JANGAN BOOK LIKE🚨
Zain Ardana Jatuh Cinta Dengan gadis tomboy yang membuat nya mengalami dilema antara kekuasaan dan Hati..
Kisah cinta Ku terhalang Karena perebutan Kekuasaan di dalam Dunia bisnis ku...
Kini ketenangan Seorang Pria Tampan yang menjalani Dunia bisnis sejak masih muda harus terusik setelah merasakan Jatuh Cinta Dengan gadis tomboy yang mulai menguasai Hati dan fikirannya, Dialah Keisha Siregar sang Gadis Tomboy.
Bukan hanya bisnis yang akan menjadi penghalang.. Masa lalu nya pun akan menjadi penghalang,... Bukan hanya harus siap dengan semua resiko yang dihadapinya karena mencintai Gadis yang tidak tahu apapun soal kejamnya Dunia ini.
Demi menjaga Cinta dan Keutuhan Keluarga nya Zain Ardana harus menerima setiap tipu muslihat dari orang-orang yang pernah dekat dengannya.
Apakah kekuatan Cinta Pewaris Ardana Company dengan gadis tomboy yang akan menang dalam Pertarungan Kehidupan? Atau kah Musuh dalam selimut yang akan Tersenyum Bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Perjanjian Ganti Rugi
Kei pun tak mau tertinggal dan ikut pergi ke arah yang sama untuk melihat apa yang terjadi. Tempat yang menjadi berantakan dan pecahan gelas yang berserak dibawah. Seorang pria yang sedang dalam mood marahnya tanpa bisa dikendalikan, terlihat orang disamping pria itu membiarkan bosnya itu melakukan yang dia mau.
Tatapannya yang siap menerkam kini sadar semua karyawan dan manager cafe sedang menontonnya dan tanpa sengaja dia menangkap sosok Kei dalam kerumunan itu. Emosinya kini kembali lagi, karena ingat jasnya yang rusak gara-gara gadis itu.
Kini ia berjalan menghampiri Kei dengan tatapannya yang mematikan, Kei yang menyadari itu hanya bisa terdiam. Rasanya kaki Kei seperti dipaku, sedangkan orang lain pun seoalah terhipnotis dengan cara pria itu bertindak.
Kini tangan pria itu terasa seperti listrik yang menjalar di tubuh Kei, tanpa bisa melawan. Hanya bisa mengikuti langkah pria itu, yang membawa dirinya pergi dari cafe tersebut. Dan setelah masuk ke mobil pria itu, Kei masih tetap tidak bisa bicara. Seakan bisu, dalam fikirannya pasti karena kesalahannya tadi. Kini pria itu akan membuat dirinya dipecat. Sedangkan pria itu hanya mengirim pesan pada Kenzo, agar membereskan semua kekacauan didalam cafe dan meminta untuk mengambil barang milik gadis yang dibawanya saat ini.
Kei yang mulai tidak tahu harus apa hanya menundukkan kepala. Setelah 20 menit berlalu, mobil itu berhenti di sebuah rumah yang terlihat cukup mewah. Kini kaki Kei hanya bisa mengikuti langkah pria itu tanpa bertanya, menuju sebuah ruangan yang berada diujung tangga. Rumah yang mewah, namun sangat sunyi bahkan tidak ada kehidupan disana.
Pria itu membawa Kei ke ruangan yang dipenuhi dengan buku dan file, sebuah meja dan kursi seperti tempat bekerja terletak di depan sana menghadap pintu masuk.
"Duduk!" perintahnya sambil melepaskan tangannya yang sejak masuk rumah di gunakan untuk memegang tangan Kei.
Kei duduk ditempat yang di maksud itu, sambil memandang ke lantai karena rasa takutnya kini semakin bertambah. Keheningan tercipta. Setelah 15 menit, seseorang masuk dan mendekat sambil menyerahkan sebuah file ke pria yang disebut bos itu.
"Seperti keinginan mu bos." ucap Kenzo sambil menyodorkan sebuah file.
"Duduk ditempat mu!" perintahnya.
Kenzo hanya bisa duduk disamping Kei yang terlihat ketakutan tanpa sepatah kata pun, sebenarnya Kenzo kasihan. Tapi kalau membantah bossnya bisa lebih rumit lagi nanti ujungnya, Kenzo tahu saat ini hanya harus meredakan amarah CEO yang sebagai sahabat sekaligus bosnya itu.
"Tanda tangani ini!" perintah CEO itu pada Kei tanpa meminta Kei membaca isinya.
Keheningan membuat sang CEO semakin tidak sabaran, yang ditunggu malah hanya menatap file yang disodorkannya.
"Apa kamu bosan hidup! Cepat jangan buang waktu ku!" gertak sang CEO yang dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya.
"Apa ini maksudnya, Tuan?" kini air mata Kei sudah tidak bisa ditahan lagi.
"Kontrak Ganti rugi." CEO itu menjawab to the point.
"Apa saya harus mengganti jas anda, Tuan?" kini Kei memberanikan diri untuk bertanya.
"Ganti rugi mu lebih besar dari pada jas ku ini! Gara-gara kamu. Aku kehilangan tender yang sudah ku tunggu selama 1 tahun ini! Cepat tanda tangan!" Suara yang semakin tidak sabar, jika didepannya bukan wanita pasti sudah tamat nasibnya.
Kei yang semakin tidak tahan pun menyerahkan file itu setelah di tanda tangani dan tanpa membaca isinya. Sedangkan sang CEO sibuk memastikan isi filenya.