NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Patahhati / Tamat
Popularitas:291.7k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa

Halo ha.. ini karya othor yang ke 4, semoga kalian suka ya..


Ira Sarasvati gadis cantik keturunan Melayu Aceh, harus menikah di umur yang sangat muda karena suatu kejadian dan juga perjodohan dari orang tuanya.


Menikah pada umur yang sangat muda, terlebih lagi mereka berdua tidak ingin mengenal calon masing masing. Karena mereka berdua telah memiliki cinta lain.


Setelah dinikahi mereka terpaksa dipisahkan karena mereka masih dalam proses menuntut ilmu yang belum selesai. Mereka terpaksa dipisahkan hingga pada waktunya.


Tepat pada 9 tahun pernikahan mereka, Ira dikejutkan dengan sang suami membawa pulang gadis lain ke rumah mereka.


Mampukah Ira bertahan dalam rumah tangga yang penuh dengan kesedihan atau kah Ira memilih mundur?


Inilah kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membela mu

Setelah acara perlombaan selesai, kini Ira dan Raga menuju Mushola untuk istirahat. Mereka sengaja janjian disana berdua.

Saat merak tiba disana, ternyata bukan hanya mereka berdua. Tetapi, juga siswa yang lain. Raga duduk di pembatas alas kaki Mushola.

Tangannya begitu pegal, rencana nya ingin minta tolong Ira untuk memijat nya. Tapi malah ada orang di musholla.

''Ya udah deh.. dirumah aja nanti. Kan selama dua hari kedepan aku nginap di rumah nya?? Aseeeekkk..'' ucapnya dengan terkekeh.

Ira yang melihatnya dari kejauhan heran.

''Ada apa By..'' tanah begitu pelan.

''Tidak dan apa-apa! Sini jus nya haus...'' pinta nya pada Ira.

Setelah mendapatkan jus itu, ia langsung saja menenggak nya hingga setengah. Jarang yang melihat nya terkekeh.

''Haus banget ya??''

''Ho oh. Kakak haus..! Sedari tadi belum ada minum sama sekali. Kurang asem tuh anggota OSIS. Nggak nyediain minum!'' geram Raga.

Baru saja Raga sebut, anggota OSIS udah pada nongol. Mereka datang dengan begitu banyak cemilan ditangan.

''Wuah wuah.. udah dekat aja nih! jadian ya Sama ketos??'' tanah Wahyu.

Raga mengambil tempat jus nya dan menimpuk Wahyu dengan botol itu.

''Eit! nggak kena! buang sampah pada tempatnya!'' titah Wahyu.

Ira yang mendengar nya, langsung saja mengambil bekas jus itu dan dibuang ke tempat sampah.

Melihat itu Wahyu terkekeh. ''Wuah.. beneran nih.. ketika kita udah jadian sama Adik kelas kita! Beneran kan??''

Raga memutar bola mata malas. ''Iya aku jadian sama Ira! puas kamu?!'' geram Raga.

Ira yang mendengar perdebatan itu menggeleng kan kepalanya.

''Kak.. aku ke kelas ya?? Mau minum! Minum ku ketinggalan tadi!''

Raga menatap Ira tajam. ''Nggak! kamu tetap disini! Wahyu! Mana pesanan ku??'' tanya nya pada Wahyu dengan raut wajah yang tidak enak dipandang.

Wahyu yang paham pun memberikan nya.

''Nah, ambillah! jangan kemana-mana! tetap disini ya??'' pinta nya dengan nada yang sudah tidak seperti tadi lagi.

Ipar mengangguk patuh. ''Astaghfirullah!! maaf Ra..''

Ira tersenyum. ''Nggak apa-apa kak.. aku maklum kok. Ini ku terima ya? Beneran nih, aku tak apa gabung dengan kalian disini?? Nggak enak loh diliat yang lain.. dikira kau kecentilan lagi!'' ucap Ira, seraya mencebik kan bibirnya.

Terlihat sangat lucu. Wahyu yang melihat Ira pun terkekeh. ''Siap yang berani dengan mu Ra.. apalagi kamu kepunyaan ketos! Pada takut tuh mereka semua. Ingin kemari aja nggak berani! Belum tau aja kamu calon mu ini seperti apa!'' ucap Wahyu seraya terkekeh.

Mengingat kelakuan Raga. Raga hanya menghela nafas berat. ''Aku tuh sengaja seperti itu, Yu. Jika nggak, kamu lihat sendiri kan? Merekaasih aja ngejar-ngejar aku?''

''Iya sih..'' sahut Wahyu.

Dari kejauhan terlihat beberapa rombongan siswi datang kearah mereka. Salah satunya murid kelas dua sekelas dengan Raga.

Raga yang melihatnya langsung merubah wajahnya menjadi datar. Ira ingin bangkit, karena ia tau tak ingin mengganggu geng gadis itu.

''Lepas kak.. aku nggak mau cari masalah sama mereka..'' lirih Ira, ia bangkit dan berdiri.

Namun tak disangka, Raga memegang tangannya tepat didepan para geng gadis yang sangat suka pada Raga itu.

''Heh kamu! ngapain kamu pegang-pegang Raga! lepasin nggak?!'' gertak nya.

''Kak... lepasin...'' lirih Ira lagi, ia semakin gencar melepas tangan raga dari tangan nya.

Semua itu tidak luput dari pandangan gadis itu. Iaerasa geram dan mendorong Ira. Hingga jatuh terduduk di atas pangkuan Raga.

''Aduhh...'' desis Ira saat merasakan tubuhnya terhempas.

Tapi kok malah hangat ya?? Pikir Ira. Dan saat melihat kebelakang, iar terkejut. Wajahnya begitu dekat dengan wajah Raga.

Deg, deg, deg..

Jantung keduanya bergemuruh hebat. Ira yang sadar mengerjab. Membuat Raga terkekeh.

''Ka-kak.. a-aku...'' Ira ingin bangun tapi di tahan oleh Raga.

''Tetap disini! Posisi seperti ini sangat menyenangkan!'' bisiknya ditelinga Ira yang tertutup hijab.

Ira melototkan matanya. ''Kak Raga! awas ih! lepas ...!!''

Raga terkekeh. ''Jangan gerak-gerak sayang!'' bisik nya lagi.

Membuat Ira berhenti bergerak. Raga terkekeh lagi. ''Bagus! ehm. Ada apa kamu kesini??'' tanya nya dengan raut wajah datar.

Dengan tangan Raga sudah memeluk Ira begitu erat dari belakang. Dan semua itu tak luput dari perhatian Geng gadis yang bernama Rania itu.

Gadis itu mengepalkan tangannya. ''Dasar gadis gatel! tidak tau diri! beraninya ya kamu dekatin Raga hah?!'' Sentaknya

Membuat Ira terlonjak kaget begitu juga dengan Wahyu. Wahyu menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan Rania yang tidak pernah berubah.

''Ma-maafkan aku, Kak! Aku akan pergi!'' sahut Ira dengan melepas paksa tangan Raga yang memeluk tubuhnya erat.

''Maaf kak..'' lirih Ira, ia menunduk tidak berani menatap Raga.

Karena sorot mata Raga begitu menakutkan sekarang ini. ''Tolong lepaskan aku kak ..'' lirih Ira dengan bibir bergetar menahan tangan.

Melihat Ira hampir menangis karena ulah gadis itu, membuat darah Raga mendidih.

Ia mencoba bangkit karena ia sudah bangkit duluan. Ia buru-buru pergi karena tidak mau berhadapan dengan geng gadis itu.

Ira ingin berlari tapi tangan nya di cekal oleh Raga lagi. ''Lepasin kak..'' lirih Ira dengan air mata yang sudah menetes.

Bukannya melepas kan, malah Raga semakin memegang nya begitu erat. Membuat gadis itu semakin marah kepada Ira.

Tanpa di duga tangan gadis itu melayang ingin menyentuh pipi Ira. Ira memejamkan kedua matanya dengan memegang tangan Raga begitu kuat.

Tangan itu hampir saja menyentuh pipi Ira, tapi tertahan karena tangan Raga menahannya.

''Beraninya kamu ingin menyentuh wanita ku! heh?!'' tanya raga dengan tatapan yang begitu tajam

Membuat gadis itu terkejut. ''Raga! Ka-kamu!''

''Sehelai rambut nya saja yang kau sentuh, maka seluruh rambut mu yang akan menggantikannya! jangan mencoba-coba untuk mengganggu wanita ku! selama ini aku tidak pernah mau dengan gadis seperti dirimu! Belum apa-apa sudah kau cap menjadi milik mu?! kapan aku menikah dengan mu, hingga aku menjadi milik mu heh?!''

''Raga! kau jahat! kau membuang ku demi membela nya! Kau lupa?! siapa selama ini ia yang selalu mendukungmu??''

''Aku tak pernah meminta mu untuk mendukung ku! asal kau tau saja! gadis yang kau bilang gatal ini, tidak tau diri ini, dia adalah tunangan ku! lihatlah jari manisnya? Apakah ada cincin disana??''

Gadis itu melotot melihat jari manis Ira yang sudah tersemat cincin disana.

''Nggak! aku nggak percaya! kau bohong!''

''Baik! ikut aku! kita masuk ke dalam Mushola ini! akan ku tunjukkan pada mu jika Gadis ini adalah tunangan ku bukan bohongan.'' sahut Raga.

''Kak...'' Ira menggeleng.

''Tak apa! ayo Ra.. biar semua jelas! kakak muak asik di akui kepemilikan oleh nya!'' sahut Raga begitu geram.

Ira pasrah. Mereka masuk ke Mushola. Ira duduk sedangkan Raga mengambil sebuah Al Qur'an untuk di letakan diatas kedua kepala mereka berdua.

Mereka duduk saling berhadapan dengan Raga memegang kedua tangan Ira yang begitu dingin.

''Pegang, Yu!'' Wahyu mengangguk.

''Bismillahirrahmanirrahim.. dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang! Saya Raga Hariawan bin Hendra Hariawan bersumpah bahwa, benar jika Ira Sarasvati binti Milham Syahputra adalah tunangan saya! Kami sudah di jodohkan oleh kedua orang tua kami sejak kami masih dalam kandungan. Dua Minggu dari sekarang kami akan bertunangan dirumah Ira di komplek perumahan indah permai blok G no.9. Saya mengakui dengan sebenarnya. Bukan bohongan.'' Ucap Raga sembari menatap Ira, dengan penuh cinta.

Gadis itu terkejut. ''Tidak mungkin!'' elaknya lagi.

''Ayo Ra.. giliran mu!'' titah Raga. Ira mengangguk.

''Bismillahirrahmanirrahim.. dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Benar apa yang dikatakan oleh Raga Hariawan, bahwa saya benar tunangan nya. Cincin ini sebagi bukti bahwa ia sudah melamar ku dua hari yang lalu di mesjid komplek perumahan indah permai pukul Sebelas lewat dua menit. Dan aku mengakui ini memang yang sebenarnya! Bukanlah bohongan.'' Tegas Ira, sembari menatap Raga dengan binar-binar cinta.

Raga tersenyum. ''Terimakasih..''

Ira mengangguk. Sedangkan gadis itu keluar dengan tergesa. Sedangkan Wahyu masih mematung dengan sebuah kitab Al Qur'an di tangan nya.

''Ja-jadi... ka-kalian...''

💕

1
Wati Dombu
ya Allah thor tolong donk jang terlalu menyiksa ragata deng Ira buat mereka bahagia dan jangan buat mereka berpisah,dan jangan ada pelakor di rumah tangga mereka,nyesak banget thor didada rasanya 😭😭😭
Wati Dombu
apakah ragata menduakan ira kah nanti thor,,,jang sampe itu terjadi ya thor 🙏🙏😭😭
Wati Dombu
Syahrul Gunawan dengan Agnes mo tor🙏😀
Inarairlan 0811
ko jd zafa sm zidan bkn dokter salim yaaa
Oktavia
hahahah ngomel dan marah setelah orng lain itu di bawa pergi…. pdhal dari tdi bisa menyuruhnya turun. yg punya mobil siapa yg kuasa siapa😀😀
Oktavia
merugikan sendiri tingkahnya
Oktavia
nih ceritanya ngaco ya…. mending berhenti turunin tuh orng. ngapain membahayakan diri sendiri. bodoh bgt sih
Oktavia
ankanya kan lana dan annisa ya ? ini siapa lagi
Melisa Author: Terima kasih udah mampir neng 🙏🙏
total 1 replies
Oktavia
kan adiknya annisa ya, trs rayyan ini siapa ? cepat bgt punya anak lagi…. ini ceritanya aku ga mudeng
Melisa Author: Kamu bacanya bukan dari wala Neng. Biar othor jelaskan ye?

1. Aku bukan pembawa sial ( Cerita tentang Alisa )

2. Pelabuhan terakhirku ( Kamu bukan pembawa sial ) dis sini othor sudah menjelaskan siapa itu rayyan, jadi, biar kamu mudeng, mampir kesini ye? Nggak bagus sih, tetapi di sini semua othor ceritakan.

3 Cinta dalam nestapa itu ceritanya Kak Ira putri sulung mak Alisa yang ada di karya pertama dna kedua othor. Kuy, mampir! Othor tunggu! kalau kamu nggak sudka vceritanya, jangn hujat othor ye?Othor punya hati setipis tisu😭😭😭😭😭
total 1 replies
Evahasan
boleh tau ga dokter raga praktek dimana? sy sudah 11 tahun blum punya anak krna ada plengketan setelah operasi kista
Melisa Author: Tempatnya hanya ada di sini Kakak. Di tempat akunya dulu ada. Tapi udah meninggal orangnya. Cerita di atas aku ankgkat dari kisah nyata kakak. Walau sedikit ,sih. Terima kasih udah mampir Kakak 🥰🥰🙏🙏
total 1 replies
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
keren
WaTea Sp
bagussss
WaTea Sp
jempollll
uhuuyyyyyy
Selamat dokter Ragata n bu Ira
uhuuyyyyyy
hamidun si Ira..yg nyidam abang Raga🤭
uhuuyyyyyy
emang lapis legit😂😂😂
uhuuyyyyyy
semoga bahagia selalu Nak
uhuuyyyyyy
true love
uhuuyyyyyy
hmmm hancur sdh kamu Arumi
uhuuyyyyyy
krn di usia ira memang masih belum bisa memantap kan n menata hati jadi masih awut awutan hati nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!