NovelToon NovelToon
CEO Yang Terjerat Pesona Sang Model

CEO Yang Terjerat Pesona Sang Model

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lalalicious

Demi membalas budi kepada orang tua angkat yang membesarkannya, Eros Forger, CEO muda sukses, rela menerima perjodohan meski sudah memiliki kekasih yang dicintainya, Lura.

Ternyata, calon istrinya adalah Zenaya Harper, supermodel internasional yang cantik, mempesona, dan berhati tulus.

Awalnya Eros berusaha setia pada Lura, tetapi kebersamaannya dengan Zenaya perlahan menggoyahkan hatinya. Akankah ia tetap bertahan pada cinta pertamanya, atau justru jatuh cinta pada wanita yang semula tak pernah ia inginkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalicious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN EROS DAN LUCIAN

Malam yang telah lama dinantikan akhirnya tiba.

Ballroom mewah itu berubah menjadi lautan cahaya. Lampu-lampu kristal menggantung megah di langit-langit ruangan, memancarkan kilauan keemasan yang berpadu dengan sorot lampu panggung. Deretan tamu penting dari berbagai negara memenuhi kursi kehormatan.

Mereka bukan orang sembarangan, melainkan para CEO perusahaan mode ternama, desainer kelas dunia, investor, hingga selebritas internasional.

Malam itu adalah ajang fashion show terbesar tahun ini.

Model-model terbaik dari berbagai negara berkumpul dalam satu panggung, membawa nama besar rumah mode yang mereka wakili.

Di barisan paling depan, Eros duduk dengan sikap tenang. Jas hitam yang dikenakannya membuat sosoknya terlihat semakin berwibawa. Tatapan tajamnya terarah ke panggung, sementara Desmon duduk di sampingnya sebagai pendamping sekaligus asistennya.

Di atas panggung, sang pembawa acara membuka pertunjukan dengan penuh semangat.

"Selamat malam, para tamu undangan. Terima kasih telah hadir dalam malam peragaan busana terbesar tahun ini...."

Tepuk tangan bergema memenuhi ballroom.

Musik mulai mengalun.

Satu per satu model berjalan menyusuri panggung dengan langkah elegan, memperagakan karya-karya terbaik dari para desainer ternama.

......................

Sementara itu, suasana di ruang rias jauh lebih sibuk.

Para penata rias, penata rambut, hingga asisten desainer hilir mudik memastikan setiap detail sempurna.

Joana merapikan bagian terakhir gaun yang dikenakan Zenaya. Tatapannya berbinar penuh kagum.

"Ya Tuhan... kau benar-benar luar biasa cantik malam ini. Kau terlihat seperti seorang dewi."

Zenaya terkekeh pelan sambil menatap pantulan dirinya di cermin.

"Kau terlalu berlebihan."

"Tidak sama sekali. Bahkan aku yakin semua mata akan tertuju padamu."

Belum sempat percakapan mereka berlanjut, seorang wanita anggun memasuki ruangan dengan senyum hangat.

"Miss Zenaya."

Zenaya segera berdiri.

"Lady Emerald."

Wanita itu menghampiri sambil menatap Zenaya dari ujung kepala hingga kaki.

"Astaga... kau benar-benar memukau. Aku yakin Tuan Elzard tidak akan pernah menyesal memilihmu sebagai model pertama untuk koleksi terbarunya."

Senyum Zenaya semakin lembut.

"Terima kasih, Lady. Anda juga terlihat sangat anggun malam ini."

Emerald menganggukkan kepala.

Emerald tersenyum hangat sebelum menatap Zenaya dengan penuh kebanggaan.

"Oh ya, selamat atas film yang kau bintangi. Kudengar film itu mendapat banyak perhatian. Terlebih lagi, proyek tersebut diproduksi oleh Tuan Lucian, sehingga kualitasnya tentu tidak perlu diragukan lagi," ucap Emerald tulus.

"Terima kasih sangat Lady." Zenaya tersenyum ramah.

Namun, tidak semua orang menyambut kehadiran Zenaya dengan senyuman.

Di sudut ruangan, sepasang mata menatapnya penuh kebencian.

Vexia.

Model papan atas asal Paris itu mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Sejak dulu, ia selalu berusaha melampaui Zenaya.

Namun, setiap kali kesempatan datang, nama Zenaya selalu bersinar lebih terang.

Banyak perusahaan besar di Paris lebih memilih bekerja sama dengan Zenaya dibandingkan dirinya. Popularitas Zenaya bahkan melampaui model-model lokal di negara itu.

Hal itulah yang membuat rasa iri Vexia semakin sulit dikendalikan.

......................

Beberapa menit kemudian...

"Next... Miss Zenaya."

Suara panitia terdengar.

Zenaya menarik napas panjang.

Lalu melangkah keluar.

Begitu sosoknya muncul di atas panggung, seluruh ballroom seolah terdiam.

Gaun rancangan Elzard yang dikenakannya tampak begitu sempurna membalut tubuhnya. Warna yang elegan berpadu dengan detail berkilauan membuat setiap langkahnya terlihat anggun.

Ia berjalan dengan tenang, penuh percaya diri.

Lekuk tubuhnya yang proporsional serta pembawaannya yang anggun membuat siapa pun sulit mengalihkan pandangan.

Kilatan kamera langsung memenuhi ruangan.

Para fotografer berlomba mengabadikan setiap langkahnya.

"Klik!"

"Klik!"

"Klik!"

Di kursi terdepan, Eros tidak mampu mengalihkan pandangannya sedikit pun.

Matanya mengikuti setiap langkah sang istri.

Ada rasa bangga yang perlahan memenuhi dadanya.

Wanita yang kini menjadi pusat perhatian dunia itu...

...adalah istrinya.

Zenaya mengangkat wajahnya.

Tatapannya bertemu dengan Eros.

Senyum manis menghiasi bibirnya.

Hanya sesaat.

Namun senyum itu cukup membuat hati Eros menghangat.

Zenaya merasa jauh lebih tenang karena suaminya hadir menyaksikan malam penting dalam hidupnya.

Sesampainya di ujung panggung, Zenaya berbalik dengan gerakan anggun.

Saat itulah bagian belakang gaun memperlihatkan punggung putih mulusnya yang terekspos secara elegan sesuai rancangan busana tersebut.

Tatapan Eros langsung membeku.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Untuk sesaat, ia hanya terdiam menatap siluet istrinya yang perlahan berjalan menjauh.

Bukan karena gaun itu tidak pantas.

Melainkan karena rasa posesif yang tiba-tiba muncul di dalam dirinya.

Selama mereka menikah, Eros bahkan belum pernah benar-benar memperhatikan tubuh Zenaya sedetail itu.

Kini, justru ratusan pasang mata ikut menyaksikan keindahan istrinya.

Perasaan bangga bercampur dengan kecemburuan memenuhi dadanya.

Zenaya menghilang di balik panggung.

Namun pesonanya masih terasa memenuhi seluruh ballroom.

"Miss Zenaya benar-benar luar biasa."

Elzard tersenyum puas sambil memperhatikan layar monitor.

"Aku sama sekali tidak menyesal menjadikannya model pertama yang mengenakan rancangan ini."

Lucian menganggukkan kepala.

"Gaunmu memang luar biasa."

Elzard tersenyum tipis.

"Tidak. Gaun ini terlihat hidup karena dipakai oleh Zenaya."

Lucian tertawa kecil.

"Itu memang benar."

Tatapannya masih tertuju pada layar.

"Dia memiliki tubuh yang proporsional dan wajah yang sangat cantik. Sejujurnya, sejak dulu aku sudah tertarik padanya."

Elzard menoleh.

"Benarkah?"

Lucian mengangguk pelan.

"Dulu aku sudah beberapa kali mencoba mendekatinya. Tapi wanita itu terlalu sulit dijangkau."

Eros yang duduk tepat di depan mereka mendengar setiap kata dengan jelas.

Tangannya perlahan mengepal.

Rahangnya mengeras.

Namun ia tetap diam.

Lucian kembali berbicara tanpa menyadari bahwa suami dari wanita yang sedang mereka bicarakan berada tepat di hadapan mereka.

"Kalau saja dia belum menikah..."

Ia menghela napas pendek.

"...aku pasti masih akan terus berusaha mendapatkannya."

Kalimat itu membuat sorot mata Eros berubah dingin.

Potongan-potongan kejadian selama ini mulai tersusun di benaknya.

Kini ia mengerti.

Bukan semata karena profesionalisme.

Bukan hanya karena kemampuan Zenaya sebagai casting.

Di balik kontrak kerja yang ditawarkan...

Lucian ternyata masih menyimpan ketertarikan pribadi kepada istrinya.

Emosi yang sejak tadi ia tahan perlahan mendidih di dalam dada.

Desmon yang duduk di sampingnya segera menyadari perubahan ekspresi sang tuan.

Ia mencondongkan tubuh dan berbisik pelan,

"Perlukah saya melakukan sesuatu, Tuan?"

Eros tetap menatap panggung di depan.

Tatapannya dingin, tetapi suaranya terdengar tenang.

"Biarkan saja."

Meski demikian, Desmon tahu betul.

Semakin tenang suara Eros...

Semakin besar pula amarah yang sedang ia pendam.

Acara fashion show bergengsi itu akhirnya berakhir dengan sempurna. Tepuk tangan meriah memenuhi ballroom megah setelah penampilan penutup dari seorang penyanyi internasional yang sukses memukau seluruh tamu undangan. Cahaya lampu panggung perlahan meredup, menandakan bahwa acara resmi telah usai.

Para tamu mulai bangkit dari tempat duduk masing-masing. Suasana ballroom kembali dipenuhi obrolan hangat para pebisnis, desainer, investor, dan tokoh-tokoh penting yang saling berjabat tangan serta bertukar kartu nama sebelum meninggalkan lokasi.

Di tengah keramaian itu, dua pria berpengaruh akhirnya bertemu.

Eros Forger dan Lucian.

Tatapan keduanya beradu selama beberapa detik. Tidak ada senyum berlebihan ataupun sapaan hangat. Hanya tatapan tajam yang menyimpan makna berbeda.

Eros masih mengingat dengan jelas bagaimana Lucian membicarakan istrinya dengan penuh kekaguman. Hal itu kembali memunculkan rasa tidak nyaman di dalam dirinya, meski ia tetap menjaga ekspresi wajahnya agar terlihat tenang.

Sementara itu, Lucian juga mengetahui satu kenyataan yang sulit ia terima.

Pria yang berdiri di hadapannya adalah suami dari wanita yang diam-diam telah mengisi hatinya.

Lucian mengulurkan tangan lebih dulu dengan senyum ramah.

"Selamat malam, Tuan Forger. Senang akhirnya bisa bertemu langsung dengan seorang raja bisnis seperti Anda."

Eros menyambut jabatan tangan itu dengan sopan, meski ekspresinya tetap datar.

"Terima kasih."

Jawabannya singkat, tanpa basa-basi.

Lucian terkekeh pelan.

"Aku tidak menyangka kau juga menghadiri acara fashion show ini. Padahal, aku baru melihatmu sekarang."

Eros menatapnya sekilas sebelum menjawab dengan nada tenang.

"Mana mungkin aku tidak datang, terlebih ini adalah acara istriku."

Kata istriku diucapkannya sedikit lebih tegas, seolah sengaja menegaskan sebuah batas yang tak boleh dilewati siapa pun.

Lucian terdiam sejenak sebelum kembali tersenyum.

"Tentu saja. Akan sangat disayangkan jika acara sebesar ini dilewatkan."

Eros hanya membalas dengan senyum tipis yang sulit diartikan.

Namun seketika seorang wanita cantik itu datang menghampiri mereka berdua dengan pakaian dress slim yang sudah ia ganti, dia adalah Zenaya.

"Hallo tuan Lucian." Zenaya langsung menyapa Lucian dari pada suaminya sendiri.

Ada perasaan tidak enak yang Eros rasakan saat Zenaya tersenyum ramah kepada Lucian.

"Hai Miss Zenaya." ucapnya dengan tersenyum menatap nya dengan penuh ketertarikan.

Eros yang melihat Lucian merasakan berbeda cara menatapnya.

"Oh iya, kau sudah mengenal tuan Lucian?."

"Aku sudah tau." ucapnya dengan datar dan wajah dingin.

Zenaya seketika terdiam. Dia menatap Eros merasa berubah sebelumnya, bahkan Eros terlihat sangat dingin seperti yang di rumorkan orang lain.

Melihat suasana mulai menegang, Lucian tertawa kecil.

"Bagaimana mungkin seorang Eros Forger tidak mengenalku? Bukankah begitu?"

Eros hanya membalas dengan senyum tipis tanpa memberikan komentar.

Tak lama kemudian, seorang wanita anggun berusia sekitar tiga puluh delapan tahun berjalan menghampiri mereka.

"Lady Emerald."

Zenaya tersenyum menyambut mantan atasannya.

Emerald segera mengalihkan pandangannya kepada Eros dengan penuh rasa hormat.

"Merupakan suatu kehormatan akhirnya bisa bertemu langsung dengan Tuan Eros Forger. Selama ini saya hanya mendengar tentang berbagai pencapaian luar biasa Anda di dunia bisnis. Sungguh mengagumkan."

"Anda terlalu memuji."

Jawab Eros singkat namun tetap sopan.

Di tengah percakapan itu, tanpa diduga Eros melingkarkan sebelah tangannya ke pinggang Zenaya, lalu menarik tubuh sang istri sedikit lebih dekat ke sisinya.

Gerakannya begitu alami, tetapi sarat makna.

Zenaya membelalakkan matanya sejenak.

Jantungnya berdetak lebih cepat ketika merasakan sentuhan hangat tangan Eros di pinggangnya. Wajahnya hampir memerah, namun ia berusaha tetap terlihat tenang di hadapan semua orang.

Entah mengapa, di balik rasa terkejut itu, muncul perasaan bahagia yang sulit ia jelaskan.

Sementara itu, senyum Lucian perlahan memudar.

Tatapannya jatuh pada tangan Eros yang masih melingkari pinggang Zenaya dengan begitu posesif.

Rasa cemburu menyusup ke dalam hatinya seperti bara yang perlahan membesar. Namun sebagai seorang pengusaha, ia tetap mempertahankan senyum tipis di wajahnya, menyembunyikan gejolak yang sedang berkecamuk.

Eros menangkap perubahan sekecil apa pun pada ekspresi Lucian.

Kini ia semakin yakin.

Pria itu memang memiliki perasaan terhadap istrinya.

Dan untuk alasan yang bahkan tidak bisa ia jelaskan sendiri, Eros sama sekali tidak menyukai kenyataan itu.

Emerald yang memperhatikan interaksi antara Eros dan Zenaya hanya tersenyum lembut.

Tatapannya kemudian beralih kepada Lucian. Wanita itu dapat melihat dengan jelas bagaimana pria itu berusaha menyembunyikan rasa cemburunya saat melihat kedekatan Eros dan Zenaya.

Hi Readers❤

Mau minta like vote dan komen nya ya readers, biar aku makin semangat nih lanjut cerita nya❤😍

1
Red Blossom
Makasih thor
falea sezi
lanjut moga cerai 😒
falea sezi
🤣🤣 Eros Eros lu pelaku tukang selingkuh ehh belagakk korbann
falea sezi
elehh prett ujungnya balikan🤣🤣 gunanya minggat apa 🤣🤣🤣 males skip aja
falea sezi
Eros uda pernh tidur belom ma lura🤣pasti. udah kan
falea sezi
🤣🤣 laki serakah kayak lu g pantes dpet kesempatan kedua
falea sezi
kasian lucian😕 yg tulus lo itu zenaya
falea sezi
males klo. ujungnya balik🤣 g ada beda ma novel lain di sakiti ujungnya balik demi anak katanya alah prettttt😒
falea sezi
pokok harus cerai
falea sezi
gk ada maaf buat penghianat
falea sezi
kapok
Viora Yorticia
keren
Red Blossom
Setuju thor, jangan sampe anaknya keburu lahir kaya cerita2 yg lain.
Eneng Farida
laki2 plin plan kitu jgn kasih kesempatan zenaya
Red Blossom
Thor kok Eros tidak ada tindakan tegas untuk Lura? Padahal Lura sudah memprovokasi Zenaya
Eneng Farida
laki2 seperti eros pantas d cerai kan kmu berhak mendapatkan laki2 baik zenaya yg tulus mencintaimu bukan laki2 yg terlambat menyesal baru cinta
Viora Yorticia: Terima kasih kk sudah membaca😍🫰
total 1 replies
Eneng Farida
makan tuh nanti penyesalan mu eros zenaya sudah kecewa berat jangan mau kembali zenaya makan tuh cinta pertama kmu s lura soalnya penghianat cocok sm penghianat jga
Viora Yorticia
makasii kakak udah baca😍😍
merry
bgus sm Lucian tuu Zen
Viora Yorticia: makasi kakak udah baca😍
total 1 replies
merry
heran msk ceo sekelas Eros gk tau kelakuan lura dan Zen juga model terknl msk gk bs cari tau kelakuan lki ya
Viora Yorticia: karena Eros punya uang jadi bisa nutupin semuanya🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!