Anak Konglomerat ternama,Dia dicelakai oleh temannya sendiri yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya. Namun berkat kalung giok naga pemberian Nenek, Jiang Are melintasi ruang waktu.
Begitu bangun, Jiang Are menyadari bahwa dirinya masih hidup! dan mendapatkan System yang akan membantunya menggapai puncak keabadaian didunia kultivasi dengan menyelesaikan Quest, agar dapat kembali ke bumi lagi.
Akankah Jiang Are mampu membalas dendam kepada orang yang telah mencelakainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 - Menjelajahi Sekitar
Bagian 7 - Eksplor
Hoaaamm!!
sudah mau menjelang pagi saja rupanya wkwk, sudahlah untuk sekarang lebih baik pergi ke kota terdekat.
eh tunggu!! mengapa ada orang di hutan ini, lebih baik mendengarkan dahulu, siapa tahu ada hadiah menarik.
"saudara Zhae, kalau kali ini bisa mendapatkan bunga kristal es, ditempat Harimau kita akan kaya!!" Ucap Orang B
"siap membantu saudara Zhae, tetapi jangan lupa nanti untuk hadiahnya kita bagi rata" Ucap Orang C
"boleh juga tuh, saudara Quan. sebelum bergerak ke tempat kita alihkan beberapa penjaga. Apakah kamu mau ikut Saudara Yaosan?" Ucap Zhae
"tentu ikut!!. oh... seingat ku di kediaman harimau dijaga 2 penjaga yang setara petarung tahap Junior perunggu tingkat 3 dan untuk pengikutnya Junior perunggu tingkat 1. sedangkan untuk Bos harimau mencapai tahap Master Emas tingkat 1" Ucap Yaosan
"jika berhadapan dengan Bos mereka lebih baik kita mundur dahulu. karena tingkatnya sangat menyeramkan atau lebih tinggi dari kita" Ucap Quan
hem sepertinya mendapatkan info menarik nih, lebih baik mengikuti mereka. jangan sampai ketahuan.
--- DiSisi lain ---
Raja dari para harimau yang baru saja mendapatkan kabar bahwa. Ras Harimau telah dibantai oleh seseorang yang tidak dikenal membuat dirinya marah dan ingin membalaskan dendam
"Hoahh!! Hoaa!!.
kurang ajar biadab mana yang berani membunuh Ras ku!!" Ucap Raja Harimau yang Marah
Tch tidak disangka manusia bisa selancang ini. padahal kami tidak pernah menyerang para manusia, tetapi apa!!... seperti ini kah perlakuan mereka? sungguh tidak bisa dilepaskan lagi. wahai mereka yang telah mati akan aku urus masalah ini hingga kalian bisa tenang
"para pengikut ku di antara dari kalian, apakah pernah melihat sosok yang membantai ras kita?" Ucap Raja Harimau dengan Cemas
"izin menjawab tuanku, orang itu memiliki ciri ciri rambut pendek berwarna biru tua, mata coklat, kulit putih, untuk pakaian yang dia kenakan belum pernah hamba temui di dataran ini. entah dari mana pakaian itu" Ucap Anak buah
apakah penjelajah waktu? tidak mungkin. tetapi kalau memang benar lebih baik untuk hati hati dalam mengambil tindakan. ah.. mana ada itu hanya bualan saja. bukan lebih baik sekarang menemukan pelaku dan segera membunuhnya.
"baiklah, beberapa dari kalian perkuat pertahanan, dan sebagian dari kalian lacak keberadaan orang itu, bila melihatnya segera beritahu kepadaku!! jangan anggap lemah musuh kali ini" Ucap Raja Harimau //Cemas
"siap laksanakan!!" Ucap Anak buah
Bagian 7.1 - Menyaksikan?
Jiang Are berhasil mengikuti mereka dan menemukan tempat persembunyian para Harimau.
"Hiya Attach" Ucap Are
kalau dilihat lihat jarak ku dengan mereka setidaknya 10 Meter. untuk sekarang aku jangan bertindak, ada baiknya menunggu mereka menyerang terlebih dahulu dan membuat tenaga harimau berkurang beberapa. dan saat sudah waktunya disitulah pahlawan muncul bukan? xixixi
saat mereka hendak menyerang muncul sosok harimau muncul dari belakang. berwarna putih menguasai Api biru putih yang memberikan tekanan kuat kepada mereka bertiga, sehingga mereka tidak bisa bergerak hanya terduduk diam dengan pandangan ketakutan
"hai manusia rendahan, aku akan mengampuni kalian apabila menjawab pertanyaanku!!. apakah kalian pernah melihat orang dengan rambut biru tua, mata coklat, kulit putih, pakaian aneh?" Ucap Harimau Putih
"Tttiiiititiidakkkk kami tidak pernah melihat orang yang anda sebutkan. kami bersumpah" Ucap Yaosan
"Benar benar kami bersumpah!!" Ucap Zhae, Quan dengan wajah ketakutan
"Hooo, lalu tujuan kalian kemari untuk apa?. bila jawaban kalian tidak memuaskan kalian akan aku bunuh, bila memuaskan mungkin kalian akan pulang dengan luka kecil saja" Ucap Raja Harimau
"ampun, kami kesini ingin mengambil bunga kristal es. tidak ada niatan yang lain dan kami bicara jujur. tolong ampuni kami" Ucap Zhae dengan wajah takut
"baik baik karena kalian berbicara jujur, dan mood ku mulai membaik akan aku berikan sedikit luka kecil. Semoga kalian belajar dari kesalahan dan tidak mengganggu Ras ku lagi" Ucap Raja Harimau
"iya iya kami janji" mengucap bersama
"tch, rasakan ini manusia manusia rendahan!!" Ucap Raja Harimau dengan nada marah dan puas
Mereka bertiga segera pergi menjauhi tempat persembunyian harimau itu
"Tuan mendapatkan misi jinakkan atau bunuh Harimau putih itu, hadiah jika menjinakkan : 50000 point tukar, 1000 point skill, dan ilmu memperbudak. apa bila tuan membunuh : 100000 Xp, 10000 point tukar, 500 point tukar. Bila tuan menolak : Point tukar akan diambil sepenuhnya" - System
"Ehhh!!" Ucap Are yang kaget
‘Tunggu mengapa system jahat sekali sampai seperti ini huhu, aku juga belum yakin bisa mengalahkannya atau tidak!! system tolong bantu dengan barang yang mungkin dapat membuatku bergerak!!’ Ucapnya dalam hati
"Tuan dapat membeli Pil penghilang tekanan jiwa B6, obat ini hanya bertahan 10 menit jadi tuan sebisa mungkin selesaikan dalam waktu itu. atau tuan dapat membeli pilnya lagi untuk menambah durasi waktunya" - System
‘Sudahlah ambil saja tidak ada cara lain lagi…’ Pikirnya
"System ambilkan Pil penghilang tekanan jiwa B6 : 3 buah" - Are
"Sisa point tukar tuan sekarang : 6202 - 150 \=6052" - System
‘langsung makan lalu …. Langsung menuju kedalam…’ Ucapnya dalam hati
Bagian 7.2 - Perkelahian?
Sesampainya didalam ternyata telah ditunggu oleh harimau itu. dan anak buahnya yang berada di sisi kanan kiri. kini Are dikepung oleh kawanan harimau.
"berani sekali kamu datang kesini bocah kecil padahal hanya seorang sampah, dan berani juga kau membunuh kawanan harimauku. Apa kau tak takut mati?" Ucap Raja Harimau
Para kawanan tiba tiba tunduk akibat tekanan milik Raja Harimau namun Are tidak merasakan tekanan apa pun. itu membuat para kawanan dan juga Raja Harimau bingung
"Hai bocah, mengapa kamu masih bisa berdiri tanpa merasakan sakit apapun di bawah tekanan ku?" Ucap Raja Harimau
Are melihat kanan kiri semua terkena tekanan, dari sini berkat pil yang dimakan memberikan penghilang tekanan jiwa walaupun itu cuma sementara.
"Hanya sekelompok semut seperti kalian ingin menundukkan ku?. kau bercanda?." Ucap Are
"+100, +210, +420, +318, +120, +178, …., Mendapatkan +12336 Point tukar, Akibat menggertak ke lawan" - System
Raja Harimau terpancing emosi dan marah lalu mengeluarkan skill Raungan jiwa… hoaarrr!! arah skill mengarah ke Are. namun dapat dengan mudahnya dihancurkan dengan tebasan pedang Aura.
Harimau itu dengan cepat mengambil langkah gerakan pembunuh mangsa… gerakannya makin cepat bertambah dengan cepat, akan tetapi itu tidak berlaku dengan Are.
"Aku akui!! Gerakan mu cepat sekali Harimau!!, namun sayangnya lawanmu adalah Aku. jadi gerakan secepat apapun dapat aku batalkan atau dengan istilah lain tidak akan berpengaruh padaku!!" Ucap Are
"Kau hanya banyak membual saja bocah terima ini!!" Ucap Raja Harimau
Gerakan manipulasi waktu!!!. Raja harimau yang berada dibelakang siap menikam Are, namun melambat seketika. Are berpindah di atas harimau dan memukul badan ke bawah. ketika waktu kembali normal.
Haa, di mana bocah itu, cepat sekali!!
Are memukul dengan tubuh bagian tengah harimau itu dengan pukulan esensi jiwa
seketika tubuh Harimau terjatuh ketanah dan mengalami luka
Are langsung mengambil pil pengilang tekanan jiwa dan langsung memakannya
"Tidak ku sangka manusia rendahan bisa membuatku seperti ini, tch tidak ada cara lain!!" - Raja Harimau.
karena alur bagus ya lanjut ajalah😌
Contohnya :
"Aku sangat bosan hari ini" Ucap Are sembari menyandarkan kepalanya pada meja.
Kalo versi pikiran tuh pake : "Batin,Pikir"
Contohnya :
'Aku sangat bosan' Pikir Are setelah pulang ke rumah.