NovelToon NovelToon
Pernikahan Manis

Pernikahan Manis

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Beda Usia / Tamat
Popularitas:300.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora Veganadia

Ellen disuruh menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam oleh pamannya sendiri namun ellen baru menyadari bahwa pria yang diluarnya dingin didalamnya sangat hangat apalagi perilakunya kepada dirinya membuatnya semakin penasaran siapa sebernarnya pria ini?

Arkana, tuan muda yang tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun tiba tiba menikah dengan seorang gadis yang menjadi korban dari utang pria paruh baya yang tidak tau diri itu. Namun siapa sangka bahwa yang akan menjadi istrinya di masa depan adalah gadis yang selama ini ia cari, yaitu cinta pertamanya.

Bagaimana kisah pernikahan mereka disaat ellen tau bahwa suaminya adalah teman sekaligus cinta pertamanya selain mantannya? Dan Arkan tau bahwa istrinya adalah gadis yang ia tunggu selama ini? Bagaimana kisahnya, silahkan ikuti lanjut.


Season2 Kisah Cerita anak anaknya yaa.. Lanjut kok, ditunggu aja..

Beri jejak untuk ceritaku ya.. Terima Kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora Veganadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|Chapter 05 Kenangan|

❤️Happy Reading❤️

Saat ini Arkan dan Ellen sedang duduk santai disofa dengan arkan yang merangkul dan ellen yang bersandar dibahu arkan, dan menonton film yang menjadi kesukaan arkan sejak dulu yaitu Spiderman.

"Kita mau jalan jam berapa?" tanya ellen kepada Arkan yang fokus dengan film yang ia tonton. Arkan menoleh kearah samping dan kemudian mengecup pelipis ellen dengan lembut, "kamu maunya jam berapa?"

"Habis zhuhur aja bagaimana?" tanya ellen yang langsung disetujui oleh arkan namun ellen tidak sadar bahwa arkan sedang tersenyum miring, "nunggu zhuhur bagaimana kalau kita makan?"

Ellen mengernyit, "makan lagi? Arkan belum kenyang?" dengan polosnya arkan menggeleng, lalu ellen berdiri, "yaudah ayo kita makan lagi." ujar ellen namun lengan ellen ditahan oleh arkan.

Arkan berdiri dan menatap diam ellen yang juga sedang menatapnya dengan bingung. "Kenapa?"

"Ayo kita makan." ujar arkan lalu menggendong ellen kekamar, ellen langsung berteriak kaget lalu bertanya, "katanya mau makan?"

"Iya, ini aku mau makan kamu." ellen protes kepada arkan, "kok aku?" arkan tersenyum miring lagi, "karena kamu yang paling enak." ujar arkan lalu membungkam mulut ellen agar wanita itu tidak lagi bertanya atau berteriak dan yang tersisa hanya suara serak kedua pasangan itu dan film spiderman yang sedang berciuman dengan MJ.

"Kamu sudah siap?" tanya arkan yang baru saja masuk kedalam kamar mandi dan melihat istrinya itu sedang bingung ingin memakai syal atau jaket. "Sedang apa kamu?"

"Aku bingung mau pakai syal atau jaket? Ini semua karenamu Arkan, lihatlah leherku seperti tersengat tawon." kesal ellen, yang hanya ditertawai oleh pria itu. "Jangan coba coba untuk dihapus, kalau kamu hapus akan ku buat lebih banyak lagi."

Ellen mengangguk, "ya, dan silahkan kamu tidur diluar karena akan kukunci dari dalam." Sarkas ellen dengan kesal. "Jangan dong, nanti aku meluk apa?"

"Guling." datar ellen, arkan melihat istrinya ngambek ia langsung memeluknya dari belakang, "ngga deh, kamu bagusan pake jaket aja. Angin diluar cukup kencang."

"Oke deh, ellen pilih jaket dan syal ditaruh tas."

"Udah yuk, kita turun sekarang." ajak Arkan yang diangguki oleh ellen. Arkan mengambil telapak tangan ellen lalu menggenggamnya dengan erat seakan takut ellen pergi dari genggamannya. Sesampai di lobby, ellen bisa melihat sebuah mobil sedan hitam yang sangat mengkilap dan Ranz yang sudah berdiri didepan pintu penumpang. "Siang nona, silahkan." ujarnya dengan membukakan pintu.

Ellen masuk terlebih dahulu baru arkan masuk terakhir, dan pintu tertutup. Ellen melirik suaminya yang sepertinya sudah keseringan diperlakukan seperti itu, arkan merasakan tatapan mata dari istrinya langsung menatap. "Ada apa?"

"Kamu tidak risih ya?"

"Risih kenapa?" tanya arkan dengan mengangkat sebelah alisnya.

"Diperlakukan seperti raja." arkan mengendikkan bahu dan berkata, "sudah biasa. Dan kamu harus mulai terbiasa, karena kamu sudah menjadi nona muda dikeluarga Kennedrik."

"Baiklah."

"Permisi tuan, tujuan kita kemana ya?" tanya Ranz, arkan menyuruh ellen untuk memberi tahukan lokasinya. "Tunggu bentar aku cari dulu," ujar ellen, "bukannya kamu sudah tau tempatnya?"

"Aku lupa nama jalannya, inget nama tempatnya doang. Ah ini, ranz." ujarnya sembari menunjukkan tempat didalam layar ponselnya, lalu ranz mengangguk.

Arkan merangkul tubuh mungil istrinya, "memang kita mau kemana sih?" tanya arkan yang penasaran dengan lokasinya. "Ketempat dimana aku berliburan untuk pertama kali dan terakhir kali bersama kedua orang tuaku."

Arkan mengernyit, lalu tak lama mobil sudah diam dan tidak berjalan lagi, "nona kami sudah sampai."

"Cepat sekali." komentar arkan lalu keluar dari mobil dan melihat pemandangan indah yang ia lihat dari atas, begitupun dengan ellen yang baru saja keluar dan tersenyum melihat pemandangan indah yang sudah hampir ia lupakan.

"Ini sebuah taman, namun ada sungainya?" ellen mengangguk, "dulu ini bukan taman melainkan sebuah vila, namun entah kenapa vilanya dirobohkan dan dibuat menjadi sebuah taman."

Arkan diam, tanpa menanyakan apapun dan hanya mendengarkan cerita dari istrinya itu. "Oh iya, disini juga aku bertemu dengan anak remaja, untuk pertama kalinya aku berteman dengan orang yang umurnya diatas lebih tua. Kemungkinan umurnya hampir sama kayak kamu."

Arkan masih diam, dan ia menyipitkan matanya saat melihat sebuah bayangan anak kecil yang sedang berlari larian memegang benang layangan dan didepan anak kecil itu ada seorang remaja duduk diatas batu dengan senyuman yang sangat lebar.

Ellen juga masih melihat pemandangan tanpa tau perubahan raut wajah arkan yang saat ini sedang membelokan matanya dengan tatapan tak percaya, 'Jangan bilang, kalau anak kecil yang main layangan itu ellen?' batin pikirannya berperang. Lalu ia menatap wajah istrinya yang tampak sangat berseri dan merona penuh kebahagiaan mungkin itu yang dicari oleh ellen didalam hidupnya.

"Ah dulu juga aku pernah nyasar dideket sungai itu, disitu." unjuknya kearah bebatuan yang lumayan banyak didekat sungai tersebut, arkan mengangguk saat tau dimana yang ditunjuk oleh istrinya. "Terus yang nemuin kamu siapa?"

"Anak remaja itu tapi aku lupa nanyain namanya, soalnya yang kata itu kita cuman sekedar main aja gak nanya namanya segala." Arkan mengangguk setuju, apalagi saat itu ia hanya terdiam dan melihat Ranz bermain dengan ellen, eh apa benar ellen anak kecil yang rambut pendek itu?

Setelah sudah puas memandang sungai mereka pun pulang begitu saja tanpa mendekati sungai yang sangat indah dimata mereka. Didalam mobil ellen tertidur dipelukkan arkan mungkin karena elusan lembut dikepalanya membuat dirinya mengantuk, sedangkan arkan hanya bisa menatap wajah tenang istrinya dan bergumam, "kalau kamu tau, aku anak remajanya apa reaksi yang kamu berikan ya? Mungkin saat itu yang ku tunggu darimu."

Ranz tersenyum mendengar gumaman arkan, memang kenyataan bahwa arkan dan ranz pernah mengunjungi tempat tadi saat mereka masih berumur 20 tahun karena dapat izin dari ayah arkan untuk liburan keluar kota untuk refreshing setelah mumetnya ujian sekolah dan nasional.

"Ranz.." panggil arkan membuat ranz menatap kaca spion untuk melihat arkan, "menurut mu jika aku menceritakan bahwa diriku sudah jatuh cinta sebelum pernikahan kepada ellen, apa yang akan aku dapat dari ellen?"

"Mungkin pernyataan cinta juga, atau sebaliknya?"

"Aku ragu ingin jujur kepada ellen. Tapi didalam hubungan pernikahan memang harus saling jujur bukan dengan pasangannya?" Ranz mengangguk, "ya, harus seperti itu agar hubunganmu awet."

"Apa kau benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama saat nona masih kecil?" Arkan tertawa pelan, "tentu saja, siapa yang tidak jatuh cinta melihat senyum dan rona merah dipipi anak kecil selucu itu?"

Ranz tersenyum lalu mengangguk, "ya anda benar, nona memang sangat lucu." batinnya tanpa mengucapkan kalimat. "Bagaimana kalau kau lebih dulu mengatakan perasaanmu, agar nona tau bahwa kamu memang sudah untuknya. Pernikahan kalian serius, bukan mainan."

Arkan mengangguk setuju, pernikahannya memang serius seperti pernikahan orang tuanya. Dia juga setuju dengan pendapat ranz, mungkin nanti ia akan mengatakannya saat sudah berada didalam hotel.

 

❤️Bersambung...❤️

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ARKANA ELLENA
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Semangat thor 💪💪💪
Nindira
Aku suka ceritanya😍🥰
Nindira
Hai thor aku udah mampir nih, uda di fav juga
Rajo kaciak
Bintang kita sama Arkan 😁😁
Rajo kaciak
so sweet banget thor
Rajo kaciak
hadir thor
Aqiyu
wahhhh Yuna mafia
Aqiyu
makin kesini musuhnya makin bertebaran
Aqiyu
huuuhhh
Aqiyu
hadeeehhhh bisa ya orang mengandung 1.5 tahun 😆 luchuuu
Aqiyu
itu abang tukang bakso nya 😀
Aqiyu
mmmmmmmm
Aqiyu
hempas kan pelakor
Aqiyu
❤❤❤❤❤
Aqiyu
udah pembukaan 9 masih sempat makan......
padahal itu mulesnya udah kurang dari 5 menit sekali .... uuuhhhggg rasanya udah ga bisa mikirin lapar.... yang ada pinggang panas perut mules keringet banjir tak tertahankan
Aqiyu
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
Aqiyu
selalu aja ada ulet keket.mudah-mudahan Fahri cepat bertindak
Aqiyu
nasa Fahri ga sadar dia ciuman sama Cecil apa ia Cecil bisa hipnotis orang
Aqiyu
untungnya Cecil ga kegatelan sama Arkan biarlah dia bersaing dengan adiknya sendiri😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!