NovelToon NovelToon
Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Arka kehilangan segalanya dalam satu malam ketika warung makan peninggalan almarhum orang tuanya dihancurkan oleh lintah darat dan kekasihnya meninggalkannya demi pria kaya yang sombong. Di ambang keputusasaan saat mencoba memasak seporsi nasi goreng terakhir di tengah puing-puing warungnya, sebuah suara mekanis misterius tiba-tiba bergema di dalam kepalanya. Berbekal Sistem Kuliner Sakti yang memberinya hadiah uang tunai dan keterampilan tingkat dewa setiap kali pelanggannya merasa puas, Arka memulai langkah balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pagi itu, sinar matahari menembus kaca besar Grand Malika City dengan sangat cerah.

Arka dan Nisa sudah tiba di kios sejak pukul tujuh pagi untuk menyiapkan bahan-bahan.

Srek srek srek.

Nisa menyapu lantai konter dengan sangat teliti sambil bersenandung kecil.

"Mas Arka, pesanan daging buntut sapi kita hari ini sudah kutambah jadi dua kali lipat ya." Ucap Nisa sambil mencatat di buku kecilnya.

"Bagus sekali Nisa, hari ini pasti akan lebih gila dari kemarin setelah masuk televisi nasional." Arka membalas sambil tersenyum.

Tiba-tiba, suara derap langkah sepatu kulit yang mahal memecah keheningan lantai tiga pujasera yang masih sepi pengunjung.

Tap tap tap.

Tiga orang pria berjas hitam rapi berjalan mendekati kios Dapur Arka Absolute dengan gaya yang sangat angkuh.

Pria yang berada di tengah memiliki wajah lonjong dengan kacamata berbingkai emas yang memancarkan aura keserakahan.

Pria itu adalah Tuan Wijaya, seorang investor bodong yang sering mengakuisisi bisnis kecil secara paksa.

"Selamat pagi anak muda, apakah kau yang bernama Arka sang koki viral itu?" Sapa Wijaya tanpa tersenyum sedikit pun.

"Benar Pak, saya sendiri, ada yang bisa saya bantu pagi-pagi begini?" Arka menghentikan pekerjaannya dan menatap pria itu.

Wijaya mengeluarkan sebuah buku cek dari saku dalam jasnya dengan gaya yang sangat arogan.

"Aku mewakili sebuah konsorsium raksasa, dan kami sangat tertarik dengan resep sop buntut milikmu." Wijaya menatap Arka dengan pandangan meremehkan.

"Kami menawarkan uang satu miliar rupiah tunai untuk membeli hak cipta penuh atas resep dan merek Dapur Arka Absolute."

Nisa langsung terbelalak dan menutup mulutnya mendengar nominal yang sangat fantastis itu.

Satu miliar rupiah adalah jumlah uang yang bahkan tidak pernah Nisa bayangkan seumur hidupnya.

"Satu miliar rupiah?" Arka mengulang nominal itu dengan nada datar.

"Benar anak muda, dengan uang itu kau bisa pulang kampung dan hidup santai." Wijaya tersenyum sinis merasa sudah menang.

"Tapi sebagai gantinya, kau harus menyerahkan kios ini kepada kami dan tidak boleh memasak sop buntut lagi di mana pun." Tambah Wijaya membeberkan syarat liciknya.

Arka mendengus pelan dan menyilangkan tangannya di dada.

"Maaf Pak Wijaya, resep saya tidak dijual walau dengan harga sepuluh miliar sekalipun." Arka menolak dengan suara lantang dan tegas.

Senyum sinis di wajah Wijaya seketika luntur dan digantikan oleh raut wajah yang sangat marah.

"Kau jangan bodoh anak muda, ini adalah tawaran sekali seumur hidup!" Bentak Wijaya sambil menggebrak pelan meja etalase.

"Tawaran dari Anda itu bukan investasi, tapi perampokan berkedok kerja sama." Balas Arka dengan tatapan mata yang sangat tajam.

"Kios ini adalah darah dan keringat saya, silakan pergi sebelum saya panggil pihak keamanan mal." Usir Arka tanpa basa-basi lagi.

Wijaya merapikan jasnya yang sedikit kusut dengan napas memburu.

"Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa bocah miskin." Bisik Wijaya dengan nada yang sangat mengancam.

"Orang di belakangku bisa menghancurkan hidupmu semudah membalikkan telapak tangan."

Setelah meninggalkan ancaman itu, Wijaya dan dua pengawalnya berbalik dan melangkah pergi dengan cepat.

"Mas Arka, orang itu kelihatannya sangat berbahaya, aku jadi takut." Ucap Nisa dengan suara bergetar.

"Kamu tenang saja Nisa, anjing yang menggonggong keras biasanya tidak berani menggigit." Arka mencoba menenangkan asistennya.

Kring kring kring.

Tiba-tiba ponsel di saku celana Arka berbunyi nyaring.

Arka segera mengambil ponselnya dan melihat nama Nona Clara tertera di layar.

"Halo Nona Clara, tumben sekali menelepon sepagi ini." Arka mengangkat panggilan itu dengan santai.

"Arka, dengarkan aku baik-baik, situasinya sekarang sedang berubah menjadi sangat buruk." Suara Clara terdengar jauh lebih tegang dari biasanya.

"Ada apa Nona Clara? Tadi baru saja ada investor sombong bernama Wijaya yang mau membeli resepku." Arka melaporkan kejadian barusan.

Terdengar helaan napas panjang yang sangat berat dari seberang telepon.

"Tebakanku benar, Wijaya itu bukanlah investor, dia adalah anjing peliharaan milik Hendra Kusuma." Jelas Clara dengan nada serius.

"Hendra Kusuma? Siapa dia?" Arka mengerutkan keningnya karena tidak mengenal nama itu.

"Dia adalah ayah dari Kevin, musuhmu di seberang jalan itu." Jawab Clara yang seketika membuat mata Arka sedikit melebar.

"Kevin yang sudah putus asa rupanya merengek pada ayahnya, dan Hendra bukanlah pebisnis yang bermain bersih."

"Hendra menguasai banyak jaringan preman kelas atas dan pasar gelap di kota ini." Tambah Clara memberikan peringatan.

"Jadi tawaran satu miliar tadi adalah peringatan pertama sebelum mereka menggunakan kekerasan fisik?" Arka menyimpulkan dengan cepat.

"Tepat sekali Arka, aku bisa melindungimu dari hukum dan petugas dinas, tapi aku tidak bisa mengawasi kiosmu selama dua puluh empat jam dari preman suruhannya." Ucap Clara terdengar khawatir.

"Terima kasih atas informasinya Nona Clara, Anda tidak perlu cemas, saya punya cara sendiri untuk menyambut preman-preman itu." Arka tersenyum dingin dan mematikan panggilan tersebut.

Arka menatap gerobak baja miliknya dan menyadari bahwa ia butuh pertahanan yang lebih kuat.

Musuhnya kini bukan lagi preman pasar kelas teri seperti Bos Boni, melainkan sindikat kriminal berkedok perusahaan.

"Sistem, buka panel profilku sekarang." Perintah Arka di dalam hatinya.

Layar biru transparan langsung muncul di depan wajahnya.

[Poin Kepuasan Saat Ini: 420 Poin.]

"Sistem, aku ingin menggunakan empat ratus poin untuk melakukan putaran Gacha tingkat menengah secara beruntun." Arka memberikan perintah dengan sangat mantap.

Poin kepuasan memang sangat sulit dikumpulkan, tapi nyawa dan keamanan kiosnya jauh lebih berharga dari apa pun.

[Ding!]

[Memproses empat kali putaran roda undian kelas menengah...]

Wush wush wush!

Animasi roda raksasa berputar dengan sangat cepat di dalam pikiran Arka.

Kotak-kotak berwarna emas dan perak bergantian melintas dengan kecepatan yang membuat pusing.

Tik tik tik.

[Ding!]

[Selamat! Host mendapatkan: Keterampilan Bela Diri Praktis (Tingkat Menengah).]

[Selamat! Host mendapatkan: Peningkatan Gerobak (Medan Pelindung Kinetik).]

[Dua putaran sisanya menghasilkan Zonk (Kosong). Poin hangus.]

Arka tidak peduli dengan dua putaran yang kosong karena dua hadiah pertamanya benar-benar sesuai dengan yang ia butuhkan.

Seketika itu juga, aliran informasi yang sangat deras dan panas masuk ke dalam otak serta otot-otot tubuh Arka.

Tulang dan persendiannya berbunyi gemeretak pelan saat sistem menyesuaikan fisiknya secara instan.

Kini Arka menguasai teknik memukul, menghindar, dan melumpuhkan lawan dalam jarak dekat dengan sangat mematikan.

"Ini luar biasa, tubuhku terasa seringan bulu tapi ototku terasa sekeras baja." Arka mengepalkan tangannya dan merasakan lonjakan tenaga yang luar biasa.

Sementara itu, hadiah kedua dari sistem langsung diterapkan pada gerobak baja bintang tiganya.

[Medan Pelindung Kinetik Aktif.]

[Gerobak kini memiliki perisai tak kasat mata yang akan memantulkan semua serangan fisik dan benda keras.]

"Sempurna, sekarang biarkan saja anjing-anjing suruhan Hendra itu datang menggigit." Arka menyeringai dengan tatapan mata yang sangat berbahaya.

1
Ponny Sagita
serius thor? restoran mahal pake kursi plastik?
Ponny Sagita
kok masih pinggir jalan? othor niiih yaaa
Nissa Safira: mungkin iyaa outdoor kak, soalnya si Arka lagi proses membangun restoran mewahnya sendiri kak🤣
total 1 replies
Ponny Sagita
masak nasinya kan baru pagi pagi, kok bisa didinginkan semalaman?
Nissa Safira: hahaha dari semalem nasi nya belum habis kak gara2 malem nya di datengi preman🤣
total 1 replies
Wega Luna
keterlaluan udah hutang bunga tempat dagang dirusak ,itu bisa dilaporkan, loh
Nissa Safira: hahahaa namanya juga utang sama rentenir sadis kak😅
total 1 replies
Mohd Harmizi
berhasil jual 3 ribu kok poin kepuasan hanya 500?
Nissa Safira: iyaa juga iyaa.. kelupaan kak🤣
total 1 replies
m_reynaldi
mantapp.. update bab yg banyak thorr 😍
Fariq Banafsaj
lanjut🤩
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp.. lanjut...💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!