Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lomba antar karyawan
Seminggu telah berlalu insiden ulang tahun Ilham.
Uang yang dikasihkan Sinta untuk Sifapun sudah diterima Sifa dengan alot. Sifa menolak dibayar harga tinggi, karena harga yang ia budget untuk tumpeng mini dihargai tigaratus ribu, sedangkan uang yang dikasihkan Sinta berjumlah limaratus ribu. Dengan terpaksa, Sifa menerima lebihnya.
-
Seminggu menjelang hari ulang tahun rumah sakit Harapan sembuh.
Semua karyawan, dari bagian staf diberbagai divisi, seluruh dokter spesialis apapun, sampai kelas OB, semua ikut serta memeriahkan hari jadi rumah sakit ini, salah satunya yaitu mengikuti berbagai macam perlombaan.
Grub dibagi berdasarkan departemen. Yaitu, khusus staff management, dokter , perawat, juru masak, OB / OG, sopir ambulan, bagian keamanan dan masih banyak lagi grub grub yang lain.
Tadinya perlombaan ini akan dibagi menurut ruangan. Sayangnya, ruang mawar hanya terdiri dari dua dokter, diantaranya ada dokter Nita dan dokter Ilham. Terlalu sedikit, sedangkan dokter Nita saja masih hamil, tidak mungkin ia mengikuti lomba. Jadi, semua diubah sesuai departemen saja
Dirumah sakit ini, Dokter kandungan tidak hanya dua saja, melainkan banyak. tapi mereka semua ada diruang akasia. Ruangan selebar 3*3 meter dan hanya disekat dengan triplek tebal dan disulap menjadi ruangan yang mewah dan nyaman.
Hari ini rumah sakit mengadakan lomba balap sandal bakiak
Kebetulan Sifa dan dua teman lainnya yaitu Ety dan Eko sama sama OB dan OG yang akan menjadi satu team. Cuma, mereka hanya beda shift. Kelompok satu ini anaknya kurus kurus, mungkin kurang gizi, maklum gajinya kecil.
Kelompok dua yaitu dari acounting tiga orang, kelompok ini tiga tiganya subur jaya, mungkin gajinya gede. Makanya perutnya pada balapan
Kelompok tiga, khusus dokter. Dokter disini, ada yang tinggi lebar, gemuk, ada pula yang kurus, komplit. Mungkin memikirkan penyakit orang lain. Jadi, badan mereka beraneka.
Kelompok empat, yaitu para perawat atau para assisten dokter. Yaitu Sinta, Santi dan yanti. Kelompok ini orangnya krempeng ,tinggi, persis kaya triplek, tapi salah satu personilnya ada yang judes setengah mati
Empat bakiak sudah siap dihalaman parkir, termasuk yang akan memakai. Para pasien, keluarga pasien serta dokter dan lainnya, semua menonton dari balkon rumah sakit, dari lantai satu ,lantai dua hingga lantai sebelas, semuanya menonton. Dan dihalamanpun sudah siap menjadi supporter
"Sifa, Ety, kalau gua bilang kanan, kalian maju kanan ya oke ! sebaliknya, jika gue bilang kiri, kalian maju kaki yang kiri, paham !!" Ucap Eko
"Siaap 86 "
Pemandu acara sudah mengibarkan bendera semapur, menunjukkan acara lomba akan segera dimulai
"SEMUANYA, SUDAH SIAP YA !!!?? SATU, DUA, TIGAAAAAA !!!!"
"Kanan, kiri, kanan, kiri" Grup OG/OB
"Gimana ini pak, susah banget " Grub acounting
Glubrakkk !!!
kelompok acounting tumbang
"Atha tha tha tha kejepit"
Krumpyang !!!
Kelompok perawat koid
"Dok, dok ,dok kakiku sakit dok" Biarpun mulutnya ribut, grup ini masih tetap berjalan
" Hidup OG! OB! OG! " Supporter riuh
"Hidup dokter ! dokter ! dokter !" Supporter geger
Didalam grup tersebut, ternyata ada dokter Ilham yang ikut lomba
"Jantung, Paru, Bedah!. Jantung, paru ,bedah!" Supporter semakin histeris mengucap yel yel mereka
"Sapu, ngepel, ngelap! Sapu, ngepel ,ngelap!" Supporter OG/OB tak kalah histeris
Orang yang melihat perlombaan ini, tak ada yang bersedih semuanya ngakak. Yang mempunyai penyakit mendadak lupa akan penyakitnya, semuanya terhibur.
Melihat dokter Ilham yang jangkung dan lebar, ia menutupi kedua dokter yang ada dibelakangnya. Yaitu, dokter Tari ahli jantung, yang badannya dempok, dan dokter Andi ahli paru, yang badannya kerempeng kaya angka satu. mereka berdua kuwalahan karena diseret depan agar bisa menang.
Yel yel terus disuarakan oleh semua supporter
yang ikut balapan giginya kering,yang nonton lebih kering melebihi musim kemarau.
"Daaaan, satu, dua, tiga haaaaa dimenangkan oleh OG/OB " -Pemandu lomba
"Yeah kita menaaang... Sapu, ngepel, ngelap"- Grub ini jingkrak jingkrak
Dokter Ilham menghampiri "Wah, selamat ya... Kalian hebat, para dokter lumpuh parah, sudah dikeok kalian haha"
Dokter Ilham tertawa sambil menepuk pundak Ety dan Eko, sedangkan Sifa bengong melihat pertama kali dokter Ilham tertawa lebar. Netra Ilham melihat Sifa yang mlongo, tangan Ilham langsung menjulur dan mengusap kepala Sifa "Sekali lagi, selamat "
Setelah memberi selamat, dokter Ilham berlalu mendekati teman teman dokter lainnya yang masih menyaksikan lomba bakiak.
Waktu terus bergulir, perlombaan bakiak akhirnya menuju kefinal. Kini, Sifa Ety dan Eko kembali tampil didepan.
Dokter Ilham berbisik pada supporter berseragam werpak "Siapa namanya?" Tunjuk dokter pada kelompok Sifa
"Oh, yang teman kami ya dok ?" Jawab salah satu teman Sifa tapi tugasnya beda ruangan
Ilham mengangguk
"Depan Eko, tengah Sifa, dan belakang Ety dok" Jelas Agam salah satu teman kelompok Sifa
Dokterpun mengangguk, sambil memperhatikan perlombaan ini
Sifa tak sengaja menoleh kearah kanan, ia melihat seseorang tersenyum memberi semangat "Sifa, semangat!! " Iya, dia dokter Ilham, sambil mengepalkan tangan keatas, untuk memberi semangat kelompok Sifa.
Sifa tersenyum manis, dokter yang selama ini tidak peduli, hari ini menyapanya, bahkan menyebut namanya.
Lomba dari semifinal sampai kefinal memakan waktu berjam jam, hingga akhirnya final usai, dan pemenangnya adalah grup OG/OB
Setelah perlombaan usai, para karyawan semuanya kembali bekerja. Perlombaan ini tidak mengurangi penanganan mereka pada pasien, karena semuanya saling bekerjasama.
-
Malampun tiba
Ilham termenung sendiri sambil mengusap usap kakinya yang mulai pegal semua, tiba tiba
"Tuan, apa tuan lagi tidak enak badan?"
Ilham menoleh pada sumber suara "Eh pak Dar, iya nih pak. Kaki pada kaku semua"
"Oh, kalau begitu apa tuan mau dipijat?" Tawarnya
"Boleh deh, kalau tidak ganggu"
"Ah, ya nggak tuan"
Tadi Ilham mengolesi kakinya menggunakan minyak gosok panas,
"Pak Dar, apa mau ganti Hand body saja jangan pakai minyak ini"
"Malah enak pakai minyak ini tuan"
"Tapi baunya kayak mbah mbah pak haha"
"Ahaha, kalau mbah mbahnya masih gagah kayak tuan, prawanpun masih kepincut (Tertarik ) tuan"
Ahahaha
Mereka tertawa serempak
"Ah, mana ada yang mau denganku pak" Ilham mulai melemah karena pijatan pak Dar sungguh memabukkan
"Tuan masih pantas bersanding sama yang muda muda tuan"
"Jangan ngigau pak, aku tak berani berhayal yang tinggi tinggi begituan pak, takut jatoh, sakit"
Ahahaha
"Nanti saya kasih kasur pelampung dibawahnya tuan, agar tuan jatuhnya tidak nyungsep, tapi timbul lagi"
Ahaha
Pijatan pak Dar membuat Ilham tertidur dikarpet tebal depan televisi.
Setelah pak Dar selesai acara memijat, pak Dar hanya meninggalkan dan tidak berusaha membangunkan. Pak Dar tau, Tuan Ilham jarang tidur pulas. Melihat malam ini tidur pulas, pak Dar meninggalkan tanpa membangunkan tuannya.
Bersambung...
kangen sama cerita lama...
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx