NovelToon NovelToon
Sedayu Ingmurti Kekasih Ghoibku

Sedayu Ingmurti Kekasih Ghoibku

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Balas Dendam / Spiritual / Tamat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ben Susanto

Aku membangun Viila di Ubud Bali ternyata ada sosok penunggunya, Sedayu nama sosok gadis berwajah rusak. Dulu ia tinggal disana sering disiksa kepala desa, diperkosa dan ahirnya dibunuh.
Kemunculan Dayu mengganggu para tamu. Setelah melalui mediumisasi aku berhasil berhubungan secara ghoib dengan Dayu.
Ternyata ia sering mengganggu karena marahnya pada manusia.
Aku katakan bahwa sanggup menetralisir asalkan Dayu berhenti mengganggu.
Dalam komunikasi ia minta bantuan untuk membalas dendam untuk perjalanannya menuju Sang Hyang Widi.
Aku terbawa cerita Dayu dan misteri alam lampau.
Kisah misteri dan aneh ini kualami karena hingga kini sosok Dayu masih sering muncul.
Ayok simak cerita ini yang penuh ketegangan dan kesedihan yang amat dalam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ben Susanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kata cintaku pertama kali

Pembicaraan kita seakan santai dan aku tidak merasa takut meskipun sosok Gung Acreng yang menyeramkan tapi waktu itu seakan aku berhadapan dengan sosok ghoib yang mempunyai kewibawaan yang besar.

"Mohon maaf,. Aji bukan beragama Hindu seperti umumnya orang sini?" tanya Gung Acreng.

"Bukan Gung..saya beragama Islam"

"Bagus! tidak apa apa..semuanya bagus! apakah Hindu atau apa saja bagus..yang penting kita tau adanya Tuhan dan mau menghormati para leluhur..saya akan tunggu rumah Ajik dan jaga..dulu kala saya juga yang menjaga rumah Kebo Iwa sebelum peperangan dengan pihak Majapahit" ucapnya sambil merunduk.

Berbeda dengan Sedayu..sosok ini mempunyai warna bau badan seperti bau kayu yang terbakar. Setiap kali ia bergerak ada suara gemerincing seperti suara pergesekan lempengan besi. Ternyata setelah aku perhatikan suara itu datangnya dari permata besar dan beberapa lempengan yang menempel dikain lehernya.

Kamipun pamit untuk duduk di gazebo.

"Bli kalu diijinkan saya mau melanjutkan cerita yang kemarin"

"Oh ya..ayo silahkan..saya akan mendengarkan"

Sedayu menarik nafas panjang hingga dadanya bergerak keatas.

"Jadi..setelah orang Belanda itu sudah puas dan bosen dengan diriku..aku diserahkan kepada seorang temannya..dan setiap malamnya aku harus melayani bahkan sampai larut malam kalau ia mabok ia akan memaksaku meladeninya..Aku sudah tidak tahan lagi..dan satu malam ia pernah menjambak rambutku dan memukuli aku hingga pingsan"

Sesak nafasku mendengarkan cerita yang pilu ini.

Aku mendekat dan memegang satu tangannya.

"Setiap kali aku pingsan..ia akan menyiram air dingin agar aku sadar..beberapa saat kemudian aku jatuh sakit..demam tinggi, karena aku sudah dianggap tidak mampu maka mereka membenamkan aku didalam tanah...mereka..ingin membunuhku malam itu"

"Apakah dipenjara itu hanya ada kamu?" aku bertanya.

"Tidak..disana ada 2 perempuan lainnya..penyiksaanpun sama dengan diriku..mereka semua mati disini, keduanya juga saat ini ada disini diarea rumah bli ini..dan sebetulnya dari kemarin mereka ingin berkenalan dengan bli Randi"

"Loh..ada 2 wanita lagi?"

"Iya namun karena mereka adalah dari kalangan keluarga biasa, mereka agak sungkan berbicara dengan bli Randi..apakah bli sudi bertemu mereka? kasian mereka tidak punya teman"

"Boleh..silahkan, saya ingin bertemu"

Sedayu menoleh kearah belakang villa..ia menganggukan kepala.

"Sebentar akan saya panggil mereka" Sedayu bangkit dari duduknya dan berjalan kearah belakang rumah villaku.

Aku merasa marah kepada para penjajah bule itu..betapa kejam kelakuan mereka terhadap para wanita kita.

Selang beberapa saat Sedayu datang diikuti 2 wanita.

"Perkenalkan ini Rumi dan yang ini Ariti"

Kedua gadis itu menunduk memberi hormat dan akupun sama memberikan hormat kepada mereka.

Foto hanya ilustri saja.

Keduanya masih gadis namun aku bisa melihat dibalik senyum tipis mereka terlihat 2 wajah yang muram dan sedih.

"Inilah ke 2 teman yang menemaniku sepanjang jaman selain Gung Acreng Adhi itu."

"Mulai sekarang kalian tidak usah bersembunyi..kalian tinggal bersama saya yang sekarang sudah menjadi pemilik tanah dan rumah ini" kataku kepada ke 2 gadis itu.

Keduanya memberikan salam hormat.

"Mereka juga mati dalam keadaan tersiksa..bedanya dengan diriku, ketika aku dipendam dalam tanah aku ditolong oleh dewata untuk mati tidak dan hidupun tidak..memang badanku telah hancur tapi ruhku masih ada sampai sekarang terombang ambing antara dunia dan alam ghoib" ucap Sedayu dan ia menundukkan wajahnya mengingat masa lampau.

Tiba tiba, dari arah pintu gerbang Gung Acreng berdiri..ia seperti mengendus sesuatu. Ke 3 gadis didekatku juga menengok kearah sana.

"Sebentar..aku mau kesana" Sedayu bangkit dan berjalan kearah singa yang besar itu. Ia mendekat dan mengelus rambut tebal Gung Acreng.

Mereka seperti berbicara dan tidak lama singa itu duduk lagi tapi masih memandang kearah luar. Sedayu berjalan kembali kearahku.

"Ada apa Dayu?" tanyaku.

"Ada utusan dari pengawal salah satu kerajaan jin didekat sini..mereka ingin undang kami dan bli Randi untuk hadir dipesta kelahiran anak raja penguasa daerah sini..apakah bli Randi mau hadir? acaranya minggu depan ini"

"Oh ya? wah menarik sekali..besok aku akan kepasar..aku akan belikan Sedayu dan 2 temanmu baju putih yang cantik dan kain batik baru..aku mau kita hadir dengan penampilan yang baik..bagaimana menurut kalian?"

"Terima kasih bli Randi..apabila memang diinginkan, kami akan ganti dengan yang baru..saya dan Gung Acreng akan mengajak bli Randi untuk kungkum di Tirta Empul..untuk membersihkan badan kita"

"Kapankah itu?"

"Kebetulan besok adalah hari minggu..hari baik bagi orang Bali. Besok pagi sebelum matahari terbit kita sudah disana..saya akan bicarakan dengan Gung Acreng untuk mengantarkan kita kesana sekalian berkunjung kepada raja penunggu disana"

"Maaf gek Dayu..kami pamit dulu..terima kasih atas perkenalan ini..dan sebelumnya terima kasih kami akan dibelikan pakaian yang baru" Ke 2 gadis cantik itu menghaturkan sembah dan seakan ngambang mereka pergi berlalu kearah belakang villa.

...<●○●○●○>...

"Dayu..apakah boleh apabila saya minta kamu buka kain penutup rambutmu?" tanyaku .

"Rambutku kotor bli..kenapa mau liat rambutku?" katanya sambil tersenyum.

"Aku ingin melihat wajahmu seutuhnya..siapakah Sedayu ini.."

Sedayu mengangkat kedua tangannya dan pelan pelan ia melepaskan kain penutup rambut. Ia menggeraikan rambutnya yang tebal dan panjang. Aku kaget dan terkagum melihat keindahan rambutnya.

"Kenapa bli Randi seperti takjub melihat daku? Jangan begitu ah..Dayu malu jadinya" ucapnya sambil menunduk namun aku melihat senyumnya tersungging diujung sana.

"Kau cantik sekali Dayu..aku tidak sangka dengan rambutmu terurai begitu nampak cantik"

"Udah bli..aku malu bli bicara begitu..aku gulung keatas saja ya"

"Hmm.gimana kalau kau ikat saja kebelakang..ini aku ada karet..besok aku belikan pengikat yang bagus untukmu" kataku seraya memberikan satu karet gelang.

"Hmm..bli mau aku bergaya seperti anak jaman sekarang? dijamanku dulu wanita yang diikat seperti itu layaknya wanita nakal"

"Oh masa sih? coba kau ikat semua rambutmu dibelakang..pasti wajah cantikmu lebih terlihat"

Dayu mengangkat kedua tangannya dan membereskan rambutnya..ia ikatkan semuanya kebelakang. Betul dugaanku..Sedayu tampil cantik dan modis.

"Besok setelah dari Tirta Empul kamu akan memakai pakaian yang akan kubeli"

"Bli Randi..boleh aku tanya?"

"Silahkan"

"Hmm..apalah bli sudah punya pasangan atau calon istri?"

Aku terkejut ditanyakan demikian. Suatu pertanyaan yang mendadak.

"Aku..dulu aku punya pacar..tapi dia meninggalkan.."

"Bli..apa itu pacar?" tiba tiba Sedayu memotong.

"Hehe..pacar itu istilah bahasa sekarang yang artinya pasangan"

"Oo..ko lucu ya..kalo bahasa saya pacar itu gegelan atau tunangan"

"Oh oke..saya dulu punya tunangan tapi dia memilih laki laki lain..semenjak itu saya tidak mau tunangan lagi..takut sakit hati yang ke 2 kali"

"Hmm..gitu ya"

"Adi nyak dadi tunangan beli" tiba tiba tanpa memikir aku katakan itu kepadanya..yang artinya adik maukah jadi pacarku atau pasanganku.

Sedayu menutup wajahnya malu..ia tertawa kecil.

"Bli..kamu tidak takut tunangan sama saya yang berasal dari dunia halus dan sudah berumur tua?"

"Adi tusing tunangan beli ane si malu, nanging beli mejanji tuah adi tunangan beli ane siduri.. "

"Adik..bukanlah pacarku yang pertama..namun,aku berjanji adik adalah pacarku yang terahir.."

...♡●♡●♡●...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘
mampir deh
Fauziyah Zia
wah seru juga
💎hart👑
👣👣👣
Mami Mara
tadinya q pikir bakal sama aja kaya yg lain, ternyata bedaaaaaaaaa. ceritanya luar biasa, ga berbelit2, ringkas, jelas dan padat. jujur, q sampe punya pikiran ni cerita klo lebih detil lebih bagus. kaya brasa kurang pas dah ending, mgk kurang banyak hahaha,,, apapun itu, keep up the good work ya thor. semangat dgn karya yg akan dtg.
Bens: Terima kasih @Mami Mara..tunggu part 2 nya segera keluar..salam sejuk
total 1 replies
Mami Mara
speechless sumpah, bagus bgt ceritanya. sampe q mikir, klo lbh panjang dkit lg malah lebih bagus! 😁
Bens: Insya Allah*
total 3 replies
Mami Mara
makin kesini makin seru!
Bens: Terima kasih mba Mami Mara atas komennya..salam dari kami.
total 1 replies
Mami Mara
ilustrasi gambarnya bagus! ♥️
Mami Mara
oh noooooooo 😱😱😱
Ai Emy Ningrum
QS al zalsalah 🤔
setauku QS az-zalzalah 🙂
Bens: Waduh salah ketik trmksh aq betulkan..selamat hari sabtu ya
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
kok bs ya pelukan ma dedemit 🧐🤔
Ai Emy Ningrum: hihihi 👻👻👻
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
awal cerita nya menarik Bli..salam dr Jimbaran ..🙏😇
Bens: Terima kasih support nya mba Ai !
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!