Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Kenapa diam? Baru sadar?" kata Zavier lagi.
"Tidak, dia hanya sedang sibuk, dia pasti sedang mencariku, di mana ponsel ku? Di mana? Aku ingin menghubungi nya," kata Sofia dengan wajah furstasi.
"Haha, kau sangat bodoh, istirahat lah, aku akan datang lagi nanti," kata Zavier yang kemudian bangkit lalu berjalan pergi dari kamar tersebut.
Ia kembali mengunci pintu kamar itu, karena ini hotel milik nya tak ada yang berani ikut campur dalam masalah tersebut.
Sudah bisa di tebak, Zavier yang pintar datang mengunjungi Sofia hanya untuk mengatakan hal-hal yang membuat Sofia mulai meragukan Samuel.
Zavier juga memutuskan untuk menyembunyikan ponsel Sofia dan merusak nya.
"Kak Samuel, dia tidak mungkin melupakan ku, dia pasti sedang mencari keberadaan ku saat ini, tapi bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini, ya tuhan tolong aku," kata Sofia yang masih berusaha berfikir positif.
Tidak punya ponsel, Sofia tidak bisa berbuat apa-apa, seluruh jendela yang ada di dalam kamar tersebut juga di teralis dan tidak bisa di buka dengan apapun.
"Aku pikir dia adalah orang yang baik, ternyata dia sama saja seperti tuan Ex, mereka benar-benar orang yang sangat kejam," batin Sofia yang kini hanya bisa menagis.
Tak terasa beberapa hari pun akhirnya berlalu begitu cepat.
"Tuan muda, semua informasi yang anda inginkan tentang siapa itu Samuel telah aku dapatkan," ujar Glen yang saat ini berdiri di hadapan Zavier sambil memegang tablet nya.
"Jadi?" ujar Zavier ingin penjelasan secara cepat.
Kini mereka telah berpindah tempat, Zavier memutuskan untuk membeli sebuah rumah minimalis modern yang ada di tepi hutan, yang jelas jauh dari pantauan orang-orang, tak lupa dia juga membawa Sofia bersama nya dan menyekap nya.
Sungguh tuan muda yang tidak bada akhlak sih kalau kata author, maksa banget sih kamu Zavier, tapi gak apa-apa karena kamu ganteng.
Oke next.
"Dia adalah anak dari pasangan suami istri Hana dan Brian, mereka berasal dari keluarga berada, namun masih jauh di bawah kelaurga Sofia, ternyata Samuel itu di tuanangkan oleh papa nya dengan Sofia saja tuan Afdan masih hidup, mereka sepertinya saling mencintai," kata Glen sambil membaca di tablet nya.
"Bagus, teruskan," kata Zavier merasa cukup tertarik.
"Ya, namun aku menemukan fakta mengejutkan dari beberapa anak buah ku yang telah aku perintahkan untuk memantau Samuel itu," ujar Glen lagi.
"Apa?" tanya Zavier singkat.
"Samuel ternyata sudah lama punya hubungan dengan adik tiri nona Sofia, dan ini potret yang berhasil di ambil anak buah ku sehari yang lalu, mereka juga mengatakan kalau mereka melihat Samuel dan adik tiri nona Sofia kelaurga dari butik baju pengantin," ungkap Glen panjang lebar, jelas padat dan sangat berguna.
Zavier mengambil tablet yang di berikan oleh Glen kepada nya, dia menatap foto di mana Samuel sedang bersama Tara, mereka terlihat begitu mesra.
"Haha, sangat menarik, dan gadis bodoh itu masih mengira kalau laki-laki pujaan nya sedang berusaha mencari nya saat ini, ternyata telah terjadi pertukaran ya," kata Zavier dengan senyum miring nya.
"Seperti nya begitu tuan muda," jawab Glen.
"Bagus, informasi yang sangat berguna, aku butuh foto itu, cetak dan berikan kepada ku dalam waktu dua jam," perintah Zavier.
"Baik tuan muda," Glen pun kembali menjalankan tugas nya.
Sementara itu di sisi lain.
Brak ...
Prang ...
Terdengar suara meja yang di pukul kuat oleh seseorang, juga terdengar suara pecahan-pecahan vas yang jatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping.
"Maafkan aku boss, aku tidak bisa menemukan wanita itu," kata seorang laki-laki yang kini berdiri dengan kaki sedikit gemetar karena ketakutan.
"Bodoh! Kalian benar-benar bodoh dan sama sekali tidak berguna! Mencari seorang gadis kecil saja kalian tidak bisa? Lalu apa gunanya aku membayar kalian dengan mahal!" kata tuan Ex yang kini sedang mengamuk.
Sudah beberapa hari dia mencoba mengerahkan seluruh anak buah nya untuk mencari keberadaan Sofia, namun, mereka sama sekali tidak bisa menemukan nya.
"Ini aneh boss, bagaimana mungkin gadis kecil seperti dia bisa bersembunyi dari kita tampa bantuan dari orang lain? Kami bahkan sudah menyelidiki mansion Afdan, hanya ada Rusita dan Tiara saja," kata anak buah Ex menjelaskan.
Ex terdiam, dia pun mulai memikirkan perkataan anak buahnya barusan, ini benar, jika tidak di sembunyikan oleh seseorang bagaimana bisa seorang gadis muda lugu seperti Sofia bisa bersembunyi dari seorang tuan Ex.
"Benar, sepertinya ada seseorang yang menyembunyikan nya, aku tidak bisa tingal diam, aku sudah mengeluarkan lima miliar untuk membeli gadis itu, Rusita, dia harus bertanggung jawab!" kata tuan Ex mengepalkan kedua tangannya menahan amarah yang terus meluap.
Sementara itu di sisi lain.
"Kak Samuel, terima kasih banyak ya sudah menemani ku memilih gaun pengantin, tidak terasa tidak lama lagi kita akan menikah," kata Tara sambil tersenyum manis kepada Samuel.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah kamar hotel, sehabis dari memilih gaun pengantin, Tara langsung di ajak Samuel untuk pergi ke hotel, seperti biasanya, mereka selalu bebas melakukan apa yang mereka mau.
"Tentu saja aku akan selalu menemani mu, kau adalah wanita yang selalu menuruti keinginan ku, aku juga akan selalu menurut keinginan mu, sepuluh hari lagi kita akan menikah," kata Samuel sambil membelai rambut Tara.
"Aku sangat beruntung," kata Tara yang kemudian memeluk Samuel.
Samuel pun membalas pelukan Tara, mereka mulai bercumbu mesra di sana tampa memikirkan apapun.
Samuel bahkan bahagia bersama Tara dan melupakan Sofia yang notabene adalah cinta pertama nya. Entah itu karena dia mendapatkan semua yang dia inginkan di Tara atau sebaliknya.
Sementara itu di sisi lain.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
Terdengar suara ketukan yang cukup keras di depan pintu mansion, bel yang ada pun terlihat tidak berlaku.
"Nyonya seperti nya ada tamu," kata salah satu pelayan yang saat ini sedang menyiapkan kopi hangat untuk Rusita.
Ya aku mendengar nya, cepat buka pintu," jawab Rusita masih dalam keadaan bersantai-santai.
Namun barusaja pelayan itu hendak berdiri dan membukakan pintu, terdengar suara hiruk-pikuk dan juga suara pintu yang di dobrak kuat dari luar.
Brak ...
Begitulah suara yang terdengar, di sertai hiruk-pikuk para sekuriti mansion.
"Astaga ada apa itu?" Rusita yang barusaja hendak meneguk kopi nya seketika mengurungkan niatnya dan bergegas menuju pintu utama mansion.
"Astaga nyonya, itu kan tuan Ex dan anak buahnya," kata pelayan nya Rusita dengan wajah takut.
Mama Rusita sangat kaget melihat kedatangan tuan Ex ke mansion apalagi dengan cara sekasar ini.
Bersambung ....