NovelToon NovelToon
Pinangan Kedua

Pinangan Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:937.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mak Nyak

Dani adalah seorang duda beranak dua. Setelah kepergian istrinya, Dani tidak pernah mau membuka hatinya untuk wanita lain. Mengingat luka yang dia torehkan pada anak sulungnya, membuat dia takut untuk menggantikan posisi almarhumah sang istri di hatinya.

Pertemuannya dengan Disa yang tidak disengaja membuat hatinya bergejolak. Perhatian yang dia berikan secara diam-diam semakin membuat benih cinta itu tumbuh makin lebat. Tapi dia kembali terbayang akan ketakutannya.

Akankah cinta terjadi diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sehari Bertemu Disa

Disa makan ditemani oleh Mamah Yuli. Pembawaan Disa yang ceria dan mudah bergaul dengan orang membuat Mamah Yuli betah ngobrol dengannya. Entah mengapa terbersit sebuah keinginan selalu dekat dengan Disa. Terlebih lagi mengingat sikap Aidha tadi. Semakin membuatnya yakin akan terjadi peristiwa besar ke depannya. Entahlah, dia hanya bisa berharap yang baik.

"Ustazah Disa sudah menikah?" tanya Mamah Yuli.

Disa menggeleng sebagai jawaban belum. Membuat Mamah Yuli ber-oh ria.

"Sudah punya tunangan?" tanya Mamah Yuli lagi.

Disa menelan makanannya lalu meminum air di dalam gelas itu. "Belum juga bu, dekat sih ada. Tapi nggak tahu, jodoh atau bukan. He-he-he,"

"Lhoh, ya ditanya dong!"

Disa hanya menyeringai menunjukkan barisan gigi putihnya. Membawa piring kotor untuk dicucinya.

"Biarin aja di situ," perintah Mamah Yuli.

Bukan Disa namanya kalau dia menurut untuk tidak membersihkan piringnya. Dari semenjak di pondok, ia diajarkan untuk selalu mandiri dan tanggung jawab atas yang menjadi kewajibannya. Kalau habis makan, ya langsung dicuci sendiri piringnya. Itulah ajaran yang didapat di pondok.

Berbeda dengan di rumah, karena ketika dia di rumah, dirinya akan dimanjakan oleh kakak-kakaknya. Hanya akan disuruh bermain dan tidak boleh membantu mengerjakan tugas rumah.

"Disa sudah biasa, Bu. Tenang saja, Sita masih lanjut kuliah ya, Bu?"

"Iya Ust, tapi satu bulan lagi selesai kok. Sita itu anak ketiga Ibu. Paling rajin diantara kakak-kakaknya. Ustazah anak nomor berapa?"

"Harusnya nomor lima dari enam bersaudara Bu, tapi karena kakak yang kedua meninggal jadi hitungannya Disa maju satu nomor. Hi-hi-hi," jawab Disa bercanda.

Disa menumpang salat ashar disana. Lalu mengobrol sebentar dengan sang pemilik rumah. Mamah Yuli senang dan ikut tertawa dengan Disa yang selalu ceria. Disa melihat jam di dinding rumah itu sudah menunjukkan pukul lima sore. Membuatnya harus segera bergegas pulang kalau tidak ingin kemalaman sampai rumah.

"Nggak nunggu papanya anak-anak dulu? Biar bisa kenalan." Mamah Yuli mencoba menahan Disa.

"Lain kali saja Bu, selepas maghrib saya harus mengajar ngaji juga di rumah," terang Disa.

"Ya sudah, hati-hati di jalan ya Ust, salam buat keluarga di rumah. Untuk urusan biaya dibahas besok nggak papa?"

"Santai saja Bu, Disa pamit. Assalamuaalaikum."

"Wa'alaikum salam," jawab Mamah Yuli.

Disa menyalami Mama Yuli dan bergegas pulang. Saat melewati ruang tamu, matanya menangkap foto keluarga yang menempel di dinding rumah. Dia tidak begitu memperhatikan saat masuk tadi. Foto keluarga besar keluarga Rahmadi. Ada Mamah Yuli, Sita, dan Aidha kecil. Hanya itu yang Disa kenali.

Mamah Yuli memperkenalkan anggota keluarga besarnya satu per satu. Mulai dari suaminya, anak pertama, kedua, ketiga, dan terakhir. Lalu almarhumah menantu dan cucunya. Mata Disa tidak bisa lepas ketika melihat foto Dani yang tertawa lepas sambil menggendong Aidha kecil.

"Kayak pernah lihat bapaknya ini, tapi dimana ya?" tanya Disa mencoba mengingat.

"Oh ya? Dimana pernah bertemu dengan Dani?" tanya Mamah Yuli.

"Dani?" Disa bingung saat nama itu disebut.

"Iya, nama anak saya Dani. Memang pernah bertemu dimana?"

Disa menyeringai dan menggelengkan kepala. Dia benar-benar tidak bisa mengingat tentang orang bernama Dani. Ia mengakhiri obrolan itu karena dikejar oleh waktu.

Disa berpamitan lagi. Menuju garasi dan menstater motor maticnya dan berlalu meninggalkan kompleks perumahan itu.

***

Dani baru saja selesai berdzikir. Aidha dan Salwa sudah diam di kamar masing-masing. Mereka enggan makan malam karena tidak cocok dengan lauk yang disediakan. Memilih untuk dibuatkan mie goreng dengan telur mata sapi di atasnya.

Dani duduk di samping mamahnya. Membaca pesan yang masuk satu per satu. Mamah Yuli mencoba melirik siapa pengirim pesan itu. Adakah salah satunya wanita yang pernah dia kenalkan dengan putranya itu?

"Nggak usah lirak-lirik, Mah! Nih Dani sebutin nama orang yang chat sama aku." Dani bersiap menyebutkan nama yang sedang berbalas pesan dengannya.

"Nggak usah, mau Mamah paksa kayak apapun kalau hati kamu belum tersentuh ya percuma!" balas Mamah Yuli sambil membuka majalah.

Dani tersenyum penuh kemenangan kali ini. Hanya satu perempuan yang masih gemar sekali mengganggunya di tengah malam. Namun tetap saja Dani tidak meresponnya. Dia tidak tertarik dengan tipe yang agresif.

"Tadi Disa jadi ngajar ngaji anak-anak?" tanya Dani masih asyik membalas pesan.

Mamah Yuli heran dengan sebutan yang baru saja terlontar dari mulut anaknya. Dani langsung menyebut nama ustazah yang mengajari anaknya mengaji. Biasanya ia akan menggunakan tambahan panggilan yang lebih sopan misal mbak, bu, atau ustazah.

Dani melirik ekspresi heran mamahnya. Segera dia meralat ucapannya agar tidak menimbulkan kecurigaan.

"Maksud Dani, ustazahnya jadi datang?" tanya Dani.

"Jadi, anaknya ceria. Mamah suka deh Dan, rumah tuh rasanya lebih hidup. Ada gelar tawa yang lepas begitu saja." Mamah Yuli menceritakan tentang Disa dengan begitu antusias.

Dani sedikit tidak percaya dengan ucapan mamahnya. Karena saat Disa bertemu dirinya, wanita itu akan menunjukkan dirinya lebih tenang. Apakah Disa yang dimaksud berbeda? Hal ini membuat Dani penasaran.

Dani mencoba melihat agenda yang ada di dalam ponselnya. Melihat jadwal besok kosong. Itu artinya dia bisa meninggalkan kantor tepat pukul empat sore. Ia terlalu penasaran dengan sosok Disa.

"Mamah belum bicarakan tentang biayanya, Dan. Tadi dia buru-buru karena setelah maghrib masih ngajar ngaji di rumah," terang Mamah Yuli lengkap.

"Besok Dani coba temui dia dan bicarakan tentang biaya itu," jawab Dani.

"Oke, Mamah sih langsung setuju saat tahu metode belajarnya. Lebih mudah dipahami karena selalu diulang. Pengucapan dia juga sangat jelas, tajwidnya benar. Mamah suka deh pokoknya!" Mamah Yuli malah kegirangan.

Dani tersenyum mendengar celotehan mamahnya. Dia dengan setia menanggapi cerita sehari bertemu Disa. Kekagumannya bertambah pada wanita itu, tatkala Mamah Yuli membicarakan Aidha. Ia terhenyak ketika anak sulungnya menangis.

Sudah lama sekali dia tidak melihat Aidha menunjukkan ekspresi lain di rumah itu. Hanya kemarahan dan datar yang selalu menguasai raut wajah Aidha.

"Dani coba bicara sama Aidha dulu ya, Mah," ucap Dani memotong cerita mamahnya.

Mamah Yuli mengangguk. Dani segera beranjak dan menuju kamar putri sulungnya. Dia mengetuk pintu yang terbuka itu. Melihat Aidha sedang menghafalkan sesuatu.

"Mbak, lagi hapalan apa?" tanya Dani lembut.

"Surat An-naba. Papah ngapain kesini?" tanya Aidha tidak senang.

"Papah kangen sama, Mbak Aidha. Memang salah kalau Papah masuk ke kamar kamu?"

"Ck, kan Papah tahu sendiri Aidha masih marah atas kesalahan Papah!" jawab Aidha bersungut-sungut.

Dani menghela napasnya, ternyata Aidha melunak pada Disa. "Sebenarnya ..., Papah juga ingin ibu ada sama kita. Ngajari kalian ngaji, belajar, ngurus semua kebutuhan kalian. Kalau saja waktu bisa diputar lagi, Papah siap menggantikan posisi ibu. Papah siap nyawa ini diambil terlebih dahulu."

Dani berbalik dengan mata berkaca-kaca. Aidha terhenyak mendengar kalimat papahnya. Memang dia marah karena kehilangan ibunya. Mengkambinghitamkan adik dan papahnya atas kejadian tersebut. Apakah jika saat ini ibunya hidup dan papahya yang meninggal dia menjadi tidak marah lagi? Apakah dia sanggup jika kehilangan orang tuanya?

Aidha tidak akan pernah sanggup jika kehilangan papahnya. Cinta pertama yang sampai detik ini masih menyayanginya tanpa syarat. Semarah apapun dia, papahnya tetap menyayanginya dengan utuh.

"Pah," panggil Aidha.

"Ya?" Dani kembali menoleh.

"Tolong ..., jangan bicara seperti itu. Aidha sudah cukup sakit kehilangan satu orang tua. Aidha ..., minta maaf."

Dani tersenyum dan menghampiri anaknya. Mengecup kening putri sulungnya dengan haru dan hangat.

***

1
Nana Tulipa
Authooorrr.... saya udah ketawa² geli sendirian ini 3 bab.... 😅😅😅
Jumi Nar
Luar biasa
Bahari Sandra Puspita
waow, cerita yg luar biasa mak..
pernah nyantri dulu mak?

suka banget ceritanya, apalagi diselipkan beberapa ajaran Islam di dalamnya..
romantismenya bikin pengen jg mak😁..
mana diselipin ulah geng somplak jg, jadinya makin seru..
yah lumayanlah buat ngobatin kerinduan sama kejahilan geng somplak..

sehat2 terus ya mak..
tetap semangat berkarya dimanapun berada..
😘🥰😍🤩
Bahari Sandra Puspita
kangen geng somplak
titiek
kangen mak nyak. kok gak pernah muncul lg dgn cerita2nya.
Frandamia 💀
Luar biasa
Ardina L
ceritanya bagus kak
Grace_ Official
Luar biasa
bunga
luar biasa
Rahma Inayah
mama nya ank2 sdh otw
Rahma Inayah
kirain dani sktr 35 an ..pst guru ngajinnya disa
Rahma Inayah
bgus ceritanya..
Siti Hadijah
sesak nafas baca nya
Try Susilowaty
makkkk aq ksini lagiiiiiii
kngen ama krya2 mu makkkkk
Patrish
owalah mas Reza... mbok yo ojo medhit... lak yo wis berhasil to percobaane.... kari nunggu ngidam...
Patrish
dasar pak polisi... selalu cari kambing hitam... putih dinamai blacky...pusiingg dah🐑🐑🐑
Patrish
wkwkwkwkkkk... ditapuk sandal swallow... pedhes no... mesti dadi jontor.. 🥴🥴🥴🥴🥴🥴
Patrish
kebetulan hari ini tgl 26...tapi Januari 2023😩😩😩😩....masalahnya aku telaat nemu novel ini... kali saja Disa sudah mulai ngidam.. ato sudah siap siap mau lahiran ya.. 😀😀😀
Patrish
wallaaahhhh.... kacauuuu...
Patrish
waduh... pak Dani sudah hancur luluh... sampai ga bisa berfikir normal... 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!