Kisah ini menceritakan tentang seorang wanita yatim piatu bernama Viona yang dijodohkan dengan Farel yang menjadi penerus kakeknya pada sebuah perusahaan tambang Batu Bara.
Farel adalah seorang lelaki yang pada awalnya hanya berpura-pura mencintai Viona.
Menjalani pernikahan yang begitu menyiksa batin. Menguatkan hati melihat perselingkuhan suaminya.
Dan terjerumus dalam kenyataan pernikahan yang di atur oleh mertuanya.
Tapi, pada akhirnya Viona mendapatkan kembali cinta suaminya.
Namun, ia harus menghadapi penyakit Alzheimer-Demensia yang mengancam jiwanya saat sedang mengandung.
Perjuangan Viona melawan penyakit yang membuatnya melupakan suaminya.
Akhir kisah cinta Viona yang berada di ambang kematian.
Dibaca yah, mohon krisan membangun untuk author 🙏🤩
Semoga ngoni samua suka nehh 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MYH 6
Maaf yah author baru nongolnya sekarang. Kebetulan setelah lebaran kemarin author drop. Semoga kalian tetap menanti ceritanya yah -
Setelah berjam-jam Wisnu memperkenalkan karyawan dan tata cara kerja di Cafe miliknya, Viona pamit pulang dan berjanji untuk bertemu lagi dengan Wisnu esok di cafe yang sama. Viona memutuskan untuk menjadi pelayan di cafe Wisnu, setidaknya Viona bisa mendapatkan uang untuk kehidupannya sehari-hari tanpa perlu membebani Farel.
"Ah pulang ke rumah itu hanya membuatku frustasi. Lebih baik aku jalan-jalan dulu." Pikir Viona
Hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk sampai di rumah Farel. Saat Viona masuk, belum juga dia menyalakan lampu Viona kaget dengan sosok hitam tinggi yang sedang berdiri seperti sedang melipat tangannya.
klikkk...
"Farel????" suara Viona begitu pelan namun terdengar oleh Farel
"Itu kekasihmu?" tanya Farel singkat
"Kekasih? siapa?" dalam hati dinda bingung dengan pertanyaan Farel
"Sudahlah. Esok, kau bisa membawa kekasihmu di rumah ini. Aku takut jika kau bertemu dengan kekasihmu di cafe bisa terlihat oleh orangtuaku.", jawab Farel dan berlalu menuju kamarnya
"Apa maksudnya?? kekasihku? Apa dia gila?" Aku mulai bosan dengan pernikahan ini. Pernikahan ini mengubah hatiku menjadi keras. Aku benci. Aku benci harus membenci seperti ini. Setelah yang dia lakukan padaku di malam pertama. Semoga aku tidak hamil." Viona segera membersihkan diri dan kemudian menuju dapur untuk memasak
Di Cafe tadi, Wisnu telah memberikan uang muka untuk Viona. Wisnu selalu seperti itu, untuk setiap karyawan barunya ia akan memberikan gaji awal. Karna Wisnu berpikir bisa saja mereka sangat membutuhkan uang..
Setelah masak, Viona menata makanan dan makan sendiri. Viona tidak berani memanggil Farel. Asalkan saja makanan sudah tersedia, dia mau makan yah syukur. Tidaknjuga yah terserah saja.
Farel terbangun dari tidurnya. Farel tersadar saat pulang tadi dia langsung merebahkan dirinya dan tertidur. Dan saat inipun dia sudah merasakan lapar. Farel hendak ke dapur, namun Farel sudah mencium bau masakan yang menggoda perut dan lehernya. Saat dia membuka tudung saji, dia melihat makanan kesukaannya. Yah, Farel meski memiliki segalanya namun makanan kesukaan Farel begitu sederhana. Ikan saus sambal dan sayur kangkung saos tiram. (wahhh.. sederhana sekali yaah kaannn? hehehehehehe)
"Enak juga masakannya. Tapi, uang dari mana dia? apa mungkin dia sudah tertidur ya?" penasaran Farel kemudian sedikit mendekat di pintu kamar Viona. Tak ada suara apapun. Yah, mungkin dia sudah lelap dalam tidurnya.
Viona bangun begitu awal, dia menyiapkan makanan sebelum berangkat ke Cafe tempatnya bekerja. Viona tak lagi pamit dengan Farel. Viona langsung begitu saja pergi setelah sarapan sendiri.
Sekitar 25 menit Viona sampai di Cafe Wisnu. Wisnu sudah menunggu kedatangan Viona sejak jam 07.00, sedangkan Viona sampai di cafe jam 8 kurang 5 menit
"Maaf Pak wisnu, mungkin saya datang terlambat?" tanya Viona hawatir karna semua karyawan sudah ada termasuk Wisnu
"Oh tidak Viona, kau tidak terlambat. Karyawan lainnya juga baru saja datang. Dan, aku sengaja datang karna merindukan seseorang di tempat ini." Jawab Wisnu jujur.
"Wah kalau begitu selamat yah pak. Selamat menunggu!" ucap Viona dengan memperlihatkan senyumnya yang sangat di sukai Wisnu dan berlalu ke meja kasir. Viona bekerja sebagai kasir dan sesekali menjadi pelayan jika memang dibutuhkan.
Wisnu naik ke ruangannya. Melihat cctv dan yah Wisnu sudah mulai suka dengan senyum Viona. Wisnu masih teringat saat ia memeluk Viona malam itu di pantai. Terasa sangat hangat memeluk Viona dalam keadaan seperti itu.
Wisnu pernah memiliki kekasih. Namun, kekasihnya meninggal tertabrak mobil pada saat kurang dari 1 minggu lagi pernikahannya dengan Arini.
Arini adalah wanita pertamanya. Wanita yang membuat Wisnu mengenal cinta dengan baik. Dan, Wisnu melihat kelembutan Arini dalam diri Viona. Terlebih lagi, awal pertemuan mereka yang hampir mirip. Mereka bertemu di pantai. Saat Arini hampir tenggelam dan Wisnu menyelamatkannya.
Wisnu selalu berurai air mata saat mengingat Arini yang tak bernyawa di pangkuannya. Dan, Wisnu masih sangat ingat wajah pelaku yang menabrak Arini. Wanita murahan yang saat ia telusuri ternyata memiliki kekasih orang berada. Sehingga, hukuman pelaku itu pun bisa cepat di atasi.
kring kring kring
Bunyi telepon membuyarkan ingatan Wisnu terhadap kekasih yang sangat di cintainya. Dan ternyata ada panggilan dari kantornya. sehingga Wisnu segera turun dan tak lupa dia pamit juga sama Viona.
"Viona, bisakah sebentar temani aku?" tanya Wisnu
"Ya pak. Bisa." jawab Viona bisa, karna mau pulang di rumahpun sangat terasa suntuk. Tak ada yang bisa ia lakukan selain memasak dan tidur
"Baiklah, aku akan menjemputmu di sini. Jangan kemana-mana." Pinta Wisnu dengan senyuman yang menghangatkan
Karyawan lama yang berada di cafe itu merasa bahagia, sebab bos mereka mulai terlihat lagi semangatnya. Bahkan bos mereka sudah mulai membagikan senyumnya yang hangat seperti dulu. Dan, itu semua berkat Viona.
"Viona, terima kasih ya. Berkat kamu pak Wisnu sudah bisa tersenyum lagi. Kami sangat senang bisa melihat wajah tampannya lagi." ucap Dewi dengan menggenggam tangan Viona
"Loh,, emang selama ini pak Wisnu tidak pernah senyum ya?" tanya Viona bingung dan tidak mengerti dengan maksud Dewi
"Bukan begitu Vio, sini deh aku ceritain." Dewi menceritakan kisah Wisnu dan kekasihnya Arini dan pernikahan mereka yang hanya tinggal kenangan. Kebetulan, saat Dewi menghampiri Viona adalah jam istirahat mereka
"Begitu yah. Kasihan ya pak Wisnu. Semoga kekasihnya tenang di sana. Semoga Pak Wisnu juga bisa menata hati kembali." jawab Viona prihatin
"Aamiin. sama kamu aja yaaa?" goda Dewi kepada Viona
"Iihh Dewii apa-apa an sih. Mana mau pak Wisnu dengan aku." pikir Viona tidak mungkin juga dia mau sama aku, apalagi nanti aku statusnya janda
"Yah maulah. Nanti deh, kamu pasti tahu kalau kamu itu di taksir sama pak Wisnu." celoteh Dewi dan pergi untuk bersiap-siap lagi bekerja
"Emang iya? Pak Wisnu suka sama aku? Gak mungkin. Janganlah, gak baik. Pak Wisnu nikah ama janda kaya aku nantinya. Orang miskin pula. Kan aneh." Ahhh pikir Viona mulai kemana-mana
Sudah jam 21.00 di Cafe Wisnu
kring kring kring
"Aku tunggu di depan yah!" suara dari seberang telepon
"Iya pak. 5 menit lagi aku siap." Viona bergegas mengganti pakainnya
tok tok tok
"Dibuka pintunya pak!" seru Viona dari luar mobil Wisnu
"Oh astaga," Wisnu kaget dengan kedatangan Viona
"Mau kemana kita pak?" tanya Viona
"Temani aku yah.!" jawab Wisnu seraya memasangkan sfbelt di pinggang Viona
degghh... Viona kaget saat Wisnu berada dekat dengan Viona. wajahnya seketika memerah dan panas. Untung saja gelap, Wisnu tidak menyadarinya
Di dalam perjalanan Wisnu hanya bernyanyi nyanyi lagu lawas mengikuti suara lagu radio yang di putarnya, dan Viona pun mengikutinya
sepanjang jalan kenangan
kita slalu bergandeng tangan
sepanjang jalan kenangan
kau peluk diriku mesra
Ada sekitar 45 menit mereka pun sampai di tempat tujuan.
Dengan segera wisnu melepaskan sfbelt Viona.
Lagi-lagi Viona hanya bisa menahan nafasnya saat Wisnu berada begitu dekat dengannya
Wisnupun keluar dan membukakan pintu untuk Viona.
"Viona, ini adalah tempat yang sangat aku sukai. Pinggir pantai. Sudah lama, aku selalu berada di sini saat merindukan seseorang. Aku selalu berada di sini, saat sedang terpuruk ataupun bahagia. Tempat ini bahkan mengenal lebih siapa diriku." Wisnu menjelaskan tanpa di tanyai oleh Viona,
Viona melihat jelas mimik wajah Wisnu, yang awalnya tersenyum, kemudian sedih. Kemudian Wisnu tersenyum dan melihat wajah Viona.
"Apa tidak ada yang memarahimu jika ku ajak kau kemari?" Wisnu penasaran. Karna Wisnu belum terlalu banyak tahu tentang Viona
Viona diam entah harus ia katakan bahwa ia sudah bersuami ataukah tidak perlu. Lagian hanya 3 bulan pernikahannya.
"Tak akan ada yang marah Pak. Lagian yang saya miliki tinggal nenek saja. Nenek saya di kampung pak." jawab Viona dengan senyum kecilnya
"oohhh...." tiba-tiba ponsel Viona berbunyi
"Nah, ini dari nenek saya Pak." Memperlihatkan panggilan masuk di ponselnya
"Halo nek... apa kabar?" Dengan senang Viona menyapa neneknya
Wisnu memperhatikan kelembutan Viona, namun terlihat wajah Viona tiba-tiba datar dan di pelupuk matanya terlihat beningan air matanya.
-bersambung
*mohon dukungannya yah untuk author 🤩
udah aku kasi like juga
berarti tamat wes.
kl ganti istri wes gk seru neh