NovelToon NovelToon
Pregnant After Divorce

Pregnant After Divorce

Status: tamat
Genre:Romansa / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:413k
Nilai: 4.3
Nama Author: La-Rayya

Tepat di usia pernikahan yang ke lima, diceraikan oleh suami yang selama ini dicintainya hanya karena tidak bisa hamil. Namun dia tiba-tiba hamil setelah perceraian itu datang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Kau Berselingkuh Dariku Putri?

Mas Al membawaku masuk ke lobi hotel yang interiornya tampak begitu mewah itu. Tanpa menunggu tindakan Mas Al, aku langsung berjalan lurus ke arah meja depan dan bertanya kepada resepsionis untuk menyewa sebuah kamar untuk satu malam saja. Setelah itu, dia tampak melihat aku dari kepala sampai ke kaki. Dia menunjukkan senyuman sinis kepadaku seolah dia tengah mengejek ku.

"Semua kamar sudah penuh. Jadi kami tidak menerima tamu baru lagi." Ucap resepsionis itu.

Aku menelan ludah dalam merasa terluka karena perlakuan tidak menyenangkan dari resepsionis itu yang membuatku tadinya berharap bahwa sikapnya sama cantiknya dengan paras yang dimilikinya.

"Terimakasih." Ucap ku dan berbalik hendak pergi.

Tapi belum sempat aku pergi Mas Al memegang lengan ku dengan genggaman yang begitu erat. Aku yang terkejut langsung menatap kearah wajah Mas Al yang tampak begitu marah. Aku tidak pernah melihat dia semarah ini sebelumnya. Dia sama sekali tidak menatap aku. Tapi, tatapannya itu tertuju kepada resepsionis yang tampak diam itu setelah melihat Mas Al.

"Profesionalitas mu dalam bekerja dengan menghadapi para tamu membuat aku merasa jijik. Aku sangat tidak mentoleransi pegawai dengan sikap yang sangat jahat sepertimu. Dengarkan aku dengan baik sekarang, bahwa besok aku tidak mau melihat wajahmu lagi." Ucap Mas Al pada resepsionis cantik itu.

Kata-kata yang diucapkan Mas Al seperti sebuah pedang tajam yang langsung menusuk ke jantung seseorang. Resepsionis itu tampak gemetar. Wajahnya menunjukkan bahwa ia begitu ketakutan. Dia berpikir bahwa dia sudah melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk bisa menahan dirinya agar tetap kuat. Tapi dia malah menangis dengan air mata yang mulai jatuh ke pipinya.

Aku merasa kasihan kepadanya. Mas Al terlalu kejam. Dia seharusnya tidak perlu memecat resepsionis itu. Dia bisa memberikan hukuman kepada resepsionis itu setidaknya dengan tidak masuk kerja selama satu minggu sebagai hukuman untuknya karena sudah tidak berperilaku dengan baik kepada tamu.

Mas Al lalu menarik tanganku sebelum aku bisa bereaksi apapun. Aku hendak melawannya, tapi aku memutuskan untuk menyimpan tenaga yang aku miliki untuk tujuan yang lainnya nanti. Aku mengikuti dirinya seperti istri yang patuh karena aku tidak mau berargumen lebih jauh dengannya.

Mas Al juga menenteng sebuah tas ransel ku yang begitu berat di pundaknya dan melepaskan tanganku saat pintu lift tertutup. Pikiran bahwa hannya ada kami berdua di dalam lift ini, membuatku langsung merasa tidak nyaman. Aku lantas memunggungi Mas Al saat aku mengusap lenganku yang terasa sakit karena genggamannya tadi yang terlalu erat.

"Aku minta maaf." Ucap Mas Al yang meminta maaf padaku.

Sementara aku berpura-pura untuk tidak mendengarnya.

Aku tahu benar, bahwa Mas Al tengah menatapku dari belakang dan hal itu membuatku semakin merasa tidak nyaman.

Pintu lift akhirnya terbuka menampilkan sebuah lorong dengan dinding berwarna keemasan yang begitu indah. Lampu-lampu bergantung disepanjang lorong yang membuat bibirku terasa menganga melihat pemandangan dari interior lorong tempat itu yang tampak persis seperti sebuah istana.

Saat kami berjalan keluar dari dalam lift, kami berpapasan dengan beberapa staf hotel yang tengah melakukan pekerjaan mereka masing-masing.

Aku pun menyadari bagaimana takutnya para staf hotel itu saat melihat Mas Al berjalan melewati lorong itu. Tatapan mata Mas Al yang tajam sudah cukup untuk membuat mereka semua tampak gemetar ketakutan karena tatapannya yang begitu tajam, tatapan yang mematikan.

Para staf hotel itu itu tampak terus menyapa Mas Al, tapi Mas Al sedikitpun tidak berniat untuk membalas sapaan mereka. Mas All terus saja terdiam sampai kami akhirnya tiba di sebuah depan pintu sebuah kamar.

Mas Al mengeluarkan sebuah kunci berupa kartu dari dalam saku celananya dan kemudian menaruh kartu itu di pintu. Tak lama setelah itu, pintu itu pun terbuka. Mas Al lantas masuk kedalam pintu itu dan aku mengikutinya dari belakang.

Kakiku langsung terasa menghangat saat merasakan karpet yang begitu lembut yang menyambut langkah kami masuk ke dalam kamar itu. Interior kamar itu membuatku begitu kagum.

Aku begitu sibuk mengagumi sekeliling ku dengan terus menatap seisi kamar itu sehingga aku tidak menyadari bahwa Mas Al berhenti berjalan dan membuat kepalaku menabrak dengan keras ke arah otot dadanya.

"Hati-hati...." Ucap Mas Al dan memegang lengan ku erat untuk membuat aku tetap bisa berdiri seimbang.

Sentuhan Mas Al membuat kulitku terasa panas dan aku merasa begitu terkejut. Aku lantas dengan cepat melangkah mundur ke belakang.

Mas Al dapat melihat ketakutan di wajahku dan dia juga bisa merasakan hal itu. Tatapannya yang tajam seolah langsung menghujam jantungku.

"Putri, apakah kau takut kepadaku?" Tanya Mas Al dengan suara yang sedikit berbisik yang membuatku menarik napas perlahan.

"Tidak." Balas ku berbohong padanya.

Mas Al mengambil langkah mendekat kepadaku membuat aku semakin melangkah mundur sampai akhirnya punggungku menyentuh dinding kamar itu dan membuatku tidak punya cara lain untuk bisa kabur darinya.

Aku mendorong Mas Al, tapi kekuatanku begitu lemah dibandingkan dengan seorang pria yang kuat seperti dirinya. Mas Al lalu memegang jemari ku seperti seorang tawanan dan memutarnya diatas kepalaku.

"Tolong lepaskan aku Mas." Ucap ku dengan suara yang sedikit bergetar karena rasa takut terhadapnya.

"Tidak... Belum saatnya aku melepas mu Putri." Ucap Mas Al yang membenamkan hidungnya di leher ku, yang membuat aku semakin gemetar. "Aku tidak akan melepaskan mu kecuali kau menjawab pertanyaan ku dengan benar."

Sebuah teriakan hampir keluar dari tenggorokanku saat Mas Al menggigit leher ku dan menciumnya dengan begitu intens.

"Tolong jangan lakukan ini Mas." Ucapku.

Aku berusaha melepaskan diriku. Semua ini terasa mulai memanas. Aku menutup mataku, berusaha menolak gejolak hasrat yang ada di dalam diriku yang ingin melingkar kan lengan ku lehernya. Dulu, aku memang sangat menyukai saat Mal Al mencumbu ku seperti ini, tapi sejak dia mau menceraikan aku, dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana dia bercumbu dengan sekretarisnya itu, membuat aku merasa jijik saat dia menyentuhku seperti ini.

Aku hanya bisa berharap semua ini segera berakhir saat Mas Al semakin mencium leher ku dan menggigit nya dengan keras.

"Hentikan ini Mas." Ucap ku seraya mendorong Mas Al dengan sangat kuat menggunakan sisa tenaga yang aku punya.

Tapi semua usahaku sangat sia-sia untuk melawan pria sekuat dirinya.

Jemari Mas Al lalu memegang daguku dengan sangat keras, membuatku merasa kesakitan. Dia membuat wajahku melihat ke atas dan memaksa aku menatap kearah dirinya. Tampak jelas matanya yang terlihat begitu menghitam dan penuh ancaman dan sejujurnya, aku tidak pernah melihat Mas Al yang begitu berbahaya seperti ini sebelumnya.

"Kenapa kau berselingkuh dariku Putri?"

Bersambung....

1
guntur 1609
trims Thor aku tgu karya lainya
La-Rayya: Baca yuk karya terbaru aku, judulnya AKHIR DARI SEBUAH PERNIKAHAN 😊🙏🏻
total 1 replies
guntur 1609
kok erlanh bukanya evan
guntur 1609
Alden mksdnya
guntur 1609
mngkn tu kembaran Alexandria kali
guntur 1609
brti alex sdh tahu tentang pernikahan putri
guntur 1609
brti evan adiknya putri mantan si elsa
guntur 1609
ternyata putri anak orang kaya
guntur 1609
putri yg bodoh. laku2 sprti al kok mesti dipertahankan. macam gak ada harga dirimu saja
cheng phong
ceritanya terlalu ribet
Mrs. Labil
maaf thor, keknya perumpamaan mu berlebihan deh, stidaknya jgn tertampan di dunia deh, tertampan di dalam sbuah negara aja bacanya udah gmn gitu, jadi berasa banget halunya 🤭, maaf ya, ini pendapatku sj sihh 🙏
Firgi Septia
jadi perempuan terlalu bodoh makanya suaminya bisa selingkuh
Winarno Suzhi
kenapa ya ada wanita yg dengan mudah memaafkan suaminya ketika berselingkuh..jelas2 berselingkuh tetep aja masih cinta...cinta itu buta.
Winarno Suzhi
aq kog lama2 bingung ya membacanya..
Rosijanah Ros
suka dengan ceritanya thor
Nok Denok
cerita bagus pun kalau memang monolog trs jd ga arek bacanya
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Vivin Yulistian Pradesti
suka ka cerita nya menarik
Elija Yulianingsih
kisah yang manis ditunggu kisah yang lain thor
Soraya: mksh y thor karyanya👍
total 1 replies
eiyta💞
sebegitu mudahnya😭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!