Alana Apriliana Purnama, seorang bad girl, pembuat onar, tingkah nya bikin orang geleng-geleng kepala, tak disangka ia meninggal karena ketabrak mobil.
Bukannya sang arwah menunggu dua malaikat eh ia malah masuk ke tubuh Alina si gadis pembuly.
- - -
Alana memiliki keluarga yang begitu harmonis, ia memiliki dua kakak yang selalu menyayanginya. Ia manja terhadap keluarganya, namun di balik sifat manja ia adalah leader mafia.
- - -
Alina memiliki keluarga yang lengkap, namun ia tak merasakan kehangatan kasih sayang seorang kakak. Setiap harinya ia selalu di fitnah, di pukul, di tampar, dan di hina oleh kakak nya maupun temen kakaknya. Ia memiliki ibu, ayah, dan adiknya yang membelanya. Dua kakaknya? Malah mereka membenci nya dan lebih mempercayai orang luar.
- - -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anita_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AoA 6
Bel pulang berbunyi, kini semua murid SSP berhamburan keluar, ada yang menggunakan kendaraan sendiri, ada yang dijemput, dan ada yang pulang jalan demi doi.
Alina sudah berada di parkiran, ia sedang menunggu Ikbal. Namun Ikbal belum muncul-muncul. Karna ia lelah menunggu akhirnya ia memanjat pohon rambutan yang berada di parkiran sekolah.
Sambil duduk diatas, ia pun daritadi makan rambutan yang di ambil langsung dari pohonnya. Memang benar, buah akan segar jika dimakan langsung dari pohonnya.
Vano dkk sudah berada di motornya masing-masing, motor mereka bersebelahan dengan motor Alina.
"Langsung pulang atau ke markas nih?" Tanya Ata menyenderkan dirinya kepada motor.
"Pulang." Jawab Vano.
"Sila kemana?" Tanya Galang mencari-cari Sila.
"Tugas kelompok." Jawab Vano.
"Eh bang, ini kan motornya Alina." Ucap Gilang. Karna motor Gilang sangat dekat dengan motor Alina.
"Iya juga, kemana nih orangnya." Ucap Galang.
"What? Ini motornya si neklam." Kaget Angga.
"Keren juga, gw minta bokap beli ini gak dibeliin, eh Alina minta sama bokapnya langsung dibeliin," lesu Angga.
"Harta lu beda jauh sama si Alina." Ejek Ata.
"Entar lah gw ngepet biar cepet kaya." Gurau Angga.
"Tapi, memang dia bisa naik motor segede ini?" Bingung Ata.
"Maybe." Angkat bahu Galang.
"Gimana kita kerjain aja, kempesin nih ban motornya." Ide Angga.
"Wani Piro?" Bukan Vano dkk yang menjawab melainkan seseorang.
"Eh s–siapa yang jawab." Takut Angga celingak-celinguk.
"Gw, Alina." Ucapnya melemparkan kulit rambutan ke arah Angga.
Vano dkk mendongkak ke atas.
Astaghfirullah Kunti
Anak monyet
Burung rusa
Ada Tarzan
Umpatan Vano dkk.
"Emang ada burung rusa?" Tanya polos Ata.
"Ada, mungkin." Jawab Galang.
"Woy Alina lemparkan satu dong." Ucap Ata dengan tangan yang udah mengangkat keatas.
Karna Alina baik ia mengambilkannya.
"Nih," lempar satu tangkai rambutan.
"Makasih, Lin." Ucap Ata.
Ia memakan rambutan nya diatas motor, ia juga membaginya ke yang lain.
"Manis," gumam Samuel memakan rambutan sambil melihat wajah Alina dari bawah.
"Enak, manis, gratis lagi." Ucap Ata menggigit rambutan.
"Siapa yang bilang gratis? Bayar lo pada sama gw," sahut Alina masih berada di atas pohon. Ia sangat mudah menaiki pohon, karna Alina sekolah menggunakan celana bukan rok. Tidak perlu khawatir, celana Alina yang pakai adalah celana dari sekolah. Ia memintanya langsung ke BK.
"Yang bener Lin?" Tanya Ata memberhentikan makannya.
"Canda elah." Gurau Alina.
Mereka mengobrol dan memakan rambutan bersama seperti tidak ada masalah. Padahal Alina kalo ketemu Vano dkk bawaannya langsung berantem tanpa alasan.
Alina tersenyum semirik.
"Masuk perangkap pak Eko." Batin Alina.
"Eh pak Eko kan paman gw, berdosa banget gw." Lanjut Alina miris.
"Kak Lina, kakak dimana?" Pekik Ikbal mencari Alina.
Ikbal sekarang sudah berada di motornya.
"Bang lu kemanain kakak gw?" Tanya dingin Ikbal ke twins G.
"Kakak lu diatas," ucap Galang.
Ikbal mendongkak ke atas. "Astaghfirullah, kakak." Kaget Ikbal.
"Turun kak," suruh Ikbal.
"Bentar," ucap Alina.
Alina sudah berada dibawah, ia langsung menaiki motornya begitu juga Ikbal.
"Nyari seblak," ucap Alina.
"Ke langganan aku aja, kak." Ucap Ikbal.
"Gaskeun, slur." Ucap Alina memakai helm.
Sebelum Alina menjalankan motornya ia berkata dulu kepada Vano dkk.
"Kalian," tunjuk Alina. "Bereskan sampahnya, karena ntu guru piket sedang menuju kesini." Ucap Alina mengarahkan pandangannya ke Bu Rita (guru piket, yang terkenal sangat galak.)
"Mampus," lirih Vano dkk.
"Bay, bay para humam," ucap Alina menjalankan motornya.
"ALINA DASAR KAMPRET." Teriak Angga dan Ata.
"Cepet bereskan,"
Mereka membersihkan bekas kulit rambutan, lalu mereka buang ke tong sampah dengar berlari.
"Alhamdulillah, gak jadi di hukum." Ucap Gilang menepuk-nepuk tangannya.
Mereka selamat dari hukuman guru piket.
Mereka bergegas pergi menjalankan motornya.
Di jalan
Alina menjalankan motornya dengan santai, ia merasakan angin sepoi-sepoi yang mendinginkan kulit-kulit tubuhnya.
"Bermain dengan cara lembut dan halus, welcome to dunia Alana." Batin Alina menyeringai.
"Kak itu tempatnya," tunjuk Ikbal tiba-tiba mengagetkan Alina.
"Ah, ia ayok kesana." Ucap Alina.
Alina dan Ikbal membelokkan motornya ke arah warung sisi jalan.
Seblak aneka macam
Plang itu terlihat jelas di jalanan.
Alina dan Ikbal memakirkan motornya.
Keadaan warungnya ramai jadi ia memutuskan untuk di bawa pulang saja makanannya.
•
•
•
TBC
LIKE AND FOLLOW
MAMPIR TERUS YUK KE CERITA SAYA!
S E E Y O U O R A N G B A I K 🦋