NovelToon NovelToon
Heart To Fene

Heart To Fene

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Single Mom / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tya Calysta

Hai, hai!
Cerita cinta romantis, action, memperjuangakan cinta sejati,

memiliki bisnis yang sama, kisah cinta diantara dua pilihan abang dan adik tiri.

Pertikaian kedua mafia pemilik kasino Internasional, penuh drama keluarga,

sanggupkah Adrian memperjuangkan hatinya untuk Fene?

setelah kepergian Bram yang menyayat hati keluarga...

mampukah Jasmine mengahadapi permintaan Adrian untuk menikahi sahabatnya sendiri Fene?

sangat memilukan, saat Adrian harus kehilangan Jasmine istri pertamanya!

melanjutkan kehidupan membesarkan putri mereka Jasmine Moreno Lim sebagai artis cilik hollywood.

Bagaimana pertemuan Fene dan Samuel Hu?

bagaimana hubungan Adrian dengan Adik kandungnya Michel Leonard Kind?

dimana cinta Aliandra Leonard Kind akan berlabuh? karena Alea sangat mengidolakan Adrian.

simak kisahnya,

nikmati ceritanya Part by part, penuh haru, dan bahagia memperjuangkan perusahaan sekaligus cinta sejati.

terimakasih,
tya calysta

🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya Calysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7. Hati

Fene dan Jasmine...

Fene dan Jasmine menghabiskan waktu di salah satu Caffe Luxxe-Breentwood menikmati kopi dan teh bersama.

"Kopinya sangat special disini." senyum Fene dari tadi menjelaskan beberapa tempat special di La.

Jasmine tersenyum.

"Kamu mau minum apa?" tanya Fene lembut.

Fene memesan coffe latte, original tea, dan beberapa cemilan.

Jasmine sangat senang, bisa menghabiskan waktu bersama calon madunya.

Fene menatap manik mata Jasmine, banyak pertanyaan ada dikepalanya saat ini.

Fene mencintai Adrian, tapi tidak seperti ini, baginya melihat Adrian bahagia saat ini sangat membuat tenang batinya.

"Mba."

Jasmine belum berani berucap.

"Hmmm.... ngomong aja, nggak usah sungkan, saat ini saya teman kamu." senyum Fene.

"Ehmmm... saya bingung, mau mulai darimana, maafkan saya, seharusnya saya tidak hadir dalam persahabatan kalian mba." tunduknya.

Fene kaget mendengar ucapan Jasmine,

"heii... kamu ngomong apa? kamu udah jaga Adrian jadi lebih baik aja saya udah seneng Jasmine, kenapa kamu mesti minta maaf?"

Fene menatap Jasmine bingung.

"Seharusnya, mba yang menikahi bebeb, bukan saya." rundungnya.

"Hmmm.... kamu kenapa? kok jadi aneh? saya hanya bingung, kenapa kalian seakan memaksa saya.

Saya dan Brian baik-baik saja." membuang tatapannya jauh dari Jasmine.

Ada kesedihan tersendiri menyayat hatinya.

"Saya yang harus minta maaf sama kamu, hingga Adrian memutuskan untuk menduakan kamu." senyum Fene.

Jasmine tersenyum mengusap perlahan punggung tangan Fene.

"Setidaknya kita mencintai laki-laki yang sama mba." senyum Jasmine.

"Apa kamu rela? apa kamu siap Adrian akan sering menghabiskan malam sama saya? apa kamu siap jika Adrian membandingkan saya dengan kamu?

jujur saya takut akan menyakiti kamu, kamu terlalu baik mengabdikan diri pada saya dan perusahaan, kamu sudah sangat baik, dan....."

Fene menelan salivanya, memijat pelan pelipisnya.

Sangat membingungkan baginya.

Sulit membedakan cinta, dan persahabatan.

'Kenapa aku jadi sulit mengendalikan perasaanku saat ini.' kesalnya pada diri sendiri.

"Mba, kalau boleh saya jujur, semua sudah saya rasakan.

Bebeb sering menyebut nama mba, saat bersama saya, saat mandi, bahkan dia menangisi mba di depan Ka'bah, bukan saya mba, saya hanya menemani bebeb menghadapi kegalauannya, kebenciannya, kekecewaannya, kemarahannya, saya hanya pelariannya mba.

Saya hanya berdo'a pada Allah, untuk selalu menerima semua dengan ikhlas, awal sangat sakit buat saya.

Bebeb tidak pernah ikhlas mba, jika mba sakit, kecewa, menghadapi semua masalah sendiri, bebeb selalu ingin menjadi orang yang pertama memeluk mba disaat suka dan duka.

Semua dia katakan saat pak Bram kritis." air mata Jasmine sangat deras mengalir tanpa henti.

Mencurahkan seluruh perasaannya selama ini yang tersimpan rapi direlung hati.

Fene ikut menangis mendengar setiap ucapan dari bibir Jasmine.

"Mungkin, karena bebeb tidak sepenuhnya mencintai saya, kami tidak diberi Allah anak mba." rundung Jasmine.

"Bebeb hanya memikirkan Brian dan mba.

Egois bukan! tapi inilah yang saya rasakan, makanya saya rela mba, mba wanita baik, wanita lembut, dewasa, jika bebeb meminta menikahi wanita lain saya tidak izinkan mba, tapi karena bebeb meminta pada saya, saya rela mba. Ini akan menjadi syurga untuk saya.

Mba juga sudah mengangkat derajat saya, saya tidak akan melupakan mba sampai kapan pun, saya akan menjaga Brian dengan baik, karena dia anak yang tampan." curhatan Jasmine sangat mengiris hati Fene.

Fene tertegun, menatap mata Jasmine, melihat ketulusan dan kejujuran di manik mata itu.

'Gila... ini cewek berhati malaikat.' batin Fene.

"Saya masih mencintai Bram." jelas Fene ringan.

"Hmmmm..." Jasmine tersenyum.

"Kenapa setiap mba menatap bebeb mata mba bicara? kenapa setiap bebeb mengecup tangan mba, mba seakan bahagia, hingga pak Bram selalu merasa cemburu. Jujur saya marah mba, saya merasakan apa yang dirasakan Almarhum, tapi saya hanya diam. Saya menikmati, mendo'akan yang terbaik untuk mba dan pak Bram, tapi Allah lebih sayang sama beliau." isak Jasmine kembali terdengar.

"Beri saya waktu, ini berat untuk saya, saat ini saya menghargai kalian sebagai partner sekaligus sahabat saya paling baik.

Holi saja tidak dapat memahami saya, tapi kamu sangat peduli akan diri saya." ucap Fene menenangkan Jasmine.

"Jangan lama-lama mba, karena saya nggak mau menunggu." senyumnya.

Senyum kedua wanita ini semakin jelas berubah jadi tawa.

"Kan nggak lucu kita tinggal bareng Jasmine." cemberut Fene.

"Hmmm... mba mau dimana, bebas, mau diapartemen saya juga saya ikhlas." kekehnya.

"Aaaagh, kamu bisa aja, nanti kita fikirkan itu, setidaknya ajarkan saya untuk menjadi istri yang baik sebagai madumu, karena saya nggak bisa masak." tawa Fene.

"Mba nggak usah takut, jika soal masak, yang penting mba siap berbagi suami dengan saya, itu paling penting mba." jelas Jasmine.

"Hmmmm... saya takut Jasmine, takut tidak dapat mengerti Adrian nantinya."

Fene tertunduk.

"Mba sudah sangat mengalah pada bu Veni." bibir Jasmine tak berani berucap lagi.

Fene hanya mengangkat kedua bahunya tersenyum, tidak mau mengenang masa lalu.

"Hmmmm... yaaah... karena saya tidak suka berjuang, saya maunya diperjuangkan." jelas Fene santai.

"Yah... karena mba tidak mau mencoba." kekeh Jasmine.

"Maybe."

Fene merasakan satu kelegaan pada hatinya, ketakutannya terjawab sudah.

Hanya memutuskan yang terbaik untuknya dan Brian.

Semua kenangan Fene dan Bram masih teringat jelas.***

1
ren_iren
pilu sekali.....
Bram, cintamu ke fene sampai mati ....😭
ren_iren
astaga Adrian cinta sm fene tp mundurin diri terus ....
pusing aku Thor😂😂
ren_iren: tp aku langsung patah hati hbis baca part fene diselingkuhin sm Adrian rasax nyesek banget .....
cinta sejatix hanya Bram tanpa menyakiti...
total 2 replies
ren_iren
aku masih meraba, penasaran cerita awal mulax....
kenapa banyak cinta untuk fene, kenapa berjodoh denganx....
bentar tak baca sampai habis biar bisa tau jalan cerita n kisah mereka 🤗🤗🤗
ren_iren: tp saya suka mbak, ujian cintax fene...
tp yg mencintai fene penuh jiwa sampai mati cuma Bram seorang....
karna aku Uda sekilas baca cerita anakx yg stela disitu aku patah hati 😭😭😭
Bram Numbero Uno .....🤗🤗😘😘
sayang Uda gk ada...
total 2 replies
Zed Analytical Number Nine
hai ka mampir kembali ya.. like + favorit 🙏🙏
Penghargaan Pink
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
Pemenang YAWW 9 😴🤕: 🤭😂, terimakasih thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!