Setelah resmi menyandang gelar sebagai Janda Febry Lie Prayoga, Andita akhirnya memutuskan menerima lamaran Bagas yang merupakan mantan kekasihnya.
Shinee yang diam-diam mencintai Bagas,tidak terima atas lamaran Bagas kepada Andita yang adalah mantan istri kakaknya Yoga.
Apakah Shinee dapat merebut Bagas dari Andita ?
atau justru terjebak dalam kebuasan Erwin ?
Ikuti ceritanya di "Pacarku Suami Temanku Part 2"
Bagi pembaca baru Novel ini, silakan baca Pacarku Suami Temanku Bagian 1.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelmia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB~7
“ Yes !aku mendapatkannya.!” seru Erwin menekan tombol enter di laptopnya, setelah hampir 30 menit ia berkutat dengan benda petak itu, akhirnya ia bisa tersenyum sumringah. jari-jarinya mengelus dagu yang di tumbuhi bulu-bulu halus disana.
“Kau cantik dan sukses di bidangmu tapi, sikapmu murahan sekali sayang.” Desis Erwin memandangi wajah oriental milik Shine. Rupanya Erwin sedang melakukan perintah Bagas untuk melacak perusahaan Shinee, sebuah perusahaan online terbesar di negara seberang yang bergerak di bidang fashion.
“Kenapa harus Bagas yang kamu ganggu, coba aja gue pasti gak nolak.” Erwin terkekeh sendiri.
“ Jangankan modelan lu, yang lebih cakep dan sukses pun gak di lirik sama dia. Cintanya sama Andita udah kayak paku nancep kuat di tembok, Gak perduli berkarat sekalipun, sakit pun dia bertahan. Jadi pilih gue ajalah ya, gue masih jomblo ting-ting nih.” tawa Erwin kembali menggema memenuhi ruangannya.
Ponselnya berbunyi Erwin melirik si pemanggil, “Robert” gumamnya.
“Halo sayang, kangen ya ?” Erwin menggoda sahabatnya.
“Kangen dengkul mu,ogah gue.”
“Hahaha...” Erwin tertawa.
“ Gimana udah ketemu perusahaan Shinee ?” tanya Robet langsung pada intinya.
“ Take a easy babe, bentar lagi gue kirim ke E-mail lu semua data perusahaannya.” Sahut Erwin sambil tersenyum simpul.
"Mau muntah gue dengernya,"
Robert menggelengkan kepala di seberang sana. heran aja sama sahabatnya itu di suruh kerja kok banyak bercandanya.
“Lu kenapa ? mabok Lu ?” tanya Robert.
“Iya gue lagi mabok bro. Mabok liat wajah cantik Shinee, jangan di apa-apain lah buat gue aja.” Celoteh Erwin di iringi kekehan tawanya.
“Serah lu deh, gue tunggu E-mail nya.” Robert memutus panggilannya.
Erwin terkekeh menatap ponselnya, dan matanya kembali fokus meniliti wajah Shinee. “Pasti ada jalan kalau di coba” gumam Erwin. Jari-jarinya kembali menari di atas keyboard mengirim E-mail sesuai permintaan Robert.
Sebuah rumah mewah bergaya modern dengan bentuk eksterior dan interior masa kini dengan pemilihan warna putih, di tambah lagi penataan cahaya yang tepat di semua penjuru rumah kaca itu, menjadikan nya hunian yang sangat nyaman dan sehat.
Di rumah tiga lantai nan mewah itulah saat ini Andita tertidur pulas, sementara Bagas sedang berkutat di dapur dengan sesekali melihat ponselnya mengikuti resep masakan di sana guna menyiapkan makan malam spesial untuk calon istri yang sedang kecewa. Ya, semoga aja setelah makan malam nanti Andita bisa di ajak ngobrol dengan baik pikir Bagas.
Bagas sengaja tidak menyiapkan pembantu di rumahnya, bukan tanpa alasan dengan semua itu, bukan juga ia tak mampu membayar gaji pembantu, Bagas hanya ingin menjalani kehidupan pribadinya tanpa siapapun di rumah itu. Untuk urusan kebersihan rumah, ia serahkan pada pekerja panggilan harian saja. Soal Shinee pun sudah ia serahkan pada kedua sahabatnya, Bagas yakin Erwin dan Robert mampu menghandle Shinee.
Pukul 7 malam Bagas membangunkan Andita, dan tentu saja setelah ia membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Bagas menyentuh wajah halus nan sembab Andita, rasa iba dan bersalah kembali menyeruak memenuhi relung hatinya.
“Maafin mas sayang.” Lirih Bagas.
tangannya menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik yang sedang terlelap itu. Kecupan penuh cinta dan sayang ia sematkan di puncak kepalanya, “Sayang...bangunlah ini waktunya makan malam.” Bisik Bagas di telinga Andita.
Bagas menyentuh bulu mata lentik milik Andita dengan jari telunjuknya,mengelusnya berulang kali hingga wanita yang tengah tertidur itu menggeliat, perlahan mata indah itu terbuka.
“Mas...apa yang kamu lakukan ?” tanya Andita sedikit menjauhkan tubuhnya dari Bagas.
Bagas menatap lembut Andita, “Mas tidak melakukan apapun hanya membangunkan tuan putri dari tidurnya, Karena ini waktunya makan malam. Hayo bangun, bersihkan dirimu setelah itu kita makan.”
“ Mas tunggu di bawah ya.” Tanpa menunggu jawaban Bagas keluar meninggalkan kamar, memberi waktu untuk Andita mandi.
Saat di tangga ponselnya berdering, “Ya katakan.” Jawabnya tanpa basa-basi.
“Lakukan yang terbaik, kalau bisa tidak melakukan hal-hal yang merugikan perusahaannya. Anggap aja sebuah gertakan, tapi pastikan Shinee tidak melakukan tindakan yang melampau batas lagi. Aku percaya kalian bisa melakukannya untukku, satu hal lagi jangan sampai sakiti fisiknya apapun kondisinya.” Jawab Bagas menanggapi laporan Robert.
Setelah menerima telpon dari sahabatnya, Bagas masuk ke dapur dan menata masakannya di atas meja.
Sementara itu di sebuah rumah besar dan mewah yang terletak di kawasan elit kota Jakarta,seorang gadis tengah menangis. Hatinya terasa kosong seakan tiada harapan lagi baginya, sekian lama memendam rasa itu dengan sangat mendalam tapi ternyata lelaki yang ia harapkan tidak sama sekali mengharapkannya.
“Papa....” isak nya.
“Kenapa kalian tidak memberitahu Shinee kalau ternyata kakak sudah bercerai, andaikan kalian memberitahuku, Shinee tidak akan kehilangan seperti ini. Shinee mencintainya...sangat mencintainya. Apa yang harus Shinee lakukan ? mereka sebentar lagi akan menikah.” Tangisnya menggema di rumah besar milik Chang lie yang seakan tiada berpenghuni itu, sepi bersama udara yang hampa. Se-hampa hati Shinee saat ini.
Shinee berlari keruang tamu menatap foto keluarga mereka yang terpajang besar disana, jemarinya menyentuh wajah orang-orang yang sangat di sayanginya itu.
“Katakan pada Shinee, apa yang terjadi sebenarnya selain perceraian kakak. Kenapa kalian menghilang bagai di telan bumi ? katakan pa,ma.” Shinee kembali terisak.
Shinee meraih ponselnya dan mencoba menghubungi orang tuanya lagi, namun hasilnya tetap sama. Aktif namun tidak di jawab Shinee yakin sekali ada yang mereka sembunyikan darinya. gadis itu mengetikkan pesan pada Chang lie.
“Pa, Shinee sudah tau apa yang terjadi dengan pernikahan kakak. Tapi, kenapa kalian pergi tanpa bilang-bilang sama Shinee. Apa yang terjadi ? apakah ada sesuatu yang terjadi selain yang Shinee ketahui ? Shinee di rumah kita sekarang.” Shinee mengirim pesan pada Chang Lie.
Karena shinee percaya papanya itu tidak akan terus tega terhadap dirinya dengan menutupi masalah keluarga mereka.
“Dan satu hal yang perlu kalian ketahui, perempuan murahan itu sebentar lagi akan menikahi Bagas.” Pesan Shinee menyiratkan kebencian dan kemarahan yang sangat mendalam pada Andita.
“Yang terjadi tadi siang belum seberapa Andita, kamu lihat aja apa yang akan lakukan selanjutnya.” Desisnya.
Ya, setelah merasa aksinya sudah cukup ia lakukan hari ini Shinee segera meninggalkan kota K. Terlebih ia menghindari hal yang tidak ia inginkan atas tindakannya di kantor Bagas tadi siang, itulah sebabnya ia berada di rumah orangtuanya saat ini.
Sebanyak apapun menangis, sebanyak apapun kau menyesal, jika jodoh tidak menggaris kau bersama orang yang kau cintai, maka tidak akan pernah terjadi. sekuat apapun berusaha, sedalam apapun kau mencintai nya maka kau tidak akan pernah menemui jalannya.
Hal yang sama terjadi pada Shinee, selama ini banyak sekali waktu untuk mereka berdua, tapi kenapa mereka tidak pernah bertemu atau bahkan menyatakan perasaannya. karena, tiada jalan bagi mereka untuk bersama sebagai pasangan kekasih pun sebagai suami-isteri.
...----------------...
maaf ya kalau lama baru update lagi...pelan-pelan dulu.
jangan lupa dukungan nya🙏
terima kasih banyak yang sudah mampir 🙏
mampir ya Thor ke karya ku
~ Mencintai Istri Temanku
sayang sekali 😥😥
padahal ceritanya bagus 🥰🥰
semangat nulis lagi dong Thor 😇😘😘🥰🥰
buat shinee hamil bayi2 erwin