, seret wanita ini keluar dan tolong pastikan dia tidak akan menginjakkan kakinya di kantor ini lagi," perintah Jerry yang langsung di laksanakan oleh kedua satpam itu.
"Nggak.. Nggak.. Jangan sentuh gue. Sayang, kamu nggak bisa seperti ini. Kamu nggak bisa usir-usir aku seperti ini," teriak Celine yang terus memberontak saat di seret oleh kedua satpam tersebut.
"Jerr, itu baru Celine yang ngamuk. Gimana dengan wanita-wanita lo yang lainnya?" ucap Tomas semakin membuat Jerry sakit kepala memikirkannya.
.
.
"Han, lo liat nggak tadi kalo pacarnya pak Jerry ngamuk-ngamuk saat di seret satpam keluar dari ruangannya pak Jerry?" tanya Stella membuat Hana langsung menghentikan pekerjaannya.
"Pacarnya pak Jerry? Siapa?" tanya Hana penasaran.
"Gue juga nggak tau sih Han. Tapi tadi gue sempat denger kalo wanita itu bilang jika ia tak terima jika pak Jerry akan menikah dengan wanita lain," jelas Stella membuat Hana terkejut.
"Pak Jerry akan menikah? Dengan siapa?" tanya Hana lagi.
"Ya gue nggak tau. Oh ya Han, tadi lo ngapain di panggil ke ruangannya pak Jerry? Apa kalian membahas masalah malam itu?" tanya Stella penasaran..
"Hhhhh, iya, lo benar. Dia manggil gue buat selesain masalah malam itu. Pak Jerry udah minta maaf sama gue, dan dia bilang, dia mau nikahin gue sebagai rasa tanggung jawab nya," jawab Hanania membuat Stella shock dan juga tidak menyangka jika sahabatnya itu akan dinikahi oleh anak dari seorang pemilik perusahaan tempat ia bekerja.
"Pak Jerry mau nikahin lo? terus.. Terus lo jawab apa? Lo mau nikah dengan pak Jerry?" tanya Stella semakin penasaran.
"Nggak," jawab Hana singkat sembari menggelengkan kepalanya.
"Loh, kok nggak sih Han? Kan sayang banget. Pak Jerry itu tampan dan juga kaya loh Han. Alasan lo apa nolak lamarannya?" tanya Stella yang sangat menyayangkan jawaban sahabatnya itu.
"Karena gue nggak cinta sama pak Jerry. Lagi pula pak Jerry itu kan terkena ceweknya banyak. Selain itu, dia juga suka mabuk-mabukan. Pokoknya nggak banget lah," jawab Hanania membuat Stella hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Aduh Han, lo bodoh banget sih. Siapa tau aja, setelah menikah nanti pak Jerry jadi berubah. Sayang duit sama ketampanannya tau Han," ucap Stella lagi.