pernikahan yang tidak didasari sama-sama mencintai akan lah sulit untuk kita.
begitu pun dengan Myranda, awalnya dia sangat bahagia menikah dengan lelaki cinta pertama nya, Namun Afandy tidak pernah mencintai nya. pernikahan mereka terjadi karena perjodohan kedua orangtua mereka. akankah Afandy membuka hatinya untuk myranda??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 7
setelah beberapa teman Mira berkenalan, kini giliran Mira, namun Andrew menyadari bahwa Mira adalah gadis yang menabrak nya semalam.
" kamu????"kata Andrew dan kedua teman nya bingung.
" kenapa dengan ku kak?" kata Mira kebingungan karena memang dia tidak menyadari Andrew yang dia tabrak semalam
" hahahaha... kamu pandai banget yah bersandiwara, harusnya jangan masuk ke jurusan kedokteran, cocok nya jadi artis" kata Andrew
" ada apa kak, memang nya apa salahku" kata Mira
" kamu lupa atau pura-pura lupa? kamu kan yang menabrak ku semalam di bandara, akhirnya aku ketemu kamu juga" kata Andrew
seketika Mira mengingat nya,
" maaf kak,,, aku benar-benar tidak sengaja" kata Mira
" lalu kenapa kamu pergi begitu saja?? kamu tahu akibat ulah mu?? kamu merusak kameraku" kata Andrew
" maaf kak aku benar-benar buru-buru semalam,,, aku akan menggantinya" kata Mira
" bukan soal menggantinya, memori card nya juga hilang, di sana begitu banyak foto yang penting. apa kamu bisa menggantinya?" kata Andrew
" maafkan aku kak" kata Mira
" aku akan memaafkan mu, jika kamu memberikan memory card itu padaku" kata Andrew
" tapi bagaimana caranya kak!" kata Mira
" itu bukan urusanku, kamu cari tahu sendiri bagaimana caranya dan aku tidak akan melepaskan mu" kata Andrew
Mira hanya terdiam dan tidak menjawab Andre lagi. setelah semuanya berkenalan ketiga senior tersebut membawa grup Mira untuk berkeliling kampus.
begitu banyak arahan dan bimbingan dari senior kepada para maba di UI.
dan beberapa tugas yang harus dikerjakan yang diberikan oleh senior mereka masing-masing.
" ok. kami akan memberikan kan kalian tugas tambahan, kalian harus meminta tanda tangan senior kalian sesuai jurusan kalian dan semuanya masing-masing lawan jenis minimal 20 per orang." kata Varel
" dan waktunya satu jam dimulai dari sekarang, jika tidak berhasil kalian harus dihukum " kata Bryan.
seketika semua maba berlari mencari senior yang satu jurusan dengan mereka, dan pastinya mereka harus lebih banyak bertanya.
Mira kebingungan, dia mencoba bertanya ke senior yang lainnya, namun banyak yang mempermainkan Mira, akibat itu waktu Mira terbuang sangat banyak.
kini sudah tinggal 15 menit lagi, Mira masih mendapat 12 tanda tangan, dan dia harus mencari 8 tanda tangan lagi.
dia mencoba bertanya ke senior yang lainnya,
" hai kak.... apa kakak dari jurusan kedokteran?" kata Mira ke senior pria yang ada di kantin
" iya,,, ada apa?" kata pria tersebut
" bisakah aku minta tanda tangan kakak" kata Mira
" bisa tapi kamu harus tinggalkan nomor HP kamu dulu" kata pria tersebut
akhirnya Mira memberikan nomor telepon nya kepada pria itu.
" ini nomor telepon saya kak" kata Mira
pria tersebut menerimanya Dan tersenyum.
" maaf,,,, aku bukan dari jurusan kedokteran, aku dari jurusan Teknik" kata pria tersebut sambil tersenyum
seketika Mira sangat emosi dan kesal, namun dia tidak berani berbuat apa-apa. dia langsung pergi meninggalkan pria tersebut dan sementara waktunya tinggal 10 menit lagi.
Mira pergi berlari kesebuah keruangan , dia melihat lumayan banyak di sana kakak senior.
" hai cantik,,,," sapa beberapa apa orang yang ada di ruangan tersebut
" hai kak apakah kalian dari jurusan kedokteran?" kata Mira
" kalau memang iya kenapa ? kalau memang tidak kenapa?" kata senior tersebut
" aku harus meminta tanda tangan kalian kak" kata Mira
" kami akan memberikanmu tanda tangan, sebanyak berapa yang kamu mau" kata seseorang laki-laki di ruangan tersebut
" apakah kakak dari jurusan kedokteran?" kata Mira
" kamu harus bernyanyi dulu baru kami memberitahu mu?" kata senior tersebut
Tapi seru kok cerita y. Makasih da menyuguhkan cerita ini jak author