NovelToon NovelToon
System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box

Status: tamat
Genre:System / Kaya Raya / Karir / Sistem / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.3
Nama Author: less22

Ekslusif hanya di Noveltoon, jika ada di tempat lain berarti plagiat
Seorang pria bernama Fiqan anak pengusaha kaya raya, namun saat ia masuk sekolah menengah atas, perusahaan ayahnya bangkrut dan kedua orang tua meninggal kecelakaan tragis dan lebih parahnya, orang tuanya meninggalkan hutang sehingga fasilitas yang ia punya semuanya di sita.

Ia kecelakaan di tabrak mobil oleh teman sekampusnya dan ia pun mati.

Tiba-tiba saja ia mendapatkan system yang merubah hidupnya karena kebaikannya selama ia hidup dan ia di beri kesempatan kedua.

Ia mengerjakan misi yang sudah di program di dalam system, apa misi selesai ia akan mendapatkan hadiah berupa uang, rumah, mobil dan lain-lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Fiqan mengangguk dan kemudian ia pergi mendekati taxsi yang sedang nongkrong di pinggir jalan.

"Pak tolong Antarkan saya di ke jalan pos," pinta Fiqan.

"Baik Tuan," angguk pak supir tersebut.

Ding dong

Anda mendapatkan sebuh box.

Apa ingin membukanya?

[Ya]

[Tidak]

Fiqan menekan tombol Ya

Ding dong

Selamat Anda mendapatkan uang 10.000.000

Selamat Anda mendapatkan sebuah sepeda.

Ding dong

Uang Anda menjadi 19.050.000.

"Sepeda? Di mana ya?" tanya Fiqan melihat kiri dan kanan.

"Pak tolong berhenti sebentar," pinta Fiqan.

Sang supir pun memberhentikan mobilnya.

Fiqan keluar dari mobil dan melihat ke atas mobil tersebut dan benar saja, di atas mobil tersebut ada sepeda.

"Waw... sepeda baru nih," ucap Fiqan senang.

"Hm… sejak kapan di atas taksi saya ada sepeda?" tanya bapak itu heran.

"Pak saya pulang naik sepeda saja ya, berapa ongkosnya?" tanya Fiqan.

"Karena belum jauh, 10.000 saja," ucap pak supir.

Fiqan menscan pembayaran.

Ding dong

Uang Anda di kurang 10.000

Sisa uang Anda 19.040.000.

"Saya pergi dulu pak," ucap Fiqan berpamitan.

"Yuhuuuuu… aku dapat sepeda baru," ucap Fiqan berteriak senang sambil mengohet sepedanya.

Sesampainya di warnet, terlihat kakang dan Tetehnya terlihat murung.

"Kang, Teh, ini aku bawakan makanan untuk kalian," ucap Fiqan menyerahkan bungkysan makanan tersebut.

"Terima kasih," ucap Teteh menerimanya, namun wajahnya tetap terlihat murung.

"Ada apa ya Teh?" tanya Fiqan tidak mengerti.

"Maafkan kami Fiqan, kami tidak bisa lagi membiarkan kamu kerja di sini," ucap Teteh melihat wajah Fiqan.

"Katakan apa yang terjadi?" tanya Fiqan.

Teteh menarik nafas panjang lalu mengelurkan dengan perlahan.

"Fiqan, saat kejadian tahu kamu kecelakaan dan meninggal waktu itu, terus kamu hidup lagi, itu membawa dampat buruk bagi usaha kami, hari ini orang-orang yang biasa datang, mereka memang datang lagi, tapi mereka malah mengatakan jika ingin mereka datang lagi, tapi kami tidak boleh memperkerjakan kamu lagi, karena mereka ketakutan karenamu, di tambah di kuatkan oleh salah satu dukun yang terkenal yang kami panggil, dia mengatakan jika kamu masih di sini maka usaha kami akan bangkrut, karena kamu adalah manusia yang di bangkitkan kembali," jelas Teteh.

Fiqan terdiam sejenak.

Ia melihat ke arah sepedanya sambil tersenyum.

"Aku tidak apa-apa Teteh, aku punya cukup uang kok untuk menyewa rumah," ucap Fiqan.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Teteh khawatir.

"Aku tidak apa-apa Teh, terima kasih ya Teh, terima kasih Kang, selama inj sudah menampungku, jasa Teteh dan Kakang aku nggak akan lupa, jika ada waktu aku pasti ke sini untuk melihat kalian," ucap Fiqan tersenyum.

"Di saat seperti ini, kau malah tersenyum," ucap Teteh.

"Ya udah aku beres-beres bajuku dulu," ucap Fiqan masuk ke dalam kamarnya dan membereskan baju-bajunya.

"Hm… aku cukup punya uang banyak, untuk membayar sewa rumah dan untuk bayar uang kuliahku, aku'kan nggak perlu kerja lagi, cukup mengerjakan misi aku dapet uang," ucap Fiqan tersenyum lebar.

Setelah membereskan, Fiqan pun keluar dari kamarnya dan melihat Teteh dan Kakang masih duduk di depan.

"Teh, Kang, aku pamit dulu ya, jaga kesehatan kalian," ucap Fiqan bersalaman dengan kedua yang ia anggap sebagai pengganti orang tuanya.

"Iya, kamu segera kasih kabar teteh ya," ucap Teteh.

"Iya Teh," angguk Fiqan meletakkan bajunya di atas sepeda dan kemudian meninggalkan tempat tersebut.

Bersambung

Jangan lupa like vote komen dan hadiah

Terima kasib

1
Utuh Gelapung
pantes othor nya less 2.banyak bego nya bikin novel.gw yakin beñtar lgi akun gw di blokir biar gk bisa komen ttg kebodohan si othor...
Utuh Gelapung
thor rasanya agak bego ya ini cerita. terlalu baik bakalan di injek injek thor.apalagi hidup di negri konoha...baik boleh tapi tegas harus thor.jgn bego ah bikin cerita nya.
Angga Ksatria Maulidyo
ini mungkin cerita thn 90an...😄
Angga Ksatria Maulidyo
2
Cucuun Cunadi
jadi males baca nya, makasih
Aing Deuleu
kampret,kepret siah
Aing Deuleu
tapi,...oya juga yao,..menumpanginya,menindihinya,
Aing Deuleu
hampir sama dgn yg lain,.
systemnya,...
Aing Deuleu
barusan pergi pakai motor,..
ko sekarang pakai Mobil gimana ni
Syafrizal Syair
lanjut thor
Jack Strom
Mau dong jadi teman Fiqan, biar bisa dibayarin apa²... 😁
Uthil Prakoso
ga menarik
Mak Gemoy
mantaap
Mak Gemoy
kok aneh ya Stella? knp marah2, kan fiqan bukan polisi bukan detektif, dibayar nga.. seenaknya aja
Mak Gemoy
penulis yg luar biasa👍👍, setangkai bunga mawar indah untuk mu
Mak Gemoy
aduh yg kekar, cakep gitu sayang bgt kalo belok?. 💪
Mak Gemoy
rumah bulatan tuh apa? kost an?
Anzar Anzardin
serasa mau kulempar penulisnya ini
Rino Wengi
kurang menarik..
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!