NovelToon NovelToon
OH MY BOSS

OH MY BOSS

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / CEO / Single Mom / Tamat
Popularitas:596.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: V Lestari

Kisah cinta rumit si gadis culun yang berusaha mengambil hati seorang direktur tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RACUN SERANGGA

Dahi Gilang mengernyit, saat melihat air wajah Gisel yang berubah murung. Tidak ada senyum di wajah cantik wanitanya itu, bahkan binar bahagia pun tidak terlihat di kedua mata indahnya.

Gilang sedikit merasa kecewa, karena tanggapan yang diterimanya dari Gisel tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kebanyakan wanita akan bahagia, terharu bahkan melompat kegirangan saat mendapat sebuah lamaran, tetapi hal itu tidak pernah Gisel lakukan, padahal sudah lebih dari sepuluh kali Gilang melamar Gisel.

Gilang mundur beberapa langkah, menjauhi Gisel yang sekarang diam bagai patung. "Jadi jawabannya adalah tidak?" tanya Gilang, mencoba untuk menebak apa yang akan dikatakan Gisel.

Gisel menggigit bibir, berusaha mencari kata yang tepat agar Gilang tidak marah padanya. Perlahan ia maju menghampiri Gilang, melingkarkan lengan di leher pria itu dan mendaratkan kecupan mesra di bibir Gilang yang sensual. "Tidak harus menikah, Sayang. Kita bisa menjalani hubungan ini dengan baik dan selamanya tanpa harus menikah, bukan?"

Gilang menepis bibir Gisel yang sekali lagi mengarah ke bibirnya, mendorong tubuh wanita itu menjauh dan tanpa berkata-kata segera keluar dari dalam apartemen.

Gisel menghempaskan tubuhnya di sofa dengan kasar, lalu meraung dan menyumpah. Gilang marah padanya, dan hal itu sangat berbahaya. Bagaimanapun juga Gilang adalah penyumbang terbesar dalam kehidupan mewah yang ia jalani. Mobil, apartemen, uang dan barang-barang mewahnya semua dari Gilang. Tidak masalah baginya jika harus tidur dengan Gilang setiap hari, memuaskan hasrat pria tampan itu, tetapi untuk menikah, Gisel sama sekali tidak berminat . Hanya Alexa-lah yang dicintainya.

***

Malam berlalu dengan kegundahan yang menumpuk di dada Gilang. Hingga pagi tiba, pria itu masih terlihat kesal, suasana hatinya rusak total karena penolakan yang Gisel lakukan. Tidak heran sejak pagi Gilang terus membentak siapa saja yang membuat kesalahan di depannya.

"Siapa yang meminta selai kacang? Kalian tahu kan kalau aku alergi pada kacang. Kenapa sekarang selai ini ada di atas meja makan, hah?!" teriak Gilang, pada beberapa pelayanan yang ada di rumahnya.

Teriakan Gilang membuat beberapa pelayan gemetar ketakutan. Gilang adalah tipe majikan yang ramah, jarang sekali ia terlihat marah apalagi sampai membentak. Tidak heran jika pelayanan menjadi sangat takut, jika Gilang sudah marah seperti itu, berarti ada permasalahan serius yang tengah dihadapi oleh majikan mereka.

Mbok Darmi, kepala pelayan di rumah besar itu maju selangkah, dan membungkuk di hadapan Gilang. "Maaf, Tuan muda, selai kacang itu adalah permintaan Tuan besar. Katanya, beliau ingin menyantap sandwich isi dengan selai kacang pagi ini." Mbok Darmi mengakhiri ucapannya dengan kembali membungkuk rendah di hadapan Gilang.

Melihat apa yang dilakukan oleh pelayan tua itu, membuat Gilang merasa bersalah. Ia mengusap wajahnya dengan kasar lalu menatap satu per satu pelayan yang berjejer di hadapannya. "Sorry. Kembalilah ke dapur," ucapnya, lalu ia menarik sebuah kursi untuk diduduki, dan mulai mengoles roti tawar dengan selai nanas kesukaannya.

Farhan Andreas memasuki ruang makan dengan langkah mantap. Melihat kemarahan Gilang barusan, ia sudah dapat menduga bahwa putra satu-satunya itu sedang bermasalah dengan Gisel. Hanya Gisel yang dapat membuat Gilang merajuk seperti itu.

Sesampainya di depan meja makan, Farhan segera duduk dan menyantap sandwich yang telah pelayan siapkan untuknya, secangkir Marochino hangat menemani sarapannya pagi itu. Marochino hangat dengan busa tebal yang terbuat dari susu dan cokelat adalah perpaduan yang sempurna untuk menghadapi wajah masam putranya.

"Apa sudah menemukan calon istri?" tanya Farhan Andreas, dengan santai.

Gilang tidak menjawab. Pria muda itu hanya diam, mengunyah rotinya dengan keras kemudian menyeruput Macchiato yang tersaji di hadapannya.

"Jika tidak ada calon yang harus dinikahi, maka biar aku yang akan mencarikan calonnya untukmu. Bagaimana?" Farhan kembali bertanya.

"Tidak perlu, Ayah, aku akan menikahi Gisel."

"Tapi sepertinya dia tidak ingin kamu nikahi, benar?" Farhan manautkan kedua alisnya.

"Dia hanya butuh waktu. Dia itu model, menikah pastilah akan sulit buatnya. mungkin salah satu persyaratan dari agensi yang menaunginya adalah jangan menikah." Gilang memberikan penjelasan logis pada sang ayah, walaupun tidak ada yang logis baginya saat ini. Penolakan Gisel yang terus berulang rasanya terlalu menyakitkan, tetapi tidak lantas ia menunjukkan rasa sakit itu di hadapan sang Ayah.

Farhan hanya mengangkat kedua bahu, lalu melanjutkan makannya dalam diam. Terserah alasan apa yang diucapkan oleh Gilang, yang terpenting adalah, ia telah meminta seseorang untuk mencari informasi apa pun tentang gadis yang kemarin siang terlihat di halaman kantor bersama dengan Gilang dan Toni. Gadis berkacamata itu menarik perhatiannya, dan ia akan sangat senang jika dapat mengenal gadis itu, menyeleksi apakah gadis itu cocok untuk putranya atau tidak.

***

Pelangi mengantupkan kepalanya di dinding keramik yang dingin, sementara kedua tangannya sibuk membersihkan wastafel yang ada di depannya.

Saat ini gadis itu sedang membersihkan toilet yang terletak di lantai satu. Pekerjaan sebagai office girl memang menuntutnya untuk selalu hadir di kantor lebih pagi dan membersihkan setiap jengkal bangunan mewah tersebut.

Namun, sejak pagi, Pelangi sama sekali tidak fokus pada pekerjaannya. Ia bahkan berkali-kali melakukan kesalahan; mengepel menggunakan sapu, menyikat menggunakan kanebo, bahkan membuang segulungan tisu toilet yang baru dibukanya ke dalam tempat sampah.

Amara menyikut pinggang Pelangi, saat gadis itu masih sibuk mengeluh tidak jelas pada dinding di hadapannya. "Kenapa, sih?" tanya Amara.

"Bagaimana ini, Amara? Aku bisa mati, huwaaa!" Pelangi menangis, kemudian kembali mengantupkan kepalanya di dinding.

Amara menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal, kemudian bertanya, "Apanya yang bagaimana, jika kamu saja tidak mau cerita."

Pelangi menatap Amara dengan tatapan sedih, kemudian ia berlutut di hadapan sahabatnya. "Amara, pinjami aku uang. pliiis!"

Amara tertawa. "Oh, jadi permasalahannya adalah uang. Gampang kalau itu, La, bilang aja kamu butuhnya berapa?" tanya Amara, dengan penuh percaya diri.

"Tujuh puluh sampai seratus."

Mendengar ucapan Pelangi, Amara kembali tertawa. "Cuma segitu? Astaga, segitu doang sampai mau mati segala.Memangnya kenapa, sih? Kamu kepengen makan bakso? Tenang, di ATM masih ada 200 ribu kok."

Pelangi langsung menjerit dan mengantupkan kepalanya di dinding begitu mendengar perkataan Amara, membuat Amara kebingungan. "Bukan tujuh puluh ribu, bukan juga seratus ribu, Ra."

"Lah, terus?"

"Tujuh puluh juta, Amaraa!" Pelangi melepas kacamatanya kemudian mengucek matanya yang sembab.

"Hah! Kamu gila?!"

"Aku waras, tapi ada orang gila yang pasti akan membuatku ikutan gila juga--"

"Amara, Pelangi! Kalian ini mau kerja atau mau gosip, sih. Sana ke ruangan Pak Gilang, semprot kaktusnya!" Kemunculan Bu Tika sebagai atasan mereka memotong keluhan Pelangi.

"Baik, Bu." Pelangi segera membenarkan letak kacamatanya dan berjalan menuju ruangan Gilang yang berada di lantai dua belas.

Sesampainya di lantai dua belas, Pelangi segera masuk ke ruangan tanpa mengetuk. Ia pikir, Direktur muda itu pasti belum datang, tetapi ternyata tebakan Pelangi salah. Gilang sudah berada di ruangannya, tertidur di sofa berbahan beludru yang terlihat nyaman.

Pelangi berusaha mengabaikan kehadiran Gilang. Ia berjingkat agar tidak menimbulkan suara berisik yang dapat membangunkan Gilang, lalu segera menyemprot Kaktus-kaktus mini dan sekulen yang berjejer di rak di samping jendela.

Gilang mengendus bau aneh yang memasuki lubang hidungnya. Ia kemudian bangkit untuk duduk dan terkejut saat mendapati Pelangi tengah berada di ruangannya.

"Ngapain kamu?" tanya Gilang.

Pelangi terkejut dan segera menoleh ke belakang, di mana Gilang sedang menatapnya dengan curiga.

"Eh, Pak Bos. Maaf, saya pasti berisik sekali sampai-sampai membangunkan Anda. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk membangunkan Anda, saya hanya--"

"Sudah-sudah, katakan saja kenapa kamu ada di ruangan saya?" Gilang memotong ucapan Pelangi, ia tahu tabiat gadis itu, jika sudah berbicara maka tidak akan ada habisnya.

"Oh, anu, saya diminta untuk menyemprot kaktus Anda, Pak?"

Gilang mengangguk, lalu kembali menyadarkan tubuhnya pada sofa yang ia duduki. Melihat Gilang kembali rileks, Pelangi berbalik dan melanjutkan kegiatan semprot-menyemprotnya.

Akan tetapi, Gilang tiba-tiba saja bangkit dan menghampiri Pelangi, membalik tubuh gadis itu, lalu merebut semprotan dari tangan Pelangi.

Pelangi terkejut, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Namun, detik berikutnya Pelangi menyadari ada sesuatu yang salah. Wajahnya seketika menjadi pucat pasi saat melihat semprotan yang tengah dipegang oleh Gilang.

"Ini racun serangga!" teriak Gilang.

"Huwaaa, iya, Pak, itu racun serangga." Pelangi berteriak sambil menangis, lalu berlari dari hadapan Gilang yang terlihat sangat murka.

"Hai, mau ke mana kamu! Jangan lari!"

1
Atik Karyana
Kecewa
Yuli Yanti
gisel....gisel dah d obral,d manfaatin alex lagi..
Ning's Kitchen New
sangat menarik
Novia Lestari: Terima kasih, Kak ☺☺
total 1 replies
Ida
bukan kabur tp menyelamatkan diri biar tidak babak belur🤣
dewi musnida
🤣🤣🤣🤣🤣😜😜😜
dewi musnida
segera perlihatkan saja sisi buruk gisel ke gilang yg bdoh itu thor. kesel aku.
dewi musnida
wow.... lucu thor, lanjut...... 🥰🥰🥰✊👌
Made Ringin
Kecewa
Novia Lestari: Terima kasih, Kak 🙏😊
total 1 replies
My Munding29
sejauh ini.okee kokk
Novia Lestari: waaah makasih banyak atas reviewnya, Kak ❣️❣️
total 1 replies
Wong Japung
👍👍👍👍👍👍
Novia Lestari: Terima kasih atas dukungannya, Kak.
yuk baca juga novel saya lainnya yang berjudul "LUNA, WANITA PENGGANTI" dijamin ceritanya juga nggak kalah seru dari OH NY BOSS ☺☺
total 1 replies
rika
samira ibu kandung popi?? 🤔🤔🤔
Novia Lestari: mungkin typo saya, Kak 🤭🤭🙏🙏
total 1 replies
rika
wahhhh.. ada misteri nya juga.. siapakah anak kandung samira ?? apakah pelangi ? gisel ? atau axel ??
Novia Lestari: hayooo siapakah anak kandung Samira, Kak. 🤭🤭
total 1 replies
Clareisya
aku kurang nyaman dengan kata "trims"
Novia Lestari: Siap, Kak.
kalau kalimat 'trims' posisinya adalah dialog, itu nggak masalah. karena dialog nggak harus pakai kalimat baku, kecuali di narasi, di narasi harus pakai kalimat baku. 🤭

Tapi, terima kasih sarannya, Kak. 🙏🙏
total 1 replies
Rihana.hana
ending yang bahagia untuk keluarga Andreas
dan ending yang menyedihkan untuk Gisel and the Genk..

btw..
soal visualnya mereka ,aku liat² wajah mereka pada serupa yaa sama para pasangan nya..
jangan ² mereka beneran jodoh di dunia nyata 🖤🖤
Rihana.hana
ahh sudah tamat kah? 🥺
rasa nya kok sedih yaa..

Selamat ber bahagia Gilang pelangi dan semua nya🤗🖤
Alfi Tazkia Putri Ariana
meski ending nya agak ngecewain tp za dah gak ap2 tp ttp semangat n q pengemar novel kak
Hawatus Syahro
ahir cerita yg mengenaskan dimana tokoh utamanya tak berdaya di kursi roda sangat di sayangkan alur cerita yg pertama indah harus berkhir kecewa....
Novia Lestari: nggak semua cerita berakhir happy, Kak. Salah satunya ini🤭
dan memang kebanyakan novel saya berakhir sad ending. Suka aja sama akhir yang model begitu, walaupun sesekali saya juga bikin cerita yang happy ending 🤣
Terima kasih telah berkenan membaca hingga akhir 🙏🙏
total 1 replies
Nur Adam
lnjut
Novia Lestari: siap, Kak. Terima kasih sudah membaca cerita ini 🙏🤗
total 1 replies
Rihana.hana
ayo semangat pelangi, ada Gilang dan lainnya di sisi mu.. termasuk aku😁
gemes sama Toni ..
Rihana.hana: sami sami mbak, aku suka novelnya..😚💞
total 2 replies
Tyarr Tinambunan
smangat pelangai
satu demi satu
kebahagiaan mu akan trcapai
terlebih Gilang harapan saya kpd outhor smoga Gilang sembuh seperti sedia kala
supaya pelangi semakin bahagia 🙏❤️
Novia Lestari: Terima kasih, Kak, sudah membaca cerita ini 🙏☺☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!