NovelToon NovelToon
A Lucky System

A Lucky System

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Sci-Fi / Si Mujur / Chicklit
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Black Rose

Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustrasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin itu untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul ‘My Kepet pet’. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.

“Keren nih game, bisa dapet duit beberan nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi.”

Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot!!

“What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?” Mila melongo melihat kegagalannya.

“Aaaa .... ini sungguh tidak adil!!” teriak Mila.



Bagaimanakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Kicauan burung dan suara aliran sungai membangunkan Mila pagi ini. Dia meregangkan badannya sejenak sebelum mulai mandi dan sarapan. Mila mengambil peralatan mandinya dan berniat untuk membersihkan diri di sana.

"Via, tutup mata kamu. Aku nggak mau Bos mesumu itu lihat aku mandi."

Gila loe mau mandi di sini! Via tahu jika ada lelaki asing yang selalu mengawasi Mila.

Loe cukup sikat gigi, cuci muka, cuci keti trs ganti dalam kemah sono!

"Sayang banget air sungai sebening ini nggak di pake mandi."

Kalo loe masih nekat mandi di sini, gue bakal bikin siaran langsung loe lagi mandi.

"E,eh jangan ... nggak jadi deh, aku ikutin saran kamu aja." Mila menyengir kuda.

Hari ini menu sarapan Mila adalah semangkuk mie kuah, aroma yang menguar itu membuatnya semakin lapar. Dia memakannya dengan lahap mengingat udara di sana pasti sedikit lebih dingin. Mila kini berkutat dengan ponselnya, ia melihat misi selanjutnya.

Misi ke- 6 : Penyelamatan Rapunzel.

"Astaga Via, aku bukan pangeran loh. Kok aku disuruh menyelamatkan Rapunzel? kenapa nggak Bos kamu aja sendiri?"

Mana gue tahu, kali aja loe tuh sebenernya cowok jadi-jadian.

"Enak aja! gunung kembar segede ini kamu bilang jadi-jadian?" Mila menggoyangkan payu dara nya.

Ketiga lelaki yang memperhatikannya di buatnya melotot. Deon terkekeh geli, Elvan menutup matanya atas perintah Deon, sedangkan Lelaki misterius itu tengah tertawa kecil melihat tingkah Mila.

"Kamu nggak punya kan yang seperti ini? iri? bilang bos!" Mila mengejek Via dengan masih menggoyang-goyangkan anggota tubuhnya yang paling menonjol itu.

Loe kira gue nggak ****? gue makhluk paling **** --, kata-katanya terpotong.

"Sebangsa kamu, iya aku ngerti kok." Jawab Mila santai, membuat Via semakin jengkel.

Dah lah, ayo ciripa kita let's go.

"Eits ... tunggu dulu, kamu belum kasih aku skill. skill hari ini apa aja?"

*Oh iya, hampir aja lupa. Gara-gara mata gue sakit dan otak gue kacau lihat loe punya gunung kembar goyang- goyang! Skill yang ditawarkan hari ini adalah :

- Memanjat

- Bela diri

- Mengepang*

"Apaan skill hari ini nggak guna semua, aku udah punya skill beladiri permanen kmrn kudapat gratis."

Ya udah, kali aja loe nanti butuh.

"Dahlah, ganti item aja. Bisa nggak skill di ganti Item?"

Hmm ... bisa, loe mau item apa?

"Kita lihat situasinya nanti," kata Mila sambil mengantongi pisau lipat dan gunting.

*Ayo kita berangka*t.

Mereka berdua berjalan semakin memasuki are hutan. Kemah Mila tidak dibongkar karena ia tahu masih butuh 1 hari untuk turun ke bawah. Semakin masuk ke dalam, Mila menemukan sebuah padang rumput luas yang di kelilingi pepohonan lebat. Ditengah-tengahnya terdapat sebuah menara yang tinggi.

Mila mendekati menara itu, persis dengan yang ada di dongeng rapunzel. Ia pun berteriak dengan keras.

"Rapunzel, Rapunzel, let down your hair, so that i might climb thy golden stair."

Tak lama kemudian rambut emas yang sangat panjang menjuntai ke bawah. Karmila menatapnya sejenak, ia menyentuh rambut itu tidak percaya. Itu adalah rambut asli. Mila pun segera memanjat ke atas, ia menggunakan kemampuan beladirinya.

Sesampainya di atas, betapa kagetnya dia melihat para ailien sudah berkumpul di sana. Sang Rapunzel sedang duduk terikat dengan Alien di kanan dan kirinya. Karmila melayangkan tendangannya, kali ini ia menggunakan pisau mengingat betapa sulitnya para Alien ini untuk di kalahkan.

Karmila melukai mereka satu persatu, ada seorang Alien yang menggunakan pistol khusus dan mengenai bahu Karmila. Pelurunya hanya menyerempet bahu Karmila, tapi rasa sakitnya luar biasa. Pistol itu adalah pistol cahaya, tidak menggunakan peluru tapi cahaya matahari yang sangat panas.

Dengan menahan sakit dan darah yang menetes dari bahunya, Karmila tetap melawan para Alien itu. "Via, aku minta senjata seperti mereka!"

Loe yakin sanggup bayarnya?

"Gratis! tadi aku nggak pilih skill kalo kamu lupa."

Oh iya, as you wish.

Senjata itu muncul secara misterius, saat ini tengah bertengger di pinggang sebelah kanan Mila. Dia mengganti pisaunya dengan senjata itu secepat kilat. Tembakan demi tembakan ia layangkan, membuat mereka semua lenyap seketika.

Lelaki penyelamat atau tuxido bertopeng mengurungkan niatnya untuk membantu Karmila. "Gadis itu ternyata sangat pemberani dan pintar dalam mengambil keputusan," gumamnya dalam hati.

Karmila segera melepaskan ikatan dari sang Rapunzel, tak lama kemudian terdengar suara yang sama. "Rapunzel, Rapunzel, let down your hair, so that i might climb thy golden stair."

Karmila meminta ia untuk menurunkan rambutnya. Ketika penyihir itu telah sampai di atas, Karmila dengan cepat menusuk jantungnya dan mendorongnya keluar jendela. Sang penyihir kembali masuk dari pintu samping yang tertutup tanaman rambat.

"Kok bisa nggak mati? aduh, aku lupa gimana cara bunuh dia?" Mila panik sambil berkacak pinggang. Saat tangannya meraba gunting, ia ingat jika penyihir itu akan mati ketika rambut Rapunzel dipotong.

"Aku potong rambutmu ya, sebelum nenek tua itu datang." Rapunzel menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Karmila memotong rambut Rapunzel dengan kemampuan alami yang di milikinya, hasilnya tidak buruk. Rambutnya masih panjang sampai pinggang tetapi sudah rapi. Nenek sihir itupun berteriak dari tengah tangga, ia berubah menjadi abu.

"Kenali aku Karmila." Karmila mengulurkan tangannya.

"Aku Anzel," Jawabnya seraya menyambut uluran tangan Mila.

"Makasih ya kamu udah menyelamatkan aku."

"Sama-sama, ayo kita turun."

"Gimana caranya?"

Karmila menepuk dahinya, ia lupa jika menara ini sangatlah tinggi. Mau tak mau mereka harus melewati tangga. Perjalanan mereka sangat lama dan melelahkan. Hari berubah menjadi malam, mereka masih ada di tengah ruangan. Dasar dari menara itu bahkan belum terlihat.

Perut Mila berbunyi minta diisi, ia menanyakan apakah Anzel mempunyai makanan. Anzel mengangguk, ia menunjuk ke atas. Dapur ada di sebelah kamarnya di atas, Karmila berteriak frustasi. Mereka kembali menaiki tangga yang banyak itu.

Sangat tidak mungkin Karmila melanjutkan perjalanan tanpa mengisi perutnya. Anzel memasak bubur kacang merah, aromanya membuat Mila bersemangat. Ia segera menandaskan mangkok buburnya, kemudian tertidur di atas kasur bersama Anzel.

"Jika lengannya tidak segera diobati, lukanya akan semakin melebar." Elvan terlihat khawatir.

"Beraninya mereka melukai kelinciku!" teriak Deon geram.

"Kirim aku ke sana! aku akan mengobati lukanya!" perintah Deon.

"Sekarang?"

"Sekarang! mumpung dia sedang terti--" Kata-kata Deon terhenti saat melihat Tuxido Bertopeng sedang mengobati Mila secara diam-diam.

"Arghhh!! Siapa bajingan itu berani menyentuh kelinciku! bukankah aku memintamu untuk menyelidikinya?!"

"Maaf Tuan besar, saya belum dapat menemukannya." Elvan seketika berubah formal melihat kemarahan Deon.

"Ini adalah kawasanku, aku yang membuat arena ini! Tidak mungkin ada yang dapat menembusnya! segera selidiki!" titah Deon.

"Siap Tuan Besar."

Deon segera menuju sasana tinju, ia tidak berduel dengan manusia tetapi dengan para robot. Seluruh robot di dalam gudang itu ia habisi hanya dengan tangan kosong.

1
Joko
hewan Kukang keluar cuma malam
Kiyz
alamak..bisa" mereka ciuman..untuk nih novel klaundi dalam kehidupan nyata sudah gue geplak TU pala masing" orang🤣🤣
Ryoka2
Lucu lucu serem😭🤣
Um_bell29: imut lah si Via, tapi nggak mulutnya🤣🤣
total 1 replies
Ryoka2
😂😂
Um_bell29: Semoga beneran ada alien tamvan🤣
total 1 replies
Ryoka2
Saya hadir lagi Thor 👍
Um_bell29: makasih
total 1 replies
Dewa Yunani
hwaaaa lanjut g thorrr...klo g aku nangisss亊亊
Um_bell29: sabar ya 😭
total 1 replies
LiveChic
Gak bisa tidur dehhh hayati!
Um_bell29: lanjut baca aja kak kalo nggak bs tdr😂
total 1 replies
salt sand and smoothies
lanjut semngat menulis karya karya mu thorr sehat sll昨沽
Um_bell29: semangat💪💪
total 1 replies
Ryoka2
Btw, aku juga ada cerita yang tentang sistem nih, judulnya Arabella dan sistem Kecantikan 🥰
Um_bell29: Cerita kakak bagus oiii😍😍👍
total 1 replies
Ryoka2
Menarik banget nih sistemnya, aku suka😂👍
Um_bell29: Jadi kagak suntuk bacanya kalo sistem seperti ini kan?😂😂
total 1 replies
Ryoka2
Wkwk ketawa Mulu aku😭
Um_bell29: Ketawa ape nangis? ketawa ampe bengek?😭😝
total 1 replies
Ryoka2
Buset
Ryoka2
Operator 😭🤣
Ryoka2
Ahahah😭
Ryoka2
Gaul amat sistemnya🤣
Ryoka2
Mampir Thor 👍
Um_bell29: makasih😍
total 1 replies
MALES NGETIK
System pake bahasa gaul bukan System namanya
Um_bell29: mungkin yang bikin programnya lagi eror atau dia mungkin juga alien😅
total 1 replies
Hustle Flyswat
Terhura banget Thor! Ini karya yang bikin aku enggak mau move!
Um_bell29: makasih😍
total 1 replies
Um_bell29
novel yang kocak beud sih ini
AdindaRa
Hai, salam kenal yaa. Aku mampir 😍
Um_bell29: Makasih kakak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!