NovelToon NovelToon
I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romantis / Tamat
Popularitas:639.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jihan Khoirunnisa Kusuma

Di sarankan untuk membaca " My hubby anaukhubbuka fillah " terlebih dahulu..


Faiz,dokter muda yang tengah terluka akibat menaruh cintai pada seorang wanita yang tidak lain adalah adik kandungnya sendiri,serta kebenaran akan statusnya dalam keluarga, membuat perasaanya semakin hancur,hingga ia pun memutuskan untuk pergi jauh, meninggalkan keluarga yang selama ini merawat dan membesarkannya dengan penuh cinta.
Bagaimana nasib dan kehidupan barunya setelah ia pergi,akankah ia bisa melupakan cinta pertamanya dan menemukan cinta sejatinya.


Ikuti terus ceritanya,,jangan lupa juga kasih like komen dan vote,,dukung terus thor agar tetap semangat..

Selamat membaca...😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Khoirunnisa Kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Menjelang sore,Faiz sudah menyelesaikan tugasnya,ia menutup klinik,kemudian menghampiri Mentari yang masih merebahkan tubuhnya di atas sofa,gadis itu nampak pucat dan mengigil,seketika pria itu langsung menyentuh keningnya,memastikan suhu tubuhnya.

Dengan segera Faiz membawakan kompresan,tidak lupa ia juga membuatkan makanan,setelah itu memberinya obat demam.

Adzan magrib berkumandang,pria itu segera mengganti pakaian dan pergi ke mesjid hendak melaksanakan shalat magrib berjamaah,ia juga bertemu dengan pak Hasim dan memberitahukan kondisi putrinya.

Selesai melaksakan shalat,mereka berjalan bersama untuk pulang.

" Terimakasih sudah mau menolong Mentari." ujar Pak Hasim merasa bersalah.

" Tidak apa apa pak, kalau boleh tau apa yang sebenarnya terjadi padanya,kenapa bisa sampai terluka seperti itu?" tanya Faiz.

" Saya jarang ada di rumah,jadi tidak tau seperti apa pastinya,tapi yang saya tau Mentari sering mendapat perlakuan kasar dari anak dan istriku." terang Pak Hasim.

"Lalu kenapa bapak diam saja?" kesal Faiz.

" Aku tidak bisa berbuat apa apa,mereka keluarga ku ,aku tidak bisa membela salahsatu dari mereka,aku merasa serba salah." ujar Pak Hakim.

" Aku sudah sering menegur mereka,tapi tetap saja,mereka malah semakin kesal dan melampiaskanya pada Mentari." tambahnya.

Faiz mengangguk,hingga akhirnya mereka sampai di rumah Faiz,Faiz membukakan pintu rumahnya yang tak terkunci,ia nampak kaget saat Mentari tidak ada lagi di sana.

" Dimana dia?" lirihnya.

" Mungkin dia sudah pulang ke rumah." sahut pak Hasim.

Kemudian merekapun pergi ke rumah pak Hasim hendak memastikan keberadaan Mentari,dan benar saja Mentari sudah di rumah,dan ternyata ia kembali mendapat siksaan dari ibu tirinya.

" Hentikan Bu!!" teriak Pak Hasim.

Saat melihat Mentari terisak sambil bersimpuh di kaki wanita paruh baya itu.

Lalu ia Membawa Mentari untuk bangun dan mengajaknya ke dalam kamar.

" Apa Bu Sri tau, tindakan yang ibu lakukan pada Mentari sudah termasuk kriminal?" tanya Faiz geram.

" Tidak usah ikut campur,kamu bukan siapa siapa di keluarga ini!" balas Bu Sri seraya memberi tatapan tajam pada Faiz.

"Maaf,bukannya aku ingin campur,aku hanya ingin mengingatkan saja,perlakuan ibu pada Mentari tidak benar,ibu akan masuk penjara karena ini." balas Faiz masih santai.

" Aku tidak takut." ujar Bu Sri sambil berkacak pinggang.

" Dengar ya pak Dokter,anda di sini hanya sebagai tamu,aku akan mengusirmu dari sini jika anda masih ikut campur,dan jangan pernah coba coba melindungi anak ini." ibu mengangkat jari telunjuknya di depan Faiz.Faiz pun hanya tersenyum dan menganggukan kepala.Lalu setelah itu ia pamit.

Saat masih dalam perjalanan pulang,Rahayu mengejarnya dan memanggilnya.

" Ada apa?" tanya Faiz cuek.

" Aku hanya mau minta maaf,karena ibu ku sudah berkata kasar pada Pak dokter."

" Tidak apa apa." balas Faiz.

" Pak Dokter tidak membenci ibu kan?"

" Tentu saja tidak,hanya saja aku tidak suka dengan perlakuanya pada Mentari,aku harap kamu tidak sama dengannya." ucap Faiz tanpa basa basi,kemudian iapun melanjutkan perjalanannya.

" anak itu bahkan sudah berhasil mengambil perhatian dari pak Dokter." gumam Rahayu sambil menampilkan wajah kesalnya.

Kemudian ia kembali pulang,perasaan kesalnya bertambah kala melihat orang tuanya adu mulut,dan lagi lagi Mentari yang di salahkan.

" Sudah cukup !! Pak Bu,aku muak mendengar kalian berdua bertengkar terus!!" teriak Rahayu sambil menutup telinganya.

Dia kemudian membuka pintu kamar Mentari dengan kasar,hingga gadis itu terperanjat.

" Kamu enak enakan tidur di sini,sementara lihat orang tua ku!!" Rahayu menyeret tubuh Mentari dengan paksa lalu membawanya ke tempat dimana orang tuanya berada lalu menghempaskan tubuh kecil itu yang rapuh itu hingga tersungkur.

Mentari berusaha untuk berdiri dengan sisa kekuatan yang ia miliki.

" Lihat karena kamu orang tuaku selalu bertengkar!!" teriak Rahayu lagi.

" Aku sudah muak dengan ini semua,aku benci,aku benci!!" Rahayu semakin membabi buta,ia menghancurkan semua barang yang bisa ia raih,hingga ia melayangkan sebuah vas bunga kepada Mentari,namun pak Hasim menghalanginya dan akhirnya vas bunga tersebut mengenai kepala pak Hasim.

" Bapak !!" teriak semuanya saat melihat darah segar mengucur dari pelipisnya,pak Hasim langsung tumbang dan tak sadarkan diri.

Dengan segera mereka membawanya ke klinik Faiz,Faiz yang sudah siap untuk memejamkan mata terpaksa bangun lagi,ketika mendengar ketukan pintu dengan kencang.

" Ada apa?" tanya Faiz.

" Nak dokter,tolong Suami saya." ujar Bu Sri.

Faiz pun tak kalah terkejut saat melihat pak Hasim,ia langsung membantu membawa tubuh pria paruh baya itu dan segera merebahkannya.

"Mentari tolong siapkan hecting set!!" titah Faiz.

Gadis itu terpogoh pogoh melakukan apa yang di perintahkan Faiz,lalu ia membantu Faiz untuk menjahit luka robek yang cukup dalam,hingga harus mendapat beberapa jahitan.

" Dok,bapak tidak apa apakan?" tanya Mentari dengan suara yang masih lemah,saat melihat pak Hasim masih tak sadarkan diri.

" Insyaallah tidak apa apa?" Faiz mengajak Mentari duduk di sofa,sudah ada Ibu dan Rahayu juga di sana.

" Apa yang terjadi pada Bapak?" tanya Faiz,namun semuanya diam,tidak ada yang mau menjawab.

Kemudian pria itu melirik ibu dan juga Rahayu bergantian.

" Aku berharap ini hanya kecelakaan,tidak ada hubungannya dengan kalian." ujar Faiz lagi.

" Jadi kamu mencurigai kami?" Bu Sri tidak terima,ia berdiri dan berteriak dengan lantang.

" Lama lama kamu makin lancang ya!! sekarang juga kamu pergi dari sini!!" teriak Ibu sambil mengangkat telunjuknya.

" Ibu jangan usir pak Dokter,kalo dia tidak ada di sini siapa yang akan mengobati bapak?" Rahayu berusaha membujuk ibunya,ia membawa sang ibu untuk duduk kembali.

" Baik aku tidak akan mengusirmu,tapi dengan satu syarat." ucap ibu dengan penuh penekanan.

Faiz menatap serius,seakan menanyakan apa syarat tersebut.

" Kamu harus menikahi Rahayu." ujar Ibu Lagi,sontak membuat semua orang yang berada di sana membulatkan mata,begitu juga Mentari.

" Kamu setuju kan Nak?" tanya Bu Sri,pada Rahayu,namun Rahayu tidak menjawab,gadis itu hanya menundukkan kepala malu malu.

Faiz hanya tersenyum sinis sambil membuang muka.

" Maaf,aku kesini untuk mengobati orang sakit,bukan untuk menikah." tolak Faiz.

" Kalau begitu silahkan angkat kaki dari kampung ini,sekarang juga!!" teriak Bu Sri.

Faiz melirik Mentari yang menatapnya dengan perasaan sedih,matanya seolah berbicara tetaplah di sini , Faiz tersenyum sambil menganggukan kepala.

" Baik aku akan pergi,tapi izinkan aku untuk merawat bapak sampai sembuh,dan setelah itu aku akan pergi dari sini." ucap Faiz membuat air mata dari gadis itu lolos begitu saja.

" Baiklah kalau begitu." ujar Ibu seraya beranjak dan mengajak Rahayu untuk pergi.

" Ibu,jangan biarkan pak Dokter pergi,aku menyukainya,pak dokter tolong terima aku." lirih Rahayu seraya memohon.

Namun dengan segera Faiz menggelengkan kepala.

" Maaf,aku belum siap untuk menikah." balas Faiz cuek,tanpa mendengarkan isakan pilu yang terdengar dari mulut wanita itu.

" Mentari akan tetap di sini,sampai bapak sadar." ucap Faiz dengan tegas, saat ia melihat lirikan mata ibu pada Mentari yang seolah mengajaknya untuk ikut pergi.

Dan terpaksa ibu pun menyetujuinya.

1
Mystera11
🤣🤣🤣🤣 zoya sllu sukses buatku trtawa ngakak
Mystera11
😭😭😭 apa mentari masih sempat merasakan ksh syg seorg ayah mrtua?? aq bacanya marathon thor...
Mystera11
astgaa zoya... 🤣🤣🤣 emg ya makhluk brtulng lunak sllu bikin ngakak
Mystera11
suka sama karakter zoya...
Mystera11
🤣🤣🤣🤣 astaga zoya...
Mystera11
padahal critanya bagus...tp yg like sdikit😌
Mystera11
😭😭😭
Mystera11
gemezzz aq thor... pingin smackdown ibu sri😤😤👹
Shinta Apriyani
😁😁
Lusiana Trimurdiati
sip
Rini Haryati
bagus
semangat
sukses
mksh
keren
Ananda gita Gita
suami yg perhatian ,, sekaligus pengertian
Ananda gita Gita
mentari
Atikah Hmromli
duh mentari payah dech,,gak peka
Atikah Hmromli
semoga faiz berjodoh dg mentari thor
David lendi
good
David lendi
ok
Sri Tini
termewek mewek sy lanjut thorr
muthia
Fais sama Mentari serasi sekali MasyaAllah cantik dan tampan
muthia
berarti kita senasib thor tinggal jauh dr saudara, bahkan sewaktu kk kedua ku meninggal g bs plg karena situasi yg tdk memungkinkan 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!