Bela Yunita seorang gadis cantik yang memiliki sebuah kekurangan yang bisa dia sembunyikan dengan baik. Bela kini sebatang kara karena orang tuanya telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.
Genova Abraham pemuda kaya yang belum mampu untuk menjalan kan bisnis orang tuanya. Dia hanya berkeliaran tanpa tujuan.
Hingga suatu hari dia bertemu dengan Bela yang memiliki kemampuan bela diri. Genova terpukau dengan Bela yang hanya seorang gadis biasa namun memiliki kemampuan yang luar biasa.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Perjalanan cinta Genova dan Bela akan segera di mulai.
Selamat Membaca 😊😊😊🙏🙏🙏
Terima kasih banyak🙏🙏🙏😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Bela terhenti langkah nya karena ucapan Genova. Bela membalikkan Badan nya dan menatap tajam ke arah Genova.
"Jangan berharap lebih" Teriak Bela.
Mendengar jawaban Bela. Genova beranjak dari duduk nya lalu mengejar Bela yang kini masuk ke dalam gedumg apartement nya.
Bela masuk ke dalam apartemen Genova lalu mengambil tas nya dan akan keluar dari apartemen Genova.
"Mau kemana?" Tanya Genova
"Mau pulang" Jawab Bela singkat.
"Elo sudah janji akan temenin gue hari ini. Dan elo juga belum bertanggung jawab untuk mengobati lula gue" Ucap Genova mencari cari alasan agar Bela tetap di sini bersama dirinya.
Bela menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan kasar. Bela menaruh kembali tas nya lalu menuju dapur untuk mengambil air es.
Bela kembali ke tempat Genova dengan air es di dalam mangkuk untul mengopres lebam pada wajah Genova.
"Di kamar saja gue juga capek sekalian istirahat" Ucap Genova lalu berjalan masuk ke dalam kamar nya.
Lagi lagi Bela memghembuskan nafas panjang nya dengan kasar. Genova yang melihat Bela menahan amarah nya tersenyum penuh kemenangan. Entah kenapa dia suka sekali menggoda Bela.
Genova sudah berbaring di kasur nya. Bela menghampiri Genova lalu mengompres wajah Genova secara perlahan.
Tanpa Genova sadari dia mulai terlelap dalam tidur nya. Bela yang melihat Genova sudah terridur pun beranjak dari duduknya.
Bela mengambil tas nya lalu keluar dari apartemen Genova. Bela memesan taxi untuk mengantar nya pulang.
Saat Bela sampai rumah jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Bela masuk ke dalam kamar nya lalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah mandi Bela berganti pakaian lalu keluar rumah dan berjalan menuju ke rumah Dita.
"Kamu baru pulang?" Tanya Dita setelah melihat sahabat nya masuk ke dalam rumah nya.
" Iya "Jawab Bela singkat lalu duduk di sebelah Dita.
"Sana makan dulu tadi aku masak lebih" Ucap Dita
" Dengan senang hati" Ucap Bela.
Bela berjalan menuju ruang makan Dita. Dia makan malam di rumah Dita karena dia tidak masak jadi dia sering makan di rumah Dita atau beli makana di luar.
" Sudah selesai?" Tanya Dita setelah Bela kembali ke ruang tamu menemui dirinya.
" Em Dit. Kamu mau nggak tinggal sama aku di apartemen?" Tanya Bela
"Maksud kamu?" Tanya Dita
"Gue di kasih apartemen sama pak Abraham untuk menjaga Genova. Gue nggak mau tinggak di sana sendirian. Elo mau kan tinggal sama gue?" Tanya Bela lagi.
" Boleh tapi elo yang bersih bersih rumah" Ucap Dita
"Ok dan elo yang urusan dapur" Jawab Bela
"Siapa takut" Ucap Dita
Mereka pun tertawa bersama dan Bela menceritakan apa yang dia kerjakan hari ini bersama Genova.
Dita juga menceritakan kehebohan Iren setelah Bela pergi bersama Genova tadi siang.
Tak terasa mereka bercerita sangat lama. Bela pamit pulang karena sudah tengah malam. Dita menyuruh Bela untuk menginap tapi Bela menolak karena rumah nya belum di kunci tadi saat Bela ke rumah Dita.
Pagi hari nya Bela masih tertidur karena tadi malam dia larut malam baru bisa tidur. Dia memang sering terkena insomnia sebab itu pula Bela sering terlambat ke kantor.
Ponsel Bela terus saja berdering. Bela yang baru mendengar pun mengambil ponsel nya lalu memgangkat panggilan dari ponsel nya.
"Hallo siapa nih?" Tanya Bela yang masih menutup matanya karena mengantuk
"Jam segini elo masih tidur?" Teriak Genova dalam sambungan telfon nya.
" Pak Genova" Ucap Bela. Bela langsung tersadar dari tidur nya mendengar suara Genova. Bela melihat jam yang berada di atas meja nya.
" Mampus aku telat lagi" Terial Bela lalu melempar ponsel nya di atas kasur tanpa mematikan nya terlebih dulu.
" Halo Bela Bela" Teriak Genova
"Nih anak ya jam segini masih molor enak banget ya kerja nya" Guman Genova.
Bela sudah selesai dengan urusan mandinya. Dia berlari ke lemari pakaian nya. Namun saat dia berlari dia terpeleset karena air yang menetes dari tubuh nya.
Brack
"Aduh" Teriak Bela.
Genova yang mendengar teriakan Bela pun terkejut. Keran sedari tadi Genova sengaja tidak mematikan ponsel nya. Dia ingin mengerjai Bela.
" Halo Bela. Bela elo kenapa? Hallo Bela" Teriak Genova.
Genova mematikan ponsel nya lalu menuju ke ruangan Bela yang lama.
"Siapa di sini yang sahabat nya Bela" Teriak Genova yang berada di depan pintu ruangan Bela yang lama
"Saya pak. Ada apa ya pak?" Tanya Dita.
"Keluar sekarang ikut gue" Ucap Genova.
Saat ini Genova memang sedang berada di kantor. Dia menepati janji nya pada papah nya. Dia mulai bekerja di perusahaan sang papah.
"Kasih alamat rumah Bela sekarang" Ucap Genova menyerahkan ponsel nya pada Dita.
Dengan cepat Dita menerima ponsel Genova lalu menulis alamat rumah Bela di ponsel Genova.
"Sebenar nya ada apa ya pak?" Tanya Dita yang takut tapi juga penasaran.
" Tidak ada apa apa. Dia hanya terlambat hari ini jadi saya ingin ke rumah nya" Ucap Genova.
" Maaf pak saya ingin berbicara sebentar dengan anda apa boleh?" Tanya Diya
"Saya tidak punya waktu" Ucap Genova yang berjalan meninggalkan Dita
"Ini soal Bela pak" Teriak Dita yang dapat menghentikan langkah Genova.
"Ke ruangan saya sekarang" Ucap Genova.
Dita mengikuti Genova yang kini masuk ke dalam lift dan menuju ke ruangan nya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan" Ucap Genova yang kini sudah duduk di kursi kebesaran nya.
" Sebenar nya Bela memiliki penyakit yang membuar dirinya sering terlambat dalam berangkat kerja" Ucap Dita yang takut takut
"Apa maksud kamu?" Tanya Genova
" Sejak orang tua Bela meninggal dia sangat susah untuk tidur karena dia salah satu saksi tentang kecelakaan yang menimpa orang tua nya. Dia dulu jua sering minum minuman keras untuk melupakan kejadian itu namun hasil nya sam saja" Jelas Dita
"Sakit apa yang kamu maksud?" Tanya Genova
"Dulu dia mengalami depresi tapi itu sudah sembuh. Dan sekarang dia mengalami insomnia yang akut. Dia meminum obat tidur dalam jumlah dosis yang tinggi namun di tetap saja susah untuk tidur "Ucap Dita
"Dia baru bisa tidur sekitar jam 3 pagi" Imbuh Dita.
Genova tertegun dengan penjelasan Dita. Bela seorang gadis yang ceria cuek dan murah senyum ternyata memiliki sisi lain yang tidak banyak orang ketahui.
Bela hang terlihat tegar dari Genova ternyata lebih lemah dari dirinya. Genova memikirkan Bela yang selalu bersembunyi di balik topeng keceriaan nya. Tapi itu semua hanya tipuan semata.
"Terima Dita atas penjelasan kamu. Kamu boleh kembali ke ruangan kamu" Ucap Genova
"Baik pak saya permisi" Pamit Dita.
# ayo kak di vote like dan komen ya
# selamat membaca
# terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊