PROSES REVISI SEDANG BERLANGSUNG
Immortal World Of Eden (IWE) adalah sebuah game virtual terbaru yang sedang dikembangkan oleh perusahaan game Girsang Corp.
Sehari sebelum peluncuran, server dan ruang pengerjaan game itu dibom sehingga menewaskan Marsel.
Marsel pun bereinkarnasi ke Immortal World of Eden sebagai karakter Habel, yang dia create sebelum meninggal.
Petualangan Marsel dengan nama baru Habel pun dimulai.
Petualangan menjadi SANG KUASA yang abadi pun dimulai.
Selamat membaca. Mohon dukungan vote, like dan sharenya untuk menambah semangat penulis dalam mengembangkan novel ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marzelmus Girsang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 – Ledakan Di Gedung Girsang Corp.
Ide Jhon tentang aplikasi percakapan itu ternyata tidak cukup untuk mempertahankan posisi Chu-Jung sebagai manager pengembangan di salah satu perusahaan game terkenal di China. Setahun yang lalu, Chu-Jung dipecat dan Chu-Jung pun kembali ke Medan untuk mendirikan Illu Techno.
Chu-Jung berencana untuk membatalkan peluncuran game Immortal World Of Eden dengan melakukan pengeboman ruang server dan ruang kerja divisi pengembangan game.
Chu-Jung berangkat bersama Dharma menuju Girsang Corp. Chu-Jung dan berhenti dua ratus meter dari gedung Girsang Corp.
“Dharma, sekarang sudah pukul empat pagi. Saat yang tepat untuk melaksanakan rencana kita.”
“Baik bos.”
Dharma meneluarkan handphonenya untuk mengetikkan pesan di Grup Whatsapp “rencana dijalankan sekarang.”
Tidak sampai semenit, suatu ledakan besar terdengar di lantai 31 gedung Girsang Corp. tempat server perusahaan ini berada.
Ledakan itu membangunkan Marsel dan timnya yang sedang berada di lantai 30.
“Kebakaran..kebakaran…tolong.. tolong..” teriak salah seorang staf pengembangan dengan panik
Marsel mencoba menenangkan stafnya agar tidak panik
“Marco, tenangkan dirimu. Saat ini yang terpenting, kita coba turun dari tangga darurat. Ayo teman-teman, kita ketangga darurat. Tapi jangan panik.” kata Marsel sambil menenangkan stafnya yang ada di ruang pengembangan.
Saat mereka hendak melangkah ke luar ruangan, terdengar ledakan besar di lantai 30 tempat mereka berada. Marsel bersama kesepuluh stafnya pun mencoba melindungi diri mereka masing-masing dari kaca-kaca yangbeterbangan tidak beraturan akibat gelombang ledakan bom tersebut. Kebakaran besar di lantai 30 dan lantai 31 dengan begitu cepat. Alat sprinkle di lantai 30 itu tidak mampu memadamkan api yang begitu besar di lantai 30 itu.
“Teman-teman, apakah ada yang terluka ataupun pingsan?”teriak Marsel menanyakan kabar para stafnya setelah Marsel berusaha untuk berdiri kembali.
“Kita semua baik-baik saja bos. Tony dan Rahmat mengalami sedikit luka di kakinya.” jawab Raka menanggapi bosnya.
“Ya udah. Ayo kita berjalan pelan-pelan keluar dari gedung ini.” ujar Marsel kepada anak buahnya.
Saat Marsel mencoba membuka pintu ruangan pengembangan, pintu tersebut terkunci.
“Perasaan tadi masih terbuka. Kenapa sekarang terkunci?” batin Marsel
“Teman-teman, pintunya terkunci. Apakah ada yang mempunyai kunci cadangan? Kunci saya tertinggal di ruangan saya.” tanya Marsel kepada para stafnya.
“Kunci cadangan dipegang Randika bos. Tadi dia izin pergi membeli cemilan dan sudah dua jam belum kembali.” kata Boyro menanggapi bosnya
Api sudah semakin besar di lantai tiga puluh tempat Marsel dan stafnya berada. Asap yang pekat memasuki ruangan mereka. Hanya menunggu waktu saja sampai mereka pingsan karena keracunan asap dan kekurangan oksigen.
“Bos, gimana dong ini. Kami tidak mau mati bos. Tolong.. tolongg.. siapapun tolong kami.” teriak Marco lagi dengan panik. Marco memperkeruh suasana yang ada saat ini. Salah satu rekannya mencoba untuk menenangkannya.
“Marco, tenanglah, saya sudah menelpon petugas pemadam kebakaran. Mereka pasti menolong kita.” kata Tony.
“Tenang… tenang kepalamu. Gimana bisa tenang, kalau kita terjebak dan pasti mati di ruangan ini.” kata Marco dengan emosinya
“Marco, kamu sudah tidak menghargaiku sebagai atasanku lagi. Tenanglah, kita semua disini juga ketakutan. Tapi panikmu tidak membereskan masalah kita saat ini.” kata Marsel dengan tegas kepada Marco
Marco pun mencoba menenangkan dirinya sendiri. Semua orang di ruangan itu juga mencoba untuk melakukan apapun untuk mencoba mendobrak , menendang bahkan memukul pintu tersebut, namun tidak membuahkan hasil.
buat mc baru atja
KO JADI 11
SKILL PENYERAF ASAL 4
JADI LEVEL 2