dr. Bianca melisa
Cantik, hangat dan baik hati. ia menjaga jarak dengan lelaki karena trauma di masa lalunya. termasuk dengan Gavin rekan kerjanya yang juga seorang dokter. ia bersikap jutek dan angkuh sampai pada suatu malam di pesta terjadi sesuatu diantara keduanya. apakah Bianca akan bersama Gavin atau justru ia akan menghindar dari lelaki itu.
dr. Gavin Hendrawan
tampan dan profesional itulah profil dr. Hendrawan. ia jatuh hati pada Bianca gadis yang selalu menghindarinya. sampai suatu ketika Gavin tak bisa menahan gejolak cintanya dan terjadi sesuatu yang fatal. bagaimana nasib keduanya.....
selamat membaca.
Author IG nur danovar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta
Bianca dan Gavin pergi ke rumah sakit satu-satu di daerah itu. Gavin akan bekerja disana. ia tidak akan lagi menemani Bianca kunjungan rutin pada pasien-pasiennya.
"Apa kau sudah menerima undangan pernikahan anak Prof. Aldi?". Gavin membuka percakapan karena sedari tadi Bianca terlihat diam sambil sibuk dengan catatannya.
"Iya aku sudah menerimanya".
"Kau akan datang kan?".
"Entahlah".
"Hey ayolah kau sudah banyak bekerja keras dan jadi Dewi penolong. saatnya sang dewi juga menikmati hidup".
Bianca tertawa mendengar ucapan Gavin yang mengatainya jadi Dewi penolong sejak ia menyelamatkan Doby anjing Nyonya Lina.
"Baiklah aku juga akan pulang ke rumah sekalian".
"Bagus, kau akan datang dengan ku". Gavin sudah menentukan Bianca akan datang bersamanya. keduanya berjalan menyusuri lorong rumah sakit. bangunannya baru dan terhitung besar. Bianca membawa Gavin pada Prof. Yanuar, ia yang akan mengarahkan kinerja Gavin di rumah sakit ini.
"Pagi Prof". Sapa Bianca ramah.
"Bianca, selamat pagi. apa kabar mu?. Prof Yanuar menjabat tangan Bianca. lelaki paruh baya yang terlihat bijaksana, Bianca selalu suka mengobrol dengan Prof.Yanuar.
"Ini dokter Hendrawan Prof".
"Sungguh tampan rupanya dokter Hendrawan".
Keduanya berjabat tangan.
"Panggil saja Gavin Prof".
"Baiklah dokter Gavin kita akan mulai meeting jam sembilan nanti". Prof.Yanuar menyuruh asistennya membawa Gavin keruang kerjanya. sementara Bianca mengikuti mereka. Bianca pamit terlebih dahulu ia masih harus kunjungan rutin pada pasiennya. ia meninggalkan Gavin di rumah sakit.
***
Gaun berwarna merah indah dengan belahan dada yang sedikit terlihat. Bianca menyiapkan gaun itu jauh-jauh hari memang untuk menghadiri pesta pernikahan anak Prof.Aldi. disana Bianca akan bertemu seseorang yang dulu pernah mengisi hatinya. seseorang yang pernah sangat berharga baginya. ia mantan kekasih Bianca. Bianca duduk di depan cermin rias. mengenakan riasan natural tapi terlihat pas dan cantik dengan warna gaunnya yang sudah mencolok. ia menata rambutnya di cepol keatas dan mengenakan aksesoris anting yang sedikit memanjang. penampilannya terlihat sempurna. Gavin mengetuk pintu kamar Bianca. ia sudah siap dengan stelan jas mahalnya. Gavin terlihat seperti pangeran dari negeri dongeng. keduanya saling memandang dan Gavin sangat terpesona dengan kecantikan Bianca. ingin sekali ia memiliki gadis itu. Gavin menekuk lengannya menawarkan pada Bianca. dengan senyum cerah Bianca menggamit lengan Gavin. Bianca terlihat bahagia, tentu saja karena ia akan bertemu seseorang disana.
Keduanya pergi dengan mobil pribadi Gavin yang lebih bagus dan mahal. terkadang Bianca bingung dengan rekan kerjanya itu. ia memiliki segalanya tapi malah pergi ketempat terpencil.
Mobil Gavin belok di pelataran luas. seorang pelayan mengambil alih dan memarkirkan mobil Gavin berjajar dengan mobil berkelas lainnya. Bianca bersyukur mereka tidak naik mobilnya. sesampainya di pesta keduanya menghampiri tuan rumah dan mengucap selamat. Bianca dan Gavin bak pangeran dan putri yang menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Bianca meraih segelas minuman. ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu. matanya mencari sosok yang ia kenal dan hafal sampai sekarang. ya lelaki itu muncul dari balik kerumunan tamu. ia mengenakan jas berwarna hitam. wajahnya tetap tampan meski tidak semencolok Gavin. Bianca bergetar menyambut tangan lelaki itu. Nicolas namanya. ia mantan kekasih Bianca, Nico seorang pelukis dan seniman di Perancis. ia berjanji pada Bianca suatu hari akan membawanya ke Paris. Gavin yamg melihat mereka merasa terbakar cemburu. ia tidak rela gadis itu dekat dengan lelaki lain. perasaanya semakin gusar saat Bianca tertawa lepas dengan lelaki itu. bahkan dengan Gavin ia tidak pernah melakukannya.
Lihatlah apa yang bisa ku lakukan pada mu hingga kau jadi miliku selamanya. Gavin.