NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa / Aksi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.

​Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.

​Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!

​Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.

​Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi

​Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!

​"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Transaksi Paksaan ala Lin Huang

​Lantai atas Paviliun Harta Karun Bawah Tanah kini telah dikepung rapat. Pria tua bermata satu, yang ternyata bernama Penjaga Toko Zhao, berdiri di tengah ruangan dengan wajah yang sangat pucat. Di sekelilingnya, belasan kultivator bersenjata lengkap dari faksi lokal Kota Gales telah bersiap dengan busur panah spiritual dan tombak panjang.

​Mereka semua menatap ke arah lubang pintu besi yang hancur dengan napas tertahan. Dari dalam lorong yang gelap, hawa panas yang membara perlahan memudar, digantikan oleh langkah kaki yang santai dan berirama.

​Tap. Tap. Tap.

​Lin Huang melangkah keluar dari kegelapan. Tubuh bagian atasnya yang telanjang memperlihatkan otot-otot padat berwarna perunggu keemasan yang berkilau, kontras dengan sisa jelaga hitam yang melekat di kulitnya. Di tangan kanannya, dia melemparkan sebuah benda bulat berwarna merah menyala ke udara lalu menangkapnya kembali dengan santai, seolah-olah itu hanyalah sebuah mainan batu biasa.

​Di belakangnya, sosok anggun berjubah hitam—Ye Qingyue—mengikuti dengan langkah yang tidak menyentuh debu, tetap tenang dan misterius di tengah kepungan senjata.

​"Itu... Inti Api Kadal Raksasa?!" mata satu Penjaga Toko Zhao membelalak hampir keluar dari rongganya saat melihat benda berdenyut di tangan Lin Huang.

​Seluruh ruangan seketika riuh oleh bisikan ngeri. Semua orang di Kota Gales tahu bahwa di bawah paviliun ini dipelihara seekor monster tingkat 3 yang sangat buas. Bahkan penguasa kota sekalipun tidak akan berani masuk ke sarangnya sendirian. Namun, pemuda di depan mereka ini masuk kurang dari lima belas menit dan keluar membawa inti monster tersebut dalam keadaan hidup-hidup tanpa luka berarti!

​"Bagaimana? Sesuai janjiku, aku membawakanmu barang yang nilainya jauh lebih berharga daripada lima ribu batu spiritual tingkat menengah," Lin Huang melempar Inti Api tersebut ke atas meja konter yang tersisa dengan bunyi dub. Hawa panas dari inti itu langsung membuat kayu konter yang tebal mulai menghitam dan mengeluarkan asap.

​Penjaga Toko Zhao menelan ludah dengan susah payah. Kemarahan yang tadi membumbung tinggi di dadanya menguap seketika, digantikan oleh ketakutan yang mendalam terhadap pemuda misterius ini. Di dunia persilatan, kekuatan adalah hukum tertinggi. Orang yang bisa membantai monster tingkat 3 dengan tangan kosong bukanlah seseorang yang bisa disinggung oleh paviliun kecil seperti miliknya.

​"Anak Muda... kau... kau benar-benar membunuhnya?" suara Zhao bergetar.

​"Jangan banyak bicara, Pak Tua," Lin Huang menyipitkan matanya, memancarkan sedikit aura Teknik Pedang Pembelah Langit yang tajam dari ujung jarinya, membuat udara di sekitar leher Zhao terasa dingin. "Waktuku sangat berharga. Serahkan Tanaman Spiritual Sembilan Jiwa Ice sekarang juga, atau aku terpaksa harus membongkar seluruh tempat ini untuk mencarinya sendiri."

​Mendengar ancaman terang-terangan itu, belasan penjaga di sekeliling mereka refleks mundur satu langkah, tidak ada satu pun yang berani mengangkat senjata mereka lebih tinggi.

​"Cepat! Ambilkan Kotak Giok Salju dari ruang penyimpanan rahasia! Cepat!" Zhao berteriak panik kepada salah satu pelayannya.

​Hanya butuh waktu kurang dari satu menit, pelayan itu kembali dengan berlari sekuat tenaga, membawa sebuah kotak persegi yang terbuat dari giok putih transparan yang memancarkan hawa dingin yang murni. Di dalam kotak itu, terlihat sebatang tanaman obat berkilau dengan sembilan helai daun berbentuk kristal es yang sangat indah.

​Lin Huang menyambar kotak tersebut. Begitu tangannya menyentuh giok itu, dia merasakan hawa dingin yang sejuk mengalir lewat telapak tangannya, menenangkan sisa-sisa energi panas dari pertarungan tadi. Dia berbalik dan menyodorkannya kepada Ye Qingyue. "Ini milikmu, Dewi."

​Ye Qingyue menerima kotak itu dengan tangan yang tersembunyi di balik jubah. Meskipun wajahnya tertutup topeng bambu, Lin Huang bisa merasakan kilatan kebahagiaan dan kelegaan dari sepasang mata peraknya. Dengan tanaman ini, luka di inti jiwanya akhirnya bisa ditekan, dan dia bisa memulihkan sebagian kecil dari kekuatan aslinya.

​"Transaksi selesai. Senang berbisnis denganmu, Pak Tua," Lin Huang menyeringai tebal, lalu berbalik hendak melangkah pergi.

​"T-Tunggu, Anak Muda!" Zhao tiba-tiba memanggil dengan suara yang agak ragu-ragu.

​Lin Huang menghentikan langkahnya, menoleh sedikit dengan alis bertaut. "Ada apa lagi? Ingin meminta ganti rugi atas meja dan pintumu yang hancur?"

​"Bukan, bukan begitu!" Zhao buru-buru melambaikan tangannya dengan panik. Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sebelum berbicara dengan nada yang sangat hormat. "Nama saya Zhao Jiong. Pemilik asli dari paviliun ini sebenarnya adalah Tuan Besar Gao, salah satu dari tiga penguasa bawah tanah Kota Gales. Hari ini Anda membunuh Kadal Api miliknya dan merusak paviliun, Tuan Besar Gao pasti tidak akan tinggal diam."

​Zhao Jiong menjatuhkan lututnya ke lantai, bersujud di depan Lin Huang. "Kekuatan Anda sangat luar biasa. Jika Anda bersedia, malam ini Tuan Besar Gao akan mengadakan perjamuan di Istana Gales untuk para kultivator kuat. Saya bersedia menjadi perantara untuk menjelaskan bahwa ini adalah transaksi yang adil, agar Tuan Besar Gao tidak menjadi musuh Anda, melainkan menjadi sekutu Anda di kota ini!"

​Lin Huang terdiam sejenak. Pikirannya berputar cepat. Tuan Besar Gao? Penguasa bawah tanah? Saat dia sedang menimbang-nimbang keuntungan dari tawaran ini, tato di pergelangan tangan kirinya tiba-tiba berdenyut pelan. Cahaya hijau aman yang menyala sejak akhir bab lalu tidak berubah menjadi merah, melainkan memancarkan teks instruksi opsional baru di benaknya.

​[Petunjuk Status: Misi Sampingan Opsional (Tanpa Batasan Kematian Instan).]

[Deskripsi: Penguasa Bawah Tanah Kota Gales, Tuan Besar Gao, memiliki akses ke peta rahasia 'Makam Dewa Kuno' yang terletak di gurun barat daya. Tempat itu menyimpan rahasia tentang asal-usul Tanda Batas Batil.]

[Rekomendasi: Terima tawaran Zhao Jiong, hadiri perjamuan malam ini, dan dapatkan peta tersebut dengan cara apa pun.]

[Hadiah Keberhasilan: Ramuan Pemurni Darah Perunggu (Fase 2) & Pembukaan Informasi Pertama tentang Tanda Batas Batil.]

​Melihat kata "Makam Dewa Kuno" dan petunjuk tentang asal-usul tato terkutuk di tangannya, mata Lin Huang langsung berbinar dengan kegilaan yang akrab. Selama ini dia merasa seperti pion yang digerakkan oleh jam pasir mistis ini tanpa tahu apa tujuan sebenarnya. Ini adalah kesempatan pertamanya untuk mencari tahu kebenaran.

​"Baiklah, Bang Zhao," Lin Huang kembali memanggil pria tua itu dengan nada santai, senyuman mukanya yang tebal kembali menghiasi wajahnya. "Katakan pada Tuan Besar Gao milikmu itu, malam ini aku, Lin Huang, akan datang mengunjungi perjamuannya. Pastikan arak yang dia sediakan adalah arak terbaik di kota ini."

​"Baik! Baik! Terima kasih atas kemurahan hati Anda, Tuan Lin!" Zhao Jiong mengembuskan napas lega, buru-buru bangkit berdiri dengan tubuh yang masih gemetar.

​Lin Huang tidak membuang waktu lagi. Dia memberi isyarat kepada Ye Qingyue, dan keduanya segera melangkah keluar dari Paviliun Harta Karun Bawah Tanah, meninggalkan ruangan yang penuh dengan tatapan penuh kekaguman dan ketakutan dari para kultivator lokal.

​Mereka menyewa sebuah halaman kecil yang terisolasi di sudut kota yang sepi untuk beristirahat. Begitu memasuki kamar yang aman, Ye Qingyue langsung duduk bersila di atas ranjang batu, membuka Kotak Giok Salju, dan mengeluarkan Tanaman Sembilan Jiwa Ice.

​"Kau benar-benar akan mendatangi perjamuan penguasa bawah tanah itu malam ini?" Ye Qingyue bertanya tanpa menoleh, suaranya terdengar fokus saat dia mulai mengumpulkan sisa-sisa energi dingin di sekelilingnya untuk memurnikan tanaman obat tersebut.

​Lin Huang bersandar di pintu kamar, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap sosok sang Dewi yang sangat menawan di bawah sinar matahari pagi yang menerobos jendela. "Tentu saja. Tato ini memberikan petunjuk bahwa di tangan penguasa itu ada peta menuju makam kuno yang menyimpan rahasia tentang benda ini. Aku harus mendapatkannya."

​Lin Huang berjalan mendekat, menatap tanaman obat yang mulai meleleh menjadi cairan perak di tangan Ye Qingyue. "Lagipula, dengan adanya kau di sisiku, bahkan jika seluruh kota ini mencoba mengepungku, apa yang harus kutakutkan?"

​Ye Qingyue menghentikan gerakannya sejenak. Dia menoleh, menatap Lin Huang dengan mata peraknya yang jernih namun tajam. Sebuah senyuman tipis yang sangat samar—hampir tidak terlihat—muncul di bibirnya yang indah.

​"Jangan terlalu mengandalkanku, manusia ceroboh. Malam ini, aku akan menyerap tanaman ini untuk memulihkan satu persen kekuatanku. Jika kau membuat kekacauan sebelum aku selesai... kau harus menyelesaikannya dengan kepalan tanganmu sendiri."

​Lin Huang tertawa lepas, matanya memancarkan keyakinan yang mutlak. "Satu persen kekuatan seorang Dewi sudah cukup untuk meratakan kekaisaran ini, bukan? Tenang saja, Qingyue. Di dunia fana ini, belum ada orang yang bisa membuatku berlutut!"

​Di bawah naungan kamar yang sunyi, hawa dingin yang murni mulai memenuhi ruangan seiring dengan dimulainya proses pemulihan sang Dewi, sementara Lin Huang mulai mempersiapkan dirinya untuk menghadapi badai baru yang akan dia picu di perjamuan malam nanti.

1
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰
Tanto Casper
bagus sekali...lanjut thor
Danzo28: "Terima kasih banyak ya dukungannya! Pasti lanjut terus, pantengin terus ya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!