Novel ini sedang dalam editing typo ya guys.
icha adalah seorang pekerja yang gigih, dia melalui banyak hari yang sulit dalam hidup nya yang membuat dia tidak mau lagi dekat dengan lelaki. di lain sisi orang tua icha sangat lah kawatir dan meminta icha untuk segera menikah.
perjodohan pun terjadi antara icha dan adit. laki laki yang tidak pernah ia kenal. adit yang seorang dokter dengan kesibukan nya enggan mencari pasangan hidup hingga membuat orang tua nya juga kawatir.
tidak saling menatap saat pernikahan dan adit meninggalkan icha untuk tugas keluar jawa selama 3 bulan lamanya setelah prosesi akad nikah. apakah yang akan terjadi pada pernikahan mereka?? penasaran bukan bagaimana kisah pernikahan antara icha dan adit yang tidak saling mengenal hingga mereka akan bertemu kembali setelah 3 bulan. simak terus yaah gessss.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Ting tung
Dengan malas adit melihat isi pesan itu
"Apaaaa" adit sampai berdiri dari kursinya setelah membaca pesan dari icha.
Adit segera menghubungi icha, wajah nya sangat panik.
"Halo assalamu'alaikum" wajah adit memerah
"Wa'alaikum salam, susah banget sih di telp" icha kesal
"Gimana keadaan ibuk?" Tanya nya
"Alhamdulilah kata dokter tidak ada luka yang serius, namun harus perawatan dirumah sakit sampai pulih" disana adit menghela nafas panjang. Iya duduk kembali ke kursinya merasa lebih lega.
Bu mirna mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju rumah adit. Bu mirna ingin mengunjungi anak perempuan nya yang sedang menempuh pendidikan di surabaya, mereka berjanji untuk bertemu dirumah adit. Namun saat menyebrang jalan bu mirna terserempet sepeda motor yang sedang melaju kencang, orang yang menolong bu mirna segera menghubungi nomor yang terakhir di telp oleh bu mirna, yaitu icha.
"Tolong jaga ibuku, nanti aku transfer biaya rumah sakit ibuk" kata adit sambil memegangi kepalanya.
"Gampang kalau masalah uang aku ada kok mas, aku akan menjaga ibuk, tolong hubungi tita, mungkin tita sedang menunggu dirumah mu. Hp ibuk mati soalnya" pinta icha. Tita adalah adik adit, saat ini ia juga sedang menempuh pendidikan dokter di universitaa airlangga.
"Iya. wa aku kamu di rumah sakit mana, trimakasih ya cha" setelah mematikan panggilan adit segera menghubungi adik nya agar segera ke rumah sakit menjaga ibunya.
***
"Mbak icha pulang aja. Mau kerja kan? Ibuk biar tita yang jaga, sebentar lagi ayah juga datang mbak" pinta tita. Tita juga melihat icha sangat letih karena dari semalam tidak dapat tidur.
"Iya, kalau ada apa apa kamu telp mbak ya. Salam buat ayah. Nanti setelah kerja mbak kesini lagi" tita mengangguk. Icha segera pergi ke kos nya dan bersiap siap untuk bekerja. Hari ini ia merasa sangat lelah, namun ia harus berangkat bekerja.
Sesampainya dikantor icha menyandarkan tubuhnya pada kursi, ia merasa sangat lelah.
"Widiiiw baru sampek sudah lelah. Habis main berapa ronde emang" sindir bu ani halus
"Apa sih buk, suami saya kan diluar kota. Mertua saya sakit jd semalam saya tidak tidur" jawab icha
"Loh sakit apa? Kamu kenapa masuk kerja" tanya bu ani yang kepo
" kecelakaan kemarin. Kan sampel nya banyak, emang nya ibuk mau ngerjain sampel sendiri?kalau mau ya saya pulang lagi" Icha menatap bu ani
"Wah ya jangan cha, mana sanggup aku. Semoga mertuamu cepet sembuh ya" bu ani berlalu meninggalkan icha.
Handphone icha berbunyi
"Bikin pusing" begitulah nama adit dalam handphone icha.
"Halo assalamu'alaikum" jawab icha
"Wa'alaikum salam. Bel udah aku transfer buat ganti bayar biaya rumah sakit ibuk. Cek dulu" kemarin semua administrasi diurus sendiri oleh icha sehingga adit merasa harus menggantinya
"Bel? Bel siapa? Anda salah sambung ya?" Tanya icha
"Loh anabelle kan. Kamu kan anabelle. Tuh fotonya gitu." Jawab adit menggoda
"Haiiish. Mau minta tolong apa ngajak berantem sih?" Jawab icha sedikit emosi.
"Haha gitu aja marah, PMS kamu ya. Sudah ya pasien ku banyak tolong urus ibuku. Assalamualaikum" sebelum icha membalas salam adit sudah lebih dulu mematikan telepon itu.
"Hiiiiis memang bikin pusing ini orang, bapak salah ini jodohin aku sama laki laki arogan gini" icha ngomel ngomel dan memaki foto laki laki yang ada di kontak ponsel nya.
"Ayo kerja, marah marah mulu kamu iih" tiba tiba bu ani menutupi kepala icha dengan jas lab.
"Bu aniii. Iya iya" icha beranjak dari duduk nya dan memakai jas lab. Ia segera memeriksa sampel. Icha adalah seorang analis, dia bekerja di bagian laboratorium lingkungan, kusunya di bagian pemeriksaan mikrobiologi.
***
Di kantin RS
"Ibu mu keadaanya gimana dit?" Tanya rio sambil melahap makananya
"Alhmdulilah hari ini sudah boleh pulang kata istriku" jawab adit sambil memainkan ponsel nya
"Cie istri. Uhuk uhuk" goda rio sambil menyenggol tangan adit
"Lah bener kan. Emang istriku" katanya
"Istrimu kerja dimana dit?" Tanya rio penasaran
"Mana aku tau, kalo telponan paling ya berantem, aku tidak pernah tanya tanya" adit menjelaskan.
"Parah lu ya. Istri sendiri tidak tau. Aneh kalian berdua. Saling cinta lihat aja ntar" kata rio sedikit ngotot.
Memang mereka sampai saat ini tidak salinh mengenal lebih jauh. Mereka saling menghubungi hanya untuk meminta bantuan, memberi info atau komen status story dengan saling mengejek. Sudah bagaikan tom and jerry. Icha pun tidak mau tinggal dirumah adit, ia lebih memilih tinggal dikos dari pada dirumah suaminya itu.
Waktu berjalan sangat lah cepat, seminggu lagi adit akan kembali ke surabaya. Ia meminta bantuan icha untuk menyiapkan rumah nya yang lama tidak ia tempati. Kebetulan ia memiliki kunci rumah adit dari tita.
Adit menelepon icha, 2 kali panggilan namun icha tidak kunjung menjawab. Ia mencoba lagi yang ke 3 kalinya dan akhirnya terdengar suara wanita yang baginya seram
"Halo asaalamu'alaikum" jawab icha dengan malas
" kamu dari mana aja?baru bangun jam segini? Pasti air liur mu masih nempel2 itu" kata adit kesal, dia menelepon di jam 9 dan mengira icha baru bangun tidur.
"Haiiish hobby mu ngeledekin orang ya? Tiap nelpon pasti ngajak berantem. Aku habis nyuci. Kenapa?" Jawab icha ketus
"Oooh, aku minggu depan pulang, tolong bersihin rumahku" adit meminta bantuan
"Helooo aku disuruh membersihkan rumah mu itu? Enak aja" kata icha
"Ya maksudku carikan orang buat bersih2 rumah, kan sudah lama tidak ditempati" pinta adit
" ooh. Kenapa minta tolong aku" tanya icha
"Anabel, kan kamu istriku. Aku minta tolong siapa lagi. Udah tugas mu kan? Aku harus minta tolong mama gitu?" Ucap adit sambil mengernyitkan dahi
" ya ya. Nanti aku cariin. Udah itu aja kan. Aku mau mandi. Assalamu'alaikum" ucap icha
"Hey tungg...." adit belum sempat melanjutkan nya namum icha sudah menutup telepon itu.
Adit sangat kesal dengan istri nya itu. Ia merasa icha sangat tidak sopan. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana pertemuan mereka 1 minggu lagi.