Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Nathan dan Amel turun dari mobil yang di kendarai Aldo. Setelah Nathan dan Amel turun, Aldo pun segera meninggalkan ke duanya disana. Amel yang melihat Aldo pergi menatap bingung. Kenapa dirinya di tingglkan berdua dengan bosnya saja.
"Ayo kita masuk." ajak Nathan sambil menggandeng tangan Amel masuk ke dalam cafe tersebut. Amel kembali terkejut melihat tangannya di genggam erat oleh Natham. Mereka berjalan menuju ke ruangan VIP yang sudah di pesan oleh Aldo.
Amel merasa begitu gugup saat tangan Nathan menggandeng tangannya. Dia merasa begitu canggung dengan situasi saat ini. Entahlah, Tapi Amel sangat tidak nyaman.
Nathan mempersilahkan Amel duduk, mereka duduk saling berhadapan.
"Maaf jika kamu tidak nyaman dengan situasi ini,dan mungkin kamu bingung dengan sikap saya kepada kamu saat ini." menatap kebingungan yang Amel perlihatkan." Tapi saya memang tidak terlalu bisa menutupi perasaan". ucap Nathan cepat
"Mak_sud bapak apa, saya tidak mengerti. Dan maaf sebebelum nya pak, tapi apa ini tidak terlalu berlebihan, saya jadi tidak enak." ucap Amel sambil menundukan kepalanya
"Panggil saya Nathan jika kita sedang berada di luar kantor, dan kamu tidak perlu merasa tidak enak hati dengan saya, karna saya sendiri yang mau melakukan ini." ucap Nathan lembut
Amel mentap atasnya dengan tatapan penuh tanda tanya." ini benar- benar ada yang tidak beres." batin Amel.
"Maaf pak, tapi sangat tidak sopan jika saya memanggil anda hanya dengan nama saja, walaupun hanya di luar kantor." ucap Amel tidak enak
Nathan menghela nafasnya, dia tidak menyangka jika Amel akn sangat cepat berubah fikiran."Jangan membantah saya Amel, saya tidak suka dengan orang yang suka membantah perintah saya."ucap Nathan tagas.
"Tapi pa_
"Nathan."
"Baiklah, Na_than."
" God girl."
"Apa boleh saya bertanya sesuatu."
"Ya, tentu saja boleh."
"Apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Nathan tanpa ragu
"Maksud Ka_mu?"
"Apa pertanyaan saya kurang jelas."
Amel menggeleng cepat.
"Lalu, kenapa kamu menjawab pertanyaan saya dengan pertanyaan?"
"Saya hanya kaget."
"Baiklah, saya akan bertanya sekali lagi. Apa kamu sudah memiliki kekasih, atau tunangan?"
."Belum, saya belum ada kepikiran ke sana. Saya masih ingin bekerja dan meraih cita-cita saya." jawab Amel
Nathan tersenyum penuh arti, wajahnya terlihat begitu senang.
Nathan kembali meraih jari tangan Amel. Dia menatap mata Amel dalam.
"A_pa yang kau lakukan." Amel mencoba melepas tangannya dari genggaman tangan Nathan. Tapi sia-sia saja, Nathan menggenggamnya semakin kuat.
"Aku sangat senang, kau tau. Aku sangat Berharap dengan jawabanmu itu."
"Maksudnya?"
" Mungkin ini terlalu cepat, bahkan terkesan memaksa untuk kamu. Tapi jujur saya menyukai kamu Mel, saya tertarik dengan kamu sejak pertama kita bertemu." ucap Nathan tanpa ada keraguan sedikit pun di dalam ucapannya itu
Mata Amel melebar mendengar pernyataan dari bosnya yang blak blakan, bahkan ini baru pertemuan ke tiga untuk mereka. Dan bisa-bisanya Nathan menyatakan cinta padanya.
Biarlah Author berfikir jika Amel wanita yang kepedean, tapi sejak awal Amel sudah merasa ada yang tidak beres dengan di terimanya dia menjadi asisten pribadi di perusahaan besar seperti perusahaan Sanjaya Group. Dan sekarang, terjawab sudah semua pertanyaan di kepalanya.
"Mel,Apa kamu mendengarkan saya?" tanya Nathan saat melihat Amel hanya Diam.
Sepersekian detik kemudian, Amel tertawa hingga membuat Nathan mengerutkan dahinya. Biarlah Nathan berfikir jika Amel sudah tidak waras, tapi bagi Amel ini sangatlah lucu.
"Maaf Nat, maaf." mengusap air matanya yang keluar karna terus tertawa." Apa anda sedang bercanda, mana mungkin seorang CEO bisa jatuh cinta pada pandangan pertama, apalagi sama seorang asisten seperti aku. Hahhhhh, aku gak percaya." ucap Amel cepat. Ini sungguh lelucon bagi Amel
Nathan memegang tangan Amel lalu menatap mata Amel dengan lembut.
"Saya serius Mel". ucap Nathan lembut, sontak membuat Amel seketika diam mematung.
Detak jantung Amel semakin berdetak cepat,mungkin saat ini Nathan bisa mendengar detak jantungnya.
Amel menatap ke dalam mata Nathan, ia ingin melihat apa ada kebohongan disana. Tapi Amel hanya melihat kesriusan dalam mata bos nya itu.Sebenarnya Amel juga suka dengan Nathan saat pertama mereka bertemu di mall waktu itu, tapi ada rasa takut dalam diri Amel, karna jika sampai ada orang yang tau jika dirinya berpacaran dengan Nathan mungkin semua akan mengira Amel sudah mengguna guna atasannya itu agar menyukainya.
"Mel." panggil Natha menyadarkan lamunan Amel
"Ahhh ia pak." cap Amel gugup
"Jangan panggil saya bapak lagi." cap Nathan cepat
"Maaf, tapi bolehkah saya memikirkannya dulu Nat." ucap Amel dengan ragu.
Nathan tersenyum lembut.
"Baiklah, aku mengerti, aku akan berimu waktu sampai besok. Dan satu hal lagi, jika di luar kantor kamu panggil saya mas, jika di kantor baru panggil saya pak". ucap Nathan
"baik pakkk, ehhhh mas." ucap Amel malu malu.
Sebenarnya makanan mereka sudah datang sejak tadi, tapi karna terlalu serius mereka tidak memperdulikan nya. Mereka pun melanjutkan makan siang mereka sebelum mereka kembali ke Kantor
*****
Tim Divisi 1
Sementara Anel yang baru kembali dari makan siang bersama teman-teman barunya kembali mempelajari semua yang di ajarkan Beni.
Di dalam tim Devisi satu yang terdiri dari Mela, Gio dan Beni sebagi ketua divisi. Anel yang baru masuk ke dalam tim itu belajar dengan cepat. Karna memang Anel adalah anak paling pintar di jurusannya, hingga mendapat beasiswa untuk kuliah di universitas ternama di kota itu. Beni yang sejak tadi mengajari Anel sangat senang karna Anel gadis yang pintar dan juga menyenangkan.
.
Waktu berjalan sangat cepat,kini waktunya untuk para karyawan pulang ke rumahnya masing masing.Amel berjalan ke arah lif khusus karyawan karna ingin segera menemui sahabatnya yang sudah menunggu di loby kantor, karna mereka sudah janjian sejak tadi. Tapi sayangnya sebelum Amel masuk ke dalam lif ia mendengar Nathan memanggilnya.
"Amel tunggu." Nathan mendekat ke arah Amel
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Amel cepat
"Kamu pulang sama saya ya." tawar Nathan cepat
"Tapi pak saya udah ada janji sama Anel pak, lagi pula saya bawa mobil sendiri." ucap Amel sedikit menolak
"kamu itu Asisten saya, jadi saya ingin kamu pulang bersama saya."ucap Nathan tegas, seakan tak mau di bantah.
"Baik lahhh pak, tapi saya boleh menemui sahabat saya ya pak, saya mau memberikan kunci mobil saya kepadanya. pa." ucap Amel mengalah
"Baik, tapi jangan lama-lama, saya tunggu kamu di loby." ucap Nathan cepat
Amel hanya mengangguk lalu segera masuk ke dalam lif. Sesaat kemudian pintu liff terbuka, Amel pun dengan cepat menemui Anel yang sudah menunggu di depan kantor. Saat Amel sudah melihat Anel, ia lalu mendekati sahabatnya itu.
"Anel." Panggil Amel saat sudah ada di samping sahabatnya itu.
"Lama banget sih Mel, sampe lumutan gue nunggu lo disini." Anel sedikit kesal, sedangkan Amel hanya terkekeh melihat wajah kesal sahabatnya itu.
"Iya ma'af Nel. Tapi maaf ya sekali lagi gue Harus ngecewain lo. Gue gk bisa pulang bareng lo, soalnya gue ada janji sama seseorang. Nah lo bawa mobil gue pulang ya."ucap Amel
Anel merasa heran dengan sikap sahabat nya itu,tapi Anel tidak mau ambil pusing, ia tidak ingin terlalu ikut campur.
" Tumben banget lo ada janji sama orang lain gak ngajak-nagajak gue." ucap Anel penuh selidik.
"Udah lo pulng duluan, nanti gue bakalan ceritain semua sama lo. Ok." ucap Amel cepat
"Ok lah, kalo gitu gue duluan. Lo hati hati ya beb.Jangan pulang terlalu malem, gue gak mau lo kenapa-napa." ucap Anel sambil mengambil kunci di tangan Amel.
"Siap sayang, gue gak akan kenapa-kenapa kok, lo juga hati-hati bawa mobil gue. Kalau mobil gue lecet mah gak apa-apa, tapi kalau lo yang lecet gue bisa di kubur sama Ibuk." ucap Amel cepat
Anel terkekeh mendengar ucapan Amel. "Hmmmm,emang lo, yang kalau bawa mobil kayak Rosi."ucap Anel lalu pergi dengan lambain tangan menuju tempat parkir
Sesaat setelah Anel pergi Amel segera menuju ke dalam kantor menunggu Nathan turun. Tidak lama ia melihat Nathan dan Aldo keluar dali lif khusus presdir berjalan dengan gagah menuju ke arah nya.
"Apa teman mu sudah pulang?" tanya Nathan cepat
"Iya, baru saja dia pergi." jawab Amel
Aldo pergi meninggalkan Amel dan Nathan di loby untuk mengambil mobilnya, sedangkan Nathan dan Amel menunggu di loby kantor.
Tak lama kemudian mobil Aldo tiba di depan mereka berdua, Amel dan Nathan segera masuk ke dalam mobil tersebut. Aldo segera melajukan mobil nya ke arah rumah Amel saat keduanya sudah masuk ke dalam mobil. Di dalam perjalanan, Amel hanya diam, ia masih canggung dan tidak tau harus berbicara apa.
Dan Nathan juga sama, ia tidak berniat untuk membuka percakapan. Entah apa yang ada di fikirannya saat ini, tapi ia cukup bahagia karna wanita yang ia sukai sedang berada di sampingnya.Walaupun Nathan tau jika Amel masih belum bisa menerimanya dengan sepenuh hati, karna mungkin ini terlalu mendadak baginya.
[Bersambung]
🍃Jangan lupa ya untuk selalu meninggalkan jejak,karna Author tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan kalian.🙏
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?