Luna Maheswari. Wanita muda yatim piatu, Luna terlahir dari keluarga yang sederhana. Tepat pada saat Luna berusia 18 tahun dia kehilangan kedua orang tuanya. Luna harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, dengan menjadi karyawan di salah satu Toko Kue yang lumayan terkenal di Ibu Kota. Pada saat berusia 20 Tahun Luna menikah dengan pria yang di cintainya,kini umur pernikahan Luna dan suaminya sudah menginjak usia ke 3 Tahun.Bukan hal yang mudah untuk memperjuangkan rumah tangga-nya hingga ke tahap ini.Banyak sekali kerikil-kerikil yang harus Luna lalui di dalam rumah tangga-nya, air mata , kesabaran dan pengorbanan menjadi hal yang biasa bagi Luna demi mempertahankan pernikahannya.Namun kadang kala di masa depan Luna harus mengambil keputusan demi dirinya sendiri kan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan Menyakitkan
"Bagaimana menurutmu Luna...?" Suara seseorang mengejutkan wanita yang masih menangis,di depan kamar miliknya.
"Mama..." Lirih Luna,melihat Ibu Mertuanya membuatnya sadar.Jika semua ini pasti ada campur tangannya.
Tapi !! Bagaimana dengan suaminya,yang bahkan terang-terangan mengatakan jika mencintai wanita yang sedang bercinta dengannya.Luna mengelengkan kepalanya,tidak bisa mempercayai apa yang di lihatnya ini.
" Ikut aku Luna..Jangan menganggu Putraku yang sedang membuatkan cucu untukku." Bisik Ibu Rama,menyeret wanita yang masih berstatus menantunya itu.
" Ma..." Tangan Luna yang belum sembuh benar,di tarik kasar Ibu Mertuanya sendiri.
Brukkk
Ibu Rama menyeret Luna masuk ke kamar tamu,sesampai mereka disana.Luna di dorong ke ranjang dengan kasar.
"Akh " Pekik Luna meringis,lututnya kembali terbentur pinggiran ranjang.
"Kau sudah lihat bagaimana perasaan Putraku bukan ? Saat ini dia mencintai Anggel..Bukan dirimu." Sinis Ibu Rama,apalagi yang akan dilakukannya.Selain memisahkan Rama dengan Luna.
"Anggel" Lirih Luna,dia masih ingat jika Anggel adalah nama wanita yang bersama dengan suaminya.
"Siapa Anggel Ma ?" Tanya Luna mencari tau.
" Anggel...Teman kecil Putraku,dia Putri dari sahabatku.Mereka tumbuh bersama saat kecil dan bahkan,Rama memintaku akan menjadikan istri saat mereka dewasa.Tapi...Mimpi itu hancur saat kau hadir dalam hidup Putraku." Ibu Rama menjelaskan,dengan senyum mengejek.
"Luna...Itu sebabnya aku tidak pernah mengakuimu sebagai menantuku,itu sebabnya aku melarang Rama memiliki anak darimu.Karna aku hanya ingin Anggel sebagai menantuku dan aku menginginkan cucu dari Anggel..Bukan dirimu." Lanjutnya lagi.
Deg---
Mendengar pengakuan dari Mertuanya,hati Luna terasa hancur.Sangat hancur,kejadian yang baru saja di lihatnya sudah membuatnya hancur berkeping.Di tambah pengakuan dari Mertuanya,membuatnya serasa tidak bernyawa.Tubuh mungilnya merosot,tatapan matanya kosong.Air mata mengalir deras,bibirnya berubah pucat dan tubuhnya bergetar.
Sejujurnya Ibu Rama sedikit tidak tega melihat Luna seperti ini,tapi pikiran itu segera di tepis.Menginggat selangkah lagi rencananya menjadikan Anggel menantu akan terwujud.
"Kau tau...Anggel adalah cinta masa kecil dan cinta pertama Putramu.Aku yakin setelah Anggel kembali...Dia akan melepaskanmu dan melupakanmu." Suara Ibu Rama sedikit melunak.
"Tinggalkan Rama...Biarkan dia bahagia,lagi pun kau melihatnya...Jika dia sudah melakukannya dengan Anggel.Dan perlu kau tau Luna,ini sudah kedua kalinya mereka melakukannya." Ibu Rama terus memprovokasi Luna,memang benar kenyataannya jika Rama dan Anggel sudah melakukannya sebanyak dua kali.
*Flashback On
"Tante aku tidak bisa melakukannya." Rengek Anggel,dia tidak mungkin melakukan apa yang di minta Ibu Rama padanya.
"Mengapa tidak bisa Sayang ? Sekarang atau pun nanti sama saja kan ?, ini adalah waktu yang tepat.Saat ini Rama sedang marah dengan istrinya..Dan kau harus bisa menenangkannya,anggap dia suamimu.Jika Rama bisa menyadari,kalau dia masih mencintaimu maka itu akan membuat semuanya jauh lebih mudah." Ibu Rama menjelaskan.
"Tapi...Bagaimana jika Mas Rama menolakku tante ?" Ucap Anggel ragu.
" Percayakan pada tante,di saat seperti ini Rama akan sangat membutuhkanmu Anggel..Jangan pikirkan yang lain,kau hanya perlu melakukan bagianmu saja.Kau mencintai Rama kan ?" Bujuk Ibu Rama,dia masih berusaha membujuk wanita di depannya ini.
"Tentu saja tante ." Jawab Anggel yakin.
"Bagus Sayang,maka lakukan dan berikan tante cucu yang lucu ." Ibu Rama tergelak,menggoda Anggel.
" Tante.." Anggel menunduk malu,wajahnya merona.Mendengar kata cucu.
Ya !! Ibu Rama sedang berusah membujuk Anggel,agar mau mendekati Rama dan bisa tidur bersama.Dia sangat yakin jika Rama masih mencintai Anggel,jika mereka tidur bersama dan Anggel hamil bukankah akan lebih mudah untuk menyingkirkan Luna pikirnya.
Lagi pula saat ini Rama sedang kacau dan sedang tidak bersama dengan istrinya,dan benar saja semua yang di rencanakan berjalan sempurna.Bahkan Rama dan Anggel sudah melakukannya hingga kedua kali.Seakan takdir sedang membantu mereka saat ini.
Flashback Off*
"Mulai saat ini,mulailah menjauh dari hidup Putraku Luna.Kau bisa mempersiapkanmu dari sekarang,jika Anggel hamil maka kau harus bercerai dengan Rama dan membiarkan Rama menikahi Anggel." Tegas Ibu Rama,di rasa sudah cukup dia melangkah keluar meninggalkan wanita yang menangis tak berdaya itu.
"Hikss hikkss...Kau tega melakukannya Mas..Kau menghianatiku..Kau menyakitiku." Isak Luna,betapa menyedihkannya suara itu jika orang mendengarnya.
"Kau mencintaiku...Kau menghianati cinta kita..Hikss...Bagaimana kau akan menjelaskannya Mas..." Gumam Luna,berbaring di lantai dingin kamar.Kedua tangannya memeluk tubuh mungilnya.
***
Kedua pasangan itu telah selesai melepaskan gairah masing-masingnya,kini sudah terlihat rapi kembali.Wajah mereka yang kelelahan,sudah cerah kembali.Pertarungan mereka yang mengairahkan,membuat mereka tidak mentadari apa yang terjadi di sekelilingknya.
Rama pun belum mengetahui jika Luna telah kembali dan melihat percintaan mereka.
Terlihat mereka baru saja selesai mandi.Anggel terlihat mengeringkan rambutnya,dan Rama berjalan mendekati Anggel,Rama tersenyum lembut menatap Anggel dari pantulan kaca.
Saat Rama mendekatinya,dengan segera Anggel berdiri dan menghambur ke pelukan pria tampan ini.
" Mas..." Panggil Anggel dengan suara mengoda,mendongak tersenyum menatap pria yang di cintainya itu.
" Bagaimana jika aku hamil ?" Tanya Anggel,memeluk erat posesif,tangan lentiknya memainkan kancing kemeja Rama.
"Maka kita akan menikah." Jawab Rama,membalas pelukan Anggel.Sulit bagi Rama mengatakan itu,tapi jika memang Anggel hamil dia harus siap untuk ini kan.
Saat ini Rama terjebak di antara dua cinta.Dia mencintai Luna tapi di dalam hatinya juga masih tersimpan cinta untuk Anggel.Cinta pertamanya.Ini Alasannya mengapa Rama tidak bisa menolak,saat Anggel mendekatinya.Bahkan sekarang tubuh Anggel sudah candu baginya,sama saat bersama dengan Luna.Menurut Rama wanita yang di pelukannya ini jauh lebih agresif di banding Luna,dan dia menyukainya.
"Ah benarkah ..? Aku mencintaimu Mas." Anggel berbinar,mencium bibir Rama.
Mendapatkan serangan mendadak membuat Rama tidak siap,tapi dengan segera merangkul pinggul ramping Anggel dan membalas ciumannya.
"Mas...." Panggil Seseorang dengan nada sedikit keras dari arah pintu.
Suara wanita itu membuat pasangan yang bercumbu itu pun terkejut,mereka melepaskan ciuman panas itu.Dan menjauhkan diri masing-masing.Sepasang selingkuhan itu tertangkap basah oleh seorang istri sah.
" Lu Luna..." Rama terbata,menatap istrinya dengan perasaan rumit.
Tetesan keringat keluar dari pelipis Rama,perasaan khawatir,gelisah membuncah di hatinya saat melihat kedua mata istrinya sembab.Seperti orang yang telah menangis terlalu lama.
"Sejak kapan Luna disana ? Apa dia melihat segalanya." Tanya Rama dalam hati.
Melihat kedatangan Luna membuat Anggel tidak menyukainya,apalagi saat melihat tatapan penuh ke khawatiran di wajah Rama, membuat Anggel mengepalkan kedua tangannya.Kuku panjangnya melukai telapak tangannya.
" Mas...Antar aku pulang.Aku lelah sekali...Dan itu karna ulahmu." Rengek Anggel dengan suara manja,dia dengan sengaja menambahkan sedikit bensin di setiap percikan api.
Dia sangat yakin jika Luna sudah mengetahuinya,jadi tidak ada gunanya lagi berpura-pura.Lagi pun Luna tidak di anggap kan di Keluarga Anggoro,jadi tidak ada yang perlu di takutkan pikirnya.
"Ba Baiklah..." Jawab Rama patuh,dia tidak ingin ada pertengkaran disini.Dan mengantarkan Anggel terlebih dulu adalah yang terbaik.Baru setelah itu dia akan berbicara dengan Luna.
Deg---
Luna masih mematung menatap suami dan selingkuhannya itu,tidak mengucapkan apapun hanya diam dan berusaha untuk kuat berdiri di tempatnya saat ini.Ketika sudah di tangkap basah pun,suaminya masih bersedia mengantarkan wanita ini dan memilih meninggalkanku pikir Luna.Betapa memalukannya Aku ini.
"Tunggu aku disini Luna...Aku akan segera kembali." Ucap Rama lirih,menatap kedua mata sembab istrinya.Dengan perasaan sedikit tidak nyaman.
" Aku bahkan sudah menunggumu sejak...Semalam Mas." Jawab Luna,melengkungkan sedikit bibirnya.
Deg---
TBC