"Qay,, kenapa kamu melakukan ini semua padaku,, apa kamu telah melupakan kenangan indah kita selama ini?"
"Lalu,, apakah kamu tidak berfikir,,, apa yang membuatku seperti ini? bukankah setiap perubahan selalu ada sebabnya?"
Djani dan Qaynaya adalah sepasang kekasih yang telah berpacaran selama 5 tahun, karena kesibukan masing-masing, sepertinya mereka mulai bersikap cuek terhadap pasangan mereka sendiri.
Saat hubungan mereka kembali membaik, masalah baru muncul lagi karena Qaynaya dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Doni, yang merupakan sahabat Djani.
Setelah pernikahan Doni dan Qaynaya, apa yang akan dilakukan oleh Djani? apakah dia akan merebut Qaynaya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebencian
Djani dan Qaynaya keluar dari dalam kamar, Reina terlihat masih duduk disofa, sementara Arya sedang membuat makan malam untuk Reina.
"Apa kalian nanti akan tidur disini juga?" tanya Reina basa-basi tapi juga dia sangat penasaran.
"Tidak, selama kamu disini, aku akan tinggal di apartemen kekasihku, jadi kamu bisa lebih leluasa tinggal disini untuk sementara" Djani dan Qaynaya lalu keluar dari sana dan menuju ke apartemen Qaynaya.
"Kurang ajar, aku harus membuat rencana baru" batin Reina melihat kepergian sepasang kekasih itu.
Qaynaya bersiap, untung saja sakit kepalanya sudah menghilang, dia berpakaian sangat cantik untuk kembali menjadi bridesmaids di acara resepsi Rani nanti.
Djani dan Qaynaya berangkat, mereka datang tepat waktu, Djani mencari tempat duduk karena Qaynaya langsung menemui para sahabatnya, mereka lalu berfoto bersama.
"Qay, aku melihat mu datang bersamanya, apa kalian sudah berbaikan?" tanya Serli.
"Iya" jawab Qaynaya singkat, dia sebenarnya masih kesal karena Reina masih berada di apartemen kekasihnya tetapi dia tidak bisa berbuat banyak.
Acara pernikahan Rani berjalan dengan lancar, Qaynaya sengaja tidak mengikuti acara pelemparan buket bunga, dia memang belum ingin menikah, dia merasa belum siap untuk itu.
Qaynaya lalu berniat mendekati Djani tetapi dia dikagetkan dengan kedatangan Doni yang tiba-tiba menyapanya.
"Hay Qay, kamu cantik sekali, apa sakit kepala mu sudah sembuh?"
"Sudah, terimakasih"
"Kamu sepertinya sangat terburu-buru, apa kamu mau menemui seseorang?" sepertinya Doni terlambat datang ke acara itu dan tidak mengetahui keberadaan Djani.
"Sayang, apa yang membuatmu begitu lama? aku sudah kelaparan" Djani datang mendekati Qaynaya, dia kaget melihat rekan kerjanya ada ditempat itu juga.
"Doni? kenapa kamu disini?"
"Aku adalah sahabat dari pengantin pria" jawab Doni yang sepertinya juga tidak kalah kaget melihat keberadaan Djani.
Qaynaya dan Djani lalu berbasa-basi mengajak Doni untuk duduk dan makan bersama, tetapi tentu saja Doni menolaknya, dia cukup sadar diri untuk tidak mengganggu pasangan itu.
"Apa yang terjadi? aku pikir mereka pasti putus karena masalah Reina, tetapi kenapa?" batin Doni heran.
Doni adalah orang yang memotret momen saat Reina dan Djani diparkiran, dia bekerja sama dengan Reina untuk melakukan itu, jadi dia sangat tau persis tentang foto-foto yang dilihat oleh Qaynaya, karena dia sendiri yang bahkan mengantarkan nya juga.
Doni tidak mengerti apa yang terjadi lalu sedikit menjauh dari tempat itu untuk menghubungi Reina, karena Reina belum memberinya kabar tentang situasi selanjutnya.
"Apa yang terjadi? kenapa mereka masih baik-baik saja, lalu kamu sekarang dimana? kenapa tidak memberiku kabar" tanya Doni pada Reina di sambungan telepon.
"Aku juga tidak tau kenapa menjadi seperti ini, wanita jalan* itu sepertinya sangat mencintai Djani, jadi apapun yang terjadi sepertinya dia tidak akan melepaskan Djani"
"Jaga bicaramu, yang jalan* itu kamu sendiri" ujar Doni kesal lalu mematikan telepon nya, Doni kesal karena rencananya tidak berhasil.
Flashback
Djani memperhatikan Qaynaya yang sedang duduk di taman kampus nya, Qaynaya adalah mahasiswi pindahan, paras nya yang cantik membuatnya jadi idola baru di kampusnya, tetapi sepertinya Qaynaya adalah orang yang pemalu dan pendiam.
Qaynaya didatangi tiga mahasiswi karena mereka akan melakukan tugas bersama, mereka berempat itulah yang akan menjadi para sahabat Qaynaya.
"Lihat apa bro? biasanya kamu tidak tertarik pada apapun dan hanya terus belajar" tanya Doni yang datang tiba-tiba.
Djani tidak menjawab apapun, dia lalu segera menuju ke lapangan karena dari tadi dia menunggu kedatangan Doni, mereka akan bermain basket, lapangan dan taman kampus letaknya tidak terlalu jauh, saat Qaynaya akan pergi, dia harus melewati lapangan basket.
"Hati-hati!" teriak semua orang yang ada di lapangan itu, karena Qaynaya tidak memperhatikan, dia hampir saja terkena bola basket, tetapi tanpa diduga, Qaynaya bisa menangkap bola basket itu.
Sorak-sorai terdengar karena mereka tidak menyangka, Qaynaya yang terlihat gemulai dengan paras cantiknya bisa dengan lincah menangkap bola itu, lalu langsung melemparkan kembali pada Doni yang berdiri paling dekat dengan posisinya.
Sepertinya Doni terpesona dengan Qaynaya karena dia terus memandangi wajah Qaynaya, bahkan saat Qaynaya pergi dan hanya terlihat bayangannya, Doni masih terus melihat kearahnya, karena lamunan Doni, membuat teman-teman nya tidak sabaran, begitu juga dengan Djani yang langsung merebut bola basket yang dipegang oleh Doni.
Djani dari tadi juga memperhatikan Qaynaya, tetapi dia di kagetnya dengan ekspresi wajah Doni, sepertinya Djani sadar kalau Doni juga menyukai Qaynaya, Djani menjadi kesal dan cemburu.
"Apa yang tadi itu mahasiswi baru?" tanya Doni pada teman-temannya.
"Iya, dia satu jurusan dengan Djani" jawab salah satu temannya.
"Aku menyukainya, dan aku akan menyatakannya" ujar Djani saat Doni mendekatinya, Djani sadar kalau Doni pasti akan menanyakan tentang Qaynaya, jadi dari awal Djani mengatakan yang sesungguhnya.
Djani juga tidak mengerti dengan perasaan nya sendiri yang begitu sangat terpesona dan menyukai Qaynaya, padahal selama ini, banyak wanita terutama mahasiswi di kampus mereka yang menyatakan cinta padanya, tetapi semua ditolaknya, padahal para mahasiswi itu juga cantik-cantik.
Doni terlihat sangat kecewa, karena dia sadar, lawannya sangat tangguh, Doni sadar kalau tidak mungkin bisa bersaing dengan Djani.
Flashback End
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Doni kembali ke acara resepsi pernikahan Rani, dia melihat kearah Qaynaya dan Djani yang terlihat sedang makan bersama, sesekali Djani terlihat menyuapi Qaynaya.
"Lihat saja Djani, kamu telah merebut wanita yang aku sukai, lalu kamu juga merebut duluan posisi di perusahaan yang aku idamkan, aku tidak akan tinggal diam, cepat atau lambat, Qaynaya dan jabatanmu akan aku rebut" gumam Doni dan terus melihat kearah Djani dengan tatapan penuh kebencian.