Novel ini sedang dalam tahap revisi besar-besaran... akan ada beberapa part yang mungkin akan hilang....
Kata orang cinta pertama itu sulit di lupakan. Itulah yang di alami pria bernama Malik. 5 tahun Malik mencari cinta pertama nya, yang pergi tanpa kabar.
Tapi setelah mereka bertemu, cinta mereka kembali di uji. Akankah mereka mampu bertahan?
"Jangan pernah pergi lagi. Aku tidak mau tau, apapun kondisi mu aku tidak peduli. Biarkan aku egois kali ini Nay."
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya sayang.
Follow ig ku yuk amy_asya99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HADIAH UNTUK NAYRA 2
Bab ini masih Pov Malik ya readers sayang
...Happy Reading...
Hari ini sepulang sekolah, aku membawa Nayra menuju tempat yang akan membuatnya tersenyum.
Di sini, di sebuah toko yang menjual berbagai perlengkapan untuk melukis.
"Kenapa membawa ku ke sini Zein?" Aku dapat melihat wajah Nayra yang kebingungan.
"Ambillah barang yang kamu perlukan untuk melukis Nay?" Aku menjawab sembari tersenyum ke arahnya.
"Tapi, ini tidak perlu Zein. Aku tidak punya banyak uang untuk membeli ini semua," ucap Nayra dengan wajah sendunya.
Iya Nayra ku bukan berasal dari keluarga yang berada. Ayah nya hanya seorang guru, di salah satu sekolah di lingkungannya. Sedangkan ibu Nayra hanya seorang ibu rumah tangga saja.
"Nay, kamu tidak usah pikirkan hal itu. Ambil dan aku yang akan membayarnya."
Aku dapat melihat wajah Nayra yang langsung tersenyum cerah. Namun, tiba tiba senyum itu redup kembali.
"Aku tidak ingin merepotkanmu Zein. Lagi pula aku masih bisa menggambar dan melukis di buku-bukuku kan? Pasti nanti orang tuamu marah, jika kamu membelikan ini untuk orang asing seperti ku." Jelas Nayra kepadaku.
"Kamu bukan orang asing bagiku Nay, kamu teman ku. Sama seperti Gery, Dino, dan Doni. Aku akan merasa senang kalau melihat temanku merasa senang juga.
Lagi pula Nay, uang ini aku dapatkan dari paman dan bibiku yang di Turki. Dan orang tuaku tidak mengetahui hal itu." Aku terkekeh pelan
Maaf aku terpaksa berbohong padamu Nay.
"Kamu serius Zein?" tanya Nayra lagi.
"Iya, aku serius. Ambillah yang kamu butuhkan. Cepat nanti kita bisa pulang kesorean!" titah ku pada Nayra.
Aku dapat melihat Nayraku sangat bahagia. Senyum tulusnya terus terukir di wajah cantiknya.
Sungguh, bagi Nayra bahagia itu sederhana, hanya dengan menyalurkan kesenangannya, dia sudah sebahagia ini.
Aku tau bahwa Nayra sangat suka melukis. Tapi, Nayra lebih memilih memendam bakatnya itu. Aku, tidak tau pasti apa alasan nya. Tapi aku, tidak akan membiarkan itu lagi.
Nayra harus tetap melukis, karena aku tau bahwa itu adalah hidup nya.
"Terima kasih Zein," ucap Nayra setelah kami sudah keluar dari toko itu.
"Iya Nay," balasku sembari menjalankan sepeda motor ku.
"Harus dengan apa aku, mengganti semua ini Zein?" tanya Nayra padaku lagi.
"Tidak banyak. Aku hanya ingin melihatmu selalu tersenyum. Itu sudah cukup bagiku, Nay."
Nayra menepuk pelan bahuku. Baginya, ucapanku ini hanya rayuan semata. Tapi tidak bagiku, ucapanku ini murni berasal dari hatiku.
Aku, pernah mendengar yang dikatakan orang orang tentang cinta monyet, yang terjadi di usia remaja sepertiku.
Tapi, aku yakin bahwa perasaan ini bukan hanya sekedar cinta monyet, seperti yang dibicarakan orang orang.
Karena, dari pertama kali aku melihat Nayra, hatiku sudah terpatri kuat dengannya.
...***...
"Mampir dulu Zein," tawar Nayra ketika kami sudah sampai di depan rumahnya.
"Lain kali saja Nay. Aku akan langsung pulang saja." Aku melirik jam tanganku, yang sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Terdengar suara pintu rumah Nayra yang dibuka.
"Nay, kamu sudah pulang? Ibu sangat khawatir nak."
Aku melihat jelas raut khawatir di wajah ibu Nayra.
"Maaf Bu. Nay, sudah membuat Ibu khawatir, " jawab Nayra.
"Maaf Bu, sudah membawa Nayra pergi bersamaku tadi," sahutku kepada ibu Nayra.
"Eh ada nak Malik. Maaf Ibu tidak melihatmu, Ibu sangat khawatir dengan Nayra," jawab ibu Nayra kepadaku.
"Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu ya Nay. Bu aku permisi pulang." Aku segera menghampiri ibu Nayra, kemudian mencium tangan wanita itu.
...***...
Pagi hari nya, aku berangkat sekolah seperti biasa. Namun ketika aku hendak melangkahkan kaki ku..
Tiba-tiba saja Dino mendaratkan pukulannya di wajahku.
Aku mengelap sudut bibirku yang mengeluarkan sedikit darah.
"Berani nya kau, menusukku dari belakang Malik!" teriak Dino dengan tangan yang akan mengarah kepadaku lagi.
Dengan sigap aku meraih tangan Dino yang mengepal itu.
"Menusukmu? Apa maksudmu Din?" Aku masih tidak mengerti dengan ucapannya.
"Kau tau, bahwa aku menyukai Nayra. Lalu kenapa kau, merebut Nayra dariku?" tanya Dino dengan berapi api.
"Aku tidak pernah merebut Nayra darimu, atau dari siapapun."
Kini aku, sudah mengerti arah pembicaraan Dino.
"Malik!! Beraninya kau!" Dino melayangkan tangan nya lagi ke wajah ku.
Kepalan tangan Dino mendarat lagi di wajah mulusku.
"Dino, hentikan! Apa yang kau lakukan pada Malik?" Aku melihat Gery dan Doni berlari ke arah ku.
"Kau jangan membelanya Ger," ucap Dino dingin.
"Hentikan Dino! Malik itu teman kita juga." Aku melihat Doni, memegang tangan Dino yang hendak meninjuku lagi.
"Lepaskan aku Don! Aku ini saudara kembarmu. Jadi jangan membelanya. Lagi pula mana ada teman yang menusuk dari belakang."
"Menusuk dari belakang?" jawab Gery dan Doni bersamaan.
"Ah sepertinya aku, sudah mulai mengerti apa masalahnya," ucap Gery dengan menatap ke arahku dan Dino.
"Don, Urus saudara kembar mu itu. Aku akan membawa Malik ke UKS." Gery segera menarik lengan bajuku, dan membawaku ke ruang UKS.
Ketika Gery hendak mengobati lukaku, aku melihat Nayra masuk dengan raut wajah khawatir.
"Malik apa yang terjadi denganmu? Kenapa kalian bertengkar?" Ya Nayra, hanya akan memanggilku Zein ketika kami sedang berdua saja.
"Aku tidak apa. Ini hanya salah paham saja," jawab ku, aku tidak ingin membuat Nayra merasa bersalah.
"Sini aku bantu obati," tawar Nayra.
"Tidak perlu Nay, ada Gery yang akan membantu ku." Aku melirik kepada Gery.
"Kamu obati saja Malik, Nay. Aku ingin membereskan si dinosaurus itu," kekeh Gery.
Aku dan Nayra, hanya tersenyum mendengar lelucon Gery.
Pemuda itu, punya cara tersendiri untuk membereskan masalah yang terjadi pada teman temannya.
"Kamu punya masalah apa dengan Dino, Zein?" Nayra bertanya padaku, dengan tangan yang masih mengobati lukaku.
"Aku tidak punya masalah apapun dengan nya. Dia hanya salah paham terhadapku."
Tiba tiba Nayra, mengalihkan pandangannya kepadaku.
Netra coklat itu terasa seakan menusuk jantungku.
"Apa kau sedang berbohong padaku Zein?"
Ah bagaimana dia bisa tau aku sedang berbohong 😅
"Ti-tidak Nay, untuk apa aku berbohong Nay." Aku merasa sangat gugup, sesegera mungkin aku mengalihkan pandanganku ke tempat lain.
"Baiklah, ini sudah selesai. Ayo kita kembali ke kelas!"
"Iya baiklah."
Kini aku dan Nayra berjalan bersama menuju kelas. Kami berdua, sama-sama diam. Aku, tidak ingin salah berbicara.
"Malik!!" Aku menoleh ke belakang, dan aku melihat Gery dan Double d', sedang berdiri tepat di belakangku.
"Dino?"
"Nay, bisa tinggalkan kami berempat?" Gery bertanya pada Nayra.
Aku melihat Nayra mengangguk, serta pergi meninggalkan kami berempat di sana.
"Ada apa? Apa kau belum puas memukulku tadi?" Aku merasa heran melihat Dino yang terlihat gugup.
"Eh Dinosaurus cepat bicara jangan hanya diam saja!" perintah Gery.
"Kau berani nya menyebut saudaraku Dinosaurus!"
Aku terkekeh geli, melihat ekspresi Doni yang marah, karena tidak terima Gery mengatai saudara kembarnya.
"Malik maafkan aku." Dino menundukkan kepalanya di hadapanku.
"Santai saja, bukan kah kita ini teman. Dalam teman tidak ada istilah maaf dan terima kasih. Sudah ayo kita kembali ke kelas."
Aku, segera menarik lengan baju mereka bertiga. Aku, tidak tau apa yang di katakan Gery kepada Dino. Sehingga manusia yang kaku itu bisa meminta maaf kepadaku.
"Benar, kata Gery kau sangat baik Malik. Aku berjanji mulai saat ini aku, akan selalu setia berada di samping mu."
Aku mengangguk sembari berlalu dari sana. Aku tidak pernah menyangka, bahwa janji Dino tadi akan dia tepati di masa depan nanti.
Aku, hanya merasa sangat beruntung bisa memiliki mereka bertiga sebagai temanku.
FLASHBACK END
...*****...
Bab berikut nya kembali pada cerita pertemuan Nayra dan Malik ya.
Ada yang mau Pov Nayra?
...***...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️
Terima kasih yang sudah mau mampir ❤️
Maaf tulisan ku berantakan ya 😔
ak jdi sedih sendri