NovelToon NovelToon
RISALAH JODOH (New Version)

RISALAH JODOH (New Version)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Patahhati / Spiritual / Dosen / Tamat
Popularitas:78.5k
Nilai: 5
Nama Author: mbu'na Banafsha

Blurb :

"Saya harus menikahi Hanin Minggu depan," ucap Ammar dengan berat hati.

Mereka sama-sama terdiam membisu selama beberapa waktu.

"Selain itu ... saya juga mohon izin untuk menghapus kontakmu dari ponsel ini," lanjutnya seakan ingin menghapus semua jejak tentang Nadeen.

Sepintas, kita bisa memilih jodoh yang kita impikan. Menjalin hubungan dengan seseorang yang kita katakan memiliki kecocokan. Namun, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi di luar keinginan.

Jangan bersedih, Nadeen. Allah akan mengatur semua menjadi seindah-indahnya kisah cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Hibat¹⁶

Sesampainya di kamar kost, Nadeen segera membuka buku yang baru diterimanya dari Ammar. Ia tersenyum ketika menemukan secarik kertas bertuliskan,“SEMANGAT NADEEN!” 

“Ini pasti tulisan Pak Ammar,” gumamnya sambil menggepit kertas dengan kedua jari lalu menutup kembali buku tersebut. Senyumnya terus merekah tanpa ia sadari.

Entah kenapa Nadeen merasa sangat senang hari ini, mungkinkah dia mulai berharap sebuah hibat¹⁶ dari sang dosen?

“Astagfirullah! Jangan sampai aku menyalah artikan kebaikan Pak Ammar.” Nadeen mengguncang wajahnya berulang-ulang. Membuang pikiran-pikiran yang tak harus muncul di kepalanya.

Sebelum tidur, barulah Nadeen benar-benar mempelajari buku itu. Isinya sangat menarik. Cukup membantu dan bermanfaat bagi seseorang yang mulai belajar seperti dirinya. Dia menahan matanya supaya tidak cepat mengantuk. Tiba-tiba ponsel bergetar di atas meja. Tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca, Nadeen meraba ponsel di atas nakas lalu mengambilnya. Sebuah pesan masuk di WhatsApp terkirim dari nomor tanpa nama. Ia baca sekilas dengan sudut matanya.

[Assalamualaikum …] 

Isi pesan singkat seperti ini sering ia terima dari lelaki-lelaki yang ujung-ujungnya membawa Nadeen nongkrong di kafe, bahkan akhirnya mereka berani membujuk Nadeen pergi ke club.

Siapa ini? tanyanya dalam hati. Nadeen berniat mengabaikan pesan itu, karena mulai sekarang dia harus lebih seleksi dalam memilih teman. Pergaulannya di masa lalu memang cukup buruk. Sebisa mungkin Nadeen ingin memperbaikinya di masa yang akan datang. 

Ketika Nadeen hendak menyimpan kembali ponsel miliknya, tiba-tiba benda itu kembali bergetar untuk yang kedua kalinya.

[Sudah baca bukunya, Ukhty …?] Pesan masuk kedua cukup membuatnya mencelang tak percaya.

Ya, Allah! Ini pasti Pak Ammar? Nadeen terperangah saat menyadarinya.

Dia tanya buku yang sedang aku baca? Dengan cepat, jari-jari lentiknya mengetik sebuah pesan.

[Waalaikumussalam … maaf, saya kira bukan Pak Ammar] Dia sertakan emoticon tangan yang menangkup.

[Bukunya sedang saya baca saat ini. Alhamdulillah saya suka] Balasan kedua dia bubuhi emoticon smile dengan mata love.

Pak Ammar typing ....

Nama Ammar muncul setelah Nadeen menamai kontak tersebut.

[Saya cuma mau mengingatkan, bahwa buku itu hanya sebagai referensi saja. Jika ada yang tidak dimengerti, segera tanyakan pada gurumu.]

[Ingat ukhty! Seorang guru bisa mengoreksi dan memperbaiki kesalahanmu, tapi sebuah buku tidak]

Muncul kembali notifikasi di ponsel Ammar. Nadeen membalas pesannya.

[Baik, terima kasih banyak bantuannya]

[Afwan, Ukhty. Assalamualaikum] Pesan penutup dari Ammar.

***

Saking semangat membaca, Ketika berjalan pun Nadeen tak ingin melepaskan pandangan dari tulisan di bukunya. Ia tak menyadari Hanin yang sudah berada di depannya.

“Nad …!” seru Hanin pada Nadeen yang seakan tak menyadari keberadaannya.

“Eh, Nin. Kamu mengagetkanku saja.”

“Segitunya banget membaca buku, bagaimana kalau tersandung batu?”

Nadeen segera menutup buku dan memasukkannya ke dalam tas.

“Maaf, Nin. Aku kalau sudah baca, susah berhenti.”

“Jadi kutu buku ya, kamu, sekarang,” goda Hanin.

Nadeen tidak sempat menanggapi godaan Hanin karena tiba-tiba ponselnya berbunyi, Ia pun segera menyeluk ke dalam tas. Mengambil ponsel dan mengangkat telepon dari Bu Astuti. Terdengar suara panik dari balik teleponnya.

“Asaalamualaikum, Nad …!”

“Waalaikum salam, Bu. Gimana kabar Ibu?”

“Alhamdulillah, ibu baik-baik saja. Ibu mau boleh minta bantuan kamu, Nad?” ucapnya dengan nada yang sangat khawatir.

“Ada apa, Bu? Ibu ada masalah?”Serta merta Nadeen turut panik.

“Ibu gak ada masalah. Ibu cuma minta tolong, kamu pergi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Ammar di sana. Gak papa nunggu pulang kuliah saja.”

“Pak Ammar di rumah sakit, Bu? Kenapa? Sakit?”Penasaran.

“Penyakit mag-nya kambuh, mungkin karena tidak ada yang mengingatkannya untuk makan selama ibu pergi.”

“Baik, baik. Ibu tenang saja. Nadeen ke rumah sakit sekarang.” Dia menarik tangan Hanin untuk ikut serta bersamanya.

“Nin, ikut aku ke rumah sakit sekarang, ya!”

“Nad, tunggu dulu. Aku masih ada satu mata kuliah lagi setelah ini.”

“Kamu harus bantu aku, Nin. Ini penting.”

Hanin tidak bisa menolak Nadeen selain menuruti permintaannya.

“Tapi beritahu aku, siapa yang sakit?”

“Pak Ammar,” jawab Nadeen singkat. Matanya memandang ke arah kiri dan kanan, mencari taksi yang bisa mengantarnya dengan cepat.

Lima belas menit kemudian, tibalah di rumah sakit. Dengan tergesa-gesa ia turun dari taksi lalu bertanya pada bagian informasi.

“Dia bilang kamar VIP no. 103 ….” gumam Nadeen. Matanya menatap satu persatu angka yang tertera pada pintu kamar rawat inap. Semua kamar nampak sama. Untunglah ada denah di setiap sudut rumah sakit, jadi tidak terlalu sulit menemukan tempat yang dicari.

“Ini dia kamarnya,” ucap Nadeen sambil melirik Hanin.

“Ya udah, ayo buruan ketuk pintunya.”

Dia menarik napasnya sebelum memberanikan diri untuk mengetuk pintu sambil mengucap salam.

__________

¹⁶Hibat \= Cinta kasih, kasih sayang

 

1
Azqiara
ku tunggu di saat yang tepat
Azqiara
Aku ninggalin jejak di sini ya kak. Salam kenal kak mbuna.
Mama Reni
Sangat menarik
Azqiara
Masyaaallah. keren banget ni ceritanya
Azqiara
Ceritanya bagus..
Mom Yara
bagus kak, swru ceritanya
Susana
Alhamdulillah, akhirnya bisa hadir di sini. Setelah berjuang hampir dua jam. 🤧🤧
Semangat, Kak. 😍😍
Nurma Azalia Miftahpoenya
Luar Biasa
Asma Chusna
cakep banget tor ada dakwahnya
Mari ani
aku mampir Kak.
Um_bell29
Hafidz jadi anak pertama ngga gentle😒. Berani meminang tapi enggak berani menolak. Kalo kek gini dua keluarga dipermalukan. Salah satu batalin pasti udah tercoreng nama baiknya. Hafidz... Hafidz, sini lu pulang! Adu jotos sama bapaknya Hanin!
DHurley123
berasa ketampar ini sama alur cerita nya, hijrah nua nadeen ini gila sih .. lanjutkan thor
DHurley123
wow aku baru pertama kali baca novel yang disertai ayat suci Al-Qur'an dalam penjelasan nya.. mantap thor 👍
EuRo
ceritanya bagus menginspirasi.
bung@ter@t@i
aku mampir kak
Aisyah farhana
nunggu lanjutannya kak
Nahla Zakira
subhanallah sunggu bgs cerita thorbyk ilmu yg aq petik.bukan hy skdr cerita cinta y aj yg buat aq terharu.tp setiap isi dr cerita ne byk mengandung ilmu.lanjuuut thor.semoga mangkin byk ilmh yg aq dpt
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞: Terima Kasih Kak🙏
total 1 replies
nafisa aqila
ehhh ini blom tamat ya... ceritanya masih gantung.... dilanjutin dong thoorrr....
sabar menunggu ala2 nadeen 😙😙😙
Susi Susilawati
mana lanjut nya mbu
aku menanti cepat lah cepat lah
Mami
ayo mbuna lanjut aq padamu😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!