Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
"Mas apa boleh aku jajan disana aku tadi lupa gak bawa tas sama dompet"ucap Alina
"Oke kamu mau jajan apa"
Alina sangat bersemangat memilih semua jajanan yang ada disana,tangan Alina sudah penuh dengan makanan Tio pun ikut menenteng makanan Alina.
"Apa masih mau jajan?"tanya Tio
"Gak mas sudah cukup"
"Ini kamu bisa ngabisin nya sendiri sayang?"
"Engga kan ada kamu,kamu bisa bantu aku ngabisin ini semua"
"Jangan becanda Alina aku gak makan yang kayak gini"
"Sekali sekali mas gak akan bikin gendut perut kamu kok"
Tio pasrah meskipun ia tidak tau makanan apa ini semua ia tidak pernah makan sembarangan.
"Mas kita makan nya sebelah sana aja biar gak banyak orang"
Tio mengikuti saja kemana Alina membawa nya
"Ayo mas cobain ini,ini enak loh buka mulut nya" Tio mencobanya dan memang rasanya enak meskipun ia baru pertama kali mencoba nya
"Ya enak juga" ucap Tio,sebagian hampir Tio habiskan Alina hanya bisa melihat lahap nya Tio makan
"Tuh kan apa aku bilang jajanan kayak gini tuh enak mas"
"Iya sayang,kita pulang ya perut aku kenyang sekali"
Gimana gak kenyang semuanya hampir dia habiskan sendiri yang katanya gak pernah jajan seperti ini,tapi sekarang malah dia yang kekenyangan.
"Oh ya kamu kenapa gak ngasih tau hari ini pertama kali Ezra MPASI"
"Aku lupa mas tadi pagi aku mau ngasih tau kamu tapi karena ada kekasih kamu jadi langsung berangkat"
"Tolong larat bukan kekasih tapi mantan kekasih Alina, sebentar lagi kamu istri aku sayang"
"Ngebet banget sih mas pengen cepet cepet nikah kenapa?"
"Aku gak mau kamu berubah pikiran dan berpaling dari aku"
"Kalau kamu meyakinkan mana mungkin aku berubah pikiran mas"
"Pokoknya aku gak mau lama lama Alina aku mau kita cepat menikah"Tio menggenggam tangan Alina
"Iya... Mas,oh ya malam ini kamu mau pulang langsung atau nginap dirumah mas"
"Kayak nya aku menginap badanku capek sekali"
Tak terasa Alina dan Tio sudah sampai dirumah orang tua Alina
"Aku langsung ke kamar ku ya mas"
"Ya selamat malam sayang"
Tio duduk di ruang keluarga disana foto besar terpampang di dinding Alina dan Andin tersenyum indah,maafkan aku Andin aku akan menjaga adikmu dan anak kita tenanglah disana.
"Tio..."ucap papah Alina
"Iya pah ada apa?"
"Kamu duduklah sebentar papah ingin bicara,papah bicara bukan sebagai papah Andin atau mertua kamu.Papah disini sebagai papah Alina apa kamu benar benar serius menjalin hubungan dengan Alina?"
"Iya pah Tio serius,maaf jika dulu Tio menyakiti hati Andin tapi sekarang Tio benar benar mencintai Alina pah bukan karena paksaan siapapun"
"Baiklah...tapi kamu harus ingat Tio jangan pernah kamu menyakiti hatinya kalau kamu sudah tidak menginginkan nya kamu boleh pulangkan dia sama papah,karena papah sekarang hanya punya Alina kamu harus menjaga nya dengan baik kamu ngerti"
"Iya pah aku ngerti aku akan menjaga Alina dan mencintai nya"
"Oh ya untuk sekarang sampai kamu resmi menikah dengan Alina,Alina harus tinggal disini dulu sampai kalian sah menikah nanti"
"Kenapa seperti itu pah terus aku gimana kalau mau ketemu sama Ezra pah"
"Kamu bisa datang kesini,papah gak mau kalian menjadi bahan pembicaraan orang lain meskipun kalian tidak melakukan apapun.sekarang kamu istirahat ini sudah malam"
"Iya... Pah selamat malam"
Tio memasuki kamar tamu,aku harus bagaimana aku gak bisa gak ketemu sama Alina papah apa apa an sih meskipun kita tinggal bersama tapi Alina selalu menjaga batasan nya.
Pagi hari semuanya sudah berkumpul dimeja makan,Tio selalu mencuri pandang ke arah Alina setiap hari kenapa Alina semakin cantik perasaan dulu melihat Alina biasa aja tapi sekarang rasanya beda sekali.
"Ehem kenapa Tio?apa ada sesuatu di wajah Alina"ucap mamah Lia sambil tersenyum
"Ahh gapapa mah"
Alina melihat ke arah Tio dan memberikan kode seperti bertanya ada apa,tapi Tio membuka handphone nya dan memberikan pesan pada Alina.
"Oh ya mah pah, Minggu depan Tio akan membawa orang tua Tio kesini untuk melamar Alina"
"Wahhh rencana bagus dong mamah sama papah akan menunggu nya Tio"ucap mama lia
"Berarti Alina mulai sekarang tinggal dulu di rumah ini sebelum kalian sah menikah"
"Iya... Mah"
Alina hanya mendengarkan obrolan Tio dan orang tua nya,kenapa Tio langsung mengiyakan biasanya dia akan langsung menolak tumben banget.
Tio berpamitan pada orang tua Alina dan juga Alina mencium dahi Ezra karena beberapa saat mereka akan jarang bertemu karena Ezra akan bersama Alina dirumah orang tuanya,Alina mengantarkan nya ke depan
"Kamu harus ingat ya aku tunggu kamu jam makan siang di kantor sayang"
"Iya mas"
Saat Alina pergi ke dapur ingin membuat MPASI untuk Ezra mamah Lia menghampiri Alina.
"Oh ya sayang apa kamu sudah menerima Tio"
"Iya mah aku sudah menerima nya"
"Kamu yakin?"
"Iya mah Tio juga sudah menceritakan semuanya yang terjadi pada pernikahan nya dengan kak Andin kenapa dia bisa seperti itu"
"Syukurlah kalau kamu sudah tau semuanya jadi mamah tidak perlu menjelaskan nya lagi, sepertinya Tio lebih siap menikah ketimbang dulu"
"Iya mah doakan saja semoga ini yang terbaik untuk Alina"
"Iya sayang mamah selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian,ingat Alina jangan pernah kamu memendam semua nya kamu punya mamah kamu bisa bercerita tentang apapun jangan memendam semaunya sendiri sayang"
"Iya mah"
"Karena mamah sekarang hanya punya kamu,kamu harus selalu bahagia"
Ayo sayang kita makan dulu ya semoga kalian ini juga kamu suka,Alina menyuapi nya dengan telaten.yeeee akhirnya habis juga mamah Senah kamu lahap sekali makannya jangan cepat besar ya sayang
Alina sangat sayang sekali pada Ezra ia menyayangi nya seperti anak sendiri tidak ada rasa lelah meskipun Ezra rewel atau ia harus begadang karena Ezra sakit.