Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Pertemuan Adapula Perpisahan
Penerbangan yang hebat dan berkesan.
Aku pernah mengajak Denis untuk ikut penerbangan saat libur, tapi ia sibuk dengan keluarga dan anak-anak nya. "
Ayah Imah mengangguk, ia merasa sangat terkesan.
Zack dan pak Surya berbincang hangat, mereka membicarakan tentang apapun.
Cerita politik ataupun masalah bisnis.
Saat ibu Imah datang dan bergabung bersama mereka, pak Surya memperkenalkan ibu Dira, istrinya kepada zack.
Zack terlihat sangat pemalu tetapi tetap bersikap sopan..
Ibu Dira berkata, bahwa malam telah larut, dan ia mengajak suami serta anaknya untuk pulang.
Akhirnya, merekapun bersiap untuk pulang.
Tanpa ragu, sambil berjalan menuju pintu pak Surya memberikan kartu namanya pada Zack.
" Telponlah kami jika kau sedang berada di Jakarta. " kata pak Surya ramah.
Zack mengucapkan terima kasih pada pak Surya.
" Kami akan mempertimbangkan untuk menerima tawaran mu, atau setidaknya aku akan ikut bersamamu. "
Sambil mengatakan hal itu, pak Surya mengedipkan sebelah matanya pada Zack, dan hanya bisa tertawa, sementara Imah hanya tersenyum melihat interaksi ayahnya dan Zack.
Imah merasa jika ayahnya sangat cocok dan sangat menyukai Zack.
Saat tiba di pintu, Zack dan pak Surya saling berjabat tangan.
" Terima kasih atas waktu bapak yang berharga, juga obrolan-obrolan kita yang penuh makna.
Semoga, kita bisa berjumpa dan menghabiskan waktu bersama lagi. " kata Zack pada pak Surya.
" Saya akan dengan senang hati dan berterima kasih bila suatu hari kau berkenan untuk mampir ke kediaman kami, dan kita akan melanjutkan obrolan kita! " sahut pak Surya ramah dan penuh semangat.
Setelah berjabat tangan dengan pak Surya, Zack pun berjabat tangan dengan bu Dira.
" Terima kasih bu, sudah berkenan untuk bergabung dan mengobrol bersama saya!"
" Sama-sama, Zack..! Jangan lupa mampir ke rumah jika kau ada waktu.! " jawab bu Dira ramah.
Setelah berjabat tangan dan berpamitan pada kedua orang tua Imah, Zack menghampiri Imah.
" Aku sangat menikmati makan malam bersama mu, juga obrolan-obrolan kita malam ini. .! "
Kata Zack sambil menatap mata Imah dengan tajam.
" Aku berharap akan bertemu dengan mu suatu hari nanti! " ucap Zack dengan serius, dan Imah tersenyum mendengar kata-kata Zack.
Dari semua orang yang dijumpai nya malam ini, hanya Zack yang terasa begitu berkesan.
Ada sesuatu dalam diri Zack yang sulit untuk Imah lupakan, yang jarang dijumpainya pada orang lain.
Dan Imah merasa, bahwa malam ini ia telah berjumpa dengan seorang pria yang istimewa.
" Selamat dan sukses selalu, Zack..! " kata Imah perlahan.
Imah bertanya dalam hati, apakah mereka akan bertemu kembali?
Imah melihat jika Zack sangat menikmati dunianya, sukses di bidang karir nya
Imah tidak yakin bila Zack akan menelponnya.
Zack sangat tidak mungkin akan mengejar seorang gadis yang baru berusia 18 tahun.
Hanya dengan berbicara dengan Zack, Imah hampir yakin bila Zack akan melakukan semua itu.
" Terima kasih, Imah..! Ku harap kau bisa masuk universitas yang sesuai dengan keinginan mu. Aku yakin, kau akan dapat menggapai apa yang kau cita-citakan. "
Zack menjabat tangan Imah.
Kali ini Imah menunduk, tak sanggup membalas tatapan mata Zack yang terasa begitu tajam saat menatapnya.
Zack seolah ingin memandang Imah dengan puas, agar ia bisa merekam dan menyimpan bayangan Imah dalam memori ingatannya.
Suatu perasaan aneh saat Zack melakukan itu, Imah merasa tertarik dengan satu daya yang tidak mungkin bisa dia tolak.
" Terima kasih..! " bisik Imah.
Sambil sedikit membungkuk dengan perasaan canggung kearah Imah, Zack membalikkan badannya dan menghilang diantara kerumunan orang dan berusaha untuk mencari Denis.
Ia tahu, Denis tidak menyukai acara seperti ini, sama seperti dirinya.
Mungkin Denis tengah bersembunyi entah dimana, akan sulit bagi Zack untuk menemukan Denis ditengah kerumunan orang yang masih banyak berlalu lalang.
" Dia pria yang luar biasa. " kata pak Surya yang merasa kagum akan sosok Zack.
Mereka terus berjalan keluar menuju parkiran.
" Apakah kalian berdua tahu siapa Zack? " tanya pak Surya pada istri dan anaknya.
Lalu pak Surya memberitahu tentang prestasi dan rekor Zack yang luar biasa yang ia dengar dan ia baca di media-media berita online.
Saat mereka telah berada didalam mobil, Imah memandang keluar jendela, memikirkan waktu yang ia lewati tadi saat bersama Zack.
Segala cerita-cerita prestasi Zack yang ia dengar dari ayahnya, terasa tak begitu berarti bagi Imah, meski ia sangat mengagumi Zack.
Imah sadar, jika Zack orang penting dan berhasil dalam dunia nya, tapi intinya diri Zack lah yang menarik hati imah.
Senyumnya, tawanya, kelembutan bahkan sifat malu dan canggung Zack sangat menyentuh hati Imah, yang belum pernah Imah alami dan rasakan dengan orang lain.
Imah tahu, saat itu juga, tanpa ragu bahwa Zack sudah pergi membawa sebagian dari dirinya.
Yang membuat Imah resah saat ia memandang keluar jendela mobil, yaitu ia sama sekali tidak tahu apakah ia akan berjumpa lagi dengan Zack.
Usia Imah memang terbilang masih sangat muda.
Usia 18 tahun, bagi sebagian orang mungkin termasuk usia yang masih sangat belia, usia remaja yang masih mencari jati diri.
Tapi karena didikan dari kedua orang tua juga dua saudara lelakinya yang mengajarkan nya untuk bersikap mandiri.
Walaupun Imah anak bungsu dan perempuan satu-satunya, tapi ia tak pernah bersikap manja.
Walaupun tak bisa dipungkiri jika ia juga dimanjakan oleh orang tua dan saudara-saudaranya, tapi tak membuatnya bersikap semaunya, bersikap ingin selalu didengar dan dituruti apa maunya.
Terkadang, sesekali ia juga bersikap manja, ingin diperhatikan jika kedua orang tuanya terlihat sibuk dan mengabaikannya.
Imah patut bersyukur, walau ia dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang sukses dan berada, tapi orang tuanya ingin Imah menjadi pribadi yang kuat, yang tidak suka memamerkan dan memanfaatkan kekayaan orang tuanya.
Mobil terus melaju membelah suasana malam yang masih sangat ramai.
Bandung, merupakan salah satu kota besar yang saat ini tengah berkembang.
Geliat kehidupan kota terlihat disepanjang jalan yang dilalui.
Masih banyak orang yang berlalu lalang, baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki.
Mencari hiburan untuk merilekskan jiwa-jiwa yang letih karena dipaksa untuk berjuang dalam mengarungi kehidupan.
Walau malam telah larut, tapi kota ini seakan tak pernah tidur, selalu bergerak selama 24 jam, seolah-olah penghuni kota ini berlomba-lomba untuk dapat mencapai garis finish dalam mengejar kehidupan.
Imah masih asyik dengan lamunannya, dengan ingatannya akan pertemuan dengan seorang pria dewasa yang bisa membuatnya terpesona dan merasa nyaman saat bersamanya.
Imah ingat akan senyum malu-malu Zack saat ia memandang nya, juga tatapan mata Zack yang tajam yang seolah menusuk hingga ke relung kalbunya.
" Wahai angin yang berhembus malam ini, aku berharap suatu saat kau bawa kembali Zack pada ku, agar aku bisa kembali menikmati senyum manis dan tatapan matanya yang tajam.
Semoga ia mengingat ku seperti aku yang mengingat dirinya. "
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏