Ini kisah tentang Helena Giovani Ganendra dan juga Rivaldi Putra Adijaya yang saling jatuh cinta. Bagaimana bisa mereka bersatu jika Helena mempunyai sifat yang jutek, sementara Rivaldi mempunyai sifat dingin dan cuek pada setiap perempuan. Apakah mereka berdua berani mengungkapkan perasaan mereka? Atau mereka hanya bisa memendamnya sendiri?
Penasaran? Ikuti terus ceritanya😉🤗
Semoga kalian suka sama ceritanya❤️❤️
Jangan lupa bantu Vote, Like dan juga Share
Mohon bantu follow akun Author juga ya🤗♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selawati Restiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Key Lagi
...HAPPY READING!!!...
...•...
...•...
...•...
Sekarang tiba saatnya untuk pulang. Helena juga sudah merasa lebih baik. Dan sekarang dia sedang duduk di dekat pos satpam yang berada di dekat gerbang untuk menunggu jemputannya datang.
Sambil menunggu jemputan datang, Helena memikirkan bagaimana caranya dia meminta maaf pada Valdi. Namun dering ponsel Helena membuyarkan pikiran Helena. Helena menatap layar ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya, dan ternyata supirnya yang menelepon lalu Helena pun mengangkat teleponnya.
"Halo" ucap Helena setelah mengangkat teleponnya
"Maaf Non, kayaknya saya bakal terlambat jemput karna mobilnya tiba-tiba mogok dan sekarang saya lagi di bengkel Non" ucap supir Helena
"Yah kok bisa sih Pak? Yaudah deh Lena naik bis aja" ucap Helena yang sedikit kecewa
"Yasudah kalo begitu non, maaf ya Non"
"Iya gakpapa Pak" ucap Helena lalu dia memutuskan sambungan teleponnya
Helena pun terpaksa harus menaiki bis untuk pulang. Helena beranjak dari duduknya dan hendak melangkah namun dia mengurungkan langkahnya karena ada sebuah motor sport berwarna merah yang berhenti tepat di depannya. Helena menatap siswa yang memakai motor tersebut. Helena ingat betul jika siswa tersebut yang hampir menabraknya kemarin.
Namun sayangnya Helena tidak bisa melihat wajah siswa tersebut karena dia memakai helm full face. Sampai akhirnya siswa tersebut membuka helmnya dan betapa terkejutnya Helena saat melihat wajah siswa tersebut. Ternyata siswa tersebut adalah Valdi. Dengan seketika niat Helena untuk meminta maaf pada Valdi hilang karena Helena merasa kesal pada Valdi.
"Ayo naik gue anterin" ucap Valdi sambil menatap Helena mencoba mengajak Helena untuk pulang bersama
"Ogah gue" ucap Helena yang langsung memalingkan wajahnya dari Valdi dan juga melipat kedua tangannya di depan dada
"Cepetan naik, ini udah sore" ucap Valdi yang masih berusaha mengajak Helena
"Siapa bilang ini pagi" ucap Helena dengan nada ketus dan masih menatap ke arah lain
'Susah banget nih cewek di ajak pulang' -batin Valdi
"Lo tau cerita sekolah ini dulu?" ucap Valdi sambil terus menatap Helena
"Cerita apaan?" ucap Helena sambil menatap Valdi karena penasaran
"Ada yang bunuh diri di pohon mangga itu" ucap Valdi sambil menunjuk pohon mangga yang berada di belakang Helena.
Helena pun berbalik dan menatap pohon mangga tersebut. Memang pohon mangga tersebut terlihat menyeramkan dan otomatis membuat bulu kuduk Helena berdiri. Sementara itu, Valdi hanya bisa menahan tawanya melihat Helena yang terlihat ketakutan.
'Mau aja gue kibulin' - batin Valdi sambil menahan tawanya agar tidak pecah
"Ah lo becanda ya" ucap Helena yang berusaha terlihat biasa saja namun dalam hatinya dia sudah ketakutan
"Yaudah gue gak maksa, gue balik duluan" ucap Valdi seraya memakai helmnya kembali
Melihat Valdi yang sudah memakai helmnya, Helena menjadi bingung. Helena paling takut dengan hal-hal yang berbau mistis di tambah suasana sekolah yang mulai sepi. Saat Helena mendengar mesin motor Valdi sudah menyala, Helena tidak punya pilihan lain selain menerima ajakan Valdi. Tanpa berpikir panjang, Helena langsung menaiki motor Valdi.
Merasa jika Helena menaiki motornya, Valdi hanya menahan tawanya melihat tingkah Helena. Dan terlintas di pikiran Valdi untuk menjahili Helena lagi.
"Lo ngapain naik?" ucap Valdi sambil berusaha menengok ke belakang
"Tadi lo ngajak gue" ucap Helena yang masih terlihat ketakutan
"Udah gak berlaku" ucap Valdi sambil kembali menatap ke depan
"Kok gitu? Ya-yauda lagian siapa juga yang mau balik bareng lo" ucap Helena yang merasa malu lalu dia pun turun dari motor Valdi dan sedetik kemudian Helena langsung berlari keluar dari area sekolah
Helena berlari menuju halte dan duduk disana sambil merutuki dirinya sendiri.
"Aduhh Helena malu-maluin banget sih lo, mau taro dimana muka gue kalo gini coba" Helena menggerutu pada dirinya sendiri
Saat Helena sedang sibuk menggerutu, tiba-tiba ada yang menepuk pundak Helena dari belakang. Helena yang masih ketakutan pun terkejut. Dia diam mematung lalu menelan salivanya.
"Huaaaa Mama ada hantu!!" Helena yang berniat untuk berlari tertahan karena tangannya di tahan oleh seseorang
"Ampuunn gue masih mau hidup" ucap Helena yang tidak berani melihat ke belakang
"Tapi gue lapar" orang itu berbisik tepat di telinga Helena membuat Helena merinding
Helena berusaha mengumpulkan kebaraniannya untuk melihat ke belakang. Setelah dia cukup berani, dia membalikkan badannya namun dengan mata tertutup. Tak lama setelah itu Helena memberanikan diri untuk membuka matanya.
"Aaaaaaaaammmpph" orang tersebut membekap mulut Helena saat berteriak
Helena menatap orang yang berada tepat di depan wajahnya dan orang tersebut juga menatap Helena lekat. Kedua mata mereka saling mengunci untuk menatap satu sama lain.
'Cantik' -batin orang tersebut
'Apaan nih' -batin Helena
"Valdi lo apaan sih" ucap Helena yang tersadar lalu dia mendorong Valdi agar menjauh darinya
"Kok lo dorong gue sih?" ucap Valdi yang terlihat kesal
"Ya lo ngapain deketin muka lo di depan muka gue" ucap Helena yang salah tingkah
"Jangan baper lo, gue cuma gak mau lo teriak ntar orang yang lewat ngira gue ngapa-ngapain lo" ucap Valdi dengan nada dingin
"E-enggak, siapa yang baper, gak jelas banget lo" ucap Helena lalu berjalan meninggalkan Valdi namun dengan segera Valdi menghadang Helena
"Ayo buruan gue anterin lo pulang" ucap Valdi sambil menatap Helena
"Gak, gue gak mau" ucap Helena yang masih merasa kesal dengan Valdi
"Lama lo" Valdi pun terpaksa menarik tangan Helena, namun di sisi lain ada seseorang yang menahan tangan Helena supaya tidak pergi
Valdi dan Helena berbalik ke belakang dan melihat Key yang menahan tangan Helena. Terlihat dari matanya, Key tidak suka melihat Valdi mendekati Helena.
"Lena pulang sama gue" ucap Key sambil menarik pelan tangan Helena hingga genggaman Valdi terlepas
"Makasih lo udah ada niatan buat anterin dia, tapi lain kali gak usah" ucap Key dengan wajah yang serius
Valdi hanya tersenyum smirk mendengar ucapan Key, lalu Valdi pun memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua. Valdi tidak mau sampai bertengkar dengan sahabatnya sendiri karena masalah perempuan. Helena hanya menatap kepergian Valdi, dan ada sedikit rasa tidak enak pada Valdi saat Key berkata seperti tadi.
"Ayo El aku anterin kamu pulang" ajak Key sambil menarik tangan Helena untuk menuju motornya dan Helena hanya pasrah untuk pulang bersama Key
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumah Helena. Helena turun dari motor Key.
"Mau mampir dulu?" tawar Helena pada Key
"Mm boleh deh" jawab Key sambil mematikan mesin motornya
"Yaudah yuk masuk" ajak Helena lalu Key pun membuka helm full face-nya lalu turun dari motor
Mereka berdua memasuki rumah Helena secara beriringan dan langsung menuju ke ruang tengah. Helena mempersilahkan Key duduk, lalu Helena pergi ke dapur mengambil minuman untuk Key.
"Non Lena udah pulang?" tanya Bi Ina yang kebetulan sedang berada di dapur
"Udah Bi" jawab Helena sambil tersenyum
"Mau makan apa Non? Biar Bibi masakin" tanya Bi Ina lagi
"Apa aja deh yang ada, tapi tolong bikinin 2 ya soalnya lagi ada temen Lena" pinta Helena sambil menatap Bi Ina
"Oh iya siap Non" ucap Bi Ina sambil tersenyum
Helena pun pergi dari dapur dengan membawa nampan berisi minuman dan juga cemilan untuk Key. Setelah sampai di ruang tengah, Helena menaruh minuman dan cemilannya di atas meja lalu Helena duduk di sofa yang lainnya.
"Minum dulu Key" ucap Helena yang di angguki Key, lalu Key pun meminum minumannya
"Oh iya rumah kamu kok sepi?" tanya Key yang penasaran
"Iya soalnya orang tua aku masih kerja, jadi di rumah cuma ada Bi Ina" jawab Helena dan Key hanya mengangguk paham
"Besok ada waktu gak?" tanya Key lagi
"Aku selalu ada waktu kalo weekend, kenapa emangnya?" tanya Helena sambil memakan cemilan yang ada di meja
"Aku mau ngajak kamu keluar, mau gak?" ajak Key yang terlihat ragu-ragu
"Kemana?" tanya Helena yang penasaran
"Liat aja besok, mau kan?" ucap Key disertai senyuman manisnya yang mampu membuat Helena terpesona
"Iya ayo deh, lagian aku juga bt di rumah terus" ucap Helena sambil tersenyum ke arah Key
"Oh iya aku mau tanya sama kamu" ucap Helena yang sedikit serius
"Tanya aja gak usah izin dulu" ucap Key sambil terkekeh
"Hehe, tadi kenapa kamu ngomong gitu sama Valdi?" tanya Helena dengan raut wajah yang takut, takut jika dia tidak punya hak untuk bertanya hal itu
"Oh itu, aku gak mau aja dia deketin cewek yang aku suka" jawab Key dengan santainya dan otomatis membuat pipi Helena memerah
"Kamu apaansih" ucap Helena yang sudah tersipu malu diikuti tawa kecil dari Key, Key merasa gemas saat melihat pipi Helena yang merona seperti itu
"Aku denger tadi kamu pingsan, kamu gakpapa?" tanya Key yang sedikit khawatir
"Iya, tapi aku udah gakpapa kok" jawab Helena sambil tersenyum
"Trus juga katanya Valdi yang bawa kamu ke UKS, bener?" tanya Key lagi
"Kata Ana sama Gia sih gitu, kenapa emangnya?" tanya Helena yang merasa penasaran
"Jangan terlalu deket sama Valdi ya, aku gak suka" ucap Key dengan wajah serius
Seketika mereka saling menatap satu sama lain. Key menatap Helena dengan lekat, sementara Helena sedang berperang dengan jantungnya yang kini berdetak lebih cepat.
"Non, makanannya udah siap" ucap Bi Ina yang baru saja menghampiri mereka dan menyadarkan Helena dan Key
"Oh iya, makasih Bi" ucap Helena sambil menatap Bi Ina, lalu Bi Ina pun kembali ke belakang
"Kita makan dulu yuk" ajak Helena yang di angguki Key
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...SEE YOU!!!...
Maaf kalo ada typo🙏
Jangan lupa vote, comment and share❤