Sambungan cerita Ara dan Nathan
Banyak nya masalah yang terjadi di masa lalu membuat Ara yang dulu nya sangat suka berbicara sekarang menjadi jauh lebih pendiam. Kebahagiaan yang seharus nya di dapatkan saat ini malah masih saja datang masalah kepada nya tapi biarpun seperti itu suami nya yang sangat di cintai nya tidak pernah menghakimi nya ataupun meninggalkan nya. Nathan selalu berada di sisi istri nya, Menenangkan istri dan juga menjaga istri nya dari banyaknya orang yang membenci istri nya.
"Terima kasih udah bertahan sampai sekarang sayang" Jonathan Adijaya.
"Ara yang seharus nya berterima kasih sama kakak yang selalu nemenin Ara, Maafin Ara yang udah nyusahin kakak" Ara riyanti Wijaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 06
Ara yang keheranan akan tidak ada suara gerpu ataupun sendok kecuali milik nya menatap ke samping dan terlihat suami nya malah menatap nya. "Kenapa gak di makan? ayo makan" ucap nya.
"Iya" jawab Nathan dan melahap makanan yang di buat oleh wanita nya yang masih hangat itu.
setelah selesai makan Ara memilih membereskan bekas makan nya dan juga suami nya sedangkan Nathan dia hanya diam dan memperhatikan istri nya, Tangan nya naik memegang dahi nya yang sedikit sakit seperti nya bukan dahi melainkan mata nya yang sedikit terkena cabai tadi.
"Sayang aku ke atas duluan" ucap Nathan. Ara membalikkan tubuh nya dan nampak suami nya sudah berdiri hendak berlalu.
"Em" Ara mengangguk mengiyakan nya dan Nathan pun langsung keluar dari dapur dan menaiki anak tangga menuju ke kamar nya dengan tangan yang masih memegang mata nya. Nathan membuka pintu kamar dan masuk ke dalam nya, Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci wajah nya sebelum tidur dan setelah itu kembali ke ruang kamar utama.
Saat dia ke ranjang dia belum menemukan istri nya, Dia memilih mendudukkan tubuh nya di atas ranjang dan menyandarkan tubuh nya setelah itu tangan nya mengambil ponsel yang ada di sebelah nya. Akibat sudah lama tidak memainkan ponsel akibat waktu yang ia miliki selalu di habiskan bersama anak dan istri nya banyak notifikasi yang masuk ke dalam ponsel nya yang tidak lain dan tak bukan dari sosial media nya.
Ckleek
Pintu terbuka Nathan menoleh sebentar ke arah pintu dan setelah itu kembali melihat ponsel nya. Ara memilih berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan menggosok gigi nya dan juga mencuci wajah beserta kaki tangan nya. Setelah selesai dia keluar dan melihat suami nya sama sekali tidak memperdulikan nya sejak saat tadi dia masuk.
"Kamu lagi liat apa?" Ara mendudukkan tubuh nya dan berusaha melihat apa yang di lihat oleh lelaki nya.
"Gak liat apa apa" jawab nya tanpa menatap wanita nya sedikit pun. Dahi wanita itu nampak mengerut akibat di acuhkan oleh lelaki nya, Dia langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang hingga membuat ranjang bergelombang dan membuat Nathan menoleh sekilas ke arah nya tapi saat Ara menatap nya Nathan malah kembali menatap ponsel dan itu membuat Ara nampak kesal akan suami nya.
"Kak kamu gak mau istirahat?" tanya Ara dengan menatap lekat wajah lelaki nya.
"Duluan aja, Masih ada kerjaan" jawab Nathan dan memegang ponsel nya menggunakan kedua tangan nya.
"Iya gue udah pulang sama Ara" Nathan membalas pesan yang dikirimkan oleh Vino siang tadi.
"Bawa ponakan baru buat gue?" tanya Vino.
"Shit" Nathan nampak kesal akan pertanyaan dari Vino dan membuat Ara kebingungan karna sedari tadi menatap suami nya.
"Mainin aja ponsel nya terus" Ara langsung membalikkan tubuh nya membelakangi suami nya dengan wajah kesal dan marah nya. Nathan menoleh ke arah istri nya dengan tatapan bingung.
"Kamu kenapa?" tanya nya.
"Ngigo" jawab nya dengan nada kesal.
"Oh" Nathan kembali memainkan ponsel nya dengan senyum nya entah memang ingin mengganggu istri nya atau memang tidak mengerti.
Ara semakin kesal di buat nya, Hati nya mengumpat kesal, Tubuh nya langsung berbalik dan berguling naik ke atas kaki Nathan yang berselunjur itu. "Berani sekali mengacuhkan aku" ucap Ara dengan kepala yang berada di perut datar suami nya.
Nathan berpura pura tidak memperdulikan nya dan terus saja memainkan ponsel nya dan malah tangan nya du letakkan di atas kepala istri nya. Pandangan Ara terangkat ke atas dan melihat suami nya masih saja memainkan ponsel. "Kak" Ara semakin kesal di tambah lagi tangan kekar itu terasa sangat berat di kepala nya.
"Ada apa?" tanya Nathan dengan mata yang masih kepada ponsel dan tangan yang di turunkan nya.
"Shit" Ara mengambil ponsel suami nya dan melihat dengan siapa lelaki nya berbalas pesan ternyata dengan Vino.
"Udah malem, Gue mau istirahat" Ara mengirimkan pesan itu kepada Vino sedangkan Nathan memperhatikan istri nya yang sedang bertingkah di atas tubuh nya.
Ara meletakkan ponsel Nathan di samping di atas lemari kecil tapi tidak sampai. Nathan bisa melihat itu dia membiarkan nya dan ketidak sampaian Ara untuk meletakkan ponsel itu membuat Ara kesal hingga di lemparkan nya ponsel tersebut hingga mengeluarkan sedikit bunyi hingga terletak rapi di atas lemari kecil tadi.
Ara mendongakkan kepala nya dia tau jika suami nya akan marah kepada nya. Suami nya ikut menatap kepada nya dengan tatapan lekat dan membuat Ara langsung melototkan mata nya. Setelah beberapa detik bertatapan Ara mengakhiri tatapan tersebut dan menghempaskan kepala nya kembali di perut suami nya. Di peluknya erat tubuh itu dan di kunci nya kaki yang jauh lebih besar dari kaki nya agar tidak kemana mana.
Nathan sama sekali tidak mengeluarkan suara nya membuat Ara mencubit kecil pinggang nya. "Ah" terdengar rengekan dari mulut suami nya membuat Ara kembali mempererat pelukan nya ke tubuh suami nya dan mengusap bekas cubitan nya tadi dengan sangat lembut.
Nathan membiarkan nya dia ingin melihat sebatas mana perjuangan istri nya untuk mengajaknya istirahat. "Sudah jam sebelas" guman nya saat tidak mendengar suara istri nya dan usapan yang sudah tidak terasa.
Tubuh lelaki itu menunduk dan mata nya berusaha melihat kenapa wanita nya tidak lagi liar seperti tadi, Rambut yang menutupi wajah cantik wanita nya membuat nya susah untuk melihat apa yang terjadi, Tangan nya langsung menyibak rambut itu dan terlihat mata wanita nya sudah terpejam.
"Pantesan" ucap nya saat melihat istri nya sudah tertidur di pelukan nya.
Nathan mengangkat kaki wanita nya memindahkan nya agar tidak terhimpit oleh nya tapi sat hendak melepaskan pelukan istri nya dia kesusahan akibat pelukan nya masih erat. Nathan membuang nafas panjang, Di balikkan tubuh nya dengan sangat pelan agar tidak membangunkan wanita nya yang nampak kelelahan.
"Em" Ara menggeliat saat suami nya hendak ikut berbaring dan kaki nya langsung melingkar di paha suami nya.
"Dari tadi berusaha buat gak ngebaringin kaki kamu, Kamu malah lingkarin lagi kaki kamu ke aku" ucap nya dengan wajah kesal dan akhirnya dia memilih tidur terlentang dengan istri nya yang masih berada di atas nya. Dia yang sedikit kesusahan untuk tidur memilih mengusap lembut punggung wanita nya hingga hal tersebut membuat nya langsung tertidur nyenyak di bawah wanita nya.
Keesokan paginya.