NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Wush.

Helikopter itu mendarat perlahan di area datar yang tidak jauh dari bibir tambang.

Angin kencang dari baling-baling menerbangkan debu-debu kering di sekitarnya.

Rizal turun dari helikopter diikuti oleh Clara dan tim geologi.

Udara di daerah perbukitan itu terasa cukup sejuk meskipun matahari bersinar terik.

"Lihat sendiri kan Tuan Rizal, tambang ini benar-benar mati."

Profesor Hendra menunjuk lubang raksasa di depan mereka dengan raut wajah menyerah.

Rizal berjalan mendekati bibir tambang dan menatap dinding-dinding tanah yang terlihat kusam.

"Sistem, di mana letak urat tambang baja hitam itu?"

Rizal membatin sambil menggunakan Mata Deteksinya.

Ting!

Sebuah garis pemandu berwarna emas tiba-tiba muncul di penglihatan Rizal, mengarah ke salah satu tebing batu di bagian bawah tambang.

"Profesor, coba Anda turun ke sebelah sana dan ambil sampel dari dinding batu berwarna agak gelap itu."

Rizal menunjuk sebuah tebing yang sekilas memang terlihat seperti batu kusam biasa.

Profesor Hendra menghela nafas panjang namun tetap menuruti perintah bos besarnya.

Dia dan dua asistennya menuruni jalan tanah yang landai dan mendekati tebing yang ditunjuk Rizal.

Tak. Tak. Tak.

Suara palu geologi yang dipukulkan ke dinding batu terdengar menggema dari dasar tambang.

"Tuh kan, ini cuma batu andesit biasa yang sangat keras..."

Ucapan Profesor Hendra terhenti tiba-tiba.

Batu yang baru saja dia pecahkan permukaannya itu memantulkan kilauan hitam metalik yang sangat menyilaukan mata.

Bukan kilauan batu biasa, melainkan kilauan logam murni yang tidak wajar ditemukan di alam bebas dalam kondisi mentah.

"A-apa ini?!"

Profesor Hendra langsung berlutut dan mengambil serpihan batu tersebut dengan tangan gemetar.

Dia mengeluarkan cairan asam penguji dari dalam kopernya dan meneteskannya ke atas batu hitam itu.

Desis.

Cairan asam itu sama sekali tidak bereaksi, menandakan kepadatan logam yang luar biasa tinggi dan tahan korosi.

"Cepat keluarkan mesin pemindai spektrometer!"

Profesor Hendra berteriak panik kepada dua asistennya.

Mereka dengan cepat menyalakan alat berbentuk pistol laser tersebut dan menembakkannya ke arah tebing batu.

Layar digital di alat itu langsung menampilkan grafik komposisi material secara real-time.

Mata Profesor Hendra membelalak lebar hingga kacamata tebalnya hampir melorot jatuh.

"I-ini gila... ini benar-benar mustahil secara ilmu sains!"

Profesor Hendra memegang kepalanya sendiri dengan ekspresi seperti orang yang baru saja melihat hantu.

Clara yang melihat kepanikan tim geologi dari atas langsung berteriak bertanya.

"Profesor! Apa yang Anda temukan di bawah sana?!"

Profesor Hendra berlari terseok-seok menaiki lereng tambang sambil membawa sebongkah batu hitam berkilau di tangannya.

"Nona Clara! Tuan Rizal! Kita kaya raya! Perusahaan kita benar-benar selamat!"

Profesor tua itu menangis histeris dengan air mata kebahagiaan yang membasahi pipinya yang kotor oleh debu.

"Batu apa itu Profesor? Tolong jelaskan dengan bahasa yang saya mengerti."

Rizal bertanya dengan nada tenang yang sangat kontras dengan situasi heboh di sekitarnya.

"Tuan Rizal, ini bukan sekadar biji besi biasa!"

Profesor Hendra mengangkat bongkahan batu hitam itu tinggi-tinggi seolah memegang piala.

"Ini adalah paduan alami Baja Hitam dan Titanium murni dengan tingkat kepadatan yang belum pernah saya lihat seumur hidup saya!"

Clara seketika menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan saking terkejutnya.

Sebagai seorang CEO yang sering mengurus proyek konstruksi, dia sangat tahu nilai dari material tersebut.

Titanium murni bernilai ratusan kali lipat lebih mahal dari baja biasa dan sangat langka.

"Seberapa banyak cadangan yang ada di tebing itu Profesor?"

"Bukan hanya di tebing itu Tuan Rizal!"

Profesor Hendra menunjuk ke seluruh area tambang raksasa di depan mereka dengan tangan gemetar.

"Pemindai saya menunjukkan bahwa seluruh struktur tanah di bawah kita, sejauh puluhan kilometer ke bawah... semuanya adalah urat baja hitam ini!"

"Ini adalah tambang titanium terbesar dan paling murni yang pernah ditemukan dalam sejarah peradaban manusia!"

Clara seketika merasakan kakinya lemas dan dia hampir terjatuh jika Rizal tidak menahan bahunya dengan sigap.

"T-tuan Rizal... kita tidak hanya selamat dari ancaman kebangkrutan."

Clara bergumam dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca menatap wajah santai Rizal.

"Dengan tambang ini, Wijaya Group bisa memonopoli seluruh industri baja dan dirgantara dunia."

Rizal tersenyum miring dan menepuk pelan bahu Clara.

"Sudah saya bilang kan, Paman Broto Sanjaya dari konferensi pers itu hanyalah badut yang sedang menghibur kita."

Rizal menatap bongkahan batu hitam di tangan Profesor Hendra dengan tatapan penuh kepuasan.

"Kirimkan sampel batu ini ke laboratorium independen hari ini juga."

Rizal memberikan instruksi balasan yang sangat cepat dan mematikan.

"Besok pagi, kita akan menggelar konferensi pers tandingan dan menampar wajah Keluarga Sanjaya di depan seluruh masyarakat Indonesia."

Hari ini, Broto Sanjaya mungkin merasa di atas angin.

Tapi besok, dunia akan tahu bahwa tidak ada seorang pun yang bisa merendahkan apa yang menjadi milik Rizal.

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!