NovelToon NovelToon
Tentangku & Hatiku

Tentangku & Hatiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:42.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wati Charoline H.

Bagaimana rasanya jika kekasih kita tiba-tiba mengajak kita menikah? Sedangkan, kita baru saja menjalani sebuah hubungan sepasang kekasih.

Hal ini terjadi dalam kisah (Karin) menjadi anak perantauan yang bertemu dengan kedua laki-laki yang hadir di dalam kehidupannya yang biasa. Dimana diantara salah satunya adalah orang dari negeri seberang (Malaysia).

Pertemuan yang awalnya tak pernah menganggapnya ada, malah harus mengukir luka diantara salah satunya (Herul) laki-laki yang begitu baik. Dan memilih laki-laki pilihannya (Musleh) yang malah berakhir dengan sebuah pengkhianatan di dalam pernikahan dan campur tangan dari kedua kakak iparnya yang mengakibatkan perceraian dengan sang suami.

Setelah beberapa tahun kemudian ... Orang yang pernah ia buat luka di hatinya (Herul), malah muncul kembali dan tetap menerimanya apa adanya dan ingin menjadikannya sebagai orang terakhir dalam hidup laki-laki tersebut.

Apakah si Karin akan menerima cintanya Herul? Saat dirinya dulu pernah melukai hati laki-laki tersebut? Atau bahkan sebaiknya, akibat trauma yang disebabkan oleh pilihannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wati Charoline H., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Toilet.

Karena tak ingin terus menerus menyakiti perasaan kak Herul, yang terus ku hindari. Aku pun akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja setelah empat bulan bekerja di Evenue 8.

Aku pun memberitahukan kepada saudaraku tentang pemberhentianku. Mereka pun memakluminya dan mencarikan kembali pekerjaan untukku. Setelah dua hari berdiam diri di rumah, akhirnya bang Danum memberitahu bahwa mulai besok aku sudah bisa bekerja kembali. Karena dia telah menemukan pekerjaan baru untukku.

"Aku kerja di mana kak?" tanya ku penasaran.

"Di Asia Jaya," sahutnya.

"Asia Jaya?"

Bang Danum mengangguk. "Iya ... kau akan kerja di salah satu universitas di sana."

"Di tempat kuliahan?" tanyaku.

"Iya."

"Apa kamu sudah tahu, Karin akan bekerja di bagian apa?" ujar mbak Wenah yang sudah duduk di dekat ku.

Bang Danum pun mengangguk. "Sudah mbak ... Karin mendapatkan bagian toilet laki-laki."

"Hah?!"

Bang Danum melirik mbak Wenah dan aku secara bergantian. "Kenapa?"

"Bang Danum ... bang Danum yakin aku mendapat bagian toilet laki-laki?" tanya ku yang masih tak percaya.

"Iya num, kamu yakin?" ucap mbak Wenah.

"Yakin, kan temanku yang bilang sendiri." balas bang Danum, "Tapi kalau adik tidak mau, tidak apa-apa kok abang bisa membatalkannya."

"Jangan! Gak apa-apa bang, aku mau kok."

"Yakin?" tanyanya sambil menatap ku.

Aku pun mengangguk. "Iya, aku yakin."

"Ya sudah kamu istirahat saja, besok pagi abang akan mengantarkan mu kesana," ucap bang Danum.

...****...

Paginya aku pun diantarkan oleh bang Danum ke tempat kerja baruku. Seperti biasa aku dan bang Danum menaiki bus hijau seperti biasa. Di perjalanan aku terus memikirkan kak Herul, bukan karena aku menyukainya. Melainkan aku belum sempat berpamitan dengannya karena saat aku pamit. Kak Herul sudah pulang lebih awal karena memiliki keperluan.

Satu jam kemudian. Kami pun sampai di tempat kerja baruku. Di sana, banyak sekali mahasiswa yang sudah berdatangan. Aku dan bang Danum memasuki area tersebut untuk mencari orang yang di cari. setelah ketemu bang Danum pun pamit dan temannya segera membawaku ke setor peristirahatan.

Di sana ia memperkenalkan teman-temannya yang juga merupakan klina yang sama dengan ku dan 7 orang di dalam setor yakni empat orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Dan di sana aku merupakan anak yang paling muda.

Semua klina sudah diberikan pekerjaannya masing-masing termasuk aku yang mendapat bagian toilet laki-laki. Sungguh mengharukan bukan? Hahahaha.

Setelah di kasih arahan berbagai macam cara kerjanya oleh supervisor di sana, akhirnya aku harus melanjutkan pekerjaan itu sendiri. Saat sedang melakukan ritual bebersih terdengar suara pintu terbuka.

KREEEK!!

Spontan, aku langsung menoleh ke arah pintu dan menemukan seorang laki-laki berbaju hitam tengah menatap ku. "Ah, maafkan saya akak, tapi boleh tak jika saya masok? Saya dah tak boleh tahan nih."

Aku pun mengangguk tanpa bersuara. Sungguh saat itu aku langsung salah tingkah bukan karena melihat laki-laki itu tampan, tapi karena aku baru pertama kalinya memasuki area toilet laki-laki.

Beberapa saat ... Laki-laki itu selesai dan menuju ke arah wastafel untuk mencuci tangannya.

"Kak ...?"

Aku yang sedang memberikan tissue di dekat cermin menoleh ke arahnya. "Iya?"

"Akak orang baru ey ...?" ucapnya sembari tersenyum.

"Iya."

"Semangat ya akak, semoga terus berada di sini," ucapnya sembari keluar.

Aku yang menatap kepergiannya hanya mengernyitkan dahi dan menggeleng kecil. Lalu melanjutkan pekerjaan ku yang tertunda.

Di peristirahatan ... aku dan teman-teman baruku makan siang di dalam setor. saat sedang asyik-asyiknya makan, Mak Bi selalu supervisor asal Jawa itu memanggil ku. "Karin ...."

Aku yang sedang makan menoleh ke arahnya. "Iya Mak Bi?"

"Tadi ada seorang mahasiswa yang menanyakan mu," ujarnya sambil mengunyah makanan yang ia makan.

"Huaaaah ... baru setengah hari kerja sudah di tanya-tanya aja tuh Karin," ucap Sofia si cewek cerewet. Hahaha

'Siapa ...?' batinku.

Suara riuh tawa dari teman-teman kerja yang menggoda ku, membuatku tersenyum tipis. Tidak biasanya aku seperti itu sebelumnya.

Jam istirahat pun telah usai, aku beserta yang lain segera keluar untuk melakukan aktivitas seperti biasa (Mengecek toilet).

Aku pun berjalan menuju tandas (toilet) untuk mengecek apakah ada harta Karun yang tertinggal di kloset itu. Dan benar adanya satu hari bekerja aku sudah di suguhkan berbagai macam emas permata yang berperakkan batu bara. Aku segera berlari keluar dari toilet tersebut. Saat aku sampai di pintu aku malah tidak sengaja menabrak seseorang yang ingin masuk ke dalam toilet itu.

"Maafkan saya, saya tidak sengaja," ucapku seraya membungkukkan badan.

"Kita ketemu lagi ...," ucap seseorang di depanku.

Aku mendongak menatap wajah laki-laki itu, rupanya laki-laki yang pagi tadi aku temui. Aku yang berdiri di depannya segera menjauhkan jarak. "Maaf bang, saya tak sengaja."

"Tak apa, kau mau pergi mana?" ucapnya.

"Keluar."

"Keluar ...?" ucapnya seraya melihat ke arah jam tangannya, "Ini kan baru start kerja ... kenapa mau keluar?"

Aku terdiam sejenak, memang betul ini kan baru jam kerja. Tapi saat mengingat di dalam toilet itu siapa yang mau masuk.

"Kamu, melihat sesuatu di dalam ya?" ucapnya sembari terkekeh kecil.

Aku hanya tersenyum tipis menanggapinya. Lalu ia pun menarik tanganku keluar dari toilet itu, ia membawa ku ke arah kantin. Tidak selesai sampai di situ, para anak-anak yang berada di kantin meneriaki laki-laki itu yang sedang memegang tangan kananku. Menggodanya dengan suara yang membuatku menahan malu.

"Yuhuuuuuu, Musleh dah ada makwe baru."

"Mus ... kau tak nak bagi tahu siapa awek ini?"

"Awek, kenapa kau mau dengan Mus ...? Mus tak handsome handsome sangatlah."

Dan berbagai celotehan lainnya. Laki-laki yang di panggil dengan sebutan Musleh itu tak menghiraukan ucapan para teman-temannya. Ia terus membawaku hingga sampai tempat pengambilan masker.

"Nah, pakailah ini," ucapnya sembari menyodorkan sebuah masker kepadaku.

"Tidak usah! Di setor ada kok," ucapku menolak.

Laki-laki itu memutar bola matanya lalu meraih tangan kananku dan memberikan masker itu. "Aku dah bawa kamu kesini, itu artinya kamu harus terima dan memakainya."

Aku hanya meliriknya sekilas sebelum ia menarik kembali tanganku.

Sesampainya di toilet. Aku pun segera memasang masker yang di berikan oleh laki-laki tadi dan mencoba untuk memasuki area terlarang. Di mana bagi yang masuk akan merasa kenikmatan yang hakiki saat melihat emas permata dengan balutan batu bara tersebut, tengah terhias merekah di tengah kloset. Aku pun menutup kedua mataku seraya berusaha agar tak menghirup aroma yang menggelar itu.

...

"Kenapa lambat masuk Karin ...? Mukamu kenapa pucat begitu?" ucap Mak Bi yang baru melihat ku dengan wajah tak semangat.

"Tidak apa-apa Mak."

"Sebelum nunggu jam pulang, gimana kalau kita ke kantin atas? Aku lapar pengen makan," ujar Sofia yang memegangi perutnya yang lapar.

Semua pun setuju dan salah satu dari mereka bertanya kepadaku. "Karin ... ayok kita ke atas."

"Iya."

Kami bertujuh akhirnya menuju ke arah kantin. Mereka memesan makanan. Sedangkan aku ...?

"Rin, kamu gak mau pesan makanan?" ucap Sofia.

Aku menggeleng. "Tidak."

Sofia pun hanya mengangkat bahunya dan segera melahap makanannya.

'Bagaimana aku bisa makan? Melihat adegan di toilet tadi saja membuatku kenyang seketika." batinku.

1
Mira Kader
bagaimn kabar mantan suami Karin di negeri Jiran apa kah dia bahagia atau sebaliknya
Mira Kader
kasihan sekali nasip mu Kiran
jenkaijen
kayaknya ini kisah nyata dari author, kok kayak masuk banget dalam fikiranku 😭
Mira Kader
kenapa abaang ya ditangkap
Ival Vander
pengganggu sekali emak mertua
Elkuna
wew, emaknya kak herul mengganggu saja 🤣
Janda Satu Set
mampir semangat
Lollipop Coklat
wkwkwk kyknya sikarin pengen deh! tapi suaminya herul gk peka dengan keringat dingin yang bercucuran di jidat karin 😂
Daniel Akbar
next partnya kak
Daniel Akbar
Udah tamat aj 😫
Elkuna
ya ampun aku ketinggalan banyak sekali 🤧.

waaaah, happy ending, aku senang bangett 😘. tapi kenapa authornya kek mau cepat2 habisinnya. belum puas lah sama akhirnya
Sila Anonymous
semoga terus bahagia
Muti☑️: jangan lupa liat cerpen aku ya kak
total 1 replies
Ival Vander
sdh end ya? semangat kak ku tunggu next season 2 nya
Mamanya Haikal
Sedih sekali ceritanya dik, semangat ya sayang jangan patah semangat hanya karena laki laki yg tidak bertanggung jawab
TK
cinta segitiga 👍😍
Wang Roy
menurutku emang jengkel klu harus berurusan dengan ipr
Wang Roy
seru juga semangat
Mamanya Haikal
semangat dik... kakak mendukung mu
Daniel Akbar
next kak
Daniel Akbar
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!