Jin Fei fan harus menerima pemegang takdir sang penjaga berikutnya. Dia harus berjuang lebih keras untuk pantas menjadi sang penjaga dan agar dapat berjumpa dengan kedua orang tuanya yang dia ketahui berada di dimensi berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neneng selfia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulau dewa samudera
Tempat 15 hari setelah menerima esensi dari Ceri emas, Fei fan akhirnya membuka matanya. Tubuhnya perlahan turun ke tanah dan sinar berwarna emas perlahan menghilang.
"Sungguh ajaib." ucap Fei fan takjub.
"Dalam waktu singkat aku sudah mencapai level bumi tingkat 5. Begitu banyak peningkatan dalam waktu singkat sungguh hadiah yang sangat istimewa." ucapnya lagi.
Sementara itu Wei Yan masih belum membuka matanya. Dia masih dalam posisi yang sama bahkan tidak ada tanda dia akan membuka matanya.
"Apakah Wei Yan akan mendapatkan pencapaian jauh lebih besar dibandingkan aku?" gumam Fei fan.
Dia berjalan menuju kolam air suci. Karena merasa lapar, Fei fan memetik beberapa buah dari pohon yang tumbuh di dekat kolam itu.
"Buah yang sangat enak dan memiliki banyak energi murni. Dalam sekejap energi yang terkuras selama aku proses meditasi menyerap esensi sudah pulih kembali."
Fei fan mengambil air dari kolam dengan tangan kecilnya lalu meminumnya.
"Pantas saja istana atas awan memiliki banyak air suci tingkat tinggi. Ternyata kami memiliki sumber mata airnya. Sebelumnya, walaupun memiliki cukup persediaan kami tetap harus menghemat karena walaupun lebih banyak dari yang ada di luar sana tetap akan habis. Sekarang, setelah kami bisa memasuki dimensi yang memiliki sumber mata air suci, jangankan untuk jadikan minuman setiap hari, bahkan menjadikan air mandi pun bisa."
Fei fan melihat sebuah wadah lalu segera mengambilnya untuk menampung air suci. Setelah itu ia membasuh wajahnya menggunakan air di wadah.
"Di luar sana bahkan air suci tingkat rendah setetes saja sudah diperebutkan bahkan dijadikan benda pusaka berharga yang diwariskan turun-temurun. Seseorang bahkan tidak akan rela memberikan pada keluarganya walaupun menyangkut nyawa. Pantas saja kakek dan yang lainnya merahasiakan tentang batu dimensi ini."
Fei fan keluar dari batu dimensi dan mendapatkan dirinya berada sendiri di dalam kamar. Dia keluar dari kamarnya dan mendapatkan Ji Liu ku dan Jeong nam sedang berbincang di kursi depan kamarnya.
"Kakek, Kakek buyut....." panggilnya sambil melangkah menghampiri keduanya setelah menutup rapat pintu kamarnya.
"Fei fan sayang, kau sudah selesai meditasi. Mana Weiwei?" ucap Jeong nam.
"Wei masih belum selesai meditasi kakek buyut." jawab Fei fan.
"Kau pasti lapar sudah tidak makan selama beberapa hari karena meditasi." ucap Liu ku.
"Aku tidak terlalu lapar kakek. Aku memetik buah yang tumbuh di dekat kolam dan hanya memakan sebuah saja lapar dan lelah yang aku rasa langsung hilang." jawab Fei fan.
"Oh, aku tidak memperhatikan pohon itu sebelumnya. Ternyata sudah berbuah." ucap Liu ku.
"Buah apa itu kakek?" tanya Fei fan.
"Itu adalah buah spirit. Ibumu yang menanamnya. Katanya itu dia peroleh dari dunia atas." jawab Liu ku.
"Itu dia tanam beberapa hari sebelum kalian lahir." tambahnya.
"Kami sudah bermeditasi selama beberapa hari, apakah tidak terjadi apa-apa di istana kakek?" tanya Fei fan.
"Walaupun kalian sudah beberapa hari berada di sana, tapi di luar sini baru berlalu satu hari karena perbedaan perubahan waktu yang mencapai 10 kali lebih cepat." jawab Liu yu yang baru datang.
Liu yu datang untuk menggantikan Liu ku dan Jeong nam menunggu di depan kamar tempat batu dimensi di letakkan. Mereka akan bergantian berjaga setiap beberapa jam sekali karena masing-masing mereka harus tetap menjalankan tugas mereka.
"Hui tu sebelum berangkat mengatakan bahwa beberapa bulan lagi pulau Dewa samudera akan muncul." ucap Liu ku.
"Apa itu pulau Dewa samudera kakek?" tanya Fei fan.
"Asal muasal pulau itu sangat misterius karena hingga saat ini tidak ada yang tahu. Di sana terdapat banyak harta Karun yang sangat berharga. Bahkan pusaka dengan tingkat dewa pernah muncul di sana namun belum ada yang bisa menaklukkan benda itu. Dalam 50 tahun sekali pulau itu akan muncul dari dasar samudera yang luas. Itulah asal muasal nama pulau dewa samudera." jelas Liu ku.
"Apakah kakek pernah ke pulau itu?" tanya Fei fan.
"Pulau itu muncul terakhir bahkan kakekmu belum lahir sayang." jawab Jeong nam.
"Bagaimana dengan kakek buyut?" tanya Fei fan lagi.
"Kakek dan nenek buyut tidak suka pergi jauh dari kediaman kami. Kami juga tidak memiliki pencapaian yang cukup kuat untuk pergi ke sana jadi, kakek buyut tentu tidak pernah ke sana." jawab Jeong nam.
"Hanya paman Hui tu yang pernah ke pulau itu." ucap Liu ku.
"Dimana letak pulau dewa samudera itu kakek?" tanya Fei fan.
"Kau tertarik untuk ke sana?" tanya Liu ku yang dijawab anggukan penuh semangat oleh Fei fan.
"Pulau itu terletak di samudera lepas yang sangat jauh dari daratan manapun. Butuh melakukan perjalanan air atau udara yang sangat lama untuk bisa mencapai sana. Pelayaran menuju ke sana sangat berbahaya karena arus dan angin yang dapat mengguncang kapal hingga dapat menenggelamkan kapal yang harus dihadapi disaat mendekati pulau. Butuh banyak orang yang memiliki kemapuan di atas tingkat 9 menengah untuk melindungi kapal dari segala arah." jelas Liu ku.
"Katanya, kerajaan Long dari daerah selatan menerima orang yang siap membayar biaya tinggi untuk dijaga ke sana hingga sampai dengan selamat." ucap Liu yu.
"Dari mana kau mendapatkan informasi?" tanya Jeong nam.
"Kabar tentang pulau samudera yang akan muncul telah tersebar luas. Ada sekitar 5 kerajaan yang menyiapkan kapal besar beserta beberapa orang dengan kultivasi tinggi untuk mengantarkan siapapun yang ingin ke sana tapi dengan bayaran yang sangat mahal dan kerajaan Long salah satunya bahkan yang paling unggul dari semua." jelas Liu yu.
"Berapa harga yang dipatok?" tanya Jeong nam.
"Sekitar seratus batu sejati tingkat tinggi." jawab Liu yu.
"Apakah mereka ingin merampok?" ucap Jeong nam terkejut.
"Jika dibandingkan dengan harta Karun yang kemungkinan bisa didapatkan, nilai seratus batu itu tidak besar kakek." ucap Liu ku.
"Hanya tingkat 9 menengah ke atas bukankah itu tidak sulit kita kumpulkan kakek? Mengapa harus buang-buang biaya mahal?" tanya Fei fan.
"Untuk istana atas awan memang tidak sulit tuan putri. Itu karena kami memiliki kalian yang menyediakan pil yang dapat menunjang peningkatan kultivasi kami semua. Di luar sana, bahkan tingkat 3 level awal saja butuh puluhan tahun untuk dapat mencapainya. Jika para kultivator di luar sana mendengar ucapan anda yang meremehkan pencapaian tingkat 9, mereka akan menganggap putri terlalu sombong dan bahkan mungkin bisa muntah darah karena emosi." ucap Liu yu.
"Itu pula lah sebabnya, walaupun kerajaan kita ini adalah kerajaan kecil, tidak ada yang berani menyinggung orang-orang dari kerajaan ini." tambahnya.
terhura aq thor.....